Sayangi Aku

Sayangi Aku
merepotkan


__ADS_3

malam harinya setelah selesai dengan urusan nya,Nisa langsung kembali ke apartemen nya


dia sudah menghubungi Brian jika dia akan makan malam di masion dan Brian tidak keberatan dengan itu


kini mobil Nisa sudah memasuki masion milik Brian


iya lumayan sekalipun tidak sebesar masion


yang di tinggali bersama keluarga nya


setelah di antar sama pelayan yang sudah menunggunya


Nisa berjalan ke arah meja makan di sana sudah ada Alex dan Brian


" apa aku telat ,maaf tadi ada sedikit pekerjaan " ucap Nisa ,dan langsung duduk di samping Alex tanpa rasa canggung atau malu


" tidak papa ,kami juga baru turun, ayo makan " ucap Brian


mereka makan dalam keheningan, tanpa ada yang mengeluarkan suara hanya sekedar basa basi


hingga acara makan malam selesai


" kapan kalian kembali " tanya Nisa membuka obrolan


" mungkin lusa,Karena besok masih ada kerjaan yang kami urus setelah itu selesai " ucap Brian


" gimana kabar istrimu pasti perutnya semakin besar " Brian tersenyum membenarkan


" iya sangat bahkan aku ngilu melihatnya jika sudah berjalan " ucap Brian


" apa nanti aku juga seperti itu " ucap Nisa sambil menatap Alex


" pastinya maka cepat lah " ujar Brian


" nanti saja jika sudah ada yang mau bersedia " ucap Nisa tersenyum kecut


dreett .... dreett


" hebm "


" apa yang harus aku lakukan " tanya sang penelepon di seberang sana,samar² Alex mendengar suara seseorang yang berusaha memuntahkan isi perutnya


"temani saja ,jika sudah selesai berikan teh nya " ucap Alex setenang mungkin


" baik lah,sudah kamu tutup aja aku masih menemani nya di kamar mandi " ujar nya


Ivan sengaja menelpon Alex ,Karena mungkin ada yang harus dia lakukan jika istri nya mual ternyata seperti pada wanita umum lainnya jika tau Ivan tidak perlu repot² menelpon Manusia itu


Alex menutup panggilan itu lalu meletakkan HP nya di atas meja makan


" apa istrimu mual lagi " tanya Brian, bahkan dengan sengaja dia menekan setiap ucapannya


kaget sudah pasti,Nisa mengepalkan tangannya di bawa meja


apa mereka benar² sudah menikah batin Nisa bahkan dia harus memaksa kan senyumnya


" iya seperti biasa, tapi Ivan bisa mengatasinya " ujar Alex


" kamu yakin dia bisa mengatasinya bahkan dia belum menikah " tanya Brian


" iya, bagaimana pun dia dokter pasti lebih paham " Brian mengaguk


" mau jalan² ke luar " tanya Nisa mengalihkan pembicaraan mereka yang menurutnya tidak penting


" boleh " ujar Brian , sedangkan Alex hanya mengangguk saja


" mau ke mana " tanya Brian lagi

__ADS_1


" kalian mau nya ke mana " tanya Nisa


" kita ke luar saja dulu " ucap Brian


lalu mereka ke luar dari masion itu dan menggunakan mobil yang ada di rumah itu sedangkan mobil Nisa di biarkan di masion milik Brian


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" selamat pagi ayah ibu " sapa Naya ,saat sudah di meja makan


" pagi sayang ,gimana kamu bisa tidur nyenyak kan " Naya mengaguk


" sangat yah, karena kasurnya lebih luas jadi Naya bisa mutar² sepuasnya " ujar Naya sambil tersenyum kuda


" jadi tidak masalah dong kalau Abang pulang nya lama " tanya Raya


" aku tidak masalah tapi kayanya tidak dengan anak nya ' ucap Naya mendramatisasi


" kamu yakin anaknya bukan kamu " ucap Raya,Naya mengaguk


" iya, pagi tadi bahkan kami mengobrol " ucap Naya sambil menyantap sarapan nya


" seperti nya kamu salah jurusan, lebih tepatnya kamu ambil dokter khusus penyakit jiwa " ucap Raya


" gimana dong, Naya bicara jujur Lo iya kan anak mami ,kalau kamu tidak bisa jauh dari papi " ucap Naya


" iya mami " jawab Naya dengan suara anak kecil


" yah Bu,lihat anak mantu kalian, cepat beri tahu Abang kalau istrinya otaknya sudah geser setelah di tinggal 2 hari " ucap Raya


" ayah jadi kenyang hanya mendengar kalian berdebat di meja makan " ucap ayah abbas


" ibu juga,lebih baik ibu lihat dulu indah " ucap ibu sisil lalu berdiri meninggalkan meja makan itu


bahkan dia belum menyelesaikan sarapan nya tapi karena memikirkan indah yang juga hamil


syukur Naya tidak mual lagi,jika kehamilan mereka bersamaan


sudah di pastikan pusingnya ibu Sisil serta yang lainnya


" sayang " Indah menatap ibu Sisil yang baru datang


" gimana kamu baik² saja " tanya ibu sisil mengusap punggung Indah


" iya Bu, indah baik² saja " ibu Sisil menatap Ivan yang juga Saparan


" gimana nak " Ivan menatap Ivan


" ibu tau semalam jam 2, dia bangun menangis merindukan suaminya setelah itu dia ingin makan sate kambing, pagi tadi dia mual " keluh Ivan


" sabar iya ,minta yang banyak nantinya " Ivan mengaguk pasti


" akan ku buat suaminya miskin ' ucap Ivan ,ibu Sisil hanya tersenyum simpul


" jika kamu ada jadwal pagi pergi saja ,nanti indah ibu yang temani " ucap ibu sisil


" baik Bu ,kakak ke rumah sakit dulu iya " indah mengaguk


" hati² kak " Ivan mengaguk mencium kening indah lalu mencium punggung tangan ibu sisil


" sudah " indah mengaguk


" ayo kita ke masion ,Naya sudah menunggumu " ucap ibu sisil membantu menantu ke duanya itu menuju masion nya


"kamu sudah siap " tanya Naya saat melihat indah sudah di dekatnya


" sudah, kita berangkat sekarang " tanya indah

__ADS_1


' sebentar lagi ,kita duduk dulu toh sejam lebih lagi kan " indah mengaguk


" kalian terlalu buru² apa kalian akan membuka pintu ruangan " ucap Raya


' apa kamu mendengar seseorang berbicara " tanya Naya ,indah hanya menggeleng lemah


" ayah apa perlu kita suruh paman mencari ustadz untuk memeriksa rumah ini " tanya Naya lagi menatap takut pad ayah mertuanya ,ayah Abbas hanya diam saja


" yaakk kau kira aku hantu " pekik Raya


" indah aku bahkan sampai merinding,lihat lah " Naya memperlihatkan tangannya di mana bulu tangannya sudah berdiri tegak


" ibu apa perlu Naya memanggil dukun seperti nya rumah ini sudah tidak aman " Raya mengepal tangannya tanpa sadar dia melemparkan roti yang dia sobek kecil ,tapi dengan cepat Naya menghindar


" lihat lah ,bahkan rotinya bisa terbang sendiri " ucap Naya semakin gencar memanasi Raya


" Naya, Raya " suara berat ayah Abbas menghentikan dua wanita beda kutub itu sekali pun usia mereka sama


" tolong ,ibu ingin melihat cucu ibu tumbuh dengan baik jangan membuat kami tiap hari naik darah " ucap ibu sisil frustasi


" Naya yang duluan Bu, Raya sejak tadi diam saja " ucap raya yang tidak mau di salah kan


" kan itu Mulai bersuara lagi " ayah dan ibu Sisil hanya mendengus saja mereka seperti memiliki anak kembar perempuan


setelah menunggu beberapa menit kini mereka telah bersiap untuk berangkat


" nak " indah menatap ayah mertuanya nya " bawa ini iya ,kamu sudah minum susu " indah mengaguk " iya sudah kamu bawa ini saja kalau ada yang mau di makan kasih tau ayah iya " ucap pak Mamat


" iya yah ,indah ke kampus dulu iya " pak Mamat mengaguk, indah mencium punggung tangan mertuanya


" hati² nak " ucap pak Mamat


iya semenjak mengetahui indah hamil, pak Mamat selalu menyuruh pelayan membuatkan bekal pada indah dan Naya ,sedangkan Raya hanya bekal buah saja karena itu seusai keinginan nya


setelah kepergian mobil yang mengantar anak serta menantunya mereka kembali masuk dalam rumah


" pak istirahat saja atau main² sama di kembar ,Kami juga akan ke luar " ucap ayah abbas


' iya pak ' ucap pak Mamat


sedangkan di Los Angeles ,Brian dan Alex harus menahan kesal karena Nisa mengajak mereka ke club ingin kembali tapi Nisa sudah lebih dulu masuk tidak ingin terjadi papa padanya mereka ikut masuk bahkan kini dia sudah tidak sadarkan diri


" Alex ,apa yang kurang dari aku sehingga kamu menikahinya " tanya Nisa


" Nisa sadar kamu sudah terlalu banyak minumnya ' ucap Brian ,sejak tadi mereka mewanti² Nisa untuk tidak minum tapi wanita itu kekeh tetap minum dengan alasan kadar alkohol nya rendah


" apa aku perlu tidur dengan mu dulu " tanya Nisa lagi


" merepotkan sekali " gerutu Alex


" bahkan biar kamu bertelanjang di depan ku ,aku tidak akan menyentuh mu " ucap Alex kesal


" benarkah " Nisa berdiri lalu membuka satu persatu kancing bajunya membuat mereka melotot dengan cepat Alex menaham tangan Nisa


" kenapa, katanya kamu tidak akan menyentuhku " ucap Nisa


" apa kamu sadar kita sedang di mana " Nisa mengaguk


" maka buat otakmu berfungsi " ucap Alex


" bawa dia ke mobil " ujar Brian pada pengawal


sekalipun Nisa memberontak mereka tetap membawanya paksa, bahkan manajer nya sudah berada di sana saat tadi sudah di hubungi oleh Suruhan Alex


" bawa dia kembali ke apartemen nya " ucap Brian saat sudah berada di luar


" baik tuan muda , terimakasih " Brian hanya mengangguk

__ADS_1


lalu mereka kembali ke masion ,karena ini sudah larut malam


__ADS_2