Sayangi Aku

Sayangi Aku
ipar ngompor


__ADS_3

Brian dan Naya menuruni tangga sambil bergandengan


ayah dan ibu saling melirik tersenyum mereka bahagia melihat anak mereka kembali tersenyum


" apa kalian mau nyebrang " celetuk Raya saat melihat Brian dan Naya mendekati meja makan


Alex hanya tersenyum saja


Naya tidak menghiraukan Raya ,dia melayani suami nya di meja makan


" apa tidak minta bibi yang siapkan makannya bang " sindir Raya tapi Brian diam saja


" Raya diam " ucap ibu menekan setiap katanya


" Ade punya berita tapi ada syaratnya " ucap Raya tersenyum licik melihat Naya


" tapi tidak ada potongan deal " ucap Raya sambil memainkan alisnya


" beritanya apa " tanya Alex


" Dafa " Brian langsung menatap Raya sedangkan Naya menelan ludahnya paksa,lalu Brian menatap Naya


" diam di tempatmu " Alex menatap tajam Raya


" katakan "


" tadi Dafa tanya raya sudah punya pacar atau belum " Naya langsung berdiri menutup mulut Raya sambil tersenyum melihat orang yang di meja makan


" tutup mulutmu jika kamu ingin selamat aku baru berbaikan dengan Abang mu " bisik Naya


" Naya pranata " ucap Brian dengan suara rendah Naya melepaskan tangannya dari mulut raya lalu kembali duduk


" lanjutkan " ucap Brian


" Abang tau sekalinya mereka tetangga dulu ,terus mereka sering main ,keluarga mereka bahkan dekat tapi mereka terpisah karena Dafa harus pindah sekolah " Naya melihat reaksi Brian dan Alex yang terlihat santai mereka tetap memakan makanannya sedangkan Naya sudah ketakutan


lain ayah dan ibu mereka hanya geleng-geleng kepala dengan sifat Raya


" bahkan tadi kami di traktir makan bang, di kantin dan di cafe dekat kampus " ucap raya lagi


" makan yang benar " bisik Brian ,Naya hanya mengangguk


" tadi Naya di tanya in dia punya pacar atau tidak di jawab tidak " ucap Raya tersenyum ,Naya berdiri tapi di tahan Brian sambil melirik makanannya Naya pun kembali duduk dan makan


" Abang dengar Raya tidak " tanya Raya


" Abang sudah tau , bukannya kamu yang menjawabnya " Raya menelan ludah nya paksa sedangkan Naya menatap tak percaya pada Brian


setelah selesai makan mereka berkumpul di teras belakang


" cih kemarin marahan sekarang kaya perangko " cibir raya

__ADS_1


" makanya Ade kalau sudah ada nikah saja kenalkan sama ayah " ucap ayah abbas


" orangnya dag peka ayah,jadi Ade cari yang peka saja " Ucap raya


"apa kamu punya pacar dek " tanya Alex


" gimana mau punya pacar jika yang incar lirik saja tidak " ucap Raya kesal


" ingat batasan dek ,Abang tidak akan memberi belas kasian siapapun dia, bawah dia ke sini jika serius " Ucap Brian tegas


" mau bawah gimana kalau orang nya masa bodoh " cibir Raya


" iya sudah kuliah saja dulu ,tidak usah mikirin yang lain ,berteman saja seperti biasanya " ucap ayah Abbas


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" sayang kenapa lama sekali " panggil Brian


" astag ,orang baru masuk juga " keluh Naya


" sini " Naya mendekat ke arah Brian lalu duduk di sofa


"kenapa " tanya Naya, Brian membaringkan kepalanya di paha Naya


" tidak hanya ingin berbaring seperti ini " sambil memeluk pinggang Naya dan membenamkan wajahnya di perut Naya


" sayang surat kontrak nya Alex akan membakarnya " ucap Brian


" apa kamu yakin " Brian menggaguk


" iya " sambil mengelus kepala Brian


" jadilah wanitaku yang penurut " ucap Brian


" hebm "


" tadi Dafa ngomong apa saja " tanya Brian tanpa melepaskan pelukannya


" tidak ngomong papa ,hanya cerita biasa saja " ucap Naya


" aku tidak melarang mu dekat dengannya tapi kamu harus tau batas mu " ucap Brian sambil mengelus wajahnya di perut Naya


" iya kita juga ramai koh ada indah raya Dafa sama Ricko " Ucap Naya


" iya tidak papa " ucap Brian


" apa teman ku bisa main ke sini " tanya Naya


" siapa " tanya Brian


" indah " Brian hanya mengangguk saja lalu dia mencium perut Naya yang rata

__ADS_1


"Nay " Naya melihat suaminya


" jika nanti kamu hamil gimana " tanya Brian


" iya hamil ,mau gimana lagi " jawab Naya


" kuliah mu " tanya Brian lagi


" iya kuliah ,apa susahnya coba " jawab Naya


"jawab yang benar sayang " ucap Brian


" emang di kampus ada aturannya orang hamil di larang kuliah atau gimana " Brian menggeleng


" terus kenapa harus di bahas sayang ,kalau sudah waktunya hamil berarti kita di beri kepercayaan untuk itu ,lalu apa yang kamu pikirkan kamu belum mau punya baby " tanya Naya


" koh malah aku sih " Brian bangun lalu duduk sambil menghadap Naya " aku tanya kaya getho biar kamu tidak terganggu kuliah " ucap Brian


" terus apa Naya harus minum pil ,itu ada di laci " Naya langsung menutup mulutnya


" kamu beli pil " Naya menggaguk pelan


" untuk " tanya Brian


" kesal sama kamu , jengkel tapi Naya dag jadi minum jadi simpan saja di laci " ucap Naya


" kenapa " tanya Brian


" agar kamu sayang sama Naya puas ,sudah Naya mau tidur " Brian tersenyum melihat sikap malu malu Naya


" kalau begitu hamil lah aku dengan senang hati akan menyayangimu " Ucap Brian ,membuat Naya jadi malu


" kamu itu sudah dag peraw......


" Abang ehs ngomongnya jorok " ucap Naya kesal


Brian melepaskan tangan Naya " di segimana nya yang jorok sayang " tanya Brian


" itu tadi ngomong yang itu " ucap Naya


" yang itu apa sih " ucap Brian tersenyum


" yang itu " ucap Naya kesal


" apa sih sayang " goda Brian


" perawan " Naya lari ke tempat tidur lalu masuk dalam selimut menutupi semua tubuhnya hingga kepalanya


Brian tertawa kecil melihat Naya


" kamu bisa kehabisan nafas sayang " ucap Brian sambil menarik selimut memperlihat kepala naya ,lalu Brian mencium bibir Naya

__ADS_1


" mau istirahat " Naya menggaguk


" sekali boleh " Naya menggaguk lagi


__ADS_2