
pagi ini pihak rumah sakit sedang di hebohkan akan kedatangan pemilik nya siapa lagi jika bukan Brian Galih Malik ,saat semalam asistennya memberi tahu mereka membuat yang shif malam belum di izinkan untuk pulang karena alasan itu,bahkan dokter kandungan khusus wanita sudah di siapkan
" apa semuanya sudah siap " tanya Brian
" sudah tuan " ucap Alex
" Ivan " tanya Brian
" sudah menunggu kita tuan " ucap Alex
" jangan biarkan para pencari berita memotret istriku " ucap Brian lagi mengingat status istrinya masih di tutupi
" iya tuan, Ivan sudah menunggu kita di tempat parkiran khusus " Brian hanya mengangguk saja
" sayang " panggil Naya ,Brian menatap Naya
" mau mangga " ucap Naya
" iya nanti pulang kita beli iyaa " ucap brian
" yang masih mudah " ucap Naya membuat Brian menatap tajam
" kecut yank " Naya menggelengkan kepalanya
" nanti kita bicara sama ibu iya " Naya menggaguk
" kita sudah sampai tuan " ucap Alex lalu ke luar di luar sudah di tunggu Ivan dan dokter kandungan serta yang berkerja di rumah sakit itu
" ingat kalian tidak di perbolehkan untuk mencuri atau mengambil gambar nyonya muda secara terang terangan jika sampai aku menemukannya bersiaplah kepala kalian putus " ucap Alex tegas ,membuat mereka menelan ludahnya paksa
" ba...baik tuan " ucap mereka sambil menunduk
" sudah ayo " ucap Ivan ,Alex membukakan pintu mobil untuk Brian dan Naya
" untuk pria tundukan pandangan kalian " bentak Alex yang merasa pria langsung menunduk tanpa menolak selain Ivan
" ayo sayang " ucap Brian sambil menggegam tangan istrinya untuk ke luar ,saat ke luar mata mereka melotot melihat kecantikan nyonya muda dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja sekaligus istri dari pemilik GM Corp, mereka hanya bisa mengagumi dalam diam
ayah ibu dan Raya juga sudah turun dalam mobil
" duduk sayang " ucap Brian sambil memegang kursi roda,Naya mengikuti saja
" sayang " panggil Naya
" kenapa " tanya Brian ,Naya hanya melihat saja
" kenapa nak " tanya ibu menghampiri Naya
" mual Bu , banyak sekali aroma parfumnya " ucap Naya dengan mata yang berkaca-kaca
" Ivan minta masker " ucap ibu
" kenapa pakai masker Bu " tanya Alex
" Naya mual ,banyak sekali aroma parfum " ucap ibu Brian dan Alex hanya mengangguk saja sekalipun tidak megerti
" ini nyonya " Naya menerima nya
" makasih kak Ivan " ucap Naya ,Ivan hanya tersenyum
" tahan bibirmu jika tidak ingin aku lindas " bisik Alex ,Ivan hanya mencibir saja
saat mereka melewati perawat dan dokter lainnya Naya mengucap kan maaf karena harus memakai masker,mereka yang mendengar kata maaf dari Naya membuat mereka kaget tapi tidak berani untuk angkat kepala ,karena tatapan asisten dari bos mereka
" sudah tidak papa nak ,mereka juga paham " ucap ibu sambil mengelus pundak naya ,sedangkan Brian mendorong kursi istrinya di ikuti oleh dokter yang akan menangani Naya
" silakan masuk tuan " Ucap Alex sambil membukakan pintu sedangkan dalam ruangan sudah ada suster dua orang yang menunggu mereka
" selamat pagi tuan ,nyonya " ucap mereka sambil membungkuk badannya
" pagi suster, maaf aku pakai masker " ucap Naya
" tidak papa nyonya muda " ucap mereka tersenyum
Naya di bantu Brian untuk duduk di kursi sedangkan dokter kandungan juga sudah duduk di kursinya
"maaf nyonya kenalkan saya yang akan mendampingi Anda selama masa kehamilan saya dokter Sekar " Ucap dokter Sekar sambil menunduk kepalanya
" iya dok ,saya Naya " ucap Naya
" apa yang anda rasakan nyonya " tanya dokter Sekar
" mual, pusing terus dag bisa dekat dengan Raya " tunjuk Naya ke arah Raya yang berdiri di pojok agar Naya tidak marah
"apa harus kau menceritakan itu " ucap Raya kesal
" adek " ucap ayah ibu ,sedangkan Alex dan Ivan menunggu di ruang tamu ,pemeriksan Naya
Raya langsung menutup mulut nya rapat
" itu bisa saja terjadi di awal kehamilan, semua wanita hamil berbeda-beda ada juga yang tidak mengalami seperti nyonya dan masih banyak lagi , apa lagi yang di rasakan" tanya dokter
__ADS_1
" tidak bisa makan dok ,bau nya bikin mual " ucap Naya
" baik lah, tapi di usahakan untuk tetap makan, karena bagi mana pun calon anak nyonya butuh asupan begitu juga dengan nyonya , sedikit sedikit saja makannya,makan yang tidak membuat anda mual, dan kalau bisa masaknya jangan terlalu banyak bumbu bumbu agar nyonya bisa makan , makan buah sayur juga iya " ucap dokter
" tadi pagi makan buah pepaya mual dokter " ucap Brian
" tidak papa makan yang bisa di makan saja , ayo kita periksa dulu keadaan baby-nya iya " ucap dokter Sekar berdiri ,Brian membantu Naya berdiri setelah itu membantunya berbaring di atas tempat tidur
suster sudah menyiapkan alat USG nya
dokter Sekar mengakat baju Naya ,tapi di tahan Brian
" kenapa harus di buka " ucap Brian dingin
" maaf tuan muda ,tapi kita akan melakukan USG agar anda bisa melihat calon anak anda" ucap dokter sekar
" Ayah ke luar " ucap Brian sambil menatap ayah nya ,saat ingin protes ibu mendorong tubuh suaminya
" iya iya ayah akan ke luar , posesif " cibir ayah Abbas
" loh koh ayah ke luar " tanya Alex
" tuh anak kurang ajar , orang mau lihat cucuku malah di usir " ucap ayah kesal membuat Ivan tertawa kecil
" memang mereka ngapain di dalam " tanya Alex
" mereka melakukan USG mungkin Brian tidak suka ayah melihat tubuh naya " ucap Ivan sambil tersenyum
" memang harus membuka baju jika melakukan USG " tanya Alex polos
" nikah lah nak ,ayah sudah tua " ucap ayah abbas kesal dengan pertanyaan Alex, sedangkan Ivan sudah tidak tahan lagi iya tertawa lepas
" tuan nyonya anda bisa melihat yang kecil putih itu adalah janin, ukuranya masih sebesar biji kacang hijau karena usai kandungan nya masih berusia 4 Minggu beratnya kurang lebih 1 gram dan untuk panjang nya 0.1 cm untuk kondisi janin semuanya baik,untuk tuan dan nyonya mohon di jaga dengan baik karena kandungan nya masih sangat muda ,rentan akan keguguran " ucap dokter Sekar
" dok aku mau tanya " ucap Brian sambil menatap layar USG
" kenapa dia tidak berbentuk bayi " tanya Brian sambil menetap dokter
dokter Sekar tersenyum ,sedangkan ibu Raya dan Naya menahan malu
" kandungan nyonya masih 4 Minggu ,tapi setiap bertambah nya usai kehamilan bentuk janin akan berubah Tiap minggunya " dokter menjeda ucapannya " maaf tuan perlu di ingat untuk aktivitas malamnya kalau bisa di tunda dulu sampai usia kandungan nyonya 3 bulan karena kondisi janin sudah lebih kuat " Brian menatap tajam dokter Sekar membuatnya menelan ludahnya paksa " tapi bisa juga di lakukan dengan secara pelan agar tidak menyakiti nyonya dan calon anak anda seminggu 2 atau 3 kali " Ucap dokter Sekar dengan wajah pucat nya
"maaf dokter sekar " ucap ibu sisil sambil tersenyum sedangkan raya sudah geleng-geleng kepalanya
" tidak papa nyonya " membalas senyuman ibu sisil " ada lagi yang mau di tanyakan " tanya dokter Sekar
" tidak dok " ucap Naya
" tuan bisa di bantu nyonya untuk turun " Brian membantu istrinya untuk turun dan duduk di kursi
" saya akan resep kan obat Mual dan juga vitamin ,obat mualnya di minum saat nyonya mual saja iya ,jangan lupa susu hamilnya juga iya agar baby-nya kuat " ucap dokter Sekar sambil tersenyum menatap Naya
" terimakasih dokter " Ucap Naya
" sama sama nyonya muda " Ucap dokter
" apa sudah selesai " tanya dokter Sekar pada perawat
" sudah dok " sambil memberikan foto USG Naya pada Brian ,Brian tersenyum melihat gambar calon anaknya
"apa sudah selesai dokter " tanya ibu
" sudah nyonya besar " Ucap dokter
Brian membantu Naya berdiri mereka ke luar dari ruangan itu di ikuti dokter dan perawat
" Lex letakan di meja kerjaku ,dan ini tembus obat Naya " ucap Brian sambil memberikan foto USG dan resep obat
" ini untuk apa tuan " tanya Alex sambil menunjukan foto USG
" itu foto USG istriku dan itu calon anakku " ucap Brian
" yang mana calon anak anda tuan semuanya sama Gelap cuma yang ini putih kecil " tanya Alex sambil menunjuk gambar
" itu sudah janin anaknya usianya baru 4 Minggu jadi besarnya kaya getho ,nanti juga akan berubah " ucap Ivan ,Alex hanya mengangguk saja
" iya sudah aku ambil dulu obatnya " ucap Alex lalu ke luar dari ruangan itu
" aaawwww " pekik seorang wanita saat dia menabrak seseorang
" apa kamu tidak memiliki mata sehingga tidak melihat ku berjalan hah " bentak Alex pada wanita yang menabraknya
" maaf tuan ,saya buru buru " ucap nya sambil mengelus lututnya yang luka
" cih menyebalkan " ucap alex lalu berjalan meninggalkan wanita itu
" astaga kenapa aku harus ketemu dengan pria itu " Ucap nya sambil berdiri dia mengumpat dalam hati
" maaf nona apa anda baik baik saja " ucap wanita yang menghampiri
" iya sudah tidak papa ayo kita pulang langsung ke kampus " Ucap nya lagi setelah itu mereka meninggalkan rumah sakit itu
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" sayang aku langsung ke kantor iya sama Alex, kamu ikut mobil ayah " ucap Brian sambil mencium kening istrinya dan itu semua di lihat oleh pekerja di rumah sakit itu
" tapi ada Raya ,aku mual " ucap naya sendu
" astaga aku ingin membunuhnya jika bisa " geram Raya memutar bola matanya
" adek " ucap ayah sedangkan Brian dan Alex sudah menatapnya
" maaf tadi lidah Ade licin kaya belut " ucapnya sambil tersenyum kuda
" nanti Ade ikut kami ,kan dia mau ke kampus dulu sayang " ucap Brian
" mangga muda nya kaya mana ,tadi sudah bilang " tanya Naya
" nanti kita singgah beli iya " ucap ibu sisil
" Bu tapi itu kecut nanti Naya sakit perut " ucap Brian Naya sudah mulai berkaca-kaca matanya
" lihat istri mu" bisik Ivan ,Brian pun melihat istrinya yang sudah siap menangis " ikuti saja orang hamil memang seperti itu " ucap nya lagi
" ok ok kamu bisa makan mangga muda ,bila perlu daun nya yang muda juga boleh ,asal jangan nangis iya " Ucap Brian sambil mengelus kepala istrinya
" iya sudah ayo ,kita masuk katanya mau cari mangga " ucap ayah abbas ,Naya mencium punggung tangan suaminya
" ayah hati hati bawah istri dan anakku jika ayah ingin selamat dari tangan Alex " ucap Brian sambil menatap ayah nya
" iya iya cerewet amat " ucap ayah kesal
" sayang pulang nya jangan larut " Brian hanya mengangguk saja
" raya " panggil Naya
" apa " ucap raya ketus langsung mendapat jitakan kepala dari Alex
" iya Nay " ucap raya sambil mengelus keningnya sedangkan Naya tersenyum
" izinin iya tapi jangan ngomong yang aneh aneh " ucap Naya ,raya hanya mengangguk sambil tersenyum
" sudah adek masuk sana " ucap Alex, raya pun masuk dalam mobil
" jangan lama-lama jalan nya" ucap Brian saat istri dan orang tua nya sudah dalam mobil
" iya " ucap Naya
" ayo kita ke kantor" ucap Brian , langsung masuk dalam mobil
" apa kau tidak mau berterimakasih " Ucap Ivan ,
" aku sudah menggaji mu dengan besar tidak usah banyak bicara " ucap ketus Brian
" cih " cibir Ivan
semua dokter perawat menunduk kepalanya saat mobil pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja berjalan ke luar dari pekarangan rumah sakit
" adek kenapa dengan mukamu " tanya Brian
" anak Abang itu punya masahlah apa sih sama Ade " tanya Raya kesal
" mana Abang tau kenapa tadi tidak tanya saat di USG " ucap Brian
" mungkin Ade jelek kali " celetuk Alex
" sok tau , apa Kaka tahu di kampus banyak yang lirik Ade tapi Ade ogah " ucap raya sombong
" pakaian di mall banyak juga yang lirik tapi tidak di beli juga " ucap Alex menatap raya di kaca spion
" susah ngomong sama kutub " cibir Raya
" Abang nanti tidak jadi ke Korea nya " tanya Raya dengan antusias
" belum tau,nanti Abang tanya dokter dulu " ucap brian
" mau ngapain lagi ke Korea kan sudah ada hasilnya " ucap Raya
" memang kalau sudah ada hasilnya tidak boleh ke sana " ucap Brian
" bukan begitu,tapi sudah lah adek malas debat dengan Abang " ucap raya kesal
" nanti kita lihat saja " ucap brian
" sudah sana turun " Ucap Alex
" ehs menyebalkan " ucap Raya turun dari mobil itu dan membanting pintu nya membuat Brian dan Alex kaget
" siap siap " raya tersenyum kuda mendengar ancaman Alex dia mengakat jarinya bentuk v
" jalan Lex " ucap Brian
" iya " ucap Alex lalu meninggalkan kampus itu
__ADS_1