Sayangi Aku

Sayangi Aku
persiapan


__ADS_3

" kalian sudah datang " tanya mommy cira saat melihat Dafa dan Raya masuk dalam rumah


" iya Tan " ucap Raya mencium punggung tangan mertuanya


" wah ada tamu " ucap daddy Dafa yang baru ikut gabung ,raya langsung mendekati nya Lalu mencium punggung tangan mertuanya


" ayo duduk dulu "


kemudian mereka duduk di sofa ruang tamu


" Daddy, Dafa mau melamar Raya " ucap Dafa tegas


uhuk uhuk


" kamu tidak papa " tanya Dafa sambil memukul pelan belakang Raya,raya hanya mengangguk


" kamu menyuruh Daddy cepat pulang ingin membicarakan itu " Dafa mengaguk


" kenapa tidak malam saja boy " ucap Daddy Dafa


" kalau malam Raya tidak bisa di ajak jalan dad " ucap Dafa


" apa kamu sudah yakin " tanya mommy


" sudah mom,untuk sementara kami tunangan dulu karena Dafa juga kan masih kuliah tidak lama lagi Dafa akan praktek setelah itu Dafa akan ke Landon sedangkan Raya masih kuliah takutnya nanti menggangu nya jika kami berjauhan setidaknya kalau ada ikatan kami bisa sama² fokus " ucap Dafa memberikan peringatan pada orang tuanya


" lalu orang tua nona Raya gimana " tanya Daddy Dafa


" mereka sudah setuju dad,bahkan mereka yang menyuruh ku jika Dafa serius tapi jika main² Dafa harus meninggalkan raya " ucap Dafa


" kalau nona Raya gimana " tanya mommy menatap raya yang hanya diam saja


" sayang " Raya menatap Dafa sedikit kaget dengar panggilan Dafa


" ah iya kak ,maaf " ucap Raya


" kamu memikirkan apa " tanya Dafa


" itu anu apa tadi Kaka tanya apa " Dafa menghembuskan napasnya kasar


" itu di tanya mommy kamu gimana siap tidak " ucap Dafa


" Raya bingung, Raya kira Kaka main² semalam bicaranya sama ayah koh dag ngomong " ucap raya


" kan ini sudah ngomong yank " ucap Dafa


" ah iya ,koh raya jadi bingung sendiri iya " keluh gadis polos itu membuat mereka menggeleng dengan kepolosan Raya


" gimana nona Raya " tanya Daddy Dafa


" Raya terserah Kaka Dafa saja om ,memang Kaka Dafa siap " Dafa mendengus kesal


" Raya Gani Malik " geram Dafa,membuat Raya tersenyum kikuk


" maaf kak, iya Raya siap om tan " ucap Raya


" seserahan nya minta apa saja " tanya mommy


" apa saja tan terserah " ucap Raya


" nanti mommy salah beli yank " ucap Dafa


" lalu Raya harus gimana kak, Raya juga bingung bawa cincin tunangan saja Tan " mereka melotot kan matanya


karena memang raya bingung harus meminta apa bahkan semua yang dia inginkan kan selalu bisa dia dapatkan lalu apa lagi yang harus dia minta


" nanti kalau ada yang kamu inginkan beri tahu Dafa saja iya " ucap mommy cira


" memang rencana nya kapan " tanya Daddy

__ADS_1


" hebm belum tau dad, Dafa nanti tanya sama tuan Alex dulu " ucap Dafa


" baiklah, Raya makan malam di sini Kan " tanya Daddy ,raya menatap Dafa


" Raya harus pulang dad, ini juga sudah sore nanti keburu malam " ucap Dafa, orang tua Dafa hanya mengaguk saja


" Dafa antar raya dulu dad mom " ucap Dafa


" maaf iya om tan ,nanti raya usahakan makan malam di sini " ucap Raya tak enak


" iya tidak papa, hati² iya bilangin Dafa jangan balap² " ucap mommy cira


raya mencium punggung tangan mertuanya lalu menyusul Dafa ke depan


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sedang kan di rumah besar nan mewah itu semua pelayan dan penjaga sudah berjejer begitu juga kepala pelayan menyambut kedatangan dua orang terpenting yang mereka segani dan takuti


" apa Raya belum pulang " tanya brain saat sudah di depan pak Mamat


" belum tuan muda " Brian mengaguk


" istirahat saja Lex " ujar Brian lalu berjalan ke arah kamarnya


" ayah, besok aku ke luar negeri minta tolong nanti ayah temani indah di rumah iya, pagi hari nya ayah ke kamar saja aku sudah beri tahu indah untuk tidak menguncinya karena biasanya pagi dia mual " ucap Alex


" apa kah lama " Alex menggeleng " Alex usahakan cepat paling 3 hari " ucap Alex


" cepat selesaikan karena mod orang hamil susah di tebak, perketat saja penjagaan nanti ayah sesekali ke sana melihatnya " ucap pak Mamat


" iya yah ,ayah istirahat lah " ucap Alex, lalu berjalan ke arah belakang, sangat Pusing jika harus keluar lagi dari pagar besar itu lalu masuk kembali di pagar rumahnya


ceklek


Brian membuka pintu kamarnya ,dia mengedarkan pandangannya ke dalam kamar ,dia menatap makhluk di atas tempat tidur nya yang masih nyaman dengan tidurnya


" apa dia kelelahan, sehingga tidak sadar jika aku sudah pulang " gumam Brian ,lalu masuk dalam kamar mandi setelah menyimpan tas kerjanya di sofa dan membuka pakaiannya menyimpan di keranjang pakaian kotor


" apa Abang sudah pulang " gumam Naya ,lalu dia mendudukan dirinya di tempat tidur sambil mengumpulkan nyawanya


tidak berselang lama Brian ke luar dari kamar mandi


" Abang " Brian menatap ke arah tempat tidur saat mendengar suara serak khas bangun tidur itu memanggil nya


" sudah bangun , istirahat saja jika masih lelah sayang " ucap Brian


" maaf Naya belum siapkan baju nya " ucap Naya menatap Brian


"it's ok ,kamu cape yank " Naya menggeleng " hanya ngantuk saja " ucap Naya


" sudah sana cuci muka dulu ,Abang mau pakai baju dulu ' ucap Brian


hebm


bukannya pergi Naya malah merubah posisi duduknya kembali berbaring di kasur empuk king size milik Brian itu


Brian menatap bingung apa istri nya yang kini Kembali tertidur


karena tidak ingin mengganggu tidur Naya ,Brian memilih membuka laptopnya dan melihat kerjaan yang belum selesai


" Kaka sudah pulang " tanya indah saat melihat ke arah pintu kamar mereka yang terbuka dari arah luar


" hebm "


" koh pelayan tidak ada yang memanggil ku ,mobil Kaka juga indah tidak dengar biasanya pintu gerbang jika terbuka akan ketahuan " tanya indah


"mobil di masion sebelah, kamu ngapain " indah membalikkan laptopnya agar Alex bisa melihat nya


nonton drakor lagi ,Alex hanya menggeleng saja

__ADS_1


" pakaian Kaka aku sudah masukan dalam koper tapi nanti Kaka periksa lagi siapa tau ada yang kurang Kaka bicara saja nanti indah masukan lagi " ucap indah


'alex mendudukkan bokongnya di sofa yang agak jauh sedikit dari istrinya nya sambil membuka kancing kemejanya


" pakaian apa saja " tanya Alex


" Kaka kan perginya 3 hari, jadi aku paking baju kantor 3, baju santainya 3 terus baju jalannya juga 3 " ucap indah


" kebanyak dear, baju kerja sama baju santai saja 2 lembar ,nanti yang lainnya beli di sana" ucap Alex


" nanti indah buka kembali lagi kak " ucap indah


" tidak usah kamu istirahat saja " ucap Alex berdiri


" air Kaka sudah ada ,lebih baik Kaka mandi dulu takutnya nanti dingin " ucap indah


" jangan lakukan semuanya sendiri dear nanti kamu kenapa² apa lagi ke kamar mandi biarkan tunggu aku pulang " ucap Alex


" iya kak ,iya sudah sana Kaka mandi " Alex masuk ke kamar mandi , Sedangkan Naya meletakkan laptopnya di atas meja


indah menyiapkan pakaian ganti Alex, bahkan piyama untuk tidur pun dia sudah megantungnya di samping sofa yang memang khusus untuk menggantung pakaian yang akan di gunakan


baru selangkah,dia merasa bagian perutnya keram , indah duduk di sofa dengan pelan ,lalu mengusap perutnya yang sedikit buncit


" anak mama kenapa " gumam indah , bertepatan dengan Alex masuk dalam ruangan ganti


" kamu kenapa " tanya Alex panik


"tidak papa ,tadi keram " ucap Indah


" kamu yakin " bahkan kini Alex sudah berjongkok di depan indah dan mengusap perut indah


" kita ke rumah sakit, tunggu sebentar aku pakai baju dulu " indah menahan tangan Alex


" aku baik² saja kak, kalau Kaka panik kaya gini malah semakin membuat indah ikut panik " ucap Indah


Alex mengangkat tubuh indah ,dan di bawahnya di tempat tidur mereka, lalu dia mengambil HP nya menghubungi Ivan


' perut indah keram " ucap Alex to the poin saat sambungan itu sudah terhubung


" memang apa yang dia lakukan " tanya Ivan yang ikut panik


" apa yang kamu lakukan seharian ini " tanya Alex pada indah


" cuma kuliah saja kak, tidak ngapain² pulang tadi langsung mandi baru duduk nonton sambil nunggu Kaka beresin pakaian Kaka siapkan air mandi Kaka itu saja " ucap indah


" jangan terlalu banyak melakukan pekerjaan, usia kandungan mu masih rentan Jika ada yang ingin kamu lakukan suruh pelayan dulu apa lagi kamu sejak pagi di kampus pulang sore harusnya kamu istirahat dulu kamu membawa nyawa lain dek,," ucap Ivan yang sejak tadi mendengar ucapan indah


" keras kepala dia Van " keluh Alex menatap tajam indah yang kini sudah menunduk dan tidak berani lagi mengangkat wajahnya


" apa perlu aku ke situ " tanya Ivan


" iya,soalnya besok aku harus berangkat ke luar negeri ada urusan di sana jadi aku bisa tenang jika besok aku berangkat" ucap Alex


" baiklah " ucap Ivan


Alex melempar HP nya di atas tempat tidurnya setelah sambungan telepon itu telah putus


" kamu dengar kan kata Ivan " indah mengaguk


" lalu " tanya Alex lagi


" maaf ,indah hanya bosan kak bingung mau ngapain " ucap indah lirih


" dear, aku tidak melarang mu melayani kebutuhan ku tapi kamu istirahat dulu kasian baby kamu seharian di kampus banyak berpikir memutar pikirannya mu , otomatis dia juga ikut terganggu kan kamu dengar kata dokter janga banyak pikiran, atau melakukan hal yang berat ,jika kamu pulang nya sudah ke sorean istirahat saja dulu tidak papa ,bukannya tadi aku bilang janga. melakukan hal sendirian jika tidak ada aku,atau minta tolong sama pelayan " ucap Alex lagi ,indah mengaguk


"maaf " Alex memeluk indah" sudah kamu istirahat saja dulu, sambil nunggu Ivan ,aku pakai baju dulu " ucap Alex


CUP

__ADS_1


setelah memberikan ciuman di kening indah Alex kembali masuk di ruangan walk in close ,


__ADS_2