Sayangi Aku

Sayangi Aku
tanda - tanda


__ADS_3

sebulan telah berlalu kini kandungan Naya sudah memasuki usia 9 bulan, sedangkan indah sudah memasuki 4 bulan tapi mereka belum mengetahui jenis kelamin nya karena kata dokter mereka malu memperlihatkan itu membuat indah tertawa geli


kini ke Diaman Brian ada mertuanya semenjak hamil tua Mereka lah yang lebih sering ke sini


ada Alex dan juga keluarga kecil Siska karena semenjak mertuanya sakit Siska jarang sekali pulang dan hanya suaminya yang berada di rumah besar itu


Siska hanya sesekali datang begitu juga sebaliknya Boby akan ke kampung saat weekend


tapi sekarang mereka sudah bisa berkumpul kembali karena keadaan mertuanya sudah jauh lebih baik


kini Naya dan mama Lila sedang duduk santai di taman belakang sedangkan yang lainnya bercerita di ruangan tengah


karena memang tadi Naya meminta mamanya untuk menemani nya jalan² di taman seperti kata dokter


"kita masuk ke dalam iya " Naya mengaguk


" cape " Naya tersenyum lembut


" tapi Naya senang koh ma " ucap Naya lembut


" sudah yank " tanya Brian saat melihat Naya dan mama nya masuk menghampiri mereka


" iya " ucap Naya lalu duduk di samping suaminya


lalu mereka kembali bercerita membahas tentang toko mertua Brian, perusahaan dan banyak lagi


Naya yang merasa perutnya sakit sejak di taman tadi hanya diam saja menahan sakitnya


karena dokter selalu menghubungi nya setiap pagi dan sore hari


jadi Naya sedikit paham jika sakitnya datang hanya sesekali yang penting tidak panik


30 menit berlalu Naya sudah tidak bisa menahan nya lagi,Naya meremas lengan Brian membuat Brian kaget


" kenapa sayang " tanya Brian panik


" pe huh rut Naya sakit " ucap Naya lirih


" Naya mau lahiran bang " Brian langsung melotot kan matanya kaget


" kamu sudah mau lahiran yank " Naya mengaguk lemah


" bawa Naya ke mobil Abang " Brian mengaguk


" sayang " pekik Brian saat melihat bagian bawah Naya sudah basah


" angkat Abang " teriakk ibu Sisil panik saat melihat ketuban Naya ke luar


tanpa berkata lagi Brian langsung mengangkat Naya dan Ke luar dar rumah itu


" sayang tahan iya " Naya mengaguk lemah


" pelan² bri " Brian mengaguk,saat Alex membukakan pintu mobil


" kamu sudah hubungi pihak rumah sakit"


" mereka sudah menunggu kita " Brian mengaguk


" sayang, tahan sedikit lagi jangan buat mami kesakitan sabar iya sebentar lagi kita bertemu " Brian mengelus perut Naya ,lalu menatap istrinya yang sudah pucat


" maaf sayang maaf " ucap Brian lirih sambil mengelus pipi Naya dan merapikan rambutnya


" tahan sebentar iya " Naya mengaguk


" pijitin pinggang belakang ku " Brian langsung memijat lembut pinggang Naya


" hus hus hus hus " Naya mencekram paha Brian ketika rasa sakitnya kembali datang


" cepat sedikit pak " bentak Alex ,pada sopir

__ADS_1


" iya tuan " ucap sang sopir lalu menambah kecepatan mobilnya


sedangkan rumah besar itu masih saja heboh


" ibu pakaian twins apa sudah di ambil " sangggah raya sambil berlari entah ke mana


" astaga ,ayah tolong ambil dulu " ucap ibu sisil


" ayah tidak tau Bu " ibu Sisil berdecak kesal lalu berlari ke arah kamar Brian


" mobil nya sudah siap pak " ucap pak Mamat


" indah di rumah saja iya sama Siska " indah mengaguk


" ayo dek duduk dulu " ucap siska karena sejak tadi indah hanya berdiri


" mas antar mereka ke rumah sakit dulu iya , titip Azzam sama azzura " ucap Boby lembut


" nanti kabarin iya mas " Bobby mengaguk


CUP


" ayo nak " panggil ayah Abbas pada Boby


" iya tuan " ucap Bobby lalu berlari ke luar


" indah di rumah iya " ucap ibu sisil


" hati² Bu " ibu sisil hanya mengaguk lalu berlari ke luar di susul raya


" by " indah mengaguk saja


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sesampai nya di rumah sakit, mereka sudah di sambut oleh dokter dan perawat bahkan di sana juga sudah ada Dafa dan Ricko


dengan sigap Ivan mendekat ke arah mereka di ikuti Dafa dan ricko yang membawa bed pasien untuk Naya


" pelan² bri " ucap Ivan


Dafa dan ricko mendorong bed itu menuju ruangan yang sudah di siapkan


sedangkan Brian selalu berada di samping Naya sambil menggegam tangan Naya


" sa...kit " ucap Naya lirih dengan di ikuti lelehan air mata


" Van cepat ke luar kan mereka ,Naya kesakitan " ucap Brian panik


karena sejak tadi Naya hanya diam ,baru ini dia mengatakan jika sakit


kini mereka sudah memasuki ruangan operasi di sana sudah di tunggu dokter bedah dan dokter kandungan


" bersihkan dulu badanmu di ruangan ku " ucap Ivan


" tapi ....


" bersihkan badan mu tidak mungkin kamu menemani nona Naya dengan keadaan seperti ini belum lagi nanti kamu melakukan skin to skin untuk anak mu "


dengan berat hati Brian ke luar dari ruangan itu bersama Ivan di susul Dafa dan ricko


karena sejak awal Brian meminta hanya dokter dan perawat wanita di dalam sana jika istri nya melahirkan


" tenang lah nona Naya baik² saja " Brian mengaguk


" tunggu mereka di sini Lex " Alex hanya mengaguk


lantaran panik nya bahkan dia tidak berpamitan pada indah


tapi dia merasa lega saat melihat pesan dari adiknya jika istri nya sedang bersamanya di rumah nya

__ADS_1


tiba² pintu ruangan terbuka Alex langsung berdiri


" apa ada masalah " tanya Alex menatap dokter yang ke luar


" di anjurkan nyonya muda melahirkan normal saja karena saat ini sudah pembukaan 8 mungkin nyonya muda sudah merasakan sakit sejak semalam " terang dokter


" tunggu sedikit lagi " dokter mengaguk ,Alex menelepon siapa saja yang dia lihat di layar HP nya


" Cepat ke sini " ucap Alex saat sambungan telepon nya sudah tersambung


" kenapa " tanya Brian panik


" dokter meminta persetujuan mu " Brian dan Ivan langsung ke luar bahkan Brian mengancing kemejanya sambil berlari


syukur ruangan Naya tidak jauh dari ruangan Ivan karena Brian meminta ruangan tersendiri dan di lantai khusus mereka


ceklek


" ada apa " tanya Brian saat sudah masuk dalam ruangan


" maaf tuan muda, kita akan melakukan persalinan normal mengingat nyonya muda sudah pembukaan 8 " Brian melotot kan matanya menatap tajam dokter wanita yang kini di depannya


" lakukan saja " bukan Brian yang menjawab nya melainkan Ivan


" apa kau gila " pekik Brian menatap Ivan


" kita tidak punya waktu, tugasmu menemani nya memberikan kekuatan ,aku ke luar " ucap Ivan lalu menatap dokter yang ada dalam ruangan itu


" lakukan saja ,saya yang akan bertanggung jawab " ucap Ivan tegas ,semua yang ada di ruangan itu mengaguk


" jika terjadi sesuatu dengan mereka akan kubunuh kamu dengan tanganku " ucap Brian tegas dan dingin


Ivan diam saja memilih ke luar


" Abang " Brian langsung melihat Naya yang sudah keringat dingin


" iya sayang maaf ,bertahan sedikit lagi iya ,kamu wanita kuat hebat, aku mencintaimu sangat " ucap Brian


lalu dia mencium seluruh wajah Naya


" nyonya jangan mengejan dulu iya ,jika saya belum minta mengejan ,atur napasnya tarik Lalu hembuskan lakukan itu " Naya menggaguk


" kamu tau kan kalau aku mencintaimu ,jadi bertahan demi aku dan anak² kita ,aku mohon " ucap Brian


bahkan dia tidak kepikiran jika Naya akan melahirkan normal karena sejak awal dia ingin Naya melakukan SC


" nyonya minum dulu iya " Naya mengaguk saat seorang perawat memberikan minuman


" saakkiiitt "ucap Naya lirih membuat Brian semakin takut


" sayang kamu kuat kamu hebat aku mencintaimu " ucap Brian


" pembukaan sudah lengkap iya " ucap dokter, Naya hanya mengangguk lemah


sedangkan di luar ruangan semua orang sudah tiba


ayah abbas dan pak Jhoni sejak tadi berdiri di depan ruangan operasi


sedangkan Alex memilih menjauh karena ada yang dia urus


Ivan sedang menenangkan ibu Sisil


begitu juga Dafa sedang menenangkan raya yang sudah menangis, sedangkan ricko duduk diam


" apa mereka baik² saja nak " Ivan menggaguk


" ibu harus tenang dan berdoa tidak boleh panik seperti ini " ucap Ivan lembut sambil mengelus punggung tangan ibu sisil


sedangkan mama Lila hanya diam sejak di mobil tadi sambil memeluk Nathan

__ADS_1


__ADS_2