
kini semua sudah berkumpul di meja makan tinggal menunggu Brian dan Naya
mereka turun sambil menggendong Abang Az dan Ade Ana
karena tidak mungkin meninggalkan mereka sendirian di kamar karena memang mereka tidak memiliki pengasuh sampai akhirnya Naya kembali kuliah jadi untuk sementara Naya akan mengurus sendiri di bantu Brian dan mertuanya
" selamat malam semuanya " sapa Naya pada semua orang yang sudah duduk di kursinya masing²
"malam " jawab mereka
" Abang Az sama Ade Ana nya mama saja yang jaga kamu makan dulu " ujar mama Lila
" iya nak,kamu makan saja dulu nanti kami menyusul " ujar ibu sisil
" tidak usah Bu, sebentar lagi ayunan mereka di bawah ke sini " ujar Brian
benar saja para pelayan turun sambil membawa ayunan elektrik milik si kembar
ayunan si kembar memang beda karena memang satunya dari mama Lila dan satunya dari ibu mertua nya
" makasih Bi " ucap Naya
" iya nya " ucap pelayan lalu meletakan ayunan elektrik itu di dekat meja makan
" anak papi di sini dulu iya ,jangan rewel mami masih mau makan ok " ucap Brian sambil meletakkan baby Az, begitu juga Naya
" ah iya aku lupa Nay ,kado buat si kembar nanti aku ambil " Naya mengaguk
" dekat aja kan ,nanti aku ambil sendiri " ucap Naya tersenyum
" nanti setelah ini aku ambil " ucap indah
" sudah ayo makan dulu mumpung anak² masih tidur,mereka sudah ASI kan " tanya ibu sisil
" minum sufor Bu, ASI Naya susah ke luar nya " ucap Naya sendu
" sudah tidak papa,kamu banyak makan sayur buah iya " ucap mama Lila ,Naya mengaguk
" tadi Kaka ke mana koh makan siang tidak ada " tanya Naya setelah melayani suaminya
"cari calon istri " ucap Ilham
" dapat ham " tanya ayah abbas
" dapat om, tapi mereka lihatnya sama mobil buka sama Ilham " jujur Ilham jujur
" berarti Kaka Ilham kalah ganteng dari mobil " ucap Naya
" Ade tega betul " ucap Ilham kesal
" memang Ilham cari di mana " tanya pak Jhoni
" di jalanan pa, tadi pas turun makan bakso banyak cewe yang lihatin lebih tepatnya mobil nya sih " ucap.ilham tersenyum kuda
" itu karena Ilham hitam " celetuk mama Lila ,Ilham hanya berdecak saja
"nama anak Abang siapa " tanya raya sambil memasukkan nasi dalam mulutnya
" Baz dan Bryana " jawab Brian
" Brian,bas,Bryana, dan Naya hanya dapat 2 huruf dari belakang nama bryana " ucap raya tertawa kecil,Naya hanya diam saja
dia memilih makan karena takut anak² nya nangis jika terbangun nanti
" ah iya indah sampai lupa,kamu sudah lihat posting Monica Ra " raya langsung menatap indah
" postingan apa " tanya raya serius
" sepertinya dia satu rumah sakit dengan Kaka Dafa dan kak ricko " raya melotot kan matanya
" kamu serius " indah mengaguk
"kamu bohong kan " indah menggeleng
__ADS_1
" nanti sebentar aku ambil hp ku sekalian ambil hadiah buat twins " seketika wajah raya berubah jadi sendu
" Abang tolong Elus dada Naya , seperti nya ada luka tapi tidak berdarah " ucap naya tersenyum kuda
" makan dulu iya nanti mereka bangun ,kamu belum selesai nanti kamu sendiri yang bingung " ujar Brian lembut
" rasain " cibir raya kesal
" pelakor ada di depan mata " ucap Naya tersenyum mengejek
" Besok malam Naya makan di kamar begitu juga Ade " ucap ayah abbas
lalu mereka melanjutkan makannya dalam diam lebih tepatnya raya sedang gusar dengan ucapan indah
" indah ambil dulu iya " Alex menahan tangan indah saat akan berdiri
" duduk saja " indah mengaguk lalu Alex meninggalkan meja makan itu
" kamu tidak bohong kan " indah mengaguk ,membuat raya semakin resah
melihat wajah raya seperti itu membuat Naya tertawa keras hingga mulutnya di bekap oleh Brian
" twins tidur" Naya mengaguk mengerti
pak Jhoni dan mama Lila hanya menggeleng saja
" Ade ingat kamu sudah punya anak ,bukan gadis lagi " ucap Ilham
" maaf kak, soalnya muka raya itu sangat lucu seperti Anabelle " ucap Naya tertawa kecil sedangkan raya diam saja karena hatinya lagi tidak tenang
" makasih mas " Alex hanya mengaguk saja lalu duduk di samping indah
" Nay ,maaf hanya itu yang bisa aku kasih " Naya tersenyum
" tidak papa, mereka pasti suka " ucap Naya lalu menerima kado itu dan langsung membuka nya
" cantik sekali Nda, makasih banyak kamu dapat di mana ini " tanya Naya sambil melihat baju yang di berikan indah menurutnya itu sangat lucu
" pesan Nay, serius kamu suka " Naya mengaguk cepat
" makasih iya Nda " indah mengaguk
dia ikut bahagia karena kado yang dia berikan Naya juga suka
" sekarang tunjukan mana " raya langsung menengadah kan tangannya
" ini " indah menunjuk kan fotonya yang di posting Monica
" awas saja wanita itu iya benar² cari masalah wah dia belum tau siapa seorang Raya Gani Malik putri semata wayang dari keluarga Abbas Gani Malik dan adik dari. Brian Gani Malik dan Gabriela Alex Candra yang tidak mengenal kata maaf " ucap raya sambil mengepalkan tangannya
" apa yang akan Ade lakukan " tanya ayah abbas
" membasmi dan membuangnya ke rumah sakit jiwa " ucap raya kesal lalu meninggalkan meja makan itu karena kesal mendengar tawa Naya
" sudah puas " naya mengaguk lalu Brian mengacak rambut istri nya
" Naya ,besok Bapak sama mama harus sudah balik karen toko sudah dua hari tutup " Naya menatap bapaknya
" koh buru² yah, baru juga dua hari ?? lalu Kaka " tanya Naya
" Kaka ikut bapak, mau rasakan mobil baru sekalipun sudah lama di pakai bapak,Kaka kangen sama rumah sekalian mau lihat toko " ujar ilham
" koh pergi semua sih " ucap Naya cemberut
" nanti weekend bapak sama mama ke sini lagi " ucap mama Lila
" kalau begitu Kaka di sini saja dulu " ujar Naya memohon menatap Ilham
" sayang " Naya membuang napasnya kasar
" baiklah tapi nanti janji iya setiap weekend ke sini, Kaka juga kalau di telepon jangan jual mahal kaya artis saja Kaka Alex susah² Lo izinin " ucap Naya kesal
" sekarang Kaka tidak akan jual mahal lagi, karena Kaka selalu kangen sama mereka " ujar Ilham sambil melirik ayunan si kembar
" hanya mereka " Ilham mengaguk cepat
__ADS_1
" Naya " Ilham menggeleng " kamu sudah experience " Naya melotot kan matanya
" Abang tarik semua fasilitas untuk Kaka Ilham ,Naya tidak ridho tidak ikhlas bahkan saaaaanggggaaaatttttt² tidak " ucap Naya kesal,Brian hanya mengangguk saja
"Abang tidak sejahat adek ,apa lagi tuan Alex " ucap Ilham tersenyum
" cih "
" mulut mu sayang " ucap Brian, karena dia tidak mau anak² nya mendengar Naya mengumpat apa lagi berucap kasar sekali pun masih kesal
" Kaka Ilham, Abang " ucap Naya kesal
perdebatan antara Naya dan Ilham masih saja berlangsung hingga ke ruangan tengah sedangkan si kembar di asuh ibu Sisil dan mama Lila
Alex dan indah sudah meminta izin kembali ke rumah karena Alex masih mempunyai kerjaan yang belum selesai
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jika di meja makan keluarga Brian sangat heboh beda halnya di keluarga Ivan
di mana Anggi hanya diam saja semenjak kejadian tadi
" kamu sakit nak " Anggi mengangkat wajahnya tersenyum
" tidak Bu, Anggi hanya lelah habis kerjakan tugas " ucap Anggi tersenyum
" jangan terlalu keras berpikir nya nak, jika kamu tidak paham bisa minta tolong sama kakakmu " ujar ayah
" iya yah " jawab Anggi
sedangkan Ivan hanya diam saja dia menjadi pendengar setia di meja makan itu tanpa menimpali ucapan mereka
" oh iya sayang hari Rabu kamu pulang jam berapa " tanya ibu Widya
" Bu ,jangan ganggu Anggi " ucap Ivan
" belum tau Bu,apa ibu butuh sesuatu " tanya Anggi
" hari Rabu ibu dan Niken belanja buat lamaran Ivan, kalau kamu mau ikut nanti ibu jemput di sekolah " ucap ibu Widya
" Bu,jangan ganggu sekolah Anggi sebentar lagi dia ujian " ucap Ivan
" benar kata Ivan Bu,nanti dia kelelahan " ucap ayah
" tidak Papa yah,hari Rabu Anggi pulang cepat koh " Ivan langsung menatap tajam Anggi
" iya sudah nanti ibu jemput di sekolah saja " Anggi mengaguk
" iya Bu " ucap Anggi
setelah selesai makan Anggi langsung pamit ke kamar nya, melihat itu Ivan pun menyusul nya ke kamar nya
BRAK
Anggi memejamkan matanya dia bukannya tidak tau tapi dia enggan berdebat
" kaka bikin Anggi kaget saja " ucap Anggi setenang mungkin sambil mengelus dadanya
" jangan ikut ibu " Ucap Ivan ,Anggi menaikan alisnya bingung
" kenapa ?? kan ibu mau belanja kak siapa tau dia butuh bantuan Anggi " ucap Anggi lalu merapikan buku nya untuk pelajaran besok
" dia akan pergi dengan Niken jadi tidak butuh bantuan mu " ucap Ivan ketus , Anggi tersenyum miris
" kan kita belum tau kak " ucap Anggi
" Anggi " bentak Ivan untuk pertama kalinya
untuk sejenak Anggi menghentikan gerakannya
" nanti Anggi bicara sama ibu, jika Anggi ada kelas tambahan " ucap Anggi serak
mendengar jawaban Anggi, Ivan langsung ke luar dari kamarnya Anggi tanpa menutup kembali pintu kamar Anggi
Anggi langsung mendudukan dirinya di kursi belajarnya saat Ivan sudah ke luar dari kamarnya sambil menarik napasnya
" aaakkkkhhhhh "
__ADS_1
Ivan mengacak wajahnya kasar saat sudah sampai dalam kamarnya ,selalu saja dia tidak bisa menahan emosinya saat berhadapan dengan Anggi
dan itu tidak sengaja saat membentaknya tadi itu terlepas begitu saja makanya dia memilih ke luar agar emosinya bisa meredup dan tidak menyakiti Anggi lagi