
saat sudah di loby semua mata memandang ke arah pasangan itu ,jika biasanya mereka melewati lift khusus ke area parkiran ,kini Brian dan Alex memilih melewati loby kantor dan itu membuat semua mata dan rahang mereka terbuka ,mereka mengetahui pernikahan sang bos tapi tidak wajah sang istri tapi sekarang mereka bisa melihatnya dengan sangat jelas ,lalu apa ini asisten nya bahkan merangkul seorang wanita yang tak kalah cantik membuat hati para karyawan sakit dan menjerit
" jika Sampai wajah nyonya muda dan istriku tersebar di media Ucap kan selamat tinggal pada dunia " Alex berkata sambil menatap mereka satu persatu ,setelah itu mereka pergi ke arah mobil yang sudah menunggu mereka di depan perusahaan dengan sigap Brian dan Alex membuka jasnya menutup wajah pasangan mereka
membuat yang melihatnya meneteskan air liurnya tidak sedikit orang merasa iri dan kesal sehingga mereka mengumpat kesal ke wanita atasan mereka
" tuan Alex kapan menikah nya "
" apa kalian yakin "
" atau mungkin hanya wanita bayaran "
" percuma cantik kalau murahan"
" apa tuan Brian sudah buta tidak bisa melihat mana yang cantik dan tidak "
" apa yang di lihat dari istrinya "
" aku tunggu surat pengunduran diri kalian mulai hari ini " titah kepala HDR ,para wanita yang membicarakan wanita para lelaki tertinggi itu mengejar kepala HDR yang sudah masuk dalam lift
" kamu sih kenapa tidak bilang "
" aku juga tidak tau ,pak tua itu "
mereka masih saja saling menyala kan ,tanpa mereka berpikir jika yang mereka ucapkan barusan sudah di ketahui oleh Alex ,Alex meremas setir mobilnya dengan keras
" fokus " Brian menyadari perubahan wajah
" maaf tuan " Brian Mengaguk
sedangkan di lain tempat sepasang kekasih yang belum halal ini sedang menikmati pemandangan yang sangat indah , Dafa membawa raya di villa yang langsung menghadap ke arah pantai dan itu benar² membuat Raya bahagia
" maaf aku hanya bisa membawa mu ke sini " ucap Dafa
" aku suka " ucap raya tersenyum
" serius " raya mengagguk
"kak apa aku boleh bertanya " Dafa menatap raya lalu mengaguk " apa Kaka serius " raya menatap Dafa balik
" apa kamu meragukan Kaka"
" entah tapi perasaan ku sedikit bingung , aku tahu aku menyukai Kaka tapi entah aku juga tidak tau "
Dafa menghembuskan nafasnya kasar
" apa karena perasaan ku terhadap Naya "
raya mengagguk " bukannya Kaka sangat menyukai Naya ,bahkan Kaka menunggu beberapa tahun bisa ketemu lagi dengan nya dan perasaan itu masih ada "
di genggam nya yang raya yang di atas meja " kamu masih ingatkan kata² ku dulu " raya mengagguk
" ini sudah lama sayang, dan itu sudah tidak ada lagi "
" baiklah aku coba memahami semua ini " ujar raya, Dafa mengagguk
" makan dulu " ucap dafa,raya mengagguk
" enak " raya mengagguk
" apa aku bisa ketemu Abang mu "
uhuk.....uhuk....
Dafa memberikan air minum untuk Raya " untuk " tanya raya setelah minum yang di berikan Dafa
" jika itu membuat mu yakin " Raya menghembuskan nafasnya " I believe "
" are you serious " raya menatap Dafa " mau bukti " Dafa mengaguk ,raya berdiri
CUP
" bagaimana " Dafa menatap dalam raya " i like " raya kembali duduk
" ayo makan lagi " ucap Dafa di sela senyuman nya ,raya mengagguk
" ada yang kamu ingin kunjungi "
kini mereka duduk menghadap lautan di depan mereka tenang dan damai apa lagi tidak terlalu ramai di sana
" di sini saja, aku suka " dafa dan raya menatap ke depan menikmati waktu berdua ,dan mereka tidak mau memikirkan kedepannya ,esok hari mereka akan pikirkan esok lagi sekarang pikiran mereka hanya untuk hari ini .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
" tuan muda anda bisa melihatnya " dokter pun menjelaskan panjang janin 16,4 cm dengan berat sekitar 250 gram dan sistem saraf janin sudah mulai berfungsi dan organ reproduksinya telah berkembang sepenuhnya,bahkan jenis kelaminnya nya sudah sudah bisa di ketahui ,Wajah tampak dengan alis dan bulu mata yang mulai tumbuh,Bola mata dapat bergerak, meski kelopak matanya masih tertutup,Mulut mulai dapat membuka dan menutup.Jari-jari dan sidik jari mulai terbentuk.Tangan mulai bisa mengepal ,mata Brian dan Naya fokus pada layar USG di mana dokter menunjukkan bagian² tubuh calon anak mereka ,setelah itu dokter membersihkan gel di perut Naya ,dan menutup kembali perut Naya ,Brian membantu Naya turun dan duduk di kursi menghadap ke arah dokter
" a-apa jenis kelaminnya dok " Brian menggegam tangan istrinya mereka menatap gugup ke arah dokter yang tersenyum hangat depan mereka
" jika kamu belum siap tidak papa sayang " Naya menggeleng " apa pun aku terima koh bang " Brian mengaguk
" princess " Naya memejamkan matanya ,lalu membukanya tersenyum hangat pada suaminya
" hai princess ibu ,tumbuhlah dengan sehat " gumam naya lirih sambil mengelus perutnya
jadi lah princess yang kuat sayang batin Brian
setelah selesai semua urusan yang di dalam ,mereka ke luar dari ruangan pemeriksaan ,di luar Alex dan indah sudah menunggu mereka
" gimana " indah berdiri mendekati Naya ,Naya tersenyum memberikan foto USG, Alex menatap Brian ,Alex mengembuskan napasnya kasar
" semua baik² saja ,kamu tidak usah khawatir "
" tapi nyonya muda ...
" dia hanya takut bukan tidak menerima nya " Alex mengaguk
" wah lucu Nay, wajahnya ah hidung nya " Indah tersenyum kuda menatap foto USG yang ada di tangannya
" kita pulang ,kamu juga harus bicara pada ayah dan ibu " ujar Brian
" baik tuan " mereka ke luar dari rumah sakit itu dengan penjagaan yang ketat
" jangan membuka suara tentang jenis kelaminnya pada siapapun termaksud teman kalian ataupun orang tua mu " indah merasa ucapan itu tertuju padanya menggaguk
" iya tuan " ucap indah
" antar indah pulang dulu ,supaya dia bisa memberi tahu orang tuanya dan keluarganya untuk kedatangan kita malam ini ,hubungi Ivan ke rumah utama sekarang juga " ucap Brian
" iya tuan " Alex mengambil HP nya menelepon Ivan
" ke rumah utama 20 menit dari sekarang "
lalu Alex mematikan sambungan telepon nya
sedangan Ivan masih merasa bingung ,dia melihat layar HP nya yang sudah gelap
" selalunya orang itu ,kalau bicara " ucap Ivan kesal tapi bagaimana dia tetap pergi sesusai ucapan Alex
" sayang " Naya menatap Brian " apa yang kamu pikirkan " ucap Brian
" Naya cuma takut jika jauh dari nya " Brian mengelus tangan Naya " kamu percaya Alex kan " Naya mengaguk
" lalu apa yang kamu takutkan " Naya menggeleng " sudah jika kamu seperti ini nanti Ade sedih jika kehadiran nya seolah tidak di inginkan " Naya langsung menatap suaminya
" maaf de, ibu cuma takut saja bukan tidak menerima kehadiran mu ,makasih sudah hadir di antara kami ,sehat terus kami menunggumu " ucap Naya lirih dia merasa bersalah hanya karena masahlah jenis kelaminnya dia jadi seperti ini ,Brian menghapus air mata istrinya
" Do't cry " Naya tersenyum " Kaka jangan ketawain Naya " seketika wajah Alex kembali datar saat Brian menatap nya " maaf nyonya muda " ucap Alex
" Kaka nanti kalau punya anak harus laki² iya "
uhuk.....uhuk....
indah membuang wajahnya ke luar jendela sambil memukul kecil dadanya
"sayang kau membuat indah canggung " Naya tertawa kecil
" maaf Nda ,aku hanya mencari teman untuk princess " indah mengaguk
" maaf aku tidak bisa masuk kamu jelaskan pada ayah dan ibu saja. "indah mengaguk mengerti
" nanti akan ada yang datang, kamu jangan kaget , turun lah ,Ivan sudah menunggu kami di rumah "
" tuan ,Naya aku turun iya ,by "
" iya Nay ,sampai ketemu nanti malam iya " indah mengaguk sebelum turun
" kau selalu datar jika sudah bersama nya " ucap brain saat mobil mereka jalan ,dan indah sudah masuk dalam rumah ,Alex hanya diam saja sekalipun ucapan Brian benar
"ayah ibu " teriak indah saat Masuk dalam rumahnya
" apa sih dek ,kenapa harus teriak² "
" ayah mana " indah mengedarkan pandangannya ke semua pojok
" masih di kantor sama Kaka ini kan masih jam 4 " ucap ibu indah
"malam ini keluarga tuan Brian mau ke sini ,maaf tuan Alex tidak bisa singgah karena ada urusan nya " ibu indah kaget sehingga dia bingung harus berbuat apa
" koh mendadak sih dek,lalu kamu mau pakai apa gimana sih " indah menarik napasnya kasar
__ADS_1
" ibu tidak usah khawatir ,ibu hanya memberi tahu keluarga ,semuanya sudah di urus tuan Alex " ucap indah
ibu langsung berlari ke kamarnya ,dan dia juga memberi tahu pelayan untuk memasak yang enak dan banyak karena keluarga Brian akan ke rumah dan keluarga nya juga akan berkumpul
sedangkan indah langsung pergi menuju kamarnya , membersihkan diri nya
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" ada apa kau menyuruhku ke sini dalam waktu 20 menit sedangkan kamu baru sampai " Ivan menatap kesal pada dua orang didepannya ,kini di ruangan tamu ada ayah ibu dan pak Mamat
" Alex akan melamar resmi indah malam ini "
" baiklah ,apa kamu sudah siapkan semuanya, seserahan nya gimana " tanya ibu sisil
" sudah Bu, nanti akan di antar ke sini " ucap Alex
" tunggu aku masih belum paham maksudnya gimana ini ,indah siapa " karena memang dia tidak tahu papa
" maaf kami tidak memberi tahu mu ,indah dan Alex sudah lama bertunangan tapi malam nanti baru resminya jadi kemungkinan semua keluarga mu akan di sana nanti malam " Ivan berdiri membual jas dokternya karena buru² bahkan dia lupa membuka jas dokternya dia mengira apa ada yang sakit atau Naya kenapa² ternyata yang dia dengar membuat nya kesal sekaligus kaget
" kau berdirilah " Ivan sudah menggulung kemejanya dan membuka kancing bajunya dua,dia menatap Alex tajam ,Alex menghembuskan nafasnya kasar
" kenapa " tanya Alex santai " berdiri lah " Alex berdiri membuka jasnya menggulung juga lengan kemeja lalu mendekati Ivan
" k...kau mau apa " tanya Ivan gugup saat Alex sudah di depannya
" bukannya kau ingin memukul ku " Ivan menatap Alex " boleh " Alex mengaguk
bugh
bugh
" sial kenapa tanganku yang sakit " umpat kesal Ivan, sedang kan Alex bergerak saja tidak dia masih berdiri dengan tegap depan Ivan
" sudah " Ivan mengaguk ,Alex kembali duduk lalu menarik Ivan juga duduk
" kau lembek sekali ,bahkan wajah Alex seperti tidak terdapat pukulan " cibir Brian ,Ivan hanya mencibir saja
" ingin sekali aku memukulmu " Brian tertawa kecil " Alex saja tidak kau buat tumbang ,kau yakin ingin memukul ku ,Gimana kau pukul aku 3x aku balas 1x " tantang Brian
" sudah kenapa jadi bahas itu sih , " ucap ayah abbas
" gimana tadi " Brian menatap Naya " princess " ayah dan ibu menatap Naya , Naya tersenyum lembut
" doa raya terkabul, tapi tunggu Ade mana " tanya ibu sisil
" lagi di mall " ucap Brian bohong ,mereka hanya mengangguk
" suruh dia pulang "
" sudah yah " ucap Alex
" sayang kamu ke kamar dulu iya ,ada yang aku bicara kan dengan ivan " Brian menatap ibunya
" ayo nak ,kamu harus istirahat ,karena nanti malam kita ke rumah indah " ibu mendekati Naya dan membantunya berdiri
" ayah paman kami ke ruangan kerja dulu iya " ayah abbas dan pak Mamat menggaguk ,
" hubungi siska , suruh mereka ke sini pak , bagaimana pun dia juga adik Alex ,dan satu² nya wanita " ucap ayah abbas
" iya pak " ucap pak Mamat
" sudah istirahat lah dulu ,nanti malam kita akan ke sana " ucap ayah abbas meninggal kan pak Mamat
" kenapa " tanya Ivan saat sudah dalam ruangan kerja Brian
" apa Nisa menelpon mu " Ivan menggeleng
"lusa dia akan kembali ke sana dan dia marah karena hubungan ku dengan indah "
" apa yang di lihat darimu sih ,cih bahkan adikku sendiri mau ,apa kamu mengancam nya " Alex menatap horor Ivan ,di balas senyuman kuda
"lalu apa yang harus kau lakukan sekarang " tanya Ivan
Alex memejamkan matanya memijat kepalanya " aku kira dia bisa menerima nya setidaknya kami bisa berteman seperti sebelumnya tapi ternyata tidak , perempuan membuat ku muak " umpat kesal Alex
" apa kamu pernah melihat wanita dan pria berteman tanpa perasaan yang lain ,dan itu yang sedang kau hadapi bukannya dulu aku sudah pernah bilang pasti di salah satu kita ada yang akan berbeda perasaan nya ,dan saat itu kau yang menyangkal tegas bukan "
" sudah tidak usah memikirkan Nisa , setidaknya dia selalu di awasi kita hanya memperhatikan dia dari jauh , bagaimanapun kita akan mempunyai kehidupan kedepannya " ucap Ivan
" lagian kamu aneh deh, kamu kenal Nisa sudah tahunan sedangkan indah baru beberapa bulan " Alex hanya menaikan bahunya " entah lihat model nya saja kaya beruang madu " Ivan melempar bantal sofa mengenai wajah Alex " kau bilang dia beruang madu ,lalu kau apa beruang kutub " ucap Ivan kesal
"sudah ,kamu mau ikut kami atau mau duluan di sana " tanya Brian
" apa jas ku sudah siap " Brian menatap jengah pada Ivan " apa kamu sudah miskin ,sudah di siapkan ,apa kamu meragukan cara kerja Alex " Ivan mengagguk
__ADS_1
" baiklah aku di sini saja , malam ini aku keluarga Alex ,tapi besok aku iparnya Alex " Ivan dan Brian tertawa kecil mendengar cibiran Alex