
" sampai kapan kau akan terus seperti ini " geram Alex tertahan, setiap pagi dia harus melihat indah memuntahkan isi perutnya bahkan hanya cairan saja yang ke luar
Alex mencuci mulut indah, lalu memeluk istrinya
"langsung mandi iya " indah mengaguk lemah
setelah selesai ritual mandi nya ,Alex membantu indah memakai pakaian nya
sedangkan indah hanya memperhatikan suaminya apa yang dia lakukan padanya karena memang dia tidak cukup tenaga untuk bergerak atau pun bersuara
lalu mereka ke luar dari ruangan ganti dengan pakaian sudah lengkap
Alex membawa indah untuk sarapan pagi di mana di saja sudah ada pak Mamat
" minum lah " ucap pak Mamat .
" makasih ayah " ucap indah lirih, Alex mendudukan indah di atas paha nya tidak peduli jika di depannya ada ayah nya
" mau makan apa " tanya Alex ,setelah indah meminum susunya hingga habis
indah hanya menggeleng dia memilih memeluk erat tubuh Alex
" bibi siapkan makanan untuk nyonya bawa ke kampus sama jus nya " ujar Alex
" baik tuan " ucap pelayan
" makan dulu nak " indah menggeleng
" tidak papa ayah,dia sudah minum susunya " pak Mamat mengaguk
Alex Makan dengan tenang sekalipun indah masih duduk di pangkuan nya dan dia merasa risih dengan sikap manja indah
" ayah ke sebelah dulu iya ,hati² ke kampus " indah mengulur kan tangannya
lalu dia mencium punggung tangan mertuanya ,pak Mamat membalasnya dengan mengelus lembut kepala indah
"masih betah " indah mengaguk
" iya sudah nanti kita minta sopir yang mengantar kita " Indah mengaguk lagi
" ayo kita ke rumah sebelah " Alex menurun kan indah dengan pelan lalu pergi ke masion sebelah
entah hari ini indah ingin selalu menempel pada Alex ,bahkan berjalan saja insha menempel pada Alex
dan itu membuat semua orang menatap mereka
" bilang sopir mengantar kami " ujar Alex melihat penjaga di dekatnya
" baik tuan " ucap penjaga
Brian menaikan alisnya menata Alex, tapi yang di tatap hanya diam saja
" ayah ibu kami ke kampus dulu iya " ucap naya ,lalu mencium punggung tangan mertuanya begitu juga yang lainnya
lalu mereka masuk dalam mobil di mana pagi ini mereka di antar sopir dan raya duduk di samping sang sopir sedang kan Brian dan Alex di belakang
" kamu sakit Nda " indah hanya menggeleng
" makan dulu, perutmu belum ada isinya " indah hanya diam saja
" indah " masih sama
" Indah " bentak Alex membuat yang ada di setho kaget terkecuali Brian
indah mengambil gelas jusnya lalu meminumnya sambil bersandar pada dada Alex , sedangkan Alex kembali fokus pada iPad nya begitu juga Brian
raya menatap Naya ,begitu juga Naya menatap Raya
" apa dia lagi mode off " tanya Raya
" seperti nya seperti itu ,jika mereka bertengkar tidak mungkin dia lengket seperti itu " Raya mengaguk
" apa itu bisa di namakan bawaan bayi " Naya menaikan bahunya
" tapi aku dulu tidak seperti itu " ucap Naya
" jika kamu mau , lakukan saja Sayang " Naya menatap Brian yang duduk di samping nya
" Abang mendengar nya " Brian Mengaguk
" bahkan mereka juga mungkin mendengarnya " Brian melirik ke belakang menggunakan ujung matanya ,Naya menutup mulutnya lalu membalikkan badannya sedikit tapi ke dua orang itu tidak terusik sama sekali dengan pembicaraan mereka
kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di kampus Alex memberikan bekal indah pada Raya
tanpa bertanya Raya langsung menerima nya
" sayang jangan nakal iya temani mami dulu tidak lama lagi setelah itu kalian libur " ucap Brian
bugh
bugh
" sssstttt " Brian tersenyum sambil mengelus perut Naya
" sudah baikan " Naya mengaguk lalu turun dari mobil di mana Raya sudah menunggu nya turun
" hati² " ucap raya ,Naya mengaguk sedangkan brian menjaga Naya dari belakang
" indah turun iya ,jangan lama " Alex mengaguk
cup
" jaga anakmu baik² ,kalau mau papa telepon " indah hanya mengangguk lalu turun dari mobil di mana raya berdiri menunggu nya turun
" mari tuan " Brian hanya mengaguk
" hati² " indah mengaguk
" masuk lah,kalau ada papa Ade hubungi Abang atau Alex iya " Raya mengaguk
setelah kepergian Brian dan Alex , Raya menuntut Naya dan indah berjalan sekalipun pekan asal mereka sampai dengan selamat
" bumil " pekik Ricko ,mereka hanya tersenyum
" mana yang harus aku bawa " Raya menyerahkan kotak bekal indah
" makasih mobil nya ini " ricko menyerahkan kunci mobil pada Raya
"pakai saja kalau Kaka masih kepengen " Ricko menatap Raya
" serius " raya mengaguk
__ADS_1
" terimakasih " ucap ricko
" apa calon suamimu belum datang " Raya menaikan bahunya
" Kayanya belum deh kak " ucap Raya
" mungkin sebentar lagi " Raya hanya mengaguk
" aku balik ke ruangan iya ,jika butuh apa ngomong saja " raya mengaguk
" makasih " ucap indah ,ricko mengaguk
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
malam harinya mereka berkumpul bersama seperti biasanya malam ini terlihat berbeda karena ada Dafa dan ricko mereka juga sudah tidak canggung berada di tengah keluarga itu
" ada tempat karaoke tidak " celetuk indah tiba²
" kamu mau menyanyi " indah mengaguk,Alex mengeritkan keningnya menatap indah
apa ini termasuk mengidam atau gimana tanya Alex dalam hatinya
" ada di lantai 3, mau ke sana " tanya Raya,indah mengaguk
" aku juga mau " ujar Naya ,bahkan dia sudah menatap ke arah Brian ,agar mengizinkan nya
Brian menatap Alex yang hanya menaikan bahunya
" iya sudah kita ke atas " ucap Brian
" ayah ibu ayo " ucap Raya
" kalian saja,ibu sama ayah di sini saja " raya mengaguk mengerti
" pakai lift Abang " Brian mengaguk
mereka masuk dalam lift tidak terkecuali raya Dafa dan Ricko mereka memilih naik tangga
biarkan ibu hamil dan suaminya yang naik Lift
sekalipun ruangan itu jarang di pakai tapi pelayan selalu membersihkan tempat itu sehingga tidak repot² menyuruh pelayan untuk membersihkan terlebih dahulu
raya Dafa dan Ricko masuk lebih dulu ke dalam
Ricko melotot kan matanya begitu juga dafa ini lebih bagus dari pada tempat karaoke benaran
" kamu mau nyanyi apa, kan kamu pengen " indah langsung mencari lagu apa yang dia inginkan
setelah mendapat kan yang dia inginkan dia duduk di karpet menghadap depan sedangkan yang lain hanya melihat nya dari sofa
" lagu apa itu " bisik Brian ,Alex hanya menggeleng
sedangkan yang lain hanya diam saja
saat sudah masuk intro mereka kembali fokus ke depan
Ha-ah-ah-ah
Melihatmu bahagia, satu hal yang terindah
Anug'rah cinta yang pernah kupunya
Kau buatku percaya ketulusan cinta
Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat
Seakan semua tak mungkin menghilang
Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan
Tak tersisa lagi waktu bersama
Mengapa masih ada
Sisa rasa di dada
Di saat kau pergi begitu saja?
Mampukah ku bertahan
Tanpa hadirmu, sayang?
Tuhan, sampaikan rindu untuknya (rindu untuknya)
Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat
Seakan semua tak mungkin menghilang
Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan
Tak tersisa lagi waktu bersama (waktu bersama)
Mengapa masih ada
Sisa rasa di dada
Di saat kau pergi begitu saja? (Begitu saja)
Mampukah ku bertahan
Tanpa hadirmu, sayang?
Tuhan, sampaikan rindu untuknya
Oh, masih tersimpan
Setiap kenangan, ho-wo-wo-oh
Semua cinta yang kau beri
Kau takkan terganti
Mеngapa masih ada (masih ada)
Sisa rasa di dada (rasa di dada)
Di saat kau pergi begitu saja?
Mampukah ku bertahan
(Tanpa hadirmu, sayang?)
__ADS_1
Tuhan, sampaikan rindu untuknya
semua bertepuk tangan tapi tidak dengan Brian dan Alex
" suaranya merdu juga " Alex hanya tersenyum
" Abang boleh " Brian hanya mengangguk
" sini " indah mendekat ke arah Alex
CUP
Dafa,raya,dan Ricko membuang wajahnya ke arah lain saat melihat Alex mencium bibir indah
sedangkan Naya masih sibuk mencari lagu
" semangat Nay " teriak Raya,Naya hanya mengaguk saja semuanya kembali terdiam
Dimana bisa aku temukan
Kenyamanan rindu engkau beri
Andai kan kau tau disini ku rindu
Akan semua kenangan kita
Kuharap disana kau bahagia
Ku harap kamu tak lupakanku
Andaikan ku bisa mengulang kembali
Masa indah bersamamu
Aku merindukanmu masih merindukanmu
Meski kini tlah jauh hatiku tetap untukmu
Aku rindu perhatianmu ketulusan dalam hatimu
Meski jarak memisahkan hatiku tetap untukmu
Kuharap disana kau bahagia
Ku harap kamu tak lupakanku
Andaikan ku bisa mengulang kembali
Masa indah bersamamu
Aku merindukanmu
Masih merindukanmu
Meski kini tlah jauh
Hatiku tetap untukmu
Aku rindu perhatianmu
Ketulusan dalam hatimu
Meski jarak memisahkan
Hatiku tetap untukmu
Meski kau kini jauh
Disaat tiada pembeda
Hatiku tetap slalu terbuka
Slalu untukmu untukmu
Aku merindukanmu
Masih merindukanmu
Meski kini tlah jauh
Hatiku tetap untukmu
Aku rindu perhatianmu (aku rindu)
Ketulusan dalam hatimu (perhatianmu)
Meski jarak memisahkan
Hatiku tetap untukmu (hatiku tetap untukmu)
Aku rindu perhatianmu
Ketulusan dalam hatimu
Meski jarak memisahkan
Meski jarak memisahkan
Hatiku tetap untukmu
setelah Naya bernyanyi semuanya tersenyum tapi di sini Dafa hanya diam saja ,seolah nyanyian itu mewakili perasaan nya
tapi dengan cepat dia mengalihkan pikiran nya sekarang dia sudah bersama Raya dan mereka akan bertunangan
" apa kalian galau kenapa melow sekali " tanya raya ,Naya hanya tertawa kecil
" siapa lagi " dengan bangga Ricko berdiri membuat mereka menatapnya
" kau yakin ,jangan membuat kuping kami panas karena suara mu " Ricko mencibir
acara karaoke mereka terus berlanjut hanya Brian dan Alex yang tidak bernyanyi mereka hanya menemani mereka
sudah 2 jam sudah mereka menghabiskan waktu di sana
" nanti lagi kita lanjut sekarang sudah waktunya istirahat " ucap Brian membuka suara
" iya ini juga sudah lama kita di sini,Ade sudah lelah " ucap raya
" karena kamu seperti cacing kepanasan " cibir Naya
" yang penting aku senang " ucap Raya
__ADS_1
setelah itu mereka berpisah,Dafa dan Ricko yang di tawari tidur di rumah itu
memilih pulang karena tidak enak apa lagi hubungan Dafa dan Raya masih status pacaran belum ada ikatan