Sayangi Aku

Sayangi Aku
pertemuan Abian


__ADS_3

tok ....tok....


Brian melihat ke arah pintu saat pintu ruangan nya ada yang membuka nya


" maaf tuan ,saya mengantar kan laporan tentang perusahaan xx " Brian berdiri dari kursi kebesaran nya lalu berjalan ke arah sofa begitu juga Alex


"apa ini sudah keseluruhan tidak ada yang terlewat kan " tanya Brian saat map coklat itu sudah di tangan nya


' sudah tuan " Brian membuka berkas itu lalu membacanya secara detail


" apa yang mereka cari ,apa gaji mereka tidak cukup benar² menjijikan manusia seperti mereka " umpat Brian kesal


" hubungi asisten nya ,segera datang ke sini " lanjut Brian lagi


" apa tuan akan bekerja sama dengan mereka " tanya Alex


" kita ambil ahli, tapi dia tetap memimpin dari hasil laporan ini dia sangat bekerja baik tapi karena itu juga dia di manfaatkan manusia seperti mereka bikin laporannya sebelum mereka datang " ucap Brian kesal


" baik tuan kalau begitu saya permisi " ucap Alex


" anak nya " Alex menghentikan langkah nya


" mereka sedang menuju ke sini " Brian hanya mengangguk setelah itu Alex ke luar dari ruangan nya


"jika ada yang mencari dari perusahaan xx langsung ke sini " ucap alex saat di depan meja Irma


" iya tuan " ucap Irma ,setelah itu Alex melanjutkan langkahnya ke ruangan nya


sedangkan di perusahaan xx yang masih terjadi kekacauan seorang CEO yang sudah tidak mudah lagi sedang berkilat dengan berkas yang ada di depannya sekali pun dia sudah tidak yakin perusahaan nya bisa di selamat kan


tok ....tok...


" masuk " ucap nya ,lalu dia meletakkan pena nya dan menutup berkasnya saat asisten nya masuk dalam ruangan nya


" maaf tuan, ada sedikit kabar bahwa kita di undang tuan Alex asisten dari tuan muda Brian dari perusahaan GM Corp " ucapan sang asisten membuat nya menatapnya bahkan untuk sesat doa berhenti bernapas


" apa kita terlibat masahlah dengan mereka kian " tanya nya dengan wajah panik


" tidak tuan ,bahkan hanya untuk kerja sama saja kita tidak pernah karena bagaimanapun kita tahu perusahaan mereka tidak ada artinya papa , dibandingkan perusahaan kita " ucap kian sang asisten


" kamu benar ,lalu untuk apa mereka mengundang kita apa ada kaitannya dengan permasalahan perusahaan " tanya nya lagi


" untuk lebih lanjut nya kita segera ke sana karena kita sudah di tunggu tuan " ucap kian


" kamu serius ,jangan membuat ku takut " ucapnya


" saya serius tuan " ucap kian, mereka menari napas panjang lalu di hembuskan sebelum mereka ke luar dari ruangan CEO


sedangkan sepasang anak muda itu masih saja termenung setelah menerima telepon dari seseorang yang tidak mereka kenali


" apa kita akan ke sana " tanya Cakra


" aku masih bingung Ca ,coba tampar aku siapa tau aku mimpi " ucap Abian


plak


" yaakkk sakit bego ,astaga pipiku " ucap Abian


" bukannya kamu menyuruh ku menampar mu " tanya Cakra


" tapi jangan keras Ca kau membuatku seperti pakai blas on " ucap Abian


" mana ada tamparan yang lembut ,kalau lembut itu elusan " ucap Cakra


" bodoh ah, lebih baik kita duduk dulu sambil mikir " ucap Abian


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" kian apa kita langsung masuk atau gimana " tanya nya yang masih beta duduk dalam mobil


" lebih baik kita masuk saja tuan ,biar kita bisa tahu apa yang sedang terjadi " ucap kian


" kamu benar ,kenapa aku jadi seperti ini " ucap nya

__ADS_1


lalu mereka masuk dalam perusahaan itu dan ternyata sudah di tunggu seseorang wanita


" maaf apa dari perusahaan xx " tanya sang wanita


" iya nona " ucap kian


" mari tuan saya antar " mereka mengikuti langkah sang wanita itu


" maaf tuan saya hanya bisa antar sampai di sini ,dan di atas sudah di tunggu sekertaris tuan Brian " ucap nya


' terimakasih " ucap kian sambil menunduk kepalanya begitu juga wanita itu


" perusahaan sebesar ini pegawai nya benar² sopan " kian mengaguk setuju


" iya tuan " ucap kian


Ting


" mari tuan saya antar ke ruangan tuan Brian " ucap Irma saat melihat tamu dari bosnya


" ah iya terimakasih non " ucap kian,Irma hanya membalasnya dengan senyuman


tok ...tok ...


" hebm "


ceklek


" maaf tuan, perwakilan dari perusahaan xx sudah datang " ucap Irma


' suruh mereka masuk ' ucap Alex


Brian berdiri menuju sofa di mana Alex sudah lebih dulu duduk di sana


" selamat pagi tuan muda Brian dan tuan Alex " ucap sang CEO di ikuti kian yang ada di belakang nya


"silahkan duduk " ucap Alex lalu memberikan kode pada Irma


Irma langsung ke luar dari ruangan itu setelah melihat kode dari Alex


" saya malah berterimakasih karena telah di ganggu oleh anda tuan muda ,tapi kalau boleh tau apa kami melakukan kesalahan " tanya tuan Bagas


" apa tuan Bagas sejahat itu sehingga berbuat kesalahan terhadap saya " tanya balik Brian


" tuan tidak perlu tegang,tuan tidak berbuat papa terhadap kami " ucap Alex


" Lex berikan berkasnya " ucap Brian


Alex memberikan berkasnya pada tuan Bagas dan asisten kian


" saya dengar perusahaan anda sedang bermasalah tuan,karena para manusia lapar mengambil yang bukan hak mereka " tuan Bagas hanya tersenyum kecut


" tuan bisa membacanya dulu jika tuan setuju dengan isi dalam itu kita bisa lanjutkan pembahasan kita " ucap Alex seperti biasa dia selalu berwajah dingin dan datar


setelah membaca dengan teliti dan baik tuan Bagas menatap asisten nya


" gimana Ki " tanya tuan Bagas


" menurut saya ini lebih baik tuan, dari pada anda menjualnya apa lagi menutup nya sangat di sayangkan karena perusahaan itu hasil keringat Anda dari nol anda bangun , sedangkan di sini anda tetap memimpin perusahaan dan para karyawan masih bisa bekerja dengan baik bagaimana pun sebagian dari mereka berkerja dengan baik untuk kehidupan mereka " ucap kian


" apa ini keputusan yang benar " ucap tuan Bagas


" benar tuan, perusahaan GM Corp untuk sementara pemegang saham terbesar setelah itu anda ,jadi saya yakin ini baik untuk perusahaan sedangkan pemegang saham yang lainnya tidak terlalu berpengaruh jika nantinya mereka menarik saham mereka " ucap kian lagi


" baiklah " tuan Bagas menatap Brian dan Alex lalu dia menarik napasnya dalam


" sebelum nya terimakasih telah membantu membangun kembali perusahaan saya yang tidak seberapa dengan perusahaan anda tuan ,saya terima kerja sama ini " ucap tuan Bagas


Brian mengaguk " jangan berterimakasih dengan saya , berterimakasih lah pada anak anda Abian " tuan Bagas melotot kan matanya begitu juga kian


" maaf tuan apa anak saya berbuat kesalahan jika iya saya akan menghukum nya tuan " ucap tuan Bagas


" kenapa harus menghukum anak yang sudah membantu orang tua nya bahkan dia rela mencari pekerjaan untuk membantu orang tuanya dan mengorbankan masa muda nya sehingga dia harus mengambil kuliah malam " ucap Brian menatap tuan Bagas ,Brian bisa melihat jika tuan Bagas tidak tahu menahu tentang anak nya Abian

__ADS_1


" saya sudah yakin jika anda tidak terlalu dekat dengan nya " tuan Bagas menunduk malu " lakukan itu jika tuan sudah berhadapan dengan nya " lanjut Brian lagi


" baik lah pertemuan kita sampai di sini saja,semoga setelah ini tidak ada lagi kejadian seperti ini " ucap Brian


" baik tuan, sekali lagi terimakasih banyak saya usahakan kerja sama ini tidak membuat anda kecewa " Brian mengaguk


tok ....tok ....


" maaf tuan di luar ada sepasang anak muda katanya suruhan dari tuan Alex " ucap Irma


" ah mereka sudah datang cepat sekali " gumam Brian


" suruh mereka masuk " ucap Alex


" baik tuan " ucap Irma lalu ke luar dari ruangan itu


sedangan di luar Abian dan Cakra masih saling menyalahkan apa lagi mengingat kemarin mereka meminta uang pada Raya tapi mereka juga tidak tau jika di dalam ada ayah Abian


" mari ,kalian sudah di tunggu " mereka mengaguk lalu mengikuti langkah Irma


" silahkan " Abian dan Cakra masuk sambil menunduk kepalanya


" tegakan kepala kalian " seketika Abian dan Cakra mengangkat kepalanya saat mendengar suara dingin Alex


mata mereka melotot saat melihat ayah Abian bahkan asisten nya berada di ruangan yang sama


" ayah " tuan Bagas memalingkan kepalanya nya bahkan dia pun kaget melihat anaknya di ruangan itu


" duduk lah " Abian dan Cakra duduk dengan wajah yang masih terkejut dan sedikit gugup


" maaf tuan,saya mengantar minuman " Alex hanya mengangguk saja


" maaf tuan muda ,apa saya melakukan kesalahan " Brian dan Alex masih saja diam karena Irma masih menyusun minuman di atas meja


" silahkan tuan " ucap Irma menatap tamu bos nya


" terima kasih nona Irma " ucap kian tersenyum


"Ca bantu ngomong " gumam Abian lirih tapi masih di dengar Brian dan Alex


" tu...tuan ini uang yang kemarin nona raya kasih ,kami belum memakai nya sepersen pun " tuan Bagas melotot kan matanya pagi ini dia benar² di buat latihan jantung


Abian dan Cakra sudah keringat dingin padahal di ruangan itu sudah di setel untuk keinginan nya


" ambil saja bukannya dia ikhlas memberi kan kalian kenapa harus kalian Kembali kan " tanya Alex


" sa....ya kira tuan memanggil kami ke sini karena masalah uang dan makanan " ucap Abian gugup bahkan dia meremas tangannya begitu juga Cakra


" apa kamu sepolos ini " tanya Brian ,Abian menggeleng cepat


"maaf tuan jika kami sudah lancang " ucap Abian menunduk kepalanya


" nanti ayahmu akan menjelaskan,kenapa saya memanggil kalian ke sini ,setelah ini kuliah lah dengan benar jangan membuat orang yang mendukung mu kecewa " ucap Alex menatap Abian dan cakra


" iya tuan terimakasih banyak " ucap Abian dan Cakra


" saya kira sudah selesai, jika ada yang mau di tanyakan bisa sama asisten saya atau sekertaris saya " ucap Brian


" iya tuan,sekali lagi terimakasih banyak telah membantu perusahaan saya kembali normal lagi " ucap tuan Bagas


" berterimakasih lah pada nya " ucap Brian menunjuk Abian dengan sorot matanya


" baik tuan muda, maaf sudah menganggu waktu anda kalau begitu kami permisi dulu " ucap tuan Bagas


" terimakasih kasih tuan " ucap Abin dan Cakra


' permisi tuan muda dan tuan Alex " ucap kian


lalu mereka ke luar dari ruangan itu


setelah sampai di luar mereka semua menarik napas dalam


karena selama di dalam oksigen yang masuk dalam tubuh mereka hanya sedikit

__ADS_1


karena rasa takut ,gugup dan khawatir menjadi satu


__ADS_2