
indah menarik napasnya ketika sudah berada di depan pintu dan membuka pintu secara perlahan
ceklek .
gelap !!! hanya ada lampu tidur saja
" mas " panggil indah lirih saat sudah duduk di samping Alex di sofa
" maaf, bukan maksud indah memuji pria lain !!! indah hanya memberi penilaian saja kan mereka tanya " ucap indah lembut
"mas " panggil indah,tapi Alex masih diam bersandar pada sofa dan memejamkan matanya
CUP
indah memberanikan diri mencium bibir tebal Alex
tapi saat akan melepaskan nya Alex menahan tengkuknya
indah melotot kan matanya saat Alex juga membuka matanya menatap nya
" kau yang mulai " ucap Alex berat saat melepaskan ciuman mereka
lalu membawa indah ke tempat tidur mereka
" jangan harap aku bisa berhenti, kau sudah membuatku kesal dan berani memuji pria lain di depanku "
indah hanya pasrah jika sudah begini tidak mungkin dia menolak atau lari
karena itu sudah percuma !!!!
Brian dan Naya baru saja memasuki kamarnya
" jangan pernah membicarakan pria lain " titah Brian dengan wajah yang susah di tebak
bahkan Naya belum mendarat kan bokongnya dengan sempurna di atas tempat tidur mereka
" iya Abang ,maaf " Brian hanya mengangguk
" apa indah akan baik² saja " tanya Naya memberanikan diri
" Alex tidak akan membunuh nya " ucap Brian
" Naya tanya serius Abang "
Brian menarik kaki nya membuat Naya kaget
" Abang mau ngapain " tanya Naya sambil menahan tangan Brian
" bisa diam " Naya melepaskan tangannya dengan wajah menekuk
" jangan perna memuji pria lain atau menyebut nama nya !!! kamu sudah tau kan apa yang akan terjadi nantinya " tanya Brian sambil memijat kaki Naya lembut
" iya bang maaf tadi kami hanya bertanya saja " ucap Naya lirih
" temanmu akan baik² saja, mungkin sekarang dia sedang mendapat kan hukumannya " ujar Brian lagi
" di pukul, di tampar atau di maki " tanya Naya dengan wajah panik dan takut
" apa Abang memberimu hukuman seperti itu " seketika wajah naya bersemu merah
apa indah juga mendapatkan hukuman yang sering dia dapat
ah memikirkan saja membuat Naya tersenyum geli
" jangan di pikirkan jika kamu mau Abang bisa kasih " Naya semakin menunduk menyembunyikan wajah merah nya
" jangan bertingkah seperti anak perawan sayang ,kamu sudah jebol bahkan sedang mengandung anakku 2, sebulan lebih lagi sudah mau lahiran "
mendengar ucapan Brian membuat Naya kesal dan menarik kakinya
" sepertinya kamu juga menunggu hukuman mu " ucap Brian, Naya memberikan kembali kakinya pada Brian
" Abang bukannya Naya menolak tapi badan Naya masih lelah besok saja gimana ?? " tawar Naya
Brian tertawa kecil " kenapa kamu sangat ketakutan hm " tanya Brian
" bukan takut tapi badan Naya benar ² lelah" ucap Naya
" Abang juga tau sayang " ucap Brian
__ADS_1
" kamu sering kabarin mereka bapak " tanya Brian
" iya bang, tiap sore Naya telepon mereka Nathan sedikit² sudah lancar bicaranya " ucap Naya tertawa kecil
" kan umurnya sudah setahun sayang " ucap Brian
" ah iya Naya sampai lupa dulu saat nikah umurnya 3 bulan iya bang " Brian hanya mengangguk
" kita ke sana nanti iya " ucap Naya
" sudah telepon bapak " tanya Brian
" nanti Naya telepon " ucap naya
" sudah ayo istirahat katanya tadi lelah " ucap Brian
" tapi Naya baru ....
" atau mau olahraga dulu " tawar Brian
" Naya mau tidur bang, benar kata Abang kalau Naya lelah " Brian hanya menggeleng saja
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
pagi ini Alex bangun lebih dulu ,jika biasanya indah yang akan bangun karena mual yang dia alami
pagi ini mereka gantian bangun nya, mungkin indah lelah sehingga membuatnya lebih nyenyak
bagaimana tidak Alex baru membiarkan dia tidur pukul 01.13
padahal sebelum nya indah sama seperti Naya yang juga masih lelah karena selama menjalani ujian akhir tidka terlalu terlalu bnyak waktu istirahat nya
Alex merapikan selimut yang menutupi tubuh polos indah, baru itu Alex menarik handuk yang ada di dekatnya dan membersihkan kamar mereka yang sedikit berantakan karena ulah Alex yang membuang sembarangan pakaian yang mereka kenakan semalam
kini mereka sudah berkumpul di meja makan hanya kurang indah saja
" Kaka, indah tidak ikut sarapan " tanya Raya pelan
" masih tidur " ucap Alex ,Naya menatap Brian yang hanya tersenyum
benar kata Abang indah mendapatkan hukuman seperti ku batin Naya
" makan sayang ,jangan di pikirkan " Naya mengaguk
" lusa yah " ucap Alex
" apa ayah boleh ikut nak " timpal pak Mamat
" boleh yah,jam 9 ke sananya " ucap Alex mengaguk
" nanti paman ikut saja saat mereka akan ke rumah sakit ,karena kami harus ke Perusahaan dulu " ucap
Brian
" iya tuan muda " ucap pak Mamat
setelah selsai Brian dan Alex berpamitan untuk ke kantor
" Kaka !!! Ade boleh lihat indah " tanya raya
" jangan sekarang setelah makan siang" ucap Alex
" kenapa " tanya raya heran , sedangkan Naya hanya diam saja
" tidak papa !! indah hanya lelah butuh istirahat " ucap Alex
raya mengaguk mengerti sebenarnya dia ingin bertanya tapi Naya menahan lengannya
"iya kak " ucap Raya
" apa kamu tidak membiarkan dia istirahat " tanya Brian sekalipun matanya fokus pada iPad
" dia kelelahan karena kurang istirahat selama ujian tuan " elak Alex
" apa sekarang kamu sedang belajar berbohong dengan ku " tanya Brian ,Alex membuang napas nya kasar
" ternyata kau lebih parah dari ku " cibir Brian 9ada Alex
" berapa ronde " tanya Brian lagi
__ADS_1
" 3 " Brian hanya tertawa kecil
" kau membuat anakmu bahagia seperti nya setelah di jenguk ayah nya " Alex hanya diam saja
padahal mereka tidak jauh berbeda jika sudah mengenal hal itu
bahkan dia bisa lebih lama dari pada dirinya
" Lex apa besok aku punya jadwal khusus ke rumah sakit " Brian menatap Alex saat membaca email yang masuk
" iya tuan penyambutan coass karena tuan pemilik rumah sakit " ucap Alex
" suruh Ivan saja " ucap Brian
" baik tuan " ucap Alex
sedangkan indah yang baru bangun merasakan tubuhnya seakan patah remuk semua badannya
" suami tidak punya hati,apa dia tidak kasian dengan anak² nya " ucap indah kesal
" Alex brengsek " umpat indah, biar saja kali ini dia memaki suaminya toh dia tidak ada juga
" nyonya "
" aakkhh "
" maaf nyonya saya di minta tuan untuk menemani anda dan mengantar kan sarapan Anda " ucap pelayan ketakutan, indah kembali mengumpat Alex tapi kali ini hanya dalam hati karena ada pelayan
" bibi membuat indah kaget " indah merapatkan kembali selimut nya karena saat ini dia tidak memakai apa pun
" bisa tolong ambilkan bathrobe milikku " tanya indah
" bisa nyonya " ucap pelayan lalu mengambilkan bathrobe milik sang nyonya
" balik badan bi " tanpa bertanya lagi pelayan itu membalikkan badannya sedangkan indah langsung memakai bathrobe miliknya yang di berikan pelayan
" makasih bibi sudah bisa berbalik ,apa bibi sudah sarapan ???" tanya indah setelah selesai
" sudah nyonya " pelayan itu membawa meja kecil ke atas tempat tidur
" maaf tapi nyonya di larang ke luar dari kamar jika anda bosan nyonya bisa memanggil saya untuk menemani anda " ucap pelayan, indah mengaguk mengerti
"tuan mu sangat menjengkelkan Bi, padahal indah tidak bicara yang lebih " gerutu indah sambil memakan sarapannya
" cih ingin sekali aku memukul wajah tuan mu itu jika dia ada di depan ku setelah membuatku seperti ini dia pergi bekerja tanpa beban Dan menyuruh bibi yang menjaga dan mengantar kan sarapan Ku " pelayan hanya diam saja
" suami sialan " umpat indah lagi
" nyonya " panggil pelayan lirih
" kenapa ?? apa bibi ingin membela tuan mu karena aku memaki nya sejak tadi " tanya indah kesal
" bukan itu....
" jangan membelanya bi, sekalipun dia yang memberi gaji kalian " potong indah cepat
" tapi ...
" sudah lah bi, tuan mu itu benar² menyebalkan dan menjengkelkan dan brengsek " umpat indah lagi membuat pelayan ketakutan
" maaf nyonya jika menyela tapi tolong berhati² dengan ucapan anda " ucap pelayan khawatir
" bibi tenang saja, dia sedang tidak ada di sini jadi jika bibi ingin memakinya juga silahkan ,indah tau kalian pasti punya dendam juga dengan laki² balok itu " ucap indah menggebu
" CCTV nyonya " ucap pelayan
indah melihat ke arah pojok kamarnya
kenapa aku bisa lupa Dan sejak kapan benda itu ada di sana batin indah
lalu dia tersenyum hangat pada kamera CCTV dan memberikan tanda hati menggunakan jarinya
" kenapa bibi baru bilang " ucap indah lirih
" nyonya selalu memotong ucapan saya " ucap pelayan lagi
" sejak kapan barang jelek itu di pasang bi " tanya indah masih dengan lirih
" sudah lama nyonya ,sejak rumah ini bisa di tinggali " indah melotot kan matanya
__ADS_1
" serius " pelayan itu mengaguk
ah aku benar² bodoh benda sebesar itu saja aku tidak tau batin indah kesal