
kedatangan para perias membuat ibu indah dan pelayan bingung mereka menatap orang yang kini sudah di depannya satu persatu
" siapa yang memanggil kalian " tanya ibu indah
" maaf nyonya ,kami di suruh tuan Alex,untuk membantu nona indah bersiap " ibu indah melotot kan matanya apa menantunya itu sudah menyiapkan semuanya
" ah ,bibi antar mereka ke kamar indah ,aku harus menunggu yang lainnya " ucap ibu indah
" iya nyonya ,mari mba saya antar " para perias pun mengikuti pelayan yang mengantar mereka
tok ....tok..
" non ,ini bibi " indah membuka pintu saat pelayan mengetuk pintu kamarnya
" kenapa bi,indah mau istirahat " indah belum sadar kehadiran para MUA
" maaf non, ini ada yang datang suruhan dari tuan Alex " indah menatap arah tunjuk pelayan " maksudnya " tanya indah
" kami akan bantu nona untuk bersiap " ucap salah satu dari mereka ,indah memejamkan matanya " masuk kak ,indah mandi dulu iya ,bibi makasih iya " para perias masuk dan beberapa dari mereka membawa pakaian yang akan nantinya di pakai indah
" iya non ,kalau begitu saya permisi " indah mengaguk " bibi nanti antar minuman dan camilan untuk mereka iya " ucap indah sebelum pelayan itu benaran pergi
" iya non " setelah itu indah masuk dalam kamarnya dengan perasaan bingung ingin menelpon Alex tapi dia urungkan lebih baik dia mandi dulu takut mereka nanti menunggu lama
sedangan di lantai bawah,saat mendengar suara mobil suami nya ,ibu indah berlari ke luar menyambut kedatangan anak dan suaminya
" ayah ,Kaka " saat melihat mereka sudah turun dari mobil
" kenapa mendadak seperti ini " tanya nya saat sudah di dekat istrinya
" aku juga tidak tau " ucap ibu indah " ibu sudah memberi tahu yang lain " tanya fajar
" sudah ,tapi kalau yang jauh mereka tidak bisa hadir hanya mendoakan saja ,kalau dari jauh² hari mungkin mereka bisa hadir " ucap ibu indah
" sudah, kalian mandi dulu ,ibu mau ke dapur dulu melihat persiapan mereka sudah sampai mana " ayah dan fajar pun masuk ke dalam rumah Sedangkan ibu pergi ke arah dapur
" Kaka apa mereka melakukan hal yang tidak² " fajar menatap tajam ayah nya
" apa ayah meragukan cara didik ayah selama ini , aku yakin tuan Alex tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu " ayah mencibir tingkah fajar yang terlalu mengidolakan Alex
" lihat lah dirimu berani melotot kan matamu hanya karena aku berkata kasar pada tuan mu itu "
" terserah ,Kaka mau mandi " fajar meninggalkan ayah nya sendirian yang masih menatap nya bingung
sedangan di kediaman Brian ,mereka tampak santai saja karena seserahan yang akan mereka bawa nanti sudah di urus anak buah kepercayaan Alex
" baru pulang " Raya membalikkan badannya , dan tersenyum kikuk saat mendapati Brian Alex dan Ivan sudah berada di samping kanannya
" Ade seperti pencuri saja masuknya seperti tadi " raya menekuk wajahnya
" siapa yang antar " tanya Brian " teman bang " ucap Raya tenang tapi tidak dengan hatinya yang berasa ingin melompat
" laki² atau perempuan " Ivan menatap curiga pada Raya
" pe.....perempuan " ucap Raya gugup " mandi lah " raya langsung lari ke arah kamarnya saat mendengar suara yang sejak tadi membuatnya spot jantung siapa lagi kalau bukan Alex
" anak itu mencurigakan ,apa dia punya kekasih " tanya Ivan menatap punggung Raya yang sudah mulai menjauh
" kamu sendiri kapan punya kekasih " Ivan menatap kesal ke arah Brian " jangan terlalu sombong jika bukan karena ayah mu apa sekarang kau sudah menikah cih kau bahkan masih mengharapkan wanita gila itu " skak mati Ivan membuat Brian terdiam
" Lex ,seperti nya dia sudah lelah bekerja " Brian menatap sini ke arah Ivan
" apa yang dia bicarakan benar " Brian menatap tajam Alex
bugh
Ivan meringis melihat Brian menendang kaki Alex tapi yang di tendang hanya terlihat biasa saja karena itu sudah biasa baginya
"apa kita tidak perlu memberitahu Nisa " tanya Ivan
" nanti saja jika mereka sudah menikah mau datang dan tidak itu tergantung dia " ucap Brian
" memang kapan mereka akan menikah " tanya Ivan
" Mungin bulan depan atau 2 Minggu lagi ,tanyakan pada orang nya " Ivan menatap Alex meminta jawaban
" aku mau mandi " Alex pergi begitu saja tanpa berkata apa lagi
" apa dia tidak menghormati ku sebagai Kaka iparnya " cibir Ivan sendang kan Brian memilih pergi ke kamarnya menemui istrinya enggan mendengar gerutu Ivan ,
__ADS_1
" mereka benar² manusia yang tidak punya perasaan " Ivan pun pergi ke kamar tamu untuk membersihkan diri
ceklek
Brian membuka pintunya pelan, dia melihat istrinya telah terlelap dalam tidurnya padahal ini sudah sore
" sayang " Brian mengelus pipi istrinya, Naya membuka matanya tersenyum,dia memeluk erat pinggang Brian yang masih duduk di ujung ranjang tempat tidur mereka
" mandi dulu ayo , harus siap² sayang " Naya hanya menaikan tangannya sebelah Kanan dengan tujuan 5 menit lagi
" baiklah ,aku mandi dulu iya " Naya menahan pinggang suaminya " aku belum siapkan bajunya ,tunggu 5 menit " Brian menggaguk saja dari pada nanti Isti nya ngamuk ,Brian mengelus kepala Naya dengan lembut matanya menatap perut buncit istrinya
" sehat terus sayang ,ayah menunggumu " ucap Brian lirih " ayo Abang mandi ,aku siapkan bajunya " Brian menatap istrinya
" Sudah " Naya mengaguk " apa Raya sudah pulang " Brian menggaguk
naya bangun di bantu oleh suaminya ,setelah itu dia berjalan ke arah walk in close sedangkan Brian menuju kamar mandi
dret....dret....
Alex menatap layar HP nya ,panggilan video Alex mendudukan bokong nya di sofa
" hebm " indah menatap Alex masih dengan pakaian tadi
"kenapa harus seperti ini " tanya indah
" ikutin saja ,aku tidak perlu meminta pendapat mu atau persetujuan mu " indah menekuk wajah nya kesal
" tapi setidaknya bicara dulu " ucap indah
" sudah,aku mau mandi berikan HP nya pada mereka "
" siapa " tanya indah bingung
" yang ada di dekatmu sekarang memang siapa " indah mendekat hp nya pada perias yang duduk di dekatnya
" iya tuan " saat HP sudah berada di dekatnya
" lakukan tugas kalian dengan baik ,jika hasilnya tidak memuaskan besok pagi salon dan butik kalian akan rata dengan tanah "
setelah itu Alex mematikan HP nya sedangkan para perias menelan susah air liur mereka
" kakak tidak usah khawatir aku yakin Kaka bisa koh ,tidak usah dengarkan ucapan dia " indah mengutuk Alex yang selalu sesuka hatinya berbicara tanpa berpikir
" Kaka makan dan minum dulu ,maaf hanya ada ini " ucap Indah lembut
" tapi non ...
" makan saja dulu waktunya masih panjang, Kaka bekerja harus butuh tenaga bukan " mereka pun memakan yang sudah di sediakan pelayan di rumah indah ,sedangkan indah masuk ke dalam walk in close entah lah apa yang dia cari
tok .....tok ....
Alex membuka matanya menatap ke arah pintu ,dengan berat Alex membuka pintu kamarnya ,dia tersenyum hangat saat melihat yang ada di depannya siapa
" kalian datang " Alex memeluk adiknya d samping adiknya ada suaminya dan tidak lupa si kembar
" iya ,ayah tadi telepon kami harus datang ,jadi aku menyuruh Boby cepat pulang takutnya nanti telat " ucap Siska membalas pelukan kakaknya
" terimakasih " Alex menggaguk saja
" iya sudah kalian istirahat saja dulu " Alex berjongkok melihat si kembar yang ada di stroller si kembar " hai kalian sudah besar,ini pertemuan ke dua kita iya ,jadilah anak yang kuat jangan menyusahkan ibu dan ayah kalian ,setelah ini kita akan terus bertemu " Alex mengelus pipi si kembar lalu menatap suami adiknya " kamu sudah mengurus semuanya " tanya Alex
" sudah tuan, Minggu depan kami akan pindah dekat di sini,sesuai keinginan ayah " Alex menggaguk, iya dia sudah mengizinkan suami adiknya Bekerja di perusahaan pusat ,karena ayah nya tetap ingin bekerja sehingga Alex harus memindahkan iparnya lebih dekat dengan mereka sehingga ayah nya tidak terlalu jauh dengan mereka
"iya sudah kalian istirahat lah " setelah mengatakan itu Alex masuk dalam kamarnya ,sedangkan adik nya masuk dalam kamar mereka
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
kini mereka sudah bersiap pergi ke rumah indah ,seserahan juga sudah siap bahkan ibu sisil sudah memeriksa semuanya
" apa kau tegang " tanya Ivan
" apa kau perna melihatku tegang " Ivan mencibir saja
" apa kau lupa aku Kaka ipar mu " ucap Ivan tersenyum " aku tidak peduli " ucap Alex ketus
" apa Ade sudah cantik " tanya raya melihat orang yang sedang duduk di ruangan tengah
" jelek " ucap Ivan dan Alex ,raya menatap sinis pada mereka
__ADS_1
" hai kalian sudah besar iya ,nanti kalau besar jangan seperti paman kalian iya " ucap raya
" selamat malam Nona muda " raya tersenyum pada Siska
" malam Kakak " ucap raya ,sambil bermain dengan si kembar
" maaf " ucap Brian yang baru ikut bergabung ,Boby dan Siska berdiri
" selamat malam tuan muda ,nyonya muda " ucap mereka sambil menunduk kan kepala
" mau berangkat sekarang " tanya Brian
" tidak ,tahun depan saja " ucap ketus Ivan
" ayo kita berangkat " ucap ayah abbas, mereka berdiri
" ah paman sangat tampan malam ini , Kaka Siska jika paman nikah lagi gimana " Siska tersenyum melihat raya yang yang bergelut manja di lengan Alex
" kami siap saja non " ucap siska
"benarkah ,kebetulan pelayan di rumah ini masih gadis semua " ucap raya tertawa kuda , sedangkan mereka mendengar kan saja ucapan Raya
" hati² sayang " Brian melindungi kepala Naya saat dia masuk mobil ,mereka memakai mobil berbeda dengan ayah dan adik Alex ,jadi mereka memakai 3 mobil ,sedangkan Ivan ikut mobil Alex di mana dia yang mengemudi sedangkan di samping nya Alex ,dan di belakang raya Naya dan Brian sedangkan mobil khusus seserahan menggunakan 3 mobil
" koh mendadak kak " tanya Raya saat mobil mereka sudah berjalan
" tau itu kakakmu ,sudah tidak tahan kali " ucap Ivan
" yang tadi itu siapa bang " Brian menatap Naya
" Siska ,adiknya Alex dan tadi si kembar dan suaminya Boby " ucap Brian
" cantik " ucap Naya
" siapa " naya tersenyum " adiknya Kaka, suaminya juga tampan " Brian menatap Naya ,berani sekali dia mengatakan tampan untuk orang lain
" sayang " ucap Brian menekan ucapan nya " Alex lempar Boby ke perusahaan jauh " ucap Brian kesal
" Abang , paling tampan dari semua orang " ucap Naya tersenyum lembut
hhuuueeeeekkkk
" Ivan " Ivan menatap kaca spion " leherku sakit jangan GR " ucap Ivan sinis " bucin " cibir Ivan
" aku mendengar nya "
" bodoh amat " ucap Brian
sedangkan di kediaman indah mereka sudah bersiap ,dan keluarga mereka juga sebagian sudah datang juga
" mba ,koh mendadak sih " itu sudah ucapan yang kesekian kali nya ibu indah mendengar nya
" maaf iya mba ,Ivan mana apa dia begitu sibuk sehingga tidak sempat ke sini " tanya ibu indah
" kami sudah mengirim pesan padanya " ibu Ivan
" iya sudah ayo duduk dulu ,kita tunggu mereka dulu " ucap ibu indah
" memang siapa yang mau melamar anak gadis ku sih mba " ibu indah tersenyum " nanti mba tau sendiri ,ayo masuk dulu ,mas mu sudah menunggu mu ,kalau mau lihat indah dia di kamar " ucap ibu indah
" aku ke atas saja iya mba " ibu indah mengaguk
tok ..tok...
" indah ini mama, boleh masuk " pintu terbuka dari dalam ,lalu dia masuk
" terima kasih mba " ibu Ivan mendekati indah " anak gadis mama cantik sekali ,pasti sangat beruntung pria yang melamar Ade " indah tertawa kecil
" sudah lama datang nya ,Sama siapa " tanya indah
" belum baru juga sampai sama bapak ,di bawah juga sudah ada Tante Erika Tante Erlin dan dan yang lainnya ,kenapa mendadak kamu tidak kenapa² kan " indah tersenyum kikuk " indah baik² saja ma " Ucap indah
" iya sudah mama ke bawah dulu iya " ibu Ivan memeluk indah " selamat akhirnya gadis ibu sudah ada yang memiliki sebentar lagi " indah mengaguk " iya sudah mama ke luar dulu ,mari mba " ucap ibu Ivan
" iya nyonya " ucap mereka
" Kaka ,apa ini sudah bagus " tanya indah
" sudah non " ucap pihak butik
__ADS_1
" apa tidak aneh " mereka mengaguk
indah menatap dirinya di pancaran cermin depannya ,gugup....takut.... semua campur aduk rata