
" abang apa tidak papa anak² sama mereka " tanya naya saat sudah berada dalam kamar
" ayo Abang temani kamu istirahat " ujar Brian tanpa menjawab ucapan Naya
" tapi anak²......
" sayang di bawah ada ibu dan mama ,tidak mungkin mereka membiarkan cucunya menangis, sekarang kamu istirahat jangan memikirkan yang lain² " ujar Brian membantu Naya duduk di tempat tidur mereka
" Abang ke bawah saja, lihat anak² " ucap Naya
sungguh dia tidak bisa tenang sekalipun dia sangat yakin bahwa ibu dan mama nya tidak akan membiarkan anaknya menangis karena kelaparan
" iya setelah kamu tidur ,Abang akan lihat mereka jadi ayo istirahat iya " naya mengaguk lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur ternyaman itu
" apa masih sakit " Naya menggeleng
" Naya sudah baikan Abang " ucap Naya lalu memeluk erat tubuh suaminya itu dan membenamkan wajahnya di dada suaminya
Brian mengelus punggung Naya dengan lembut sesekali dia mencium kepala istrinya itu
tidak berselang lama Brian sudah mendengar dengkuran halus dari Naya
Brian melepaskan dengan pelan agar tidak mengganggu tidur Naya
setelah terlepas Brian mencium kening Naya dan bibirnya bergantian
CUP
CUP
lalu Brian memilih untuk membersihkan diri dulu sebelum turun ke bawah menemui anak² nya
ceklek
" aku melupakan nama anak² ku " gumam Brian tersenyum sambil mengguyur kan air shower di tubuhnya
tidak membutuhkan waktu lama Brian sudah selesai dengan ritual mandi nya
Brian tersenyum saat ke luar dari kamar mandi wajah Naya pertama yang dia lihat
wanita itu sangat lelap mungkin dia kelelahan karena harus bergantian menyusui anak²nya sekalipun di bantu dengan sufor tapi sebisa mungkin Naya tetap memberikan ASI
" Abang ke bawah dulu iya sayang " ucap Brian lirih lalu ke luar dari kamar itu
" Alex mana Bu " tanya Brian saat sudah di ruangan tengah
" Naya sudah tidur " tanya ayah abbas
" sudah yah " ucap Brian lalu mencium pipi ke dua anaknya
" cukur dulu Abang, lihat wajah mereka sudah merah " ucap ibu kesal
" iya² maaf nanti Abang cukur, Alex ke mana " tanya Brian lagi
" balik ke sebelah " Brian mengaguk lalu pandangan menatap Ilham
" kamu semakin hitam " cibir Brian ,Ilham hanya tersenyum
" di sana mainnya lumpur bang " ucap ilham tersenyum sambil bermain dengan Nathan
"kapan selesainya " tanya Brian
" mungkin sekitar 7 atau 8 bulan bang " ujar Ilham
" kenapa menyusahkan dirimu " tanya Brian bingung
" cita² bang " ucap Ilham ,Brian mengaguk saja
" apa mereka memperlakukan mu dengan baik "Ilham mengaguk
" iya bang ,kadang Ilham risih sendiri karena merasa di bedakan " ujar Ilham jujur
" kau harus terbiasa " ucap Brian ,Ilham hanya mengaguk saja
" Ade belum turun juga " tanya Brian
" paling dia nonton lagi " ucap ibu sisil
oek..... oek ....oek....
__ADS_1
" anak² ku kenapa Bu " tanya brian panik
" haus apa lagi " ujar ibu sisil
" tapi Naya masih tidur " ucap Brian
" gendong dulu ,ibu bikinkan susu " Brian menahan ibunya
" ayah saja " ucap Brian cepat
" kamu bikinnya bisa gendongnya tidak " cibir ayah Abbas lalu mengambil salah satu anak Brian
sedangan pak Jhoni mama Lila serta Ilham hanya tertawa kecil sedangkan siska Boby dan di kembar sudah kembali ke rumahnya
" Abang takut nanti dia jatuh yah, badannya kecil sekali " ujar Brian
" makanya belajar " cibir ibu Sisil lalu meninggalkan mereka membuat susu untuk cucunya
" iya nanti Abang belajar " ucap Brian
"sini Duduk mama ajarin " Brian menegang kaku dan membenarkan duduknya
" mama jangan aneh² nanti anak² Brian jatuh " ucap Brian tegas
mama Lila tetap berdiri dan mendekati Brian
" kapan belajar kalau kamu takut terus,nanti siapa yang bantu Naya " ujar ibu sisil sambil membawa botol susu
" mama pegangin dulu " ujar Brian panik
mama Lila membenarkan tangan Brian untuk menahan kepala dan bagian belakang bayinya dan menahan bagian bawahnya
" itu Abang bisa " ujar ibu sisil sambil memberikan susu pada bayi mungil perempuan yang di gendong ayah abbas
" Abang kenapa tegang " ujar Ilham tertawa kecil
" Ilham, apa kau sudah tidak menyayangi nyawa mu " ucap Brian dingin, sedangkan Ilham masih tertawa
" mama cepat ambil ,aku akan membunuhmu anakmu yang berani meledek ku " ucap Brian tapi mama Lila hanya tersenyum saja
"boy, jangan bergerak nanti kamu jatuh dan papi akan di bunuh oleh mamimu " ucap Brian lembut
" cepat ambil anakku menangis " pekik Brian panik
mama lila mengambil susu yang di buat ibu Sisil lalu memberikan pada bayi laki² itu
Brian menarik napasnya Lega saat anak nya kembali diam saat di sodorkan botol susu
" Abang sangat lucu " ujar Ilham tertawa begitu juga yang lain
" ketawa lah ham, setelah ini aku akan membunuhmu benaran" ucap Brian kesal
bukannya takut Ilham semakin tertawa dan membuat Brian semakin kesal
Ilham tau iparnya itu hanya bercanda untuk menghilangkan kecanggungan nya
" kalau Abang seperti itu nanti siapa yang bantu Naya ,saat mereka bangun larut malam entah itu haus atau popoknya basah " ujar ibu sisil
"ada ayah " ujar Brian asal
" itu anak Abang " ujar ayah abbas
" dan ini cucu ayah " ucap Brian tidak mau kalah
" kalau begitu ayah akan tidur di kamar Abang, dan Abang tidur di kamar tamu " Brian melotot kan matanya
lalu menatap tajam ayah nya sendiri
" apa yang ayah pikirkan " tanya Brian kesal
" menurutmu " tanya balik ayah abbas
" Abang akan mengurus mereka sendiri " ucap Brian kesal
" ayah tidak keberatan jika harus tidur di kamar Abang " ucap ayah Abbas Tertawa kecil
" aku akan membunuh ayah saat itu juga " ucap Brian
sedang kan pak Jhoni hanya geleng kepala nya melihat sikap Brian yang posesif
__ADS_1
" Abang "
" Lo ko sudah bangun yank, kenapa turun sendirian tidak tunggu Abang " ucap Brian
ingin rasanya berdiri tapi dia sedang menggendong anaknya
" Abang sudah bisa " Brian mengaguk tersenyum
" sini " Brian menunjuk tempat duduk di samping nya menggunakan dagunya
" Abang kenapa kaku sekali " ucap Naya tertawa kecil,Brian berdecak saja
" kamu bawa apa " tanya Brian
" botol nama² mereka " ucap Naya memperlihatkan botolnya
" iya Abang sampai lupa belum memberikan namanya pada mereka " ucap Brian
" bapak yang kocok iya " ucap pak Jhoni
" tidak, Kaka saja " ucap Ilham lalu menurunkan Nathan
" bapak saja " Ilham menggeleng
" Ilham saja ,karena besok Ilham akan pergi jadi anggap saja ini kenangan " ucap ilham
Brian dan Naya saling melirik bingung
" kalau begitu mama saja " timpal mama Lila tersenyum
" tidak / jangan " ucap mereka berdua Nathan bingung menatap Kaka dan bapaknya berdebat membuat yang lainnya tersenyum
" kalau begitu suit siapa yang menang itu yang akan mengocoknya " usul Ilham membuat yang lainnya tertawa
" ok " ucap pak Jhoni
" bagaimana kocoknya berdua supaya adil "ujar ibu sisil
" ah iya itu lebih baik " ucap ayah abbas
" ok " ucap Ilham dan pak Jhoni
Naya memberikan botol itu pada Kaka nya dan bapaknya
" baca doa dulu Kaka " ucap pak Jhoni
" kita kocok nama bukan makan pa " keluh Ilham
kocok botol nama saja masa harus baca doa
" sekalipun " Ilham mendengus kesal
" sudah " Ilham mengaguk
" Kaka baca doa apa " tanya Naya
" doa cebok " celetuk Ilham asal
" sudah kocok botolnya jangan berdebat " ujar mama Lila ,mereka mengaguk lalu mengocok botol itu
1
2
3
Ilham dan pak Jhoni membalikkan botol hingga jatuh satu kertas dan langsung di ambil mama Lila
" buka cepat ma " ujar Ilham tidak sabar
begitu juga Brian dan Naya
sedangkan ayah Abbas dan ibu Sisil hanya tersenyum melihat tingkah mereka
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
kira² siapa iya nama si kembar
like koment dan votenya
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5