
siang ini entah kenapa Naya ingin makan di kantin mungkin karena sesudah lama tidak makan di kantin karena selama hamil dia hanya membawa bekal , sebenarnya dia ada bekal tapi ingin makan di kantin jadi indah dan Raya terpaksa membawa bekal mereka ke kantin
" apa kamu baik-baik saja " Naya menggaguk
" jika kamu merasa tidak nyaman bilang iya kita balik ke ruangan " ucap indah
"aku mau lihat dulu menu hari ini " tanya Naya
" aku saja,kamu bilang saja mau apa " ucap Raya cepat
" tidak aku pengen sendiri " ucap Naya
" iya sudah kita barengan gimana " ucap indah
" iya sudah ayo " ucap Naya
mereka menuju meja catering melihat apa yang mereka mau makan
" tumben makan di sini " tanya Dafa yang menghampiri mereka
" iya karena sudah lama pengen saja " ucap Raya
" iya sudah ayo sama sama,kamu mau makan apa Nay "tanya Dafa
" ini masih mau lihat lihat kak Mau yang mana " ucap Naya , Dafa dan Ricko hanya mengikuti mereka saja
saat Naya dan indah jalan bersisian seorang siswa menabrak Naya ,membuat indah kaget dan memeluk Naya dengan erat sehingga kepala indah terbentur ujung meja saat melindungi Naya, agar Naya tidak sampai jatuh ke lantai
" NAYA " teriak Raya yang mulai panik
" Naya ,kamu baik baik saja kan " ucap Raya panik semua siswa di buat kaget dengan teriakan Raya Dafa dan ricko mulai panik apa lagi melihat kening indah berdarah
" Nay ,kamu tidak Papa " tanya indah
" Ray perut ku " Ucap Naya lirih ,raya semakin takut
" Nda kepala mu " ucap Raya
" jangan pikirkan aku ,Nay " ucap indah
" dafa tolong angkat Naya ke UKS " ucap indah Dafa pun mengangkat Naya dengan cepat ke UKS
" telepon Abang mu atau Kaka mu " raya hanya mengangguk saja
sedangan di kantor Brian dan Alex sedangan rapat membahas tentang rencana pembangunan hotel di kota xx, wajah Alex seketika pucat saat menerima laporan dari anak buahnya
" rapat selesai ,nanti di lanjutkan " ucap alex memotong persentase karyawan ,lalu menarik Brian ke luar dari ruangan itu tanpa berkata papa
"kenapa Apa ada Masahlah " tanya Brian penasaran mulai tidak enak ,karena Alex tidak mungkin akan sepanik ini jika tidak ada papa
" nanti di mobil aku jelaskan " ucap Alex ,lalu mereka masuk dalam lift
"**** apa lift ini tidak bisa bekerja lebih cepat " umpat Alex
" beri tahu aku sebenarnya ada apa jangan membuatku takut " Alex melihat Brian
" Naya jatuh di kantin " tubuh Brian menegang kaku,seketika semaunya berhenti di tempat pikirannya mulai jauh berkelana
" kenapa bisa " Tanya Brian kesal
" sabar ,kita akan ke sana " ucap Alex lalu mereka berlari dari dalam lift menuju mobil mereka
saat sampai di kampus Brian dan Alex langsung ke UKS di antar sama pengawal Raya yang sudah menunggu mereka di parkiran ,semua orang di buat kaget akan kedatangan orang no satu yang yang sangat mereka kenal
" Abang Kaka maaf " ucap Raya saat melihat mereka datang,Brian langsung memeluk Naya dengan erat Dafa dan ricko saling melempar pandangan
" sayang kamu baik baik saja " tanya Brian ,Naya hanya mengangguk saja
__ADS_1
" indah mana " tanya Naya lemah
" aku baik baik saja " Alex melihat indah ,dia menaikan alisnya melihat kening indah terluka
"apa istri ku baik baik saja " tanya Brian pada dokter yang ada di dekat mereka
" semuanya baik baik saja tuan muda ,syukur dia tidak terjatuh sehingga janin yang ada dalam kandungan nya bai baik saja dia hanya kaget saja sehingga membuat perut nya menegang " ucap dokter Brian Alex Raya indah merasa lega , Dafa yang mendengar penuturan dokter langsung ke luar dari ruangan itu setelah lama terdiam di ikuti oleh ricko
" baik lah ,anda bisa ke luar " Ucap Brian ,dokter pun ke luar dari ruangan UKS itu
"Abang Kaka maaf tidak bisa jaga Naya " ucap Raya menangis
" sudah obati dulu kening indah " ucap Alex , Raya pun melihat indah
" maaf iya Nda " ucap raya
" sudah tidak papa ,yang penting Naya tidak papa " ucap indah , Raya membantu mengobati kening indah ,setelah Selesai mereka duduk Brian masih menggenggam tangan Naya , perasaan nya masih sama iya itu takut
" katakan " ucap Alex
" tadi Naya pengen makan di kantin, tadi Raya sudah nawarin Naya buat duduk saja nanti dia yang ambil makan tapi aku pengen lihat sendiri ,jadi indah usulkan pergi bersama , Raya di depan ku agar bisa jalan dengan bebas sedangkan indah di samping ku Kaka Dafa sama kak Ricko di belakang ,tapi tiba-tiba ada yang nabrak Naya dag tau Dari mana orang itu ,indah kaget langsung menarik Naya , sehingga kepalanya kena ujung meja dan Naya jatuh di atas indah,maaf sudah repotin " ucap Naya ,Brian dan Alex menatap indah
" terimakasih indah ,karena sudah melindungi istri dan calon anakku sehingga mereka baik baik saja " ucap Brian tulus
" saya hanya melakukan yang saya bisa tuan ,maaf jika kami tidak bisa menjaga Naya dengan baik " ucap indah lembut ,Alex merasa kagum pada indah ,dia tidak memikirkan keselamatan nya tapi dia memikirkan Naya padahal ini bukan keinginan mereka dan bukan salah nya juga
" tidak bagaimana pun terimakasih " ucap brian
" kamu tidak papa,maaf iya kamu jadi terluka " Ucap Naya
" tidak papa paling besok sembuh kan sudah di obati Raya ,kamu baik baik saja kan " tanya indah
" iya aku cuma kaget jadi refleks meluk kamu tadi ,maaf pasti berat " ucap Naya
" sebenarnya iya ,apa lagi kita jatuhnya kaya terjun kamu tau pantat ku tidak seksi lagi karena kecium keramik kantin " ucap indah tertawa kecil,Alex tersenyum Brian langsung menendang kaki Alex membuat Alex kesal
" jangan mengidam lagi ke kantin iya kamu membuat ku jantungan kamu tau aku seperti orang gila tau sampai teriak-teriak di kantin, nanti aku menyuruh pihak kantin saja mengantar menu makanannya di ruangan " Ucap Raya berkaca-kaca
" adek sudah tenang saja iya ,kan Naya baik baik saja " ucap alex lembut sambil memeluk raya dalam pelukan nya
" iya kak , tapi Raya benar benar takut apa lagi adek hubungin kakak tidak bisa ,Abang tidak di angkat. " ucap Raya
" maaf tadi rapat jadi hp Abang silent " Ucap Brian, Raya hanya mengangguk saja ,Alex melihat indah yang menatap Naya
" kamu baik baik saja , terimakasih iya " ucap Alex lembut
" ah sama sama tuan,saya baik baik saja " Ucap indah gugup , Raya dan Brian saling melirik
" ah iya tadi Naya sempat lihat Kaka Dafa sama Kaka Ricko " Ucap Naya , Raya dan indah saling berpandangan
" mereka sudah ke luar saat dokter selesai menjelaskan tadi, mungkin sekarang dia sudah tau " ucap Alex
" sudah tidak papa ,lebih baik dia tau jadi kamu tidak selalu mencari alasan untuk menghindari nya " ucap indah lembut
" tapi Naya merasa tidak enak " Ucap Naya
" harus di kasih enak, nanti juga pasti dia akan tau " ucap indah
" kamu orang Naya lagi pusing " ucap Raya
" iya terus kita mau gimana masa iya mau memohon minta maaf sama dia ,kan tidak lucu " ucap indah ketus
" tapi ...
" sudah iya Nay ,pikirkan saja dirimu ,urusan Dafa biar aku dan raya yang bicara, mungkin memang harus kaya gitu jadi kita tidak sembunyi-sembunyi lagi,kamu dag cape setiap hari harus berhadapan dengan nya dan mencari alasan yang tidak masuk akal, yang ada dia nanti semakin curiga semakin ribet urusan nya ,mikirin tugas kampus saja sakit kepala ku apa lagi mikirin yang lain ,kamu pintar nah aku sama Raya standar syukur ,ini di bawah " ucap indah kesal Brian dan Alex tersenyum
" kamu kerasukan jin kantin " ucap Raya
__ADS_1
" tidak, hanya kesal orang mati-matian mikirin dia ,dia mikirin si Dafa kaya saudaranya saja " ucap indah
" maaf " ucap Naya
" sudah nanti lebaran lagi minta maafnya sekalian sama THR nya " ucap indah, raya hanya menggeleng kan kepalanya
"kita pulang iya " tanya Brian
" lagi satu mata kuliah bang " ucap Raya
" tapi Naya gimana " tanya Brian
" Abang antar dia saja duluan nanti Raya sama indah masuk ruangan saja nanggung lagi satu " Ucap Raya
" yakin tidak papa " ucap Alex menatap indah
" iya tuan " ucap indah
" Naya boleh ikut dag kan sisa satu ,Naya juga tidak Papa sudah baikan " ucap Naya
" tapi sayang ...
" boleh iya Abang " ucap Naya dengan mata puppy eyes nya
dengan berat hati brian dan Alex hanya mengangguk saja,tapi dengan syarat mereka di antar ke ruangan mereka.
setelah kepergian Brian dan Alex ,raya indah dan Naya sudah mulai belajar lagi
" hebm "
" ada yang anda inginkan tuan "tanya Alex
" tidak ada, tenggorokan ku tiba tiba gatal " Ucap Brian
" di samping anda ada minuman mineral tuan " Ucap Alex dingin
" cih ,kau sangat berbeda dengan ku dan saat bersama indah " ucap Brian sinis
" tidak ada yang beda tuan ,anda bos saya dan dia teman nyonya muda " ucap Alex
" cih bohong bangat " Ucap Brian ,Alex hanya tersenyum
" aku baru sadar sekalinya kecerewetan adek lebih parah indah, bahkan dia berani marahin istriku ,adek saja hanya bisa nahan kesal " ucap Brian heran
" karena dia khawatir sama nyonya muda tuan, dari pada nyonya muda yang terluka mendingan dia setidaknya mereka baik baik saja " ucap Alex
" cih tumben kau belain orang" cibir Brian
" saya hanya mengatakan yang sebenarnya " ucap Alex
" terserah ,kita ada kerja sama dengan perusahaan keluarga nya bukan " tanya Brian
" iya tuan ada ,atur jadwal aku bertemu dengan mereka adakan makan malam " ucap Brian
" baik tuan, " ucap Alex
" iya sekalian ketemu calon mertua " ucap Brian tersenyum
" maaf tuan apa kita perlu ke rumah sakit " tanya Alex kesal
" untuk " ucap Brian menaikan alisnya
" periksa otakmu b****" umpat alex kesal ,Brian tertawa melihat kekesalan Alex karena ulahnya
" kamu semakin sopan pada bosmu " ucap Brian di sela tawanya
" bodoh " ucap Alex ketus
__ADS_1