Sayangi Aku

Sayangi Aku
jahil sama orang tua


__ADS_3

sore harinya Naya menyempatkan diri menelpon orang tuanya sepeti sebelum nya


Tutt.....Tut....


" selamat sore pak Jhoni bapaknya Ilham,Naya dan Nathan bagaimana kabar anda hari ini " Naya tertawa kecil saat mendengar umpatan sang bapak


" bagaimana kabarmu " tanya balik pak Jhoni tanpa menjawab pertanyaan Naya tadi


" kabar saya sangat baik tuan, besok Naya akan periksa kandungan Jika semua baik² saja saya dan Abang akan berkunjung ke rumah mewah anda tuan " Naya Masih saja menggoda bapaknya terdengar sangat kesal


" tidak usah pulang, rumahku tertutup rapat untuk anda nyonya Brian Gani Malik " ucap pak Jhoni kesal


" ah benar kah tuan, sayang sekali padahal cucu anda sangat merindukan kakeknya " pak Jhoni hanya berdecak saja


" nanti bapak sama mama saja yang ke situ perut mu juga sudah sangat besar nanti weekend bapak yang akan ke situ " ucap pak Jhoni serius


" apa tuan akan menutup toko anda " ucap Naya yang masih menggoda bapaknya


" Naya ini mama " ucap mama Lila mengambil ahli telepon


" selamat sore nyonya Jhoni, mama dari Ilham,Naya dan Nathan " ucap Naya tertawa kecil


" apa kamu sedang setres atau kepalamu terbentur tembok " ucap ketus sang mama membuat Naya tergelak


ceklek


Brian mengeritkan keningnya melihat istrinya tertawa sambil menelpon


" anda jangan kejam nyonya Jhoni ,jika suamiku mendengar nya akan membuat toko dan rumah anda rata dengan tanah " Brian menggeleng melihat tingkah istrinya


CUP


CUP


" jangan selalu menggoda bapak dan mama sayang " ucap Brian setelah mencium kening dan perut buncit Naya


" Abang mereka memarahiku " rengek manja Naya, membuat pak Jhoni berteriak di seberang sana


" Naya pranata apa kau akan membunuh bapak mu ,anak kurang ajar " Naya tertawa sedangkan Brian hanya tersenyum saja


" Gimana kabar bapak " tanya Brian mengambil HP dari tangan Naya


" kami baik nak, bagaimana dengan mu dan yang lainnya " tanya pak Jhoni


" kami baik pak ,ah iya pak Brian ingin bicara sesuatu " ucap Brian serius sedangkan Naya diam


"apa itu nak " tanya pak Jhoni


" mungkin Brian dan Naya untuk sementara belum bisa ke situ setiap weekend " Naya langsung menatap Brian karena tidak ada pembahasan sebelumnya nya


" karena perut Naya sudah sangat besar dan Brian takut terjadi papa dengan mereka " lanjut nya lagi


" tadi bapak sudah bicara sama Naya ,nanti kami yang akan ke situ tiap weekend " ucap pak Jhoni


" bapak dan mama ke sini saja kapan pun kalian mau, maaf karena tidak bisa ke situ untuk beberapa bulan ini " ucap Brian


" tidak perlu meminta maaf nak, kami paham maksud mu baik jadi tidak perlu merasa sungkan kami yang akan ke situ tiap weekend " ucap pak Jhoni


" terimakasih pa, Brian mau mandi dulu bapak bicara lagi dengan Naya " Brian memberikan HP nya pada Naya


" halo nak, sudah dulu iya bantu suamimu bersiap dulu " ucap pak Jhoni


" siap tuan Jhoni salam buat tuan muda kecil Nathan " lalu Naya mematikan sambungan telepon nya tanpa mendengar jawaban bapaknya


" anak nakal " Brian mengacak rambut Naya membuat Naya tertawa kecil


" Naya siap kan dulu airnya bang '


namun langkahnya tertahan karena Brian menahan lengan nya


" Abang saja " Naya menurut saja


setelah melihat suaminya masuk kamar mandi dia ke ruangan walk in close untuk menyiapkan baju untuk suaminya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Lo koh Ade masih di sini " tanya Brian menatap Raya yang sudah duduk di meja makan


" Kaka Dafa akan menjemput ku katanya sekalian pamit " ucap raya sendu


karena Sampai sekarang Dafa belum juga datang


"Ade tidak jadi pergi katanya tadi jam 3 " tanya Alex yang baru juga datang


Raya membuang napasnya kasar

__ADS_1


" tau ah " ucap raya kesal, karena bukan hanya Abang dan Kaka nya yang bertanya bahkan sebelum itu ayah dan ibunya sudah bertanya pada nya


" kenapa Ade harus kesal, harusnya itu kaka yang kesal karena sudah membuat indah menangis sampai matanya sembab " ucap Alex ketus


" jika nanti anak Abang ,cengeng kaya Ade akan aku minta Alex memotong jajanmu sisa 5 persen" timpal brain lagi


" Abang " Brian hanya mengaguk


" saudara yang zholim, selalu menindas adiknya sendri menyiksa dan menyakiti hatinya " ucap raya kesal


" selamat malam "


seketika wajah raya kembali cerah saat mendengar suara yang sangat dia rindukan


" kau sudah membuat anak ayah menangis Dafa, apa perlu ayah buat kalian jauh benaran " ucap ayah abbas


membuat Dafa kaget lalu dia menatap raya


benar saja matanya sembab sedangkan raya tidak berani menatap Dafa


" maaf ayah, tadi ada beberapa urusan yang harus Dafa selesai kan " ucap Dafa sendu lalu mendekati raya dan duduk di samping nya


" ayo makan dulu, nanti keburu malam kalian perginya " ucap ibu sisil


" maaf sayang " ucap Dafa lirih ,raya hanya mengangguk


setelah itu mereka makan dengan tenang tidak ada obrolan papa di meja makan malam ini


karena sang biang kerok dalam mode off sehingga mereka makan dengan lancar tidak seperti biasanya


setelah selesai makan Dafa menatap raya yang masih diam sejak tadi


lalu pandangan nya jatuh pada Brian dan Alex yang masih menemani istri mereka makan


" tuan Brian,tuan Alex apa boleh raya tinggal beberapa di sana " tanya Dafa to the poin


makanya tadi dia melarang Raya untuk pergi sendiri


karena dia ingin meminta izin sendiri pada keluarga raya


" hebm "


" terima kasih tuan " ucap Dafa senang


" ayah ibu " mereka hanya mengaguk tersenyum


" berapa.lama " tanya raya ketus


" 3 hari saja " ucap Dafa lembut


" tunggu sebentar " Dafa hanya mengangguk


" habislah kamu Kak ,raya kalau marah bisa sebulan " ucap naya dengan mulut yang masih penuh


" kunyah dan telan makanan mu " Naya mengaguk


lalu tersenyum namun suaminya hanya memasang wajah datarnya


menyebalkan bukan !!! sangat


" tadi raya nangisnya lama loh kak, bahkan sampai semua pelayan di marahin " timpal indah lagi


" minum susu mu dan Tutup rapat " indah menatap sinis suaminya


sedangkan Dafa jangan tanya selain takut dia juga merasa lucu melihat dua wanita itu


yang seperti kucing ketika majikannya sudah berbicara


" sudah siap " raya menggeleng " apa ada yang kamu inginkan " raya menggeleng lagi membuat Dafa semakin bingung


" raya bawa baju apa " semua mata menatap tajam pada raya tapi tidak dengan Brian dan Alex mereka hanya tersenyum saja melihat tingkah polos raya


" terserah Ade mau bawa baju apa !! kenapa harus bertanya " ucap ayah abbas


" memang baju di lemari Ade sudah habis sehingga bertanya seperti itu " ucap ibu sisil heran


" kan ade tidak perna bermalam di rumah orang yah,Bu Ade takut nanti pakaian nya tidak sopan atau tidak cocok " ucap raya kesal


padahal dia bertanya baik² lalu kenapa ayah dan ibunya kesal


" pakai bikini saja dek, atau sarung saja " ucap ayah kesal


" pakai baju seperti biasanya dek seperti di rumah ini " ucap ibu sisil lembut


" Ade benaran bawa bikini iya " tantang raya

__ADS_1


" iya bawa ,supaya mertua mu mengusir mu " raya semakin kesal lalu kembali ke kamarnya sedangkan Dafa hanya menggeleng


apa dia sepolos itu batin Dafa antara percaya dan tidak


setelah menunggu beberapa saat akhirnya raya turun


" sudah siap " tanya Dafa saat raya sudah di dekat meja makan


" sudah kak " ucap raya


" ayah Bu kami pamit " ucap Dafa lalu mencium punggung tangan mertuanya begitu juga raya


" tuan " Brian dan Alex mengaguk


" Abang, Ade pergi dulu iya " Brian mengaguk lalu mencium kening raya


CUP


" jangan nakal " raya mengaguk


" Kaka " Alex pun mencium kening raya


CUP


" pengawal akan ikut bersama kalian " ucap Alex


" iya kak " ucap raya tersenyum


" by by ibu hamil maaf raya tinggal mudik ke rumah mertua iya jangan rindu nanti Abang dan Kaka menyuruh ku pulang secara paksa s " Naya dan indah hanya berdecak saja


" paman jaga nyonya dan menantu anda dengan baik, jika paman tidak ingin berurusan dengan dua Manusia itu " pak Mamat hanya mengangguk tersenyum


" selamat malam, kamu permisi " ucap Dafa menunduk kepalanya


" iya nak, hati² jangan balap² bawa mobil ini sudah malam " ucap ayah abbas


" iya ayah " ucap Dafa


lalu mereka meninggal kan ruangan makan itu


" apa masih marah " raya menggeleng


" lalu kenapa kamu menangis " Dafa mengambil paper bag tas raya lalu menggegam tangan wanita itu


" kesal, Kaka lama padahal raya sudah siap² sejak tadi "ucap raya kesal


Dafa memasukkan paper bag di tempat duduk belakang


lalu membukakan pintu untuk raya,setelah itu baru dia yang masuk


CUP


" maaf sayang, aku harus menyiapkan semuanya dengan baik " ucap Dafa setelah mencium pipi raya


" tapi kan bisa bicara dulu " ucap raya malu ,karena Dafa menyerang nya tiba²


" sudah jangan marah lagi " ucap Dafa lalu menyalakan mobilnya


dan Dafa dapat melihat jika mobil di belakang mereka juga ikut menyala berarti itu pengawal yang di bicarakan Alex


" maaf " ucap raya saat dafa menatap mobil yang akan. mengikuti mereka


" tidak papa sayang, aku ngerti tidak usah tegang sepeti itu " ucap Dafa lembut


lalu dia menggegam tangan raya sebelum mobil mereka jalan


" nanti singgah beli kue iya kak " Dafa mengaguk


" kamu ingin makan kue apa sayang " tanya Dafa


" raya juga bingung, mommy sukanya kue apa " Dafa menatap raya sekilas lalu kembali fokus


" kenapa menanyakan kue kesukaan mommy " tanya Dafa heran


" masa raya ke sana tidak bawah papa kak,malu tau " ucap raya lirih


" kamu ke sana saja mommy sudah senang sayang ,percaya deh " ucap Dafa tertawa kecil karena gemas


" kita singgah saja iya, boleh kan kak " Dafa mengaguk


" pilih saja kue menurut mu enak, mommy pasti makan " raya mengaguk


" iya kak " ucap raya


" tadi gimana kak " tanya raya ,Dafa menatap raya lalu kembali fokus

__ADS_1


" tuan Ivan benar² membuat kami jantungan karena aku dan Ricko harus bekerja bersamanya dan dengan santainya tuan Ivan pergi ke luar kota katanya ada urusan lalu dia menyuruh asisten nya untuk mengajari kami dan lebih parah lagi hanya kami berdua yang mengikuti jadwal tuan Ivan ,kalau yang lain gantian shif pagi, siang sama malam, kalau kami harus siap 24 jam " ucap Dafa kesal senang tapi bahagia karena dia dan ricko mendapatkan perlakuan khusus


__ADS_2