
" mau makan apa " tanya Ivan
iya setelah mereka main golf beberapa jam ,mereka memutuskan untuk makan siang dulu tapi tidak dengan Ivan karena sebelum nya dia sudah janji dengan Anggi
" hm Anggi bingung tuan ,karena anggi tidak tau yang mana yang aku makan " Ivan menarik napasnya
" samakan saja " ucap Ivan pada pelayan
" baik tuan ,di tunggu sebentar " Ivan hanya mengangguk
" apa kamu tidak ingin melanjutkan sekolah mu " Anggi menundukan kepalanya
" mau " cicit Anggi
" tapi sekarang aku mau kerja saja, kalau sekolah ....
" aku butuh jawaban bukan alasan kamu tinggal jawab mau atau tidak " ucap Ivan
" tidak tuan " jawab Anggi lirih
" kenapa "
Anggi memberikan diri menatap Ivan
" sekalipun Anggi mau itu semua tidak akan terjadi tuan, mungkin sudah jalannya Anggi berhenti dan bekerja " ucap Anggi
" kenapa tidak mencoba dulu " Anggi menggeleng lemah " lagi setahun Gi "lanjut Ivan lagi
" tidak papa tuan " ucap Anggi tersenyum sekalipun itu iya paksakan
" berhenti bekerja ,aku akan mengurusnya setidaknya kau lulus SMA dulu setelah itu terserah kamu mau lanjut kuliah atau tidak,jangan membantah atau menolak di sini aku yang berhak mengatur mu, mau tidak mau kamu harus mau " ucap Ivan dengan wajah datarnya
" tapi tuan ..
" bukannya aku sudah bilang jangan membantah ,aku sudah bicara sama Brian dan Alex jadi besok kamu tidak perlu ke sana hari ini terkahir kamu bekerja " Anggi hanya mengaguk saja ,Ivan menatap ke arah pintu ternyata pesanan mereka
" selamat makan tuan " ucap pelayan saat sudah tersusun rapi di atas meja
" makanlah setelah ini kita beli keperluan sekolah mu " ucap Ivan ,Anggi hanya menurut
bukannya dia di larang menolak dan membantah
tapi dalam lubuk hatinya di merasa tidak enak
karena selalu merepotkan Ivan ,kadang dia berpikir
kenapa ayah nya harus menitip kan pada Ivan dan merepotkan nya
bagaimana nanti respon orang tua Ivan jika tau keberadaan nya
Dan sudah menganggu serta menyusahkan Ivan
sedangkan di lain tempat Brian dan Alex benar² tidak melakukan pekerjaan sama sekali bahkan mereka hanya menatap setumpuk berkas yang ada di atas meja
" jam berapa mereka pulang aku sudah bosan " tanya Brian
" mereka sudah pulang tuan 15 menit yang lalu " Brian menatap tajam Alex
" kenapa kamu tidak bilang Alex lalu untuk apa kita di sini " ucap Brian kesal
" maaf tuan karena anda tidak bertanya dan saya kira anda akan menunggu sampai jam pulang kerja di sini " Brian menatap Alex semakin tajam
"astaga Alex " pekik Brian
" aku masih di sini karena menunggu istriku sekalian pulang Alex " ucap Brian
Brian berdiri lalu mendekati meja kerjanya mengambil tas kerjanya dan meninggalkan Alex sendirian
BRAK
Alex hanya menarik napas saja lalu ikut ke luar dari ruangan Brian
Brian menatap sengit ke arah Alex yang membukakan pintu mobilnya
" masuk tuan ,jika ingin sampai di rumah bukannya anda sangat merindukan istri anda " ucap Alex
sekalipun ucapan masih formal tapi terdengar jelas di telinga Brian jika Alex meledeknya Brian hanya berdecak saja
sedangkan Alex langsung memutari mobil dan duduk di kemudi
"maaf tuan apa mau singgah di suatu tempat " tanya Alex saling melirik ke arah kaca spion
" pulang saja Lex ,aku benar² rindu dengan Naya ah memikirkan saja membuat ku sesak " ucap Brian lirih
__ADS_1
apa ini yang di namanya bucin batik Alex sambil menggeleng kan kepalanya
" jangan mengumpat ku atau mencibirku Lex " ucap Brian lagi ,Alex hanya diam saja
setelah menempuh beberapa menit kini mobil yang di tumpangi Brian dan Alex sudah sampai di kediaman Malik
penjaga membukakan pintu untuk Brian dan juga Alex, sedangkan pak Mamat seperti biasa dia akan menunggu di depan pintu menyabut kedatangan tuan muda dan anaknya
" apa istri ku sudah pulang paman " tanya Brian
" nyonya muda sedang di kamar tuan " ucap pak Mamat
" kamu pulang saja aku tau kamu juga merindukan istri mu " cibir Brian meninggalkan dua pria berbeda usia itu
" dia di kamar tamu nak ,tadi ayah menyuruh nya istirahat di sana " ucap pak Mamat
" iya sudah Alex ke belakang dulu bersihkan diri dulu " ucap Alex , lalu berjalan ke arah paviliun karena memang di sana masih ada pakaiannya
ceklek
Brian membuka pintunya dengan pelan, hal pertama yang dia lihat punggung Naya yang membelakangi nya dan tidur dengan lelap
Brian tersenyum kuda melihat wajah damai Naya dalam tidurnya ,lalu dia membuka semua pakaian nya dan masuk membersihkan diri
setelah selsai dengan semua ritual Mandi nya dan sudah siap dengan pakaian santainya dia menyusul istrinya ke atas tempat tidur
dengan pelan dia menarik istrinya dalam pelukannya
" Abang "
" sssttttt bobo lagi sayang ,Abang di sini " ucap Brian sambil mengelus punggung Naya dengan lembut
Naya merangkul kan lengannya pada pinggang Brian
Brian mencium pucuk kepala Naya dengan lembut sesekali menyibakan rambut yang menutup wajah cantik Naya
bahkan dulu aku sangat membenci nya tapi sekarang entahlah bahkan berjauhan saja membuat ku takut batin Brian
Brian mengelus perut buncit naya tapi itu malah membuat tidur Naya terusik
karena tanpa Brian duga bayi dalam kandungan Naya membalas usapan lembut Brian
bugh ...bugh...
Brian segera menurunkan badannya mendapat perut Naya
" sayang jangan mengganggu mami tidur ,nanti saja kita mainnya iya setelah mami bangun ok ,i love you " ucap Brian lirih,
Brian tersenyum ketika tidak ada balasan dari calon anaknya,anak nya benar ² nurut dengan ucapan Brian entah kebetulan atau memang dia paham ucapan yang di ucapkan papinya hanya dia yang tau
" anak pintar ,jangan nakal iya " ucap Brian mencium Naya lalu kembali memeluk Naya
membebankan wajah Naya di bidang dadanya, dan menjadikan tangannya sebagai bantalan Naya
setelah membersihkan diri Alex langsung menuju masion melihat indah
tapi langkah nya terhenti ketika melihat Raya dan Dafa saat mereka duduk di taman berdua
" tuan " Dafa langsung berdiri tegap saat Alex sudah sudah ada di dekatnya
" Kaka " gumam Raya tak kalah kaget karena biasanya di jam segini mereka masih di kantor
tapi tunggu jika Alex sudah di rumah berarti
Raya menelan ludah nya kasar ,begitu juga Dafa
setelah menatap Raya dan Dafa bergantian Alex melanjutkan langkahnya menuju kamar tamu
" kakak mu membuat ku sesak yank " Dafa menarik napasnya lalu di hembuskan dengan pelan
Raya mengelus punggung Dafa " maaf kak " Dafa menatap Raya dan tersenyum manis
" ini hanya aku belum biasa sayang ,tenang saja " ucap Dafa
" gimana kemarin jalan sama mommy " tanya Dafa ,raya membuang nafas nya kasar membuat Dafa bingung
" jengkel kesal " ucap raya
" kenapa ,apa mommy membuatmu marah " Raya mengaguk membuat Dafa was² dalam pikiran jika itu di tau Abang dan Kaka nya mati lah dia
" aku jengkel sama mommy kesal marah ,aku pacarnya Kaka tidak lama lagi mau tunangan tinggal hari bahkan sebulan sudah tidak cukup ,tapi dia masih saja memperlakukan aku sepeti seorang ratu, jengkel tau kak aku sepeti orang asing kalau sudah di Antara mommy dan Daddy mu " ucap Raya bahkan kini wajahnya itu memerah karena menahan emosi
iya kadang orang tua Dafa masih selalu memanggil Raya dengan formal selalu menggunakan kata nona
__ADS_1
" kan memang kamu ratu sayang ,di hati aku " ucap Dafa menghilang kan rasa kesal Raya
"ehss aku serius kak, aku tidak nyaman " rengek Raya dengan wajah cemberut
" kondisikan bibirku sayang,di sini tidak aman " bisik Dafa ,raya mengulum bibirnya menutup nya dengan rapat membuat Dafa tertawa kecil
"mereka hanya bingung sayang ,karena tidak ada dalam kamus keluarga kami bisa bersanding dengan keluarga terpandang sepeti kalian ,bahkan bermimpi saja tidak karena Daddy dan mommy tau keluarga kalian seperti apa ,makanya kadang mereka memanggilmu seperti itu maaf iya ,pasti nanti jika mereka sudah terbiasa mereka tidak akan memanggil mu seperti itu lagi " ucap Dafa lembut , Raya mengangguk
" tapi raya kesal kak " rengek Raya manja
" sayang ,ingat kondisi kita sedang di kandang macan " bisik Dafa lagi , membuat Raya tertawa
sedangkan di kamar tamu, saat masuk dalam kamar Alex melihat indah masih tertidur
" apa dia kelelahan " gumam Alex
Alex mendekati tempat tidur lalu duduk di pinggir
CUP
Alex mencium kening dan bibir indah sekilas
" mas "
" hebm "
indah membuka matanya sebelah, hal pertama yang dia lihat senyuman Alex
"sudah sore iya maaf indah tidurnya lama!!!! apa sudah lama pulang nya padahal aku baru saja tidur " ucap indah
" tidur lah, ini masih jam 3 " indah menatap Alex ,lalu melihat jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan nya
benar masih jam 3 ,lalu kenapa suaminya sudah pulang
" koh pulang cepat " gumam indah lirih
" kenapa hm " Alex mengelus pipi indah yang semakin berisi " apa kamu ingin aku bekerja seharian " tanya Alex
" tidak ,tapi aneh saja, mas pulang nya cepat bahkan sangat cepat " ucap indah
Alex membaringkan tubuhnya di samping indah ,membuat wanita hamil itu bergeser memberikan ruang untuk suaminya
" kangen sama kalian makanya aku cepat pulang " ucap Alex
CUP
" nanti mas di marahin Lo sama tuan Brian " ucap indah ,dia tidak mempermasalahkan Alex yang selalu menciumnya karena itu sudah biasa
" dia juga sudah pulang bahkan mungkin sekarang dia sudah tidur " ucap Alex
" memang di kantor lagi tidak ada kerjaan iya mas ' tanya indah
" kerjaan selalu ada dear, bahkan menumpuk tapi lagi malas saja menyentuh mereka " ucap Alex
" ayo tidur lagi, aku temani " ucap Alex menarik lembut indah dalam pelukan nya
" kapan periksa nya, baby sudah lewat 1 bulan umurnya " ucap indah
" lusa dear, kenapa kamu ingin melihat anakmu " indah berdecak selalu saja alex mengatakan anak mu seolah² itu bukan anaknya
iya karena saat Brian bertanya tentang pemeriksaan naya,indah sedang berada dalam kamar mandi
tapi indah tau dalam lubuk hatinya Alex sangat menyayangi mereka ,hanya memang sifat Alex yang dingin dan cuek itu membuat indah tidak mempermasalahkan nya
" iya ,aku ingin tahu saja perkembangan nya di dalam sepeti apa ,apa dia sudah sedikit besar " ucap Indah
" kecuali kamu tidak makan baru dia tidak tumbuh bahkan semakin kecil " ucap Alex datar
" astaga kenapa aku bisa menyukai pria seperti dia " ucap indah
" apa kamu menyesal " seketika wajah indah tersenyum manis menatap Alex
"aku sangat bahagia bahkan tidak bisa aku ungkapkan dengan kata² apa yang aku rasakan saking bahagianya ingin rasanya aku mengurung mu mas agar tidak ada orang lain yang melirik mu karena kamu hanya milik indah Putri Bakrie" ucap indah , sekalipun ucapan indah itu manis tapi Alex tau kalau istrinya kesal
" benarkah, berarti kamu harus berterimakasih denganku karena mau menikah denganmu dan mengizinkan kamu mengandung anak ku " ucap Alex tanpa beban dan menampakkan muka polosnya yang datar
" terimakasih tuan Gabriel Alex Candra suatu kehormatan bagi saya dapat di nikahi anda yang terkesan dingin dan datar apa lagi mengandung anak dari anda " ucap indah formal sambil menunduk kan kepala nya sedikit
" apa aku harus meminta rasa terimakasih itu sekarang " indah langsung menatap Alex yang tersenyum licik
" seperti nya aku salah akting " gumam indah lirih
" jangan menolak " ucap Alex ,indah hanya mengangguk saja
__ADS_1