
Anggi duduk di taman sekolah bersama putrinya yang selalu bersama nya wanita itu tau kalau sahabat nya itu sedang tidak baik² saja
sehingga dia tidak bertanya lagi hanya diam menemani nya
" put !! " putri memalingkan wajahnya melihat Anggi yang memejamkan matanya menengadah ke atas
" aku akan pindah jauh, mungkin kita tidak akan ketemu lagi " putri melotot kan matanya kaget
" kau gila , bagaimana bisa " pekik putri kesal
Anggi membuka matanya menatap lurus ke depan
" iya aku sudah gila, makanya aku pergi " ucap Anggi lirih
" Apa yang sedang kamu pikirkan ?? apa tidak bisa berbagi setidaknya bisa mengurangi bebanmu sekalipun aku tidak bisa membantumu " ucap putri ,Anggi menggeleng
" aku baik² saja " ucap Anggi
" aku tidak akan memaksa mu, tapi jika kamu ingin cerita kamu bisa cerita " Anggi mengaguk
" kamu di sini " Anggi dan putri mengalikan kepala melihat ke arah suara
" Kaka Ray " Ray hanya tersenyum lalu duduk di samping Anggi
" kamu sakit " Anggi menggeleng
" ah iya ,apa malam Sabtu nanti Kaka sibuk " Ray menggeleng
" kenapa ?? " tanya Ray serius
" temani Anggi,Kakakku akan lamaran, apa bisa " tahta Anggi menatap Ray
Ray mengaguk cepat " of course " ucap Ray tersenyum
" jam 7 iya,nanti Anggi kasih alamat nya " ucap Anggi
" aku antar kamu pulang saja sekolah, jadi sekalian " Anggi terdiam sebentar lalu mengaguk
" baiklah " ucap Anggi
"kalian kalau mau ikut nanti aku kasih tau ibu jika mau " Ucap Anggi menatap putri dan teman Ray
" tidak usah gi, aku ada urusan sama keluarga " ucap nya saat melihat kode dari yang siap menelannya
" iya Anggi, saya juga harus menemani mamaku " kilah putri,Anggi manggut-manggut saja
" kalau begitu saya balik kelas dulu iya kak " pamit Anggi
" ah iya, minta no HP mu jadi sebentar kamu tidak terlalu lama menunggunya " Anggi memberikan HP nya pada Ray
Ray tersenyum kuda lalu mengambil HP nya mengetik nonya hp Anggi !!
tapi sebelum di Kembali kan dia sempat membuka koleksi foto Anggi dan mengirim beberapa foto di HP nya dan menghapus riwayat pengiriman
" ini no ku di save iya " Anggi mengaguk
__ADS_1
" by " Ray mengaguk
" dapat no sekalian bonus foto " Ray tertawa kecil
" dia sangat cantik " ucap Ray lalu menjadi kan wallpaper HP nya
" cih " ray hanya tersenyum saja lalu mereka juga kembali keruangan
sedangkan di rumah sakit Ivan memilih menyibukkan diri dengan kegiatan nya di rumah sakit entah itu penanganan pasien ,operasi atau mengajar Dafa dan ricko
tok ...tok ....
" bisa aku masuk " Ivan mengaguk
" makasih " Ivan hanya diam saja
"apa kamu sibuk " tanya Niken yang kini sudah duduk di depan Ivan
" tidak , operasi ku hanya dua " ujar Ivan ,Niken mengaguk
" aku akan belanja dengan mama widya, katanya adikmu juga ikut " ucap Niken
" dia ada kelas tambahan jadi tidak bisa ikut " ujar Ivan
" padahal aku sudah berharap dia ikut jadi bisa jalan bareng, pasti dia cantik secara Kakak nya ganteng " Ivan tersenyum
" iya dia cantik ,dan manja " timpal Ivan
" benarkah " Ivan mengaguk tersenyum " nanti kapan² bisa kan aku ajak jalan " Ivan menaikan bahunya
padahal itu hanya alasan nya saja, karena dia tidak ingin Anggi bertemu dengan niken
itu akan membuat Anggi tidak nyaman
" ah iya lupa apa perlu undang teman atau yang lainnya " tanya Niken
" khusus keluarga saja " ucap Ivan
" sahabat boleh iya "tanya Niken memelas
" tidak " Niken memanyunkan bibirnya
" baiklah " Ivan mengaguk
" kamu tidak ada pasien " tanya Ivan
" ada ,ini sudah mau ke luar " ujar Niken
" nanti makan sama² iya " Ivan mengaguk
" iya sudah bay " ucap Niken lalu ke luar dari ruangan Ivan
Ivan menyandarkan punggungnya di kursinya sambil memijat kepalanya yang terasa sakit
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1
sedangkan di perusahaan Brian dan Naya sedang menemani si kembar tidur di kamar pribadi Brian sehingga Alex dan indah ke kembali ke ruangan Alex
" istirahat dulu iya " indah menggeleng " belum juga Siang mas nanti selesai makan siang saja " ujar indah
" sini aku suapin makan buahnya " indah menatap Alex
" so sweet nya " ucap indah sambil menangkup tangannya di depan dadanya
" tidak jadi " ucap Alex ketus
" maaf maaf ,ayo Indah mau di suap sama mas " ucap indah tersenyum kuda
kini mereka sudah duduk berhadapan di sofa ,indah selalu menatap Alex dengan senyum bahagianya
" kamu mau makan atau mau menatap ku " tanya Alex karena dia merasa tidak nyaman di tatap seperti itu
" kalau bisa aku ingin memakan mas " ucap indah sambil menatap Alex
" buahnya manis ,seperti senyum nya mas " goda indah ,Alex menahan dirinya untuk tidak tersenyum tapi percuma karena usahanya sia²
" ah makin sayang deh, kalau bisa indah ingin mengurung mas saja dalam kamar supaya tidak ada yang melihat wajah tampan suamiku ini " indah semakin gencar menggoda Alex membuat wajah Alex memerah
" buka mulutmu " ucap alex ketus untuk menghilangkan rasa malu karena ulah indah
indah membuka mulutnya tapi hanya menggigit sebagian lalu di arah kan ke depan mulut Alex
"kau menyuruhku makan " indah mengaguk ,Alex menuruti keinginan indah
membuat wanita itu tersenyum " bibirnya mas lebih manis dari buahnya " ucap indah sambil mengisap bibirnya
" dear " indah semakin mendekat kan wajahnya di depan Alex
" kau ma....
cup ...cup....cup...cup...cup...
indah berulang kali mencium bibir tebal Alex setelah itu dia tersenyum menatap Alex
" indah " geram Alex
CUP
" kau akan menyesali nya " Alex langsung mengakat tubuh indah
"apa aku akan mendapatkan hukuman " tanya indah tersenyum lalu mengalun kan tangannya di leher Alex lalu mencium pipi Alex berkali-kali
" indah, kau menggali kuburan mu sendiri " ucap Alex lalu membawa indah kedalam kamar pribadi nya
" jangan harap kamu bisa berjalan karena aku tidak akan berhenti " ucap Alex serak
" baiklah, buat aku tidak bisa berjalan " tantang indah
" kau menantangku " indah mengaguk
Alex membuka jas dan dasi nya sekali tarik lalu ikut ke atas tempat tidur bersama indah .
__ADS_1