Sayangi Aku

Sayangi Aku
kembali kuliah


__ADS_3

" Kaka mau jemput indah " tanya Raya karena ini bukan arah untuk ke kampus mereka


" iya,apa Ade masih marah Dengan nya " tanya Alex , raya hanya diam


" maaf kak, Ade hanya bingung mau minta maafnya sepeti apa " ucap raya lirih


"lagian Ade kurang kerjaan saja harus mendiamkan indah " ucap Brian


" Ade cuma tidak ingin Kaka seperti Abang dulu, sampai harus ke Luar negeri buat menghindar dan menenangkan diri, kalau Kaka seperti itu ade gimana " tanya raya,Naya mendengar alasan Raya sedikit kasian ternyata dia merasa takut jika Alex merasakan seperti Brian dulu sehingga membuta sifatnya berubah


" Ade tenang saja,Alex sama Abang kan beda , mereka baru kenalan dek , sedangkan Abang kan kenal dia sudah lama jadi membutuh waktu yang lama juga " ucap Brian lembut


" iya Ade tau ,tapi Raya tetap takut jika Kaka sudah ada rasa dengan indah terus dia lihat indah dengan kak ricko gimana " tanya Raya


" kan kalian semua teman dek , tidak usah khawatir jika pun mereka jadian berarti dia lebih baik dari Kaka untuk indah, Ade fokus saja kuliah nya tidak usah memikirkan kakak atau Abang mu ,itu tugas Kaka paham kan " ucap Alex lembut , Raya Mengaguk


Alex memencet klakson mobil seketika pagar rumah terbuka


" apa kita masuk " tanya Brian


" saya saja yang masuk " ucap Alex lalu ke Luar dari mobil begitu juga raya lalu pindah duduk di belakang bersama Brian dan Naya


" ternyata rumah indah besar juga iya " ucap Naya menatap ke arah luar


" kan bapaknya juga pengusaha Nay " ucap Raya Naya mengaguk


" tuan " panggil fajar saat melihat Alex masuk dalam rumah


"indah mana " tanya Alex ,fajar melihat ke arah tangga


" mungkin masih di kamar tuan, tunggu saya panggilkan " Ucap fajar


" maaf " ucap Indah yang baru datang sambil membenarkan sepatu kets nya


" kamu sudah siap " indah mengaguk


" tolong pegang kan dulu " Alex menerima tas indah ,membuat fajar memukul bahunya


PLak


" kenapa tidak minta tolong sama Kaka saja " ucap fajar


" maaf kak, Ade refleks" Ucap indah berjongkok membetulkan sepatunya


" sudah ,Kaka bilang sama ayah ibu aku ke kampus " ucap indah


" izin sendiri jangan selalu menyusahkan orang " ucap Alex datar ,indah menarik napasnya kasar lalu berlari ke arah dapur


" maaf tuan " ucap fajar ,Alex hanya mengangguk


" Kaka Ade pergi iya ,ayo kak " ucap indah saat sudah di depan mereka


" sarapan mu " tanya Alex di sela langkah mereka


" kantin " ucap indah singkat


Alex membukakan pintu untuk indah setelah itu dia juga ikut masuk dari pintu berlawanan


" indah " panggil Naya,indah membalikkan badannya kebelakang


" astaga " ucap indah kaget sambil memegang dadanya


" maaf,sudah menunggu lama " ucap indah ,lalu menatap Alex


kenapa tidak bilang jika ada mereka ,apa susahnya coba batin indah

__ADS_1


" apa kamu sudah sehat " tanya Raya,indah menatap Raya


" apa kamu tidak marah lagi " raya menggeleng " aku baik² aja ,maaf untuk yang kemarin " Ucap indah


" aku yang harusnya minta maaf karena marah² tidak jelas " ucap raya


" iya sudah lupakan saja anggap saja tidak terjadi papa " ucap indah


" dek ada berapa kotak buah nya " tanya Alex


"2 saja kak ,kenapa " tanya raya balik


" berikan satu buat indah ,dia belum sarapan nanti sebentar sebelum makan siang Kaka suruh pelayan untuk mengantar nya " ucap Alex,Brian mengulum senyum mendengar ucapan Alex walaupun kini matanya masih fokus pada iPad


" tidak usah kak ,kita hari ini pulang cepat jadi satu saja cukup nanti aku bagi sama Raya " ucap Naya


" iya kak,ade kasih saja punya ku" ucap Raya lagi


" tidak usah Ray,nanti aku makan di kampus masih ada waktu koh " Ucap indah tidak enak


" ini ambil lah nanti kakak marah " ucap raya,terpaksa indah mengambil nya


" makasih iya ,maaf sudah merepotkan" ucap indah


" tidak papa ,makan saja nanti kamu sakit lagi " ucap Naya ,Brian tersenyum


" anak pintar " ucap Brian ,Naya tersenyum


" Ade terbaik " ucap Brian pada raya


" makasih Abang " ucap raya bangga karena Brian selalu memberikan pujian padanya bukan hanya Naya ,Brian mengaguk tersenyum


Alex menatap indah yang sudah memulai memakan buahnya


tidak terasa kini mobil mereka sudah sampai di kampus ,Alex memarkirkan mobilnya dengan baik


" hati² jangan bandel ",Naya mengaguk ,Brian mencium kening Naya dan mencium bibir nya,indah yang tidak sengaja melihatnya melotot matanya dengan segara dia membalikkan kepalanya membuat Alex tersenyum


" Naya turun dulu iya Abang Kaka " ucap Naya ,Brian mengaguk


" aku juga turun iya " Ucap indah


" langsung sarapan " ucap Alex sebelum indah menutup pintu mobil ,indah mengaguk


setelah melihat mobil Alex pergi mereka juga meninggal area parkiran menuju ruangan mereka


" apa indah melihat nya " tanya brain,tapi matanya fokus pada iPad nya


" maaf tuan " ucap alex


" hebm "


sedangan raya Naya dan indah sedang heboh karena di kampus mereka mengadakan kemah seluruh anak baru dan senior juga ikut itu semua di adakan karena untuk lebih saling mengenal satu sama lain


" gimana kalian ikut " tanya indah


" kami Tidak Janji nanti kamu izin dulu iya " ucap raya


" jika kalian tidak ikut aku juga tidak " ucap indah


"nanti baru kita bahas, sekarang kita fokus dulu " ucap Naya


mereka mengaguk karena memang sedikit lagi sudah waktunya jam pertama masuk


setelah mata pelajaran pertama selesai Dafa dan ricko mendatangi ruangan mereka

__ADS_1


" kamu sudah sehat " tanya ricko tersenyum melihat indah kembali kuliah lagi


" iya kak " ucap indah


" ah iya aku sampai lupa ,kalian jadikan ikut " tanya Ricko


" aku terserah mereka saja ,jika mereka pergi aku juga pergi kan tidak mungkin aku sendirian di sana " ucap indah


" nanti aku usahakan bujuk Abang sama Kaka ku ,kalau pun aku tidak ikut Raya aku usahakan ikut " ucap Naya ,Dafa menatap Naya


" kenapa kamu tidak bisa ikut kan ada Raya " ucap Dafa


" Kaka kan tau ,aku sedang Hamil "ucap Naya


" apa jika hamil kamu di larang buat ngapain² " tanya Dafa heran ,banyak juga yang hamil tapi tidak seperti Naya yang selalu Tidak bisa melakukan ini dan itu


" tidak kak ,tapi Naya menghindari memang takut nanti Seperi dulu " ucap Naya


" nanti aku yang menjagamu kamu tidak usah khawatir " raya menatap Dafa


" daf jangan gila " ucap Ricko


" aku hanya ingin kita kumpul di sana ,kan Kapan lagi orang cuma 2 malam saja " ucap Dafa


" sudah², tidak usah berdebat mereka kan belum meminta izin doa kan saja semoga di izinkan" ucap indah


" nanti aku bantu izinkan sama suamimu " ucap Dafa


" tidak usah Kaka, kami juga weekend ini mau ke rumah bapak ,jadi kalian saja yang ikut iya aku janji nanti malamnya aku ke sana gimana " tanya Naya ,Dafa menatap kecewa pada Naya


" aku duluan ke kelas iya " ucap Dafa ,lalu meninggalkan mereka tanpa menunggu jawaban mereka


" sudah tidak papa nanti aku yang urus ,jika nanti kalian bisa ikut kabarin iya " ucap ricko


" iya kak " ucap mereka


" iya sudah aku tinggal by " ucap ricko


" kamu baik² saja " tanya indah pada Naya


" aku baik² saja memangnya aku kenapa " tanya Naya bingung dengan pertanyaan indah , sedangkan Raya hanya diam saja


" Ray are you ok " tanya indah sambil memegang tangan raya


" i'm fine " ucap raya tersenyum


" nanti aku bantu izinkan , setidaknya Naya nanti datang sekalipun hanya malamnya ,iya kan Nay " ucap indah padahal dia sendiri belum tentu di izinkan oleh Alex


" iya Ray, nanti aku juga bantu izin tenang saja ok" Raya mengaguk lemah , sebenarnya bukan itu yang sedang dia pikirkan tapi sifat Dafa pada nya dan Naya


"iya sudah ,kamu makan buah dulu Nay ,Ray maaf iya tadi aku habisin buah mu " ucap indah sesal


" tidak papa Nda kaya sama siapa saja " ucap Raya


" kamu makan saja dengan ku kan setelah pelajaran ke dua kita sudah selesai" ucap naya , Raya mengaguk


" apa kau gila ,kenapa harus bersikap seperti itu depan mereka " ucap ricko saat sudah di ruangan dia langsung menghampiri Dafa


" aku cuma kesal kenapa selalu susah jika berhubungan dengan Naya " ucap dafa kesal


" kamu harus ngerti dia sekarang hamil, dan kamu tau itu calon penerus GM Corp jika terjadi papa dengan Naya apa kamu yakin kampus kita masih baik² saja ,pikirkan efeknya jangan pentingkan egomu " ucap ricko mulai emosi


" aku bisa menjaganya " ucap Dafa


" jangan bodoh, Raya indah tau kamu memiliki perasaan dengan nya begitu juga suaminya ,apa kamu yakin mereka bisa percaya denganmu " ucap ricko kesal dafa terdiam bahkan dia bingung mau bicara apa lagi

__ADS_1


"kita di sini berteman jangan karena kepentingan mu sendiri membuat semuanya hancur ,harusnya kamu bersyukur karena tuan Brian tidak melarang Naya berteman dengan kita sekalipun dia tau perasaan mu terhadap istrinya jadi jangan membuat itu hancur, bukannya kamu yang bilang sudah lama mencari Naya , sekarang kalian sudah sama ² bukan sekalipun tidak dalam ikatan tapi kita bisa berteman " ucap ricko ,lalu meninggalkan Dafa yang masih saja diam


aaarrrkkkk kenapa aku tidak bisa menahan emosi ku jika sudah berkaitan dengan Naya batin Dafa kesal sambil memukul meja keras membuat yang dalam ruangan itu kaget , sedang kan Ricko hanya menghela nafasnya kasar


__ADS_2