Sayangi Aku

Sayangi Aku
menyusul ke perusahaan


__ADS_3

pagi² Brian sudah berdebat dengan sang istri yang ingin membawa si kembar ke perusahaan dengan alasan biar konsentrasi kerjanya


tapi bukannya Naya tidak ingin ,tapi usia si kembar yang belum genap 1 bulan, Naya takut terjadi papa dengan mereka


apa lagi ini perusahaan di sana banyak orang yang ke luar masuk dan lain sebagainya


sekalipun mereka tetap di ruangan Brian tapi Brian lah yang selalu bertemu dengan mereka secara tidak langsung


belum lagi nanti jika Brian melupakan kerajaan hanya fokus pada si kembar


hingga perdebatan itu berlangsung di meja makan


" Abang kenapa " tanya ibu sisil yang melihat wajah Brian menahan kesal


" tidak papa Bu. " ucap Brian lalu mengambil makannya sendiri tanpa menunggu Naya yang mengambilnya


" kenapa " tanya ayah abbas menatap Naya


" Naya bukannya tidak mau bang, tapi tunggu mereka umur sebulan dulu " ujar Naya ,Brian hanya diam saja


" memangnya Abang kenapa nak " tanya ibu sisil


" Abang minta si kembar di bawah kerja tapi naya nolak mereka masih belum seminggu Bu, Naya takut mereka kenapa² itu saja " ujar Naya


"kalian kan hanya di ruangan Abang saja ,hari ini juga Abang tidak ada jadwal lain di luar hanya di ruangan saja menyelesaikan kerjaan " ucap Brian kesal


ayah dan ibu saling melirik !!


" ucapan Naya benar Abang, tunggu mereka sebulan dulu kasian kalau di bawah ke kantor masih umur berapa hari "ucap ibu sisil


"Abang kenyang " ucap Brian kesal saat mendengar ibunya membela Naya


" Abang baru makan sesendok Lo " ucap Naya


" cepat Lex " ucap Brian


" kerja dulu iya ,nanti makan di kantor saja " indah mengaguk


" hati² " ucap indah


CUP


" jangan cape² istirahat " indah mengaguk


" papi kerja dulu sayang " ucap Brian mencium pipi ke dua anaknya yang masih berbaring di ayunan elektrik nya


" Abang " Brian pergi begitu saja tanpa peduli dengan panggilan Naya


Naya membuang napasnya kasar ,lalu kembali duduk


" tidak papa nak, makan dulu nanti setelah ini susul suamimu ke kantor " Naya mengaguk


" Abang seperti anak kecil " cibir raya


" sudah ayo sarapan dulu ,setelah ini kalian temani naya ke perusahaan ,kebetulan hari ini pengasuh si kembar datang jadi ibu mau lihat dulu mereka " ucap ibu sisil


" sudah datang Bu " tanya Naya ,ibu sisil mengaguk


" kalian ke perusahaan saja urusan itu biar ayah sama ibu " ucap ayah abbas


" tapi yah, anak² .....


" tidak papa, Brian menyuruh kalian ke sana berarti semuanya sudah dia siapkan " potong ayah Abbas


" iya yah " ucap Naya


" iya sudah makan lah ,setelah itu kalian ke sana jangan lupa perlengkapan Abang Az sama Ade Ana botol susunya dan popoknya pakaian nya juga jika sewaktu² mereka kegerahan " ucap ibu sisil


" iya Bu " ucap Naya


setelah itu mereka kembali sarapan dengan terpaksa Naya harus ke perusahaan agar suaminya itu tidak marah lagi bisa² dia di diamkan padahal niatnya baik hanya mengkhawatirkan si kembar saja bukan dia tidak mau


tapi itu lah suaminya apa pun mau nya harus tidak ada kata tidak dalam kamusnya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


kini Naya ,raya dan indah sudah bersiap ke perusahaan bersama si kembar


keperluan si kembar juga sudah di masukan dalam mobil


" kami jalan dulu ayah,Bu " pamit Naya


" hati² kang bawa mobilnya " ucap ibu sisil

__ADS_1


" iya nyonya " ucap sang sopir


" Ade gendong yang benar Ade Ana nya " ucap ayah abbas


" iya ayah " ucap raya


" sudah hati² pengawal mengikuti kalian dari belakang " mereka mengaguk


setelah itu mobil meninggalkan pekarangan rumah di ikuti mobil pengawal dari belakang


" sayang jangan rewel iya sampai di kantor papi " ucap Naya mengelus pipi Abang Az


" lagian Abang ada² saja " ucap raya ,Naya hanya tertawa kecil


" mungkin tuan Brian hanya merasa kurang waktunya sama si kembar, saat pulang sudah sore jam 8 si kembar sudah tidur " ucap indah


" tapi kita sampai di sana pasti Abang akan meninggalkan pekerjaan nya " ucap Naya menatap Abang Az yang terlelap dalam gendongan nya begitu juga Ade Ana


" mau gimana lagi dari pada Abang marah " ucap raya, Naya mengaguk membenarkan


" bagaimana hubungan mu dengan Kaka Dafa " tanya Naya


" baik² saja,cuma iya gitu pesan pagi di balas siang ,kadang sore kadang juga malam tergantung dia nya kapan santainya " ucap raya cemberut


" sabar iya, demi masa depan yang cerah " raya memutar bola matanya jengah


" dengar itu kata mamimu demi masa depan yang cerah ,jadi saat besar nanti cair laki² yang lebih kaya dari papi mu " ucap raya menatap bayi mungil itu


" anakmu benaran tidak mau memperlihatkan Nda " indah mengaguk


" mungkin mereka malu " ucap indah


"tidak cocok anakmu malah ,orang tua nya saja tidak tau malu " ucap raya ketus


" biar saja yang penting mereka sehat ,awas kamu gendong mereka saat lahir nanti " ucap indah kesal


" aku akan menculik mereka jika aku mau " ucap raya


" dan kamu akan di gantung hidup² oleh kakak mu itu " timpal Naya tertawa kecil


" lalu gimana nanti kamu belanja kebutuhan mereka " tanya Naya


" kata mas Alex ,lahir hari ini beli hari ini tidak masalah ,jangan seperti orang susah , bila perlu beli saja kalau tidak sesuai tinggal buang, sadis bukan " ucap indah tersenyum


oek ....oek....


" astaga belum sampai kamu sudah nangis " raya mengambil botol susu nya


" suaramu Naya membuat nya bangun " ucap indah


" maaf sayang, mami tidak bermaksud membangun kan mu maaf. "ucap Naya mengelus pipi anaknya


" makanya mulutnya di tahan " ucap raya sambil memberi kan susu pada Bryana membuat bayi mungil itu terdiam


" maaf " Ucap Naya


tidak berselang lama ,mereka sudah sampai di perusahaan milik Brian


karyawan yang sudah tau tentang status bosnya langsung menunduk saat melihat istri bos dan juga asisten nya jangan lupa kan nona muda keluarga Malik siapa lagi kalau bukan raya


" selamat pagi nyonya muda " ucap resepsionis


" pagi mba ,kami ke atas dulu iya mari " ucap Naya sopan


" silahkan nyonya " ucap resepsionis sambil mengikuti mereka untuk memencet tombol lift sedangkan barang si kembar akan di antar pengawal ke atas


" makasih iya mba " ucap indah tersenyum


" iya non " ucap nya lalu kembali ke meja resepsionis


" mereka baik² iya ,ramah lagi sama karyawan di sini beda dengan istri bos yang lainnya " ucap nya saat sudah sampai di meja nya


" iya, aku pengen lihat wajah anak nya tuan muda , tapi kayanya sangat mustahil " ucap teman kerjanya


" iya betul sekali ,bahkan banyak karyawan yang mencuri pandang tapi tidak bisa melihat nya " ujar lagi


saat sudah sampai di atas Irma langsung berdiri saat melihat istri bosnya, nona muda, serta calon ipar nya datang ke perusahaan karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan


" Abang ada " tanya Naya lembut


" ada nyonya di dalam " ucap Irma tersenyum


" Kaka " Irma tersenyum

__ADS_1


" sehat " indah mengaguk


" mas Alex di dalam juga " Irma mengaguk


Irma membantu membukakan pintu untuk mereka


ceklek


Brian dan Alex melihat ke arah pintu karena biasanya Irma akan mengetok dulu sebelum di buka


seketika Brian tersenyum saat melihat istri dan anaknya menyusul keperusahan


" sayang " Naya membalas nya dengan senyuman


Brian langsung berdiri dari duduknya mendekat ke arah mereka


CUP


Brian mencium kening istrinya dan juga ke dua pipi anaknya saat Naya dan raya membuka penutup kepala mereka


" kenapa tidak sama² aja tadi " ucap Brian sambil mengambil Abang Az di gendongan Naya


" kalau Abang tidak marah² mana bisa Abang melihat kami di sini " ucap raya kesal


lalu mereka menuju sofa, Alex merentangkan tangannya menyambut indah


" apa mereka sudah minum susu " tanya Brian mengelus pipi anak nya


" hanya Ade saja , itupun karena maminya tidak bisa menahan mulutnya " Brian menatap Naya


" Naya ketawa gara² indah ,jadi Ade bangun nangis " ucap Naya menjelaskan


" Abang ,bangun ayo kamu di kantor papi Lo " ujar Brian memainkan pipi anaknya


" nanti nangis Lo bang " ucap Raya


" tidak papa " ujar Brian santai


" kamu istirahat dulu Nda " ucap raya


"mau istirahat " indah menggeleng ,Alex memijat bagian belakang indah


" cih, kalau bukan karena si kembar Ade malas ikut ke sini ,Ade seperti obat nyamuk " ucap raya kesal


" makanya cari sudah siap menikah " ucap Brian


" Kaka Dafa sudah siap menikah ,tapi gengsinya saja yang terlalu tinggi " ucap raya kesal


" dia hanya ingin terlihat Mampang di depanmu Ray " ucap Naya


" kalau ada yang datang lamar lagi terus ngajak nikah ,Ade siap " ucap raya


" ambil anak mu ini, aku lapar mau cari makan lihat kalian buat perut ku bunyi " ucap raya ketus


" sini Ade, sama Kaka " ucap Alex


" kamu bisa ,awas jika anak ku jatuh ku bunuh istri mu " ucap Brian tegas ,Alex hanya diam saja


" hati kak,nanti indah mati " Alex hanya tersenyum menerima anak Brian


" mas bisa " Alex mengaguk


" mengendong mu sja sampai kamar aku bisa ,apa lagi ini yang kecil nya seperti telapak tangan " ucap Alex


" cih "


" Ade mau pergi ,jangan telepon karena Ade mau ke rumah sakit kangen sama calon suami " ucap raya


" jangan mengganggu nya dek ,Ivan bukan seperti Abang atau Alex " Raya mengaguk


" Abang tenang saja " ucap raya lalu ke luar dari ruangan Brian


" Abang selesai kan kerjaan nya saja ,Naya sama indah ke kamar saja sama si kembar " ucap Naya


" Abang libur yank "


sudah Naya duga ,pasti kerjaan nya akan terbengkalai tapi jika tidak di turuti akan marah


" kan Abang tadi sudah janji " ucap naya


" nanti Abang bawa pulang sebagian " kekeh Brian, Naya memilih diam dari pada nantinya makin riuh


akhirnya mereka habiskan hanya bermain dengan si kembar sedang Naya dan indah memilih ke luar cerita dengan Irma sekertaris Brian

__ADS_1


sedangkan dua pria itu bermain dengan si kembar dan melupakan tujuan awal mereka ke perusahaan untuk bekerja


__ADS_2