
" ayah kata Abang ,Kaka mau menikah " ucap raya di sela makan malam mereka ayah ibu dan pak Mamat mengakat kepalanya melihat Raya
uhuk uhuk
Alex menatap tajam Raya yang hanya memasang wajah polosnya sedangkan Brian hanya tersenyum bangga pada adiknya
" memang Alex punya pacar " tanya ibu sisil
" iya Bu, ada temannya Naya ,indah " ucap Naya sambil menatap ibu sisil
" jangan percaya Bu,mereka kurang kerjaan " ucap alex tegas
"paman mau kan sama teman Raya yang sering ke sini " tanya Raya pada pak Mamat
" iya dia baik orang nya sopan juga " ucap pak Mamat tersenyum
" ayah " ucap Alex datar
"itu paman saja setuju " ucap Brian tersenyum
" jangan percaya omongan Brian yah Bu " ucap Alex
" tapi tidak papa kan paman ,dari pada nanti jadi fitnah mendingan nikah ,Abang saja bahagia sekarang iyakan sayang " Naya dan pak Mamat menggaguk membenarkan ucapan Brian
" fitnah apa " tanya Alex menatap tajam
" kan aku tidak tau ,siapa tau nanti ada yang melihat sedang berbuat apa dan apa "ucap Brian polos
" memang mereka berbuat apa " tanya ayah abbas
" kan umpama ayah " ucap Brian
" Kirain sudah melakukan apa " ucap ayah abbas
" memang ayah mau ngapain kalau mereka melakukan sesuatu " tanya Brian lagi ,sedangkan Alex sudah menendang kaki Brian dari bawah meja tapi Brian menghindari nya
" ayah nikahkan mereka supaya bisa leluasa melakukan apa pun " ucap ayah abbas
" kalau begitu ayah nikahkan saja Alex,kenapa harus nunggu mereka melakukan sesuatu " ucap Brian
" memang mereka melakukan apa " Brian hanya menaikkan bahunya
" ayah percaya sama Alex kan " tanya Alex
__ADS_1
" tapi ayah juga percaya sama Brian " ucap ayah abbas ,Brian tersenyum kuda
" sudah sudah,nanti juga waktunya Alex akan menikah sama siapa pun itu " ucap ibu sisil
" ibu terbaik " ucap Alex
" tapi segera kami semakin tua " Ucap ibu sisil membuat raya dan Brian tertawa sedangan pak Mamat hanya tersenyum
setelah selesai makan Brian dan Alex ke ruangan kerja sedangkan ayah ibu raya dan Naya sedang duduk di taman belakang
" apa kau bahagia " tanya Alex kesal sambil menatap laptop di depan nya
" sangat " ucap Brian membuka berkas di meja
" jangan melewati batas mu jika tidak ingin aku membunuhmu " ucap Alex menatap Brian
" aku menunggunya ,tapi aku tidak yakin kau membunuh ku " ucap Brian tersenyum
" cih "
" lagian Kamu ngapain main nyosor saja "tanya Brian
" aku tidak tahu ,kaya ada saja yang dorong kepalaku " ucap Alex
" jadi kamu berpikir di ruangan mu ada jin,lalu mendorong kepala mu mencium bibir indah " tanya Brian
" apa jin itu menyuruhmu melakukanya dua kali bahkan sangat lama "ucap Brian , Alex menatap Brian
" aku melihatnya,aku yakin tadi bukan yang pertama " ucap Brian tersenyum
" jangan macem-macem " ucap Alex ,Brian hanya menaikkan bahunya
" lagian kamu dag mungkin kan asal cium tanpa ada perasaan yang lain " tanya Brian
" kerjakan dulu ini,tidak usah bahas yang tidak penting " ucap Alex
" cih tidak penting kamu pria dan dia wanita,mana ada yang mau di cium² tapi tidak ada kepastian , Raya saja adik kita mana ada kita cium bibirnya selain keningnya,nah dia bukan siapa ² kamu cium " ucap Brian
"bukannya dulu kamu yang sering ngomong ini itu sama aku " ucap Brian lagi
" nanti baru aku pikirkan. " ucap Alex lagi ,Brian hanya mengangguk saja
Alex mengingat kembali perkataan Brian barusan
__ADS_1
apa mungkin,tidak jangan pernah ingat hidupmu hanya untuk RM Corp batin Alex menatap layar
" kamu kenapa melamun " tanya Brian
" tidak lagi mikirin ini data " ucap Alex bohong
" data yang mana,bahkan dari tadi kamu belum mengetik apa pun " ucap Brian sinis
" diam lah kau membuat kepalaku pusing" ucap Alex
" kau nya saja yang pengen pusing " ucap Brian
" terserah " ucap Alex
setelah selesai dengan urusan di ruangan kerja Brian menuju kamarnya, karena pasti istrinya sudah di kamar
saat membuka pintu benar saja istrinya sudah terlelap samping memeluk guling, Brian masuk dalam kamar mandi membersihkan diri setelah itu dia masuk ke ruangan walk in close Mengganti pakaiannya tidur
lalu dia mendekati istrinya, dia menjauh kan bantal guling yang di peluk Naya ,lalu dia memeluk istrinya dengan pelan
" Abang " ucap Naya serak
"sssttt tidur lagi ini masih malam " ucap Brian sambil mengelus kepala Naya
" Abang sudah selesai kerjanya" tanya Naya
" iya maaf iya, kelamaan di sana " ucap Brian
" tidak papa " ucap naya sambil menempelkan tubuhnya pada Brian
" tidur lagi iya " Naya menggaguk
sedangan di paviliun belakang Alex belum bisa memejamkan matanya perkataan Brian selalu terngiang di telinganya bahkan saat dia menutup matanya adegan ciuman di kantor tadi membuat dia gelisah
" aaaaaaakkkkkkkhhhhhhhh"
teriak Alex sambil menarik kasar rambutnya
" ga bisa ,ga mungkin " gumam Alex
"tapi kenapa tubuhku begitu tertarik dengan nya " gumamnya lagi
" apa di memiliki magnet dalam tubuhnya ,masa sih iya " Alex benar benar gila
__ADS_1
" tenang tarik nafas hembuskan ,tarik lagi hembuskan "
" ayo kita tutup mata dan jangan memikirkan yang lain anggap saja tadi hanya kecelakaan ringan ". gumam Alex lalu memaksa menutup matanya sekalipun selalu muncul dalam ingatannya,mungkin karena lelah memikirkan nya atau memang mengantuk akhirnya dia bisa tertidur lelap juga