Sayangi Aku

Sayangi Aku
kekesalan dan kebahagiaan Brian


__ADS_3

Brian menatap tajam ayah nya yang kini duduk di depannya bersama ibu nya


' kenapa Abang????koh kalian balik tidak jadi periksa nya "tanya ibu sisil


" tanyakan itu sama suami ibu " ucap brian ketus tanpa melepaskan tatapan nya pada ayah Abbas


" Abang sudah iya ,kan semuanya baik² saja " ucap Naya


" diam dan duduk di tempat mu ,aku tidak menyuruhmu bersuara apa lagi bergerak "


jika sudah begini Naya hanya bisa pasrah


Dari pada nanti urusan nya makin ribet


" ayah ada apa kenapa Abang bisa marah " tanya ibu sisil


" ayah tidak melakukan papa " seketika mata Brian melotot ingin ke luar dari tempatnya


" ayah bilang tidak melakukan papa??? apa ayah amnesia hah !!!! ayah mengancam dokter untuk tidak memberi tahukan tentang kehamilan Naya dengan benar sehingga kami tidak tau juga Naya hamil kembar sepasang dan itu ayah bilang tidak melakukan papa " ucap Brian berapi² meluapkan semua emosi nya yang sejak tadi dia tahan ,ingin sekali memukul orang tapi orang itu ayah nya


" apa ayah serius " tanya ibu sisil kaget karena memang dia sendiri tidak tau ,dia tahunya calon cucunya perempuan itu saja dan Semua nya baik² saja


" itu hukuman untuknya karena dulu dia selalu menyiksa Naya bahkan tidak tau malunya dia meniduri Naya tapi masih saja bersama ular sawah itu " ucap ayah abbas


" tapi tidak perlu seperti ini ayah ,aku dan Naya baik² saja kenapa harus berbuat sejauh ini " ucap Brian kesal


" iya kalian baik² saja karena istri mu tidak perna menampakkan di depan mu ,apa kamu tau jika dia sering menangis ,apa kamu lihat jika dia terluka apa kamu tau di saat dia tau kalau ular sawah itu kembali dan dengan bodoh nya kamu menerima kembali bahkan bekerja sama " ucap ayah abbas skak mati membuat Brian bungkam


sedangkan Yang lainnya hanya diam saja termasuk Naya ,yang hanya bisa meremas tangannya


" kamu tidak tau papa kan ,karena selama ini dia tidak pernah mengeluh, dia hanya berkata aku baik² saja " ucap ayah abbas lagi


" maaf " ucap Brian lirih


" untuk "


" semuanya "


" buat "


" Naya "


"lakukan dengan benar" Brian hanya mengaguk


" lalu gimana keadaan mereka " tanya ibu sisil


"mereka baik² saja Bu, mereka juga sehat dan aktif " ucap Brian, membuat ibu Sisil tersenyum kuda


" terimakasih sayang ,kamu selalu memberikan kami hadiah yang sangat luar biasa pantasan perutmu sangat besar " ucap ibu sisil

__ADS_1


"harusnya Naya yang berterimakasih karena Naya sudah di terima di keluarga ini " ucap Naya tulus


" sayang " Naya hanya tersenyum kuda


" harusnya kamu berterimakasih dengan ayah bukannya pulang berteriak seperti orang kesetanan " cibir ayah Abbas


" itu karena kesalahan ayah ,kenapa memarahi anak ku hah, yang ayah lakukan itu salah ,mulai malam ini ayah tidur di kamar tamu selama sebulan karena telah membiarkan cucuku yang satunya terasingkan " ucap ibu sisil kesal meninggalkan suaminya di sana bersama yang lainnya


" sayang ,honey ,dear ,baby tunggu " ayah Abbas mengejar istrinya yang sudah mulai menjauh


" kasian " cibir Brian dan Ivan


" DIAM " bentak ayah Abbas kesal


" kalau begitu aku balik dulu " ucap ivan


" Kaka nanti bawa Anggi ke sini iya " Ivan mengehentikan langkahnya lalu menatap indah


" untuk apa " tanya Ivan


" pengen ketemu dia saja , ternyata dia cantik sekali kak " Ucap indah tersenyum


" kamu sudah ketemu dengan nya " indah mengaguk " kapan " tanya Ivan lagi ,indah hanya menaikkan bahunya


" tidak " Alex menatap tajam Ivan " baiklah kami akan ke sini nanti malam " ucap ivan lirih


" terimakasih, Kaka memang terbaik " Ucap indah


" jangan kelamaan jomblo kak malu sama umur " Ucap indah sedikit meninggi kan suara nya


" BODOH " teriak Ivan


" Abang ayo ke kampus lagi ,mumpung masih ada waktu sekalipun masuk di jam ke 2 kasian Raya " ucap Naya


" diam di kamar " ucap Brian


" tapi .....


" NAYA PRANATA" Naya menarik napasnya panjang jika sudah begini mau gimana lagi


" baiklah, aku ke kamar " ucap Naya


" ke kamar tamu " Naya mengeritkan keningnya


" tunggu di sana, jangan membantah lagi " lagi² Naya mengaguk lalu meninggalkan Brian dengan rasa kesalnya ,


" bibi antar kan pakaian ganti untuk nyonya muda, suruh dia mandi dulu sebelum istirahat " ucap Brian


" baik tuan " ucap pelayan

__ADS_1


setelah Brian tau Naya hamil kembar,Brian semakin posesif sejak dari rumah sakit hingga sekarang perubahan nya membuat Naya darah tinggi


" antar istrimu ke masion temui aku di ruangan kerja " ucap Brian


" iya " ucap Alex , lalu menggandeng tangan indah


" apa tuan Brian marah mas " tanya indah


" tidak, dia hanya kesal saja tapi semuanya baik² saja " ucap Alex


CUP


" makasih sudah memberikan anak langsung dua " ucap Alex


" tumben di akui biasanya selalu bilang anak ku " cibir indah


" kan aku bilang anak ,bukan anakku " ucap Alex


"terserah mas saja ,ngomong sama mas lebih baik indah diam " ucap indah kesal


" apa yang kamu rencana kan untuk Ivan hm " tanya Alex lembut ,indah tersenyum kuda


" jangan melakukan apa pun, biarkan mereka sadar dengan perasaan mereka masing² " ucap Alex


" indah hanya membantu mas,Kaka Ivan itu dingin kalau dengan perempuan sama Kaya kamu " cibir indah


" tapi kamu bobol juga kan " ucap Alex bangga tersenyum licik


" terpaksa " ucap indah,Alex hanya tertawa kecil


" sudah sana istirahat dulu ,aku harus kembali ke masion utama " ucap alex


" apa lama " Alex menggeleng " tunggu lah di kamar aku akan kembali , bersih kan dulu dirimu kita dari rumah sakit " indah mengaguk mengerti


CUP


" sayang papa kerja dulu iya jangan nakal jaga mama baik² jangan kelahi di dalam sana ,minta saja apa yang kalian mau papa akan memberikan nya asal jangan kelahi " ucap Alex lalu dia kembali berdiri


" sana istirahat, nanti anakmu kelelahan karena kamu terlalu lama berdiri " ucap Alex ketus


" iya² suami gila " ucap indah ,lalu meninggalkan Alex yang masih menatap


" ibu, apa ibu senang anakku kembar seperti Siska makasih telah berjuang membesar kan kami sekarang aku akan berjuang membesar kan anak ku " gumam Alex lalu pergi setelah melihat indah masuk dalam rumahnya


ceklek


" apa semua sudah di antar " Brian hanya mengangguk


Alex melihat berkas di atas meja yang ada di ruangan itu , sedangkan Brian sibuk dengan laptop nya

__ADS_1


Alex mendudukkan bokong nya di sofa lalu meraih satu berkas dan mulai melihat nya


sesekali mereka melihat layar laptop mencocokan apa yang ada di berkas itu


__ADS_2