Sayangi Aku

Sayangi Aku
obat darah tinggi


__ADS_3

" Abang " Naya langsung berjalan ke arah luar untuk menyambut suaminya


" Abang dari kantor tunggu saja di situ iya " Naya mengaguk patuh


" tunggu Abang di bawah saja iya ,Abang mau bersih² dulu " ucap Brian saat sudah di dekat Naya


" jangan lama" Brian mengaguk dan meninggalkan Naya yang masih berdiri di Abang pintu


" sayang masuk ini sudah sore " Naya berbalik masuk dalam rumah saat mendengar teriakan suaminya


" pulang saja Lex " Ucap Brian saat Alex ikut menaiki tangga


" iya tuan " Alex langsung berbalik lalu meninggal kan masion utama milik Brian


saat sampai di kamar Brian langsung membuka bajunya karena di bawah istrinya sedang menunggu


sedangkan Alex, baru saja memasuki area rumah rumahnya matanya menangkap sosok yang sangat dia rindukan


" kenapa suka sekali di sini " indah menatap Alex lalu tersenyum


" kang....


" mandi dulu iya baru pulang " indah langsung menekuk wajah nya kesal , sedangkan Alex hanya tertawa kecil lalu meninggalkan indah yang masih kesal




"sore semuanya "



" sore Abang " Brian tersenyum menatap mereka



" hari ini anak papi ngapain saja hm "



CUP



" apa mereka rewel " Naya menggeleng



" hanya sesekali saja " ucap Naya Brian Mengaguk lalu mengelus perut Naya



" gimana kerjaan kalian " tanya ayah abbas



" Alhamdulillah lancar ayah " ucap Brian



" kapan kalian belanja nanti ibu temani " ujar ibu sisil



" belum Bu, nanti kalau Naya selesai ujian dulu baru belanjanya " ucap Brian



" nanti ayah yang beli keperluan mereka " ucap ayah abbas



" jangan mau Abang itu sogokan agar ayah tidur di kamar " Brian tertawa lepas



" benar kha ???" Raya mengaguk " tadi pagi Ade tidak sengaja lihat ayah ke luar dari kamar tamu " ucap Raya yang ikut tertawa



"tidak ada kaitannya, sekalipun tidur di kamar pak Mamat " ucap ayah abbas ketus



" iya terserah ayah saja mana baiknya " ucap Brian dia tidak mungkin menolak niat baik ayah nya



bagaimana pun itu cucu mereka bukan



" selamat sore " ucap Alex yang baru datang bersama indah



" indah kenapa nak " tanya ibu sisil



" marah Bu " mereka mengkerut kan keningnya



" kamu buat salah " tanya ayah abbas



" tidak,Alex baru pulang dan menolak di peluk makanya wajah nya seperti itu " mereka mengaguk mengerti sedangkan indah diam saja



" Alex banyak kumannya Nda,apa kamu mau anak mu kena kuman perusahaan yang menempel di mana² belum lagi saat mereka di lapangan banyak debu mau anakmu kena virus " ucap Raya



" kan nanti bisa mandi bareng " Ucap indah polos



" eh indah mulutnya kaya rem blong " ucap Raya ketus



" sudah jangan marah² nanti Anakmu takut " ucap Alex



" memang itu bukan anaknya Kaka " tanya Naya



" bukan!!!!anak nya indah " ucap Alex membuat mereka menggeleng saja



" jadi minum jusnya " indah mengaguk



" Ade,Kaka bisa minta tolong " perasan Raya sudah mulai tidak enak



" jangan aneh², minta tolong apa " tanya Raya



" bikinkan jus tomat sama masakan brokoli iya " seketika wajah raya lesuh sudah iya duga


__ADS_1


" sudah ku duga , kenapa mereka selalu membuatku repot sih " gumam Raya lalu berdiri dari duduknya



" di cuci dulu iya ,brokolinya rendam garam sebelum di masak ,jangan lama² " raya hanya mengaguk lalu meninggalkan mereka dengan lesuh



" makasih " Alex hanya mengangguk



" apa kalian tidak bisa jika mengidam hal yang wajar " tanya ayah abbas



" memang dulu ibu ngidamnya gimana " tanya Brian



" jangan di tanya, setiap ibu kalian ngidam perasaan ayah seperti naik rollercoaster " ucap ayah abbas membuat mereka bingung



" makan malam mau makan buah, nanti saat jam 10 atau jam 3 dia bangun minta makan nasi ,tapi bukan makanan yang ada dalam rumah harus kita cari di luar kecuali memang tidak ada di luar baru dia akan makan yang ada di rumah " ucap ayah abbas



" ibu bikin repot " ucap Brian



" itu ibu hamil Abang, Abang yang bikin repot " Brian tersenyum kuda



" benarkah?? Abang kira Ade " ibu Sisil mendengus saja



" kalau hamil Ade ,ibumu banyak manjanya ,bahkan hampir setiap hari ke mall ,ayah sempat berpikir ingin pindah saja di mall karena ibu mu tidak berhenti merengek ingin ke mall" ucap ayah abbas



" pantasan Ade selalu ke mall shoping ternyata sudah di latih sejak dalam perut " ujar Alex ,ayah mengaguk membenarkan



setelah menunggu beberapa lama Raya datang dengan segelas jus tomat dan piring brokoli



" ini " tanya Raya



" sambalnya mana " tanya indah tanpa dosa



" kan tadi tidak bilang " ucap Raya



" Ade minta tolong iya " raya mendengus kesal



" jika anak kaka sudah lahir akan ku buat dia menangis histeris " ucap Raya lalu meninggalkan mereka dengan perasaan yang entah lah



" nona muda apa ada Masahlah " tanya pak Mamat



" cucu paman yang bikin masalah, sudah di bikin kan jus , masakan brokoli sekarang minta di bikinkan sambal " pak Mamat menahan senyumnya agar tidak tertawa melihat kekesalan Raya karena ngidam nya indah




" bibi siapkan semua bahan untuk bikin sambal ,lombok nya 10 saja iya " pelayan langsung menyiapkan semua yang di butuhkan raya



setelah selesai mereka menggoreng nya ,lalu Raya sendiri yang mengulek nya sambil mengumpat kesal pada indah



" kemarin Naya , sekarang indah ingin sekali wajah mereka aku ulek " pelayan yang mendengar gumaman rata hanya bisa menahan bibir agar tidak tertawa



setelah selesai dia membawa sambal nya di ulek yang masih dalam cobek ke taman belakang.



" mau apa lagi " tanya Raya sambil meletakkan cobek di depan indah



" makasih " raya mencibir saja



" makan lah " indah mengaguk lalu mengambil brokoli di celupkan dalam sambal membuat mereka menelan ludah nya kasar



dalam hati mereka apa rasanya brokoli campur sambal tapi bagi indah itu adalah sangat enak



bahkan Naya yang juga hamil meringis melihat indah yang makan brokoli pakai sambal



" apa istrimu tidak aneh " Alex hanya mengaguk saja



" sangat aneh sama kaya Naya aneh sekali " ucap Raya



" koh jadi aku sih ' ucap Naya



" memang benar, bahkan kamu menyuruh ayah goreng ayam yang rasanya seperti minum air laut dan kamu bilang itu makanan yang sangat enak " ucap Raya



" memang enak koh " ujar Naya yang tidak mau ikut di salah kan



" iya enak versi mu ,tapi bagi kami itu makanan yang sangat buruk ,bahkan kami sampai sembelit " ucap Raya



" perutmu saja yang norak tidak bisa membedakan makanan enak dan tidak " ucap Naya



" sana periksa perutmu baru kamu lihat perut siapa yang norak " ucap Raya



" sepertinya akan berlanjut " mereka mengaguk sedangkan indah hanya fokus pada makanan nya tanpa peduli apa yang terjadi di dekatnya

__ADS_1



" perutku baik² saja makanya aku bisa hamil kembar " ucap naya



" tidak ada kaitannya " ucap Raya



" ada,kan mereka ada dalam perutku " ucap Naya



" perut jelek " ucap Raya kesal



" awas iya kalau nanti mereka sudah lahir jangan pegang mereka atau nanti tangan mu kurapan " ucap Naya



" tidak akan terjadi ,mereka tidak akan menyentuh kulit ku yang mulus ini jamur seperti mereka akan pergi hanya melihatnya saja " ucap raya sambil mengelus lengannya layak nya bintang iklan



" akan aku kunci kamarku nanti begitu juga kamar si kembar " ucap Naya



" sudah " jerit ibu sisil



" sakit kuping ibu, kepala ibu juga sudah sakit " lanjut nya sambil menatap Naya dan Raya yang selalu tidak mau kalah jika sudah berdebat



" raya /Naya duluan " ujar mereka bersamaan



" Naya ,Ade " mereka menutup mulut mereka dengan rapat rapi tidak dengan mata mereka yang memancarkan permusuhan



" indah kenyang " mereka semua menatap indah



" orang lagi berdebat dia malah asik makan " ucap raya



" aku tidak akan kenyang hanya untuk mendengar ocehan mu " ucap indah



" apa kamu bilang " Raya kembali tersulut emosinya



" anak ku butuh makan bukan butuh suaramu yang cempreng itu " Raya menatap horor ke arah indah



"wah kalian sangat luar biasa iya !! lihat saja nanti saat di kampus lakukan sendiri apa yang kalian inginkan " ucap Raya kesal



" indah tidak pernah,Naya yang selalu seperti itu " ucap indah



" koh Naya lagi sih " ujar Naya



" memang!!! coba tanya Raya " ucap indah , Naya menatap Raya



" apa " jawab Raya ketus



" kalian jika tidak diam ,akan ayah kurung satu kamar " ujar ayah abbas yang mulai jengah



" indah / Naya/ Raya " mereka saling menyalahkan satu sama lain



mereka hanya menghela napas nya melihat tiga wanita itu berdebat



" masih mau di sini " indah mengaguk menatap Alex



" maka diam ,suara kalian membuat ku pusing " ucap Brian



" iya " ujar mereka



" besok telepon Ivan mengantarkan obat penurun darah tinggi sepertinya Mulai sekarang ayah harus meminumnya sebelum darah ayah naik " ucap ayah abbas



" ibu juga minta buat jaga² " ibu Sisil sambil memijat keningnya



" mau makan yang lain " tanya Alex



" tidak ,aku sudah kenyang " ucap indah



" bagaimana.....



" Ade " raya langsung menutup mulutnya saat Alex memotong ucapan nya yang belum selesai



" itukan ...



" sayang " Naya mendengus kesal belum juga bicara sudah mendengar suara horor



" astaga !!! apa kalian dulu musuh bebuyutan hah " ucap ibu sisil kesal



belum juga kering mulut mereka !!!



kini mereka kembali bersuara !!!

__ADS_1


__ADS_2