
pagi ini Naya sudah di perbolehkan untuk pulang sebenarnya sejak semalam
tapi Brian meminta Naya untuk besok saja mengingat mereka akan pulang bersama si kembar sekalipun mereka pulang menggunakan mobil
tapi angin malam tidak baik untuk anak² nya yang baru saja berumur beberapa jam
dan pagi ini mereka akan pulang ke rumah setelah semua urusan di rumah sakit telah selesai
" sudah siap yank " Naya mengaguk
" ibu sama mama saja yang gendong anak² iya " ucap Brian sambil membantu Naya berdiri
semenjak pagi ibu mertua nya itu sudah ke rumah sakit bersama Alex sedangkan Nathan di rumah bersama bapak mertua nya
sedangkan ibu sisil semalam tidur di rumah sakit dan hanya di antarkan pakaian dan makanan saja untuk mereka sedangkan ayah Abbas tidak kembali karena ibu Sisil melarang nya dan menyuruhnya meyiapkan menyambut kepulangan cucunya dan di bantu raya dan ayah Abbas menyetujui nya sehingga mereka semalam bekerja sama dengan Siska Boby indah Alex,orang tua Naya serta para nelayan
" iya bang " ucap Naya
" Naya jalan saja iya " tanya Naya saat melihat perawat membawa kursi roda
" mau Abang gendong " tanya Brian
" pakai kuris roda " ucap naya kesal
" anak pintar "Naya hanya berdecak saja
" selamat pagi tuan " ucap Dafa dan ricko yang baru saja datang
" kenapa kalian baru ke sini " tanya Naya kesal
" kami ada sedikit pekerjaan " ucap ricko
" selamat akhirnya brojol juga dapat dua lagi beli satu gratis satu " celetuk ricko sambil tersenyum
" apa sih " tanya Ricko saat Dafa menginjak kakinya
" ah maaf tuan " ucap Ricko saat sadar
" nak Ricko kapan menyusul " tanya ibu sisil yang datang sambil menggendong cucu nya
"sebentar siang nyonya ,jika ada salah satu perawat yang mau ricko persunting " ucap Ricko polos
" kamu kira mereka kucing asal tarik saja " ucap Naya tertawa kecil
Dafa mendekati ibu mertuanya lalu mencium punggung tangan nya
" jika tidak sibuk datang lah ke rumah " Dafa mengaguk lalu mengelus pipi anak Naya
" kami duluan iya ,nanti jika tidak sibuk ke rumah aku tunggu loh " ucap Naya
" hati² nanti kami ke sana dengan membawa kado tentunya sekalian melamar anakmu " ucap ricko, Dafa memejamkan matanya mulut ricko memang tidak bisa di jaga
" anakku masih kecil" ucap Brian dingin
" Abang, ricko hanya bercanda " Brian hanya berdecak saja
" kalau begitu kami duluan iya ,jangan lupa ok " ricko dan dafa mengaguk
Brian mendorong kursi naya ke luar dari ruangan itu di susul ibu Sisil dan mama Lila serta Alex
"iya ,hati² " ucap mereka ,Naya hanya mengaguk
sepanjang perjalan Naya selalu melirik ke arah belakang melihat anak² nya
" mama,apa Naya boleh menggendong nya " tanya Naya
" tidak " bukan mama Lila yang menjawab melainkan Brian
" sebentar saja Abang " ujar Naya memohon karena dia akan di biarkan menggendong anak²nya saat menyusui saja
"kamu belum sehat " ujar Brian , sekalipun kata dokter Naya baik² saja tapi tidak bagi Brian karena Naya masih saja mengeluarkan darah
" tapi Naya pengen gendong abang " ucap Naya sendu
" nanti saat sudah di rumah " putus Brian ,akhirnya Naya mengalah
mempunyai suami yang posesif antara senang dan susah
senang nya iya perhatian dan selalu khawatir susahnya iya seperti sekarang
kini mereka sudah sampai di parkiran mobil di sana sudah ada Ivan yang menunggu sejak tadi karena dia masuk pagi
" kamu sudah libur kan mereka " tanya Brian
" iya sudah " ucap Ivan
__ADS_1
" nanti kirim sama Alex " Ivan mengaguk
Brian membantu Naya naik mobil setelah ibu dan mama Lila duluan masuk setelah itu baru dia
" kau tidak ingin libur " tanya Alex sebelum naik di depan di samping sopir
" aku akan mengumpulkan semua liburku saat honeymoon nanti " ujar Ivan
" cari dulu pasangan baru kamu membahas itu " cibir Alex lalu masuk dalam mobil
" cih " Brian dan Alex hanya tertawa kecil
" kami pamit iya " ucap Brian
" iya hati² " mereka mengaguk lalu sopir menjalankan mobil nya
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sesampai nya di rumah mereka sudah di sambut oleh ayah Abbas dan yang lainnya yang menunggu sejak tadi
saat pintu terbuka Brian Lebih dulu turun lalu membantu Naya
baru di susul mama Lila dan ibu Sisil, sedangkan Alex sudah berdiri di samping indah
Naya tersenyum bahagia saat Melihat spanduk yang di pegang indah dan raya bertuliskan WELCOME BABY TWINS
Siska mendekati Naya lalu memberikan bunga mawar besar dan n boneka beruang kecil sepasang
" makasih Kaka Siska , Raya,indah tapi bisa kah di pegang tangan Naya hanya dua " ucap Naya tertawa kecil
" ayo masuk dulu nak,kasian anak² " ucap ibu sisil
" iya Bu "
baru juga menginjakan kaki ,naya di buat kaget oleh suara ledakan tidak berselang lama spanduk dari lantai dua terbuka SELAMAT MAMA MUDA
" selamat datang nyonya muda " sapa para pelayan yang sejak tadi berdiri di belakang ayah Abbas dan lainnya
Naya tidak dapat berkata² lagi dia hanya diam mematung mendapatkan kejutan sepeti ini
tidak berselang lama pak Mamat datang sambil membawa kue dan di atasnya ada patung anak kecil
" paman "
karena tidak bisa menahan nya akhirnya Naya menetaskan air mata yang sejak tadi dia tahan karena kejutan yang di berikan oleh keluarga nya
Naya langsung berbalik saat mendengar suara yang sangat di rindukan itu
benar saja kini orang itu sudah berdiri dengan senyuman manisnya membuat Naya menangis histeris
" sayang " panggil Brian
" Kaka Ilham " Ilham mendekati Naya lalu memeluk nya sambil mengelus punggung nya
" kenapa menangis ?? kamu sudah jadi ibu dari dua orang kenapa masih cengeng " ucap Ilham lembut
Naya tidak menjawab karena masih sesegukan di pelukan Ilham
" ayo kita duduk dulu " ucap ayah Abbas
lalu mereka berjalan ke arah ruangan tengah
sedangkan Brian membiarkan Ilham yang membawa Naya
karena dia sangat tau jika istri nya itu merindukan Kakaknya
" sudah dong nangisnya malu sama Ade dari tadi loh dia lihatin kamu " ucap Ilham
" Kaka hiks kenapa tidak mau di telepon " tanya Naya sesegukan
" kaka di sana pendidikan bukan jualan ketoprak " ujar Ilham bercanda
" kaka ehs " benar saja kini Naya kembali tersenyum sekalipun kesal
" Kaka berapa lama di sini " tanya Naya
" besok sudah harus kembali " jawab Ilham
" koh cepat betul " ucap Naya sendu
" Kaka sudah tidak lama lagi setelah itu Kaka akan menetap dan kamu bisa datang kapan saja " ucap Ilham.
" sudah² nangisnya koh malah sedih sih " ucap ayah abbas
" tau itu ,baru juga punya anak dua cengengnya kaya gitu apa lagi punya anak 4 ,apa dia mau saingan dengan twins " cibir raya
__ADS_1
"Ade jangan mulai " ucap ibu sisil
" awas iya, jangan pernah sentuh anak² ku " ucap naya
baru juga pulang rumah sakit tapi keadaan sudah kembali seperti semula
" itu anak Abang ,lihat saja muka mereka tidak ada miripnya dengan kamu " ucap raya sambil menjulurkan lidahnya
" aku yang melahirkan mereka bukan Abang " ucap Naya menatap tajam raya
" tapi mereka lebih mirip Abang, itu tandanya mereka hanya mampir saka di rahimmu " cibir rasa
" ade jangan mulai Naya belum sehat "ucap Brian dengan suara rendah
" dia terlalu lebay Abang " ucap Raya tidak mau di salahkan
" raya " raya menutup mulutnya saat suara Alex terdengar
sedangkan orang tua Naya dan Ilham hanya tertawa kecil melihat Naya dan raya jika sudah berdebat
" jangan pernah masuk ke kamar ku atau pun memegang mereka " ancam Naya
" sayang sudah, kamu masih belum pulih tapi jika berdebat dengan raya tenagamu langsung on " ucap Brian bingung
" itu karena dia yang duluan Abang, Naya kangen sama Kaka Ilham " ucap Naya kesal
" kaya masih gadis saja ,ingat sudah ada ekor dua " cibir raya
" sayang jangan berteriak nanti twins bangun " ucap Brian sambil membekap mulut Naya
" Ade diam atau Abang akan buang kamu ke hutan Amazon " ucap Brian menatap Raya
" kalian seperti kucing dan tikus sejak dulu " celetuk Ilham tertawa
" adik kesayangan Kaka Ilham itu terlalu dramatis " ucap raya lalu berlari ke arah tangga sebelum kembali di semprot
" yaaakkk Raya jelek " teriak Naya
dia sudah tidak peduli lagi pada peringatan Brian
oek .....oek....oek ...
Brian membuang napasnya kasar saat mendengar suara anaknya menangis
"maaf sayang ,maaf mami memarahi aunty jelekmu itu " ucap Naya mengambil ahli Putri nya dari gendongan mamanya
" kan Abang tadi sudah bilang yank " ucap brian kesal
" sudah², jangan di lanjutkan lagi nanti yang Kaka juga ikut nangis " sanggah ayah abbas
" tahan emosi mu Nay,jangan sampai nanti anak² mu mengikuti nya " nasehat pak Jhoni
" iya pak, maaf tadi Naya kesal saja " ucap.naya sambil memberikan ASI pada putrinya dan di tutup kain bagian depannya
" sekalipun nak, tidak baik berteriak di depan anak² " timpal mama Lila
" Siska bawa raya tinggal di rumah mu " ucap Brian
Siska menatap suami dan Kaka nya bergantian
" baik tuan " ucap siska dan Boby, entah itu benaran atau hanya sekedar bercanda mereka tidak keberatan jika raya tinggal di rumah mereka itu akan terasa ramai
" nanti pelayan yang memindahkan baju anak itu " celetuk Brian lagi karena dia masih kesal
tapi tidak tau harus melampiaskan pada siapa !!!
" kami akan menyiapkan kamar nya tuan " ucap Siska
" tidak usah ,kasih tinggal di gudang saja kak biarkan dia tidur dengan tikus " ucap Naya kesal
" baik nyonya " jawab Boby sekalipun dia tidak yakin
" bawa istri mu istirahat bang " ujar ibu sisil saat Naya sudah selesai menyusui putrinya
" anak² " tanya Naya
" biarkan mereka sama ibu dan mama ,Ilham juga masih ingin bermain dengan mereka " ucap Brian
" iya de, besok Kaka harus balik jadi lama lagi ketemu nya " ujar Ilham
" tapi kalau ....
' nanti mama buatkan sufor , sekarang kamu istirahat "
akhirnya Naya menurut dan mau di bawah ke kamar oleh suaminya
__ADS_1
sedangkan si kembar di asuh oleh mama Lila dan ibu Sisil dan yang lainnya