
seperti biasanya Brian akan di bangunkan dengan mendengar Naya mual,dan itu sudah menjadi kebiasaan nya ,dalam keadaan terlelap pun dia akan tetap bangun
" sudah mendingan " tanya Brian sambil memijat tengkuk leher Naya
"sudah bang " Ucap Naya, Brian mengendong Naya karena dia selalu kemah saat selesai mual
"ambil dulu air hangat iya " Naya mengagguk saat brian sudah mendudukan nya di pinggir tempat tidur
" ini sayang , obat mual nya " Naya menggeleng
" tidak usah di minum " ucap naya ,Brian hanya mengangguk saja jika di paksakan akan semakin repot nantinya
" masih mau istirahat " tanya Brian lembut sambil duduk di samping istrinya
" mau peluk Abang saja " ucap Naya ,Brian memeluk Naya sambil mengelus rambut panjang Naya sesekali dia mencium kening Naya
" wangi Abang Naya suka " ucap Naya
" apa Abang tidak usah mandi kan masih wangi " Naya mengaguk,Brian hanya tersenyum dia menyandarkan punggungnya pada tempat tidur sambil memeluk Naya
" sayang "
" hebm "
" apa nanti Naya bisa jadi ibu yang baik" tanya Naya sambil melihat perutnya yang di usap Brian
" memangnya kenapa sayang " tanya Brian
" Naya takut saja nanti tidak bisa mendidiknya dengan baik, nanti Abang bantuin iya " Ucap Naya mengangkat wajahnya melihat Brian
" pastinya sayang ,kita Didik sama sama" Naya menggaguk
"ayo kita mandi ,nanti kamu telat ke kampusnya " ucap Brian
" mau Sama sama lagi ke kampusnya " Brian menggaguk lalu mengakat istrinya untuk mandi
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" pagi semuanya " ucap Naya
" pagi " ucap ayah dan ibu dan pak mamat sedangkan alex hanya melirik saja
" jawab" ucap Naya sambil melihat Raya
" sayang kita sarapan dulu iya " ucap Brian ,jika tidak begitu pasti akan panjang lagi
" ayo kita sarapan kalian kan mau kuliah " ucap ayah Abbas
setelah selesai sarapan mereka berpamitan pada orang tua mereka, Raya tidak lupa membawa bekal Naya karena itu sudah menjadi kebiasaan nya
" hati hati sayang " ucap Brian melindungi kepala Naya saat masuk dalam mobil lalu dia juga ikut masuk
" kaka nanti singgah sebentar di indo**** mau beli masker " ucap Raya
" Buat apa dek " tanya Brian
" buat ibu hamil " ucap Raya
" buka di situ kaya nya ada " Ucap Alex sambil menunduk laci mobil yang depan Raya
" memang di kampus dia pakai masker " tanya Brian sambil melihat Naya
" iya jika tidak begitu dia selalu mual,jadi Ade semprot kan parfum Abang di masker nya sedikit " ucap Raya
" makasih iya dek " ucap Brian
" iya tapi jangan lupa transfer nya " ucap Raya tersenyum Brian hanya mengangguk saja
" ini " memberikan masker pada Naya ,setelah memberikan sedikit parfum Brian
" makasih " ucap naya tersenyum, Raya hanya mengangguk saja
setelah menempuh perjalanan 30 menit kini mereka sudah sampai di kampus Raya dan Naya berpamitan pada Brian dan Alex lalu turun dari mobil
" Sayang uangmu masih ada " tanya Brian
" masih banyak " Brian mengaguk saja
setelah kepergian mobil Alex , Raya dan Naya melanjutkan langkah nya ke ruangan,tapi langkah mereka terhenti saat mendengar seseorang memanggil mereka
" apa kalian baru datang " tanya Dafa ,mereka mengaguk
" koh kamu rajin pake masker " tanya Ricko
" tidak papa ,pengen saja " ucap Naya
" Nay bisa minta waktunya sebentar ada yang aku mau bicarakan " ucap Dafa sambil menatap nya
" Naya ada jam pagi kak,apa penting " tanya Naya , sedangan Raya sudah ketar ketir melihat sekeliling nya
" iya sangat penting " ucap Dafa
" nanti jam istirahat saja gimana ,Naya harus masuk ruangan soalnya " ucap Naya sambil melihat jam di tangannya
" baiklah ,jam makan siang Kaka tunggu di taman dekat ruangan praktek iya " ucap Dafa ,Naya mengaguk
" iya sudah kamu masuk sana " ucap Dafa tersenyum sambil mengacak rambut Naya membuat Raya dan Naya kaget
" iya kak " ucap Naya,kalau mereka meninggalkan Dafa dan ricko
" apa kamu sudah yakin daf " tanya Ricko
" iya aku sudah yakin " ucap dafa tersenyum
"semangat bro " Dafa mengaguk lalu mereka juga ke ruangan
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" apa jadwal ku " tanya Brian
" tuan Askar menanyakan tentang kerja sama kita tuan ,jika anda ingin bertemu nanti sekertaris pribadi nya yang mewakili karena dia ada urusan yang lain " Ucap Alex
" jadwalkan setelah makan siang saja di sini aku malas ke luar di luar " ucap Brian
" hari ini anda hanya memeriksa yang ada di atas meja saja " Ucap Alex
" baiklah " ucap Brian
" saya pamit ke ruangan saja jika sudah tidak ada yang anda butuhkan tuan " ucap Alex
" hebm "
Alex ke luar dari ruangan Brian menuju ruangannya sedangkan Brian fokus pada berkas yang ada di depannya
sedangkan di sebuah hotel bintang lima sepasang kekasih sedang menikmati kebersamaan mereka
" selesai jam makan siang kamu ke perusahaan GM Corp jam 2 " ucap tuan askar
" benarkah " tuan askar mengaguk
" kau semangat sekali sayang " ucap tuan askar sambil mencium bibirnya
" hm karena dari dulu aku ingin berkerja di sana tapi tidak kesampaian " ucap citra bohong
kita akan bertemu lagi sayang batin citra tersenyum licik
" benarkah " citra mengaguk
" apa aku perlu membeli pakaian dan kesalon honey " Ucap citra
__ADS_1
" lakukan lah apa pun itu " ucap tuan Askar
" aku harus pergi karena harus ke luar negeri jam 11 nanti " ucap tuan Askar citra mengaguk
" jangan nakal saat aku tinggal " ucap tuan askar
" tenang saja " ucap citra
saat tuan askar meninggalkan citra ,dia ikut ke luar dari kamar hotel itu tujuannya mall terbesar membeli pakaian dan mempercantik dirinya untuk bertemu dengan Brian
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" apa kamu yakin ingin ketemu sama Kaka Dafa" tanya Raya saat mereka sudah selesai dengan mata kulia pertama
" iya ,memang nya kenapa " tanya Naya
" tidak papa ,apa aku temani " tanya Raya
" iya, buah ku mana " ucap Naya
" ini " raya menyerahkan bekal buah Naya " baiklah aku temani " ucoa raya lega setidaknya dia masih bisa memantau mereka dari pada nanti pengawal mereka mengatakan jika Raya tidak menemani nya bisa repot
" Raya " panggil Naya sambil memakan buahnya
" iya " sambil melihat Naya
" apa aku boleh ke perusahaan " ucap Naya , raya menatap Naya
" kamu yakin " tanya Raya
" iya aku pengen ke sana " Raya mengaguk
" aku ikut iya ,sekali sekali kapan lagi aku bisa masuk ke perusahaan terbesar dan terkaya dan no 1 " Ucap indah dengan mata berbinar
" kecilkan suaramu " indah mengaguk " kalau gitu aku telepon Kaka dulu iya bisa atau tidak takutnya nanti Abang sama Kaka ada jadwal meeting " Naya mengaguk
Raya mengambil ponselnya dalam tas mencari nomor alex
Tutt ...Tutt....
" hallo dek "
"Kaka di kantor "
" iya ini lagi kerja "
" hm hm apa boleh kami ke kantor,Naya pengen ke situ " ucap Raya
" jam berapa "
" mungkin agak sorean kak,pulang kuliah "
" iya sudah boleh "
" makasih kak "
"hebm "
Raya memutuskan sambungan telepon nya lalu melihat Naya
" kata Kaka boleh ke sana " Ucap Raya , Naya mengaguk sambil makan buahnya
" aku ikut iya iya please " mohon indah tangannya di letakan di dadanya
" iya kamu ikut " ucap Raya
" kau terbaik " ucap indah
" sudah sana hadap ke depan ,10 menit lagi jam ke dua masuk " ucap Raya ,indah langsung merubah posisi duduknya menghadap ke depan
"sudah " tanya Raya saat Naya menutup bekal buah nya
" nanti lagi baru lanjut " Raya mengaguk lalu mengambil bekal buah Naya di simpan dalam tas bekal
" maaf tuan mengganggu waktunya, Nona Raya tadi menelpon jika nyonya muda ingin ke perusahaan " Ucap Alex ,Brian meletakan pena mahalnya lalu menatap Alex
" tumben,apa ada Masahlah atau dia menginginkan sesuatu " tanya Brian ,karena selama ini Naya tidak pernah meminta atau ikut ke perusahaan
" tidak tuan semuanya baik-baik saja, nyonya muda hanya ingin berkunjung " ucap Alex ,Brian hanya mengangguk saja
" hebm,jam berapa " tanya Brian
" pulang dari kuliah " Brian hanya mengangguk saja
" kalau begitu saya pamit tuan " Ucap Alex
" hebm "
" tumben apa dia lagi mengidamkan ingin ke perusahaan, tidak biasanya " gumam Brian sambil menggeleng kan kepalanya
setelah selesai mata kuliah ke dua raya Naya dan indah membuka bekal mereka masing-masing, makanan yang tidak membuat Naya mual demi Naya mereka melakukan nya agar sahabat mereka itu bisa nyaman
" ayo makan , apa nanti kamu akan ke sana " tanya Raya
" kemana " tanya indah sambil mengunyah makanannya
" ketemu Kaka Dafa ,katanya ada yang ingin di bicarakan" indah menatap Raya mengaguk sambil tersenyum kikuk indah hanya menghembuskan nafas nya pelan ,mereka bukan orang bodoh yang tidak tau dengan sikap Dafa selama ini pada Naya
" mau kami temani " tanya indah
" iya nanti kalian ikut " ucap Naya
" baik lah,ayo makan " ucap indah mereka mengaguk
setelah selesai makan mereka menuju taman yang sudah menjadi tempat untuk bertemu Dafa
" apa kamu yakin " tanya indah lagi
" iya soalnya aku penasaran apa yang ingin Kaka Dafa kata kan " ucap naya polos
" apa dia tidak bisa menebak selama ini " bisik indah pada Raya
" aku juga bingung sudah kita ikut saja " ucap Raya berbisik
__ADS_1
" Kaka Dafa " panggil Naya saat sudah di dekat Dafa, Dafa melihat Raya dan indah
" kami tunggu di sini saja iya " ucap indah
" ikut saja " Ucap Naya ,Dafa menjadi bingung
" kan Kaka Dafa ingin bicara penting sama kamu,jadi kami di sini saja tidak papa " ucap Raya,Dafa tersenyum pada Raya
" hm hm apa tidak papa " tanya Naya , Raya mengaguk dia mengerti kegelisahan Naya
" aku di sini " ucap Raya ,Naya mengaguk
" kita duduk di situ iya Nay " Ucap dafa
" iya Kaka " Ucap Naya sambil berjalan ke arah tempat duduk yang agak jauhan dari sahabat nya tapi masih bisa di jangkau dengan mata
" Ray apa kau yakin akan baik baik saja " ucap indah sambil mengarahkan pandangannya
" nanti aku jelasin sama Abang sebentar " ucap Raya
" baiklah " ucap indah
" Naya aku ingin bicara serius jadi kamu dengar dulu jangan memotong iya " Naya mengaguk sambil melihat Dafa
" hm hm ,mungkin ini agak terlambat karena tidak mengungkapkan nya sejak kita masih sama sama dulu tapi satu yang harus kamu tau sejak kita berpisah sekolah aku selalu memikirkan kamu ,bahkan saat aku libur sekolah aku pulang ke rumah lama tapi kalian sudah pindah , tapi saat aku tau kamu kuliah di sini aku bahagia karena kita bisa sama sama kaya dulu lagi " Dafa menarik nafas nya pelan untuk menghilangkan rasa gugupnya " Naya aku mencintaimu apa kamu mau jadi kekasih ku " ucap Dafa tegas sambil menatap Naya
Naya membeku seketika mendengar ucapan Dafa,dia masih diam menatap Dafa
" Naya " panggil Dafa
" ah iya " Ucap Naya
" kamu tidak papa " Naya mengaguk
" sebelum nya Naya minta maaf iya Kak,untuk sekarang Naya hanya ingin fokus kuliah dulu bahagia kan bapak dan mama " Ucap Naya sambil menunduk,Dafa hanya tersenyum
" baiklah aku akan menunggu,tapi kita masih bisa dekat kan sebagai sahabat seperti Raya dan indah ,Kaka harap setelah ini kamu tidak menjauhi Kaka sekalipun sudah tau perasaan Kaka " Ucap Dafa
" iya kaka ,tapi maaf kalau Naya mengecewakan Kaka Dafa, semoga Kaka bisa mendapatkan wanita yang mencintai Kaka " ucap Naya dia merasa tidak enak hati karena dia tau jika Dafa orang yang baik tapi dia Sudak menikah bahkan sedang hamil dia juga mencintai Brian dia hanya menganggap Dafa sebagai teman atau Kaka laki laki
*hanya kau orang nya Nay* batin Dafa
" sudah tidak papa, yang penting kita masih dekat sebagai sahabat bukan " Ucap Dafa sekalipun dafa kecewa tapi setidaknya Naya tidak menjauhi dia masih bisa dekat dengannya bahkan kini mereka saahabat
Dafa akan menggunakan waktu itu untuk menunjukkan padanya Naya bahwa dia benar-benar mencintai nya tanpa dia sadari jika Naya sudah memiliki suami bahkan sedang hamil
" iya sudah ayo, Raya dan indah menunggu kita " ucap Dafa sambil berdiri
" tapi Kaka tidak marah kan " ucap Naya ,Dafa mengacak rambut Naya dan tersenyum
" tenang saja Kaka tidak papa ,masih bisa dekat dengan kamu Kaka sudah bersyukur " ucap Dafa
" makasih kak " Dafa hanya mengangguk saja
" sudah selesai " tanya Raya
" sudah dek ,maaf nunggu lama Kaka balik ke ruangan iya , by semuanya " ucap dafa tersenyum ,mereka semua mengaguk
" apa kamu baik-baik saja " tanya indah
" aku tidak enak sama Kaka Dafa " ucap Naya sendu
" sudah tidak papa ,pasti dia ngerti koh kenapa kamu menolak nya " ucap raya
" nanti juga dia akan tau alasan nya apa,kan kita masih bisa berteman bukan " Naya menggaguk
" sudah ayo balik ke kelas " ucap Raya
" iya " ucap Naya mereka berjalan kembali ke ruangan
__ADS_1
sepanjang perjalan ke ruangan Naya banyak diam , Raya dan indah hanya bisa menjaga bumil itu