
" apa semuanya sudah siap " tanya Alex
demi keinginan sang istri dia turun langsung menemui pelayan agar tidak terjadi kesalahan dan membuat ibu hamil itu kehilangan mood nya
" sudah tuan,kami tinggal menyusun di taman belakang " ucap pelayan
" lakukanlah,semua orang sudah datang " ucap Alex
" Kaka " Alex menatap indah yang datang menghampiri nya di dapur
" kenapa hm " tanya Alex sambil mengarahkan tangannya indah menggegam tangan Alex
" kita belakang di sana sudah ada mereka naya " Alex mengaguk ,lalu mereka menuju taman belakang
" wow tuan rumah " ucap Ivan ,Alex hanya menatap datar Ivan
Alex menatap sekeliling nya di mana di sana sudah ada meja makan dadakan, terus alat bakar daging sosis dan yang lainnya sedangkan di atas meja sudah di susun rapi oleh pelayan
" ayo kita langsung saja bakar² " ucap Ivan ,Boby Dafa dan ricko langsung mengikuti langkah Ivan
sedangkan Brian dan Alex hanya menatap mereka dari kursi
" Van bakarnya yang benar iya, dagingnya kasih matang " teriak Brian ,Ivan hanya menaikan tangannya tanda setuju
" maaf kami telat " semua orang menatap ke arah pintu yang terhubung dengan taman
" duduklah " ucap Alex,fajar menatap Irma yang sedikit takut
" Ade,Kaka minta tolong " indah mengaguk lalu mendekati Irma ,
" ayo kak tidak usah sungkan " ucap indah menarik lembut Irma lalu di samping nya , sedangkan fajar mendudukan bokongnya di samping ibu nya
" apa ini kekasih nak fajar " tanya ayah abbas,apa lagi Irma bukanlah orang lain dia sekertaris anaknya di kantor
" seperti nya anda akan mengadakan pesta lagi " ucap ayah abbas menatap ayah indah
" untuk sekarang jangan dulu pak " ucap ayah indah,Irma menunduk lalu menarik napas nya
" kenapa belum, mereka sudah sama² dewasa,saya juga cukup kenal Irma karena dia kerja di perusahaan kami " ucap ayah abbas
" kami sudah menemukan jodoh yang terbaik untuknya pak " seketika semuanya terdiam ,tapi tidak dengan fajar dan indah
" ayah " bentak fajar,Alex menahan tangan fajar
" Kaka ayo kita keliling rumah indah, Kaka belum keliling nya " ucap Naya saat merasa keadaan tidak stabil lagi
" ah iya maaf kak,aku hampir lupa ayo " Irma hanya menurut saja mengikuti langkah Naya Siska dan indah sedangkan di kembar bersama ayah dan ibu Sisil
" pelan² sayang " Naya mengaguk
" dek, jaga mereka " Siska tersenyum " iya Kak " jawab siska sebelum mereka meninggal kan tempat itu
" apa perlu Kaka bicara seperti itu " ucap fajar mengepalkan tangannya
" ayah harus bicara kak, agar nanti dia bisa mengambil keputusan " ucpa ayah indah
" keputusan apa, apa selama ini belum cukup buat ayah yang selalu mengaturku ,apa ayah juga harus mengatur ku dalam urusan perasaan ku " tanya fajar
" maaf yah ,Alex bukannya mendukung atau melarang fajar dengan Irma tapi biarkan mereka saling mengenal dulu selagi itu tidak membuat pekerjaan mereka terganggu ,urusan mereka menikah atau tidak nantinya itu sudah di tentukan bukan " ucap Alex
" adek mu baru menduduki posisi ini nak,ayah hanya takut dia di manfaatkan "fajar benar² tidak mengerti cara pikiran ayah nya
" maaf pak saya menyela, jika anda berbicara tentang memanfaatkan seseorang Seperti nya anda salah besar Irma bekerja dengan kami sebelum Brian memegang kendali perusahaan ,jika dia Niat memanfaatkan mungkin dia bisa saja memakai cara mendekati Alex atau Brian " ucap ayah abbas
" ayah sudah, ibu sudah bilang kan biarkan saja toh Kaka juga selama ini kerjanya baik² saja " ucap ibu indah
" tapi Bu....
" apa wanita yang ayah mau jodoh kan denganku itu tidak memanfaatkan ayah , harusnya ayah berterima kasih pada Irma jika bukan karena dia fajar tidak akan mau memimpin perusahaan itu " ucpa fajar lalu berdiri dari duduknya
__ADS_1
" fajar " fajar menatap Alex " fajar pulang saja bang " ucap fajar
" ayo dek , ikut Abang saja " timpal Ivan yang sejak tadi menatap mereka karena teriakan fajar ,fajar menghembus kan nafasnya kasar
" iya bang " fajar ikut bergabung dengan mereka yang membakar daging dan yang lainnya
setelah beberapa menit kini semuanya sudah tersaji di meja besar itu dengan rapi
" bibi panggil nyonya " ucap Alex, pelayan pun berlari masuk dalam rumah memanggil nyonya mereka
" maaf nyonya semuanya sudah siap " ucap pelayan saat sudah di dekat sang nyonya
"makasih bibi " ucap indah
" ayo kita kebelakang ,aku sudah lapar sekali " ucap indah
" iya ayo Kak,Naya juga sudah lapar " timpal Naya
lalu mereka berjalan ke arah taman belakang di mana di sana sudah menunggu mereka
" bau nya harum sekali " ucap Naya saat sudah di dekat meja makan ,Brian tersenyum
" mau makan yang mana " tanya Brian
" semuanya bang " Brian hanya mengangguk
"Kaka mau makan apa " tanya Raya,Dafa menatap raya " steak saja yank " ucap Dafa , Ivan menatap tak percaya
" cih kuliah yang benar sayang² ingat jika nanti kamu sakiti adikku ,kamu akan ku operasi sampai habis " ucap Ivan menatap tajam Dafa
" Kaka ih, Kaka bisa diam tidak pulang saja saja " usir Raya
" kamu sudah berani sama Kaka " raya tersenyum kuda " Ade sayang sama Kaka " Ivan hanya mencibir saja
" ipar mu semuanya bikin aku jantungan Dafa " bisik ricko , Dafa menginjak kaki ricko membuat nya meringis
" mau makan yang mana hm " indah menatap Alex " steak ,sosis ,ayam, sama sayurannya " ucap indah
" Irma Dafa Ricko makan yang banyak tidak usah sungkan iya " ucap ibu sisil ,mereka hanya mengaguk
setelah itu mereka makan dengan tenang sesekali mereka menggoda Raya yang terlihat selalu memperhatikan Dafa
" cih,apa dengan menatapnya Ade bisa kenyang " raya yang merasa ketahuan langsung menunduk malu , sedangkan Dafa hanya tersenyum
" bawa orang tuamu jika kamu sudah siap " ucap ayah abbas
" ayah " pekik Brian Alex dan Ivan
" lebih baik seperti itu nak, mereka itu masih muda kalian ngerti kan maksud ayah " ucap ayah abbas
" tapi ayah, Ade masih kuliah bahkan baru masuk belum cukup setahun " ucap Brian
" Naya indah juga sama nak " ucap ibu sisil
" Alex tidak setuju " sanggah Alex datar
" ibu tau kalian menyayangi Raya,tapi apa kalian tidak takut dan khawatir jika mereka selalu bersama apa lagi mereka sering bertemu,maaf bukan maksud ibu menyingung tapi ibu hanya ingin Ade kalian tetap nyaman kan tadi ayah bilang jika Dafa sudah siap nak " Brian Ivan dan Ivan hanya melongos saja
" Dafa akan membicarakan sama Daddy dan mommy ,yah Bu " ucap Dafa
" iya ,nanti kabari saja jika memang kamu sudah siap " ucap ayah abbas
" ada syaratnya " mereka menatap Brian
" mereka tetap tinggal di masion " ucap Brian ,ayah dan ibu sisil hany mengaguk
" tapi jika kamu tidak setuju kamu pikir lagi " ucap Brian menatap Dafa
" aku akan ikut,jika itu bisa membuat kami bersama " ucap Dafa
__ADS_1
" kau hebat kak, aku padamu " ucap indah
" sama aku juga padamu kak " ucap Naya , mendapat tatapan tajam dari Brian begitu juga Alex yang menatap tajam istrinya
"terimakasih tuan Brian ,tuan Alex " ucap Dafa menundukan kepalanya
plak
" yaaakkk apa kau tidak mengucapkan terimakasih pada ku " Dafa menelan ludahnya kasar
" maaf tuan, terimakasih " ucla Dafa kikuk sedangkan ricko mencoba menahan tawanya membuat Dafa kesal
" Kaka,kenapa harus kasar " ucap Raya kesal
" diam saja " Ucap Ivan ketus , Raya hanya menekuk wajahnya
" ayah apa ini tidak terlalu buru² ,Dafa Masih kuliah belum lagi coass nya " Alex masih saja mencoba membujuk ayah abbas
" iya yah ,apa lagi Dafa nanti akan ke Landon " timpal Ivan lagi
" justru karena itu setidaknya mereka merasa nyaman saat berjauhan " ucpa ayah abbas
" sekalipun mau mereka berjauhan tanpa ikatan pun jika saling tau mereka milik siapa pasti semua akan baik² aja ayah " ucap Brian
" kalian sayang sama Ade atau tidak sih " ucap Raya ketus
" sayang " ucap mereka
" kalau begitu biar kan Ade sepeti Abang sama Kaka , setidaknya Ade ada teman cerita ,Ade mohon " ucap raya memelas
Brian dan Alex serta Ivan menghembus kan napas nya kasar
" baiklah " ucap mereka
" terimakasih Abang kakak,Ade janji nanti akan tetap di masion apa pun yang terjadi " ucap raya tersenyum kuda
" jika itu membuat Ade bahagia " ucap Brian, Raya tersenyum kuda
sedangan fajar yang sejak tadi diam menatap sendu ke arah Irma, karena nasibnya sangat berbeda dengan Dafa padahal mereka masih sama² kuliah lalu mereka sudah sama² dewasa sekalipun Irma lebih tua 2 tahun dari dirinya
" Kaka kalau sudah siap, ayah sama ibu juga sudah siap " fajar menatap ayah nya
uhuk uhuk
" pelan ² dek " ucap Ivan
" ayah bikin aku kaget bang " ucap fajar
" kenapa harus kaget bukannya kamu ingin restu mereka " tanya Ivan
" ayah ibu makasih " ucap fajar ,ayah Bakrie dan ibu hanya mengaguk
"Abang,aku mau nikah " Alex hanya mengangguk saja
" Kaka Ivan sama Kaka Ricko saja sama² single " ketus indah
" yakk mau gila ,aku masih normal " Alex menatap tajam Ivan yang berani berteriak pada istrinya
" maaf, tutup mulut istri mu sebelum aku menutup nya " ucap Ivan kesal
" Nda,aku masih suka wanita bukan pisang Ambon " ucap Ricko menekuk wajahnya
" aku hanya bercanda kak, nanti aku bantu cari iya " ricko mengaguk
" itu Monica " ricko berdecak kesal
" bukannya dia menyukai mu bahkan dia sering memeluk mu jika sudah di kelas " ucap Ricko ketus
ehebm
__ADS_1
Dafa dan Ricko menatap Brian dan Alex yang sudah memasang wajah datarnya
" hanya fans tuan ' ucap Dafa, ricko mengaguk membenarkan