
setelah acara makan malam bersama dengan Dafa, indah juga meminta izin untuk pulang sebenarnya ibu Sisil melarang nya pulang , tapi karena besok kuliah terpaksa ibu sisil mengalah dengan syarat Minggu depan menginap di rumah mereka .
" Kaka apa tidak terlalu keras pada Dafa " Alex menatap indah sekilas lalu fokus lagi
" kalau dia tidak sanggup dia bisa mundur,aku tidak memaksa nya " ucap Alex
" tapi ..
" dear,aku tidak menyuruhmu mengurusi orang lain " ucap Alex
" maaf ,aku hanya kasian sama Raya kak " ucap indah
" itu demi kebaikan nya " ucap Alex ,indah hanya mengangguk saja
" besok aku ke luar kota ,setelah pulang kampus langsung saja ke rumah jangan ke mana² " ucap Alex
" bermalam " tanya indah
" aku usahakan pulang ,tapi jika terlalu lelah kami akan tidur di hotel " indah mengaguk
" apa yang kau inginkan untuk mahar nanti " tanya Alex
" terserah Kaka saja aku tidak terlalu memikirkan itu asal sah saja " Alex mengaguk
" kamu siap pisah dengan orang tua mu " tanya Alex lagi
" kan memang harus seperti itu kak ,apa nanti kita akan tinggal di paviliun " tanya indah
" tidak kita akan tinggal di tempat sendiri tapi tidka jauh dari masion " indah mengaguk " itu lebih baik ,tapi apa Kaka tidak keberatan jika aku tidak bisa memasak " tanya indah
" kamu fokus saja dengan ku ,itu urusan pelayan bukan urusanmu " ucap Alex
" tapi kak, bagaimana pun tugas istri melayani suami " ucap indah
" aku hanya memintamu mengantar ku kerja dan menyambut ku saat pulang kerja dan keperluan pribadi ku saja ,sedangkan yang lainnya biarkan pelayan buang urus " ucap Alex
" makasih ,tapi nanti aku usahakan belajar masak " ucap indah
" hebm "
" Kaka mau ke mana " tanya indah saat merasa bukan jalan untuk ke rumah nya
" apartemen " jawab Alex
" kamu keberatan dear " tanya Alex lagi
" tidak kak, aku hanya tanya saja " ucap indah
" kiss " indah langsung mendekat ke arah Alex lalu mencium pipi Alex " mesum " ucap indah setelah mencium pipi Alex ,Alex hanya menaikan bahunya
sedangan kan di kamar sepasang kekasih yang sudah sah ,Brian menatap istrinya yang sedang minum susu buatannya
" sudah " Naya mengaguk
" Abang " Brian menatap istrinya " jangan terlalu keras pada raya dan Dafa ,kasian mereka apa lagi Dafa sebentar lagi akan menjalankan coass nya,jika dia ikut latihan pasti waktunya bisa tabrakan " ucap Naya
" kamu tidak usah memikirkan itu sayang,dia hanya latihan menembak untuk yang lainnya Raya tetap di kawal sekalipun dia bersama Dafa " kilah Brian agar Naya tidak terlalu berpikiran
" yank itu boneka siapa yang ada di ruangan ganti " tanya Brian lagi mengalihkan pembicaraan
" astaga ,Naya lupa padahal sudah beberapa hari di dalam sana " Naya langsung berdiri masuk dalam ruangan walk in close ,Brian menatap istrinya bingung
" memang itu dari siapa sayang " tanya Brian saat melihat istrinya ke luar sambil memegang boneka kelinci
" dari Raya sama Dafa, hadiah dari mereka " ucap Naya
__ADS_1
" dari Dafa " Naya mengaguk " simpan di gudang " ucap Brian
" Abang ,ehs kaka Dafa sudah pacaran sama Raya masih saja cemburu diakan adik ipar Abang " ucap Naya heran
" tapi dia kerja suka sama kamu sayang " ucap Brian cemberut
" mau olahraga " seketika wajah Brian berbinar lalu mengaguk dengan cepat membuat Naya mencibir saja
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
ke esokan harinya semua sudah berada di meja makan ,tapi pagi ini Raya sangat berbeda mungkin dia masih marah dengan abang dan kakak nya ,Brian dan Alex hanya diam saja seperti raya
bahkan setelah selesai sarapan pun raya tetap diam ,tapi mereka tetap memakai mobil yang sama seperti biasanya
" nanti Abang pulang telat ,Kamu jangan menunggu Abang iya istirahat saja " ucap Brian
" apa di perusahaan sedang banyak kerjaan " tanya Naya
" Abang ke luar kota Sayang ,jadi mungkin pulang agak malam " ucap Brian
" kalau Abang lelah , tidak usah pulang istirahat saja di hotel " ucap Naya lembut
" tidak ,Abang tetap pulang ,kamu sendirian " ucap Brian
" Kaka juga ikut " Brian mengaguk " baiklah jam berapa Abang pergi " tanya Naya
" jam 3 sore sayang " ucap Brian
" baiklah , tapi nanti hati² iya " Brian mengaguk
saat memasuki area kampus raya hanya menatap lurus saja ,bahkan dia enggan bertemu Dafa karena kejadian semalam dia cukup malu dan kesal bersamaan
" Abang sama Kaka hati² nanti iya ,hubungi kalau sudah mau pergi dan sudah sampai " ucap Naya
CUP
sekalipun Raya kesal pada Alex dan Brian , tapi dia tetap .menjaga Naya bahkan dia menunggu Naya turun dari mobil Alex
" kamu baik² saja " tanya Naya , raya hanya mengangguk
" ayo kita ke kelas seperti nya indah sudah ada di sana " ucap Raya ,Naya tersenyum
" sayang " Naya menghentikan langkahnya membuat Raya mengehentikan langkahnya juga
" kenapa tidak membalas pesanku ,apa kamu marah " Ray hanya diam saja
" kakak Ricko bisa minta tolong " ricko menatap Naya
" antar Naya ke ruangan boleh ' Ricko hanya diam saja " ayo kak ,biarkan mereka selesaikan urusan mereka " akhirnya ricko mengikuti saran Naya
" jika nanti suamimu mendatangi rumahku karena kamu merangkul lengan ku, kamu harus tanggung jawab " Naya tertawa kecil
" tenang saja ,dia tau kamu teman ku ,takut sekali " ucap Naya
" sekalipun tapi aura nya membuatku ingin mati " ucap Ricko
" kamu kenapa hm " tanya Dafa saat sudah di taman kampus
" apa aku punya salah " raya menggeleng " lalu apa ,jika kamu diam seperti ini aku bingung " ucap Dafa
" kenapa tidak bilang jika Kaka mengajak mu ke rumah " Dafa menghembuskan nafasnya
" bukannya aku sudah pernah bilang jika dengan menemui mereka bisa membuat mu yakin jika aku serius, aku tidak memberi tahu mu karena pasti kamu melarang ku datang dan itu semakin sulit untuk hubungan kita sayang " ucap Dafa
" tapi mereka sudah keterlaluan " ucap raya menekuk wajahnya
__ADS_1
" sayang " dafa mengangkat wajah raya agar menatap nya " aku hanya butuh sport mu agar aku bisa melewatinya ,jika kamu seperti ini terkesan menjauhi ku bagaimana bisa aku latihan dengan baik " ucap Dafa
" tapi itu terlalu berat kak, aku tidak mau Kaka kenapa² apa lagi sampai terluka " ucap raya
"aku usahakan tidak terluka apa lagi sampai sakit " ucap Dafa
"tapi tetap saja kak, raya mana bisa tenang " ucap Raya
" lalu aku harus bagaimana ,apa perlu kita berhenti di sini seperti Kata ayah Abang kaka mu ,karena pasti mereka menganggap ku pengecut jika tidak latihan " ucap Dafa
" aku hanya takut " data memeluk raya saat mendengar suara tangisan Raya " maka tetap lah di sampingku " raya mengagguk
" mereka tidak mungkin membunuh ku sayang ,tapi kamu harus ngerti jika nanti setiap weekend aku tidak punya waktu untuk mu " raya mengaguk
CUP
" sayang " Dafa mengedarkan pandangannya nya ke kiri kanan bahkan semua tempat dia perlihatkan dengan baik
" biar kan saja ,mereka juga sudah tau " ucap Raya santai
" tapi jangan di tempat terbuka sayang ,kita akan melakukan nya jika di mobil saja " ucap Dafa lirih
" sudah tidak papa, ayo kita ke ruangan " Dafa hanya pasrah saja
" jika aku tidak memikirkan Abang dan kakak mu mungkin aku tidak akan seperti ini " ucap Dafa kesal
" sudah ah ,ayo " raya merangkul tangan Dafa posesif ,membuat dafa tersenyum sehingga menarik hidung Raya
" sayang " rengek Raya " aku suka panggilan nya " raya hanya tersenyum kuda
"lihatlah siapa yang datang ,jika nanti Abang mu memotong kepala ku karena kamu ,maka siaplah foto kalian ini aku kasih sama tuan Alex " ucap ricko
" kenapa " tanya indah menatap raya dan Dafa
" dia marah karena aku tidak memberi tahunya tentang semalam " ucap Dafa
" kakak Dafa pasti punya alasan lain Ray " ucap indah
" aku hanya kesal sama Abang dan Kaka ,sesuka hatinya jika sudah bicara " Naya dan indah hanya diam saja
" sudah ² tugas kita hanya memberikan dukungan Dafa,apa nanti kita bisa lihat " tanya Ricko
" aku tidak yakin apa lagi suami Naya belum lagi tuan Alex , membuat ku merinding Jika mengingat nya belum lagi tatapan nya ,bahkan hanya menyebut nama raya saja semalam raya langsung diam ,apa lagi kita tau ah " indah hanya tersenyum kikuk
Kaka kau membuat teman² ku trauma batin indah
" sudah ayo kita ke ruangan ,nanti sebentar kita ke sini lagi " Dafa mengaguk
" sayang aku ke ruangan dulu iya " Dafa mencium kening raya ,membuat raya malu apa lagi d ruangan banyak orang
" kau di larang cium bibir malah cium kening ,besok jika di larang cium kening apa lagi yang akan kau cium " ucap ricko
" makanya pacaran supaya kau tau " ucap Dafa
" tidak usah bangga apa kau lupa sebelumnya bersama Raya " ucap ricko kesal
" maksudnya " tanya Raya
" sebelum denganmu dia juga jomblo " kilah ricko tersenyum kikuk
" by sayang " Dafa langsung menarik ricko ke luar dari ruangan mereka
" apa kau gila " bentak Dafa
" kau yang duluan " Dafa hanya mendengus kesal ,tapi memang itu kenyataan nya tapi itu sebelum di ketahui oleh keluarga raya , sekarang dia berusaha memperbaiki semuanya dengan raya dan juga perasaanya pada raya
__ADS_1