
Brian dan Naya menuruni tangga sambil bergandengan
ayah dan ibu saling melirik tersenyum mereka bahagia melihat anak mereka kembali tersenyum
" apa kalian mau nyebrang " celetuk Raya saat melihat Brian dan Naya mendekati meja makan
Alex hanya tersenyum saja
Naya tidak menghiraukan Raya ,dia melayani suami nya di meja makan
" apa tidak minta bibi yang siapkan makannya bang " sindir Raya tapi Brian diam saja
" Raya diam " ucap ibu menekan setiap katanya
" Ade punya berita tapi ada syaratnya " ucap Raya tersenyum licik melihat Naya
" tapi tidak ada potongan deal " ucap Raya sambil memainkan alisnya
" beritanya apa " tanya Alex
" Dafa " Brian langsung menatap Raya sedangkan Naya menelan ludahnya paksa,lalu Brian menatap Naya
" diam di tempatmu " Alex menatap tajam Raya
" katakan "
" tadi Dafa tanya raya sudah punya pacar atau belum " Naya langsung berdiri menutup mulut Raya sambil tersenyum melihat orang yang di meja makan
" tutup mulutmu jika kamu ingin selamat aku baru berbaikan dengan Abang mu " bisik Naya
" Naya pranata " ucap Brian dengan suara rendah Naya melepaskan tangannya dari mulut raya lalu kembali duduk
" lanjutkan " ucap Brian
" Abang tau sekalinya mereka tetangga dulu ,terus mereka sering main ,keluarga mereka bahkan dekat tapi mereka terpisah karena Dafa harus pindah sekolah " Naya melihat reaksi Brian dan Alex yang terlihat santai mereka tetap memakan makanannya sedangkan Naya sudah ketakutan
lain ayah dan ibu mereka hanya geleng-geleng kepala dengan sifat Raya
" bahkan tadi kami di traktir makan bang, di kantin dan di cafe dekat kampus " ucap raya lagi
" makan yang benar " bisik Brian ,Naya hanya mengangguk
" tadi Naya di tanya in dia punya pacar atau tidak di jawab tidak " ucap Raya tersenyum ,Naya berdiri tapi di tahan Brian sambil melirik makanannya Naya pun kembali duduk dan makan
" Abang dengar Raya tidak " tanya Raya
" Abang sudah tau , bukannya kamu yang menjawabnya " Raya menelan ludah nya paksa sedangkan Naya menatap tak percaya pada Brian
setelah selesai makan mereka berkumpul di teras belakang
" cih kemarin marahan sekarang kaya perangko " cibir raya
__ADS_1
" makanya Ade kalau sudah ada nikah saja kenalkan sama ayah " ucap ayah abbas
" orangnya dag peka ayah,jadi Ade cari yang peka saja " Ucap raya
"apa kamu punya pacar dek " tanya Alex
" gimana mau punya pacar jika yang incar lirik saja tidak " ucap Raya kesal
" ingat batasan dek ,Abang tidak akan memberi belas kasian siapapun dia, bawah dia ke sini jika serius " Ucap Brian tegas
" mau bawah gimana kalau orang nya masa bodoh " cibir Raya
" iya sudah kuliah saja dulu ,tidak usah mikirin yang lain ,berteman saja seperti biasanya " ucap ayah Abbas
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" sayang kenapa lama sekali " panggil Brian
" astag ,orang baru masuk juga " keluh Naya
" sini " Naya mendekat ke arah Brian lalu duduk di sofa
"kenapa " tanya Naya, Brian membaringkan kepalanya di paha Naya
" tidak hanya ingin berbaring seperti ini " sambil memeluk pinggang Naya dan membenamkan wajahnya di perut Naya
" sayang surat kontrak nya Alex akan membakarnya " ucap Brian
" apa kamu yakin " Brian menggaguk
" iya " sambil mengelus kepala Brian
" jadilah wanitaku yang penurut " ucap Brian
" hebm "
" tadi Dafa ngomong apa saja " tanya Brian tanpa melepaskan pelukannya
" tidak ngomong papa ,hanya cerita biasa saja " ucap Naya
" aku tidak melarang mu dekat dengannya tapi kamu harus tau batas mu " ucap Brian sambil mengelus wajahnya di perut Naya
" iya kita juga ramai koh ada indah raya Dafa sama Ricko " Ucap Naya
" iya tidak papa " ucap Brian
" apa teman ku bisa main ke sini " tanya Naya
" siapa " tanya Brian
" indah " Brian hanya mengangguk saja lalu dia mencium perut Naya yang rata
__ADS_1
"Nay " Naya melihat suaminya
" jika nanti kamu hamil gimana " tanya Brian
" iya hamil ,mau gimana lagi " jawab Naya
" kuliah mu " tanya Brian lagi
" iya kuliah ,apa susahnya coba " jawab Naya
"jawab yang benar sayang " ucap Brian
" emang di kampus ada aturannya orang hamil di larang kuliah atau gimana " Brian menggeleng
" terus kenapa harus di bahas sayang ,kalau sudah waktunya hamil berarti kita di beri kepercayaan untuk itu ,lalu apa yang kamu pikirkan kamu belum mau punya baby " tanya Naya
" koh malah aku sih " Brian bangun lalu duduk sambil menghadap Naya " aku tanya kaya getho biar kamu tidak terganggu kuliah " ucap Brian
" terus apa Naya harus minum pil ,itu ada di laci " Naya langsung menutup mulutnya
" kamu beli pil " Naya menggaguk pelan
" untuk " tanya Brian
" kesal sama kamu , jengkel tapi Naya dag jadi minum jadi simpan saja di laci " ucap Naya
" kenapa " tanya Brian
" agar kamu sayang sama Naya puas ,sudah Naya mau tidur " Brian tersenyum melihat sikap malu malu Naya
" kalau begitu hamil lah aku dengan senang hati akan menyayangimu " Ucap Brian ,membuat Naya jadi malu
" kamu itu sudah dag peraw......
" Abang ehs ngomongnya jorok " ucap Naya kesal
Brian melepaskan tangan Naya " di segimana nya yang jorok sayang " tanya Brian
" itu tadi ngomong yang itu " ucap Naya
" yang itu apa sih " ucap Brian tersenyum
" yang itu " ucap Naya kesal
" apa sih sayang " goda Brian
" perawan " Naya lari ke tempat tidur lalu masuk dalam selimut menutupi semua tubuhnya hingga kepalanya
Brian tertawa kecil melihat Naya
" kamu bisa kehabisan nafas sayang " ucap Brian sambil menarik selimut memperlihat kepala naya ,lalu Brian mencium bibir Naya
__ADS_1
" mau istirahat " Naya menggaguk
" sekali boleh " Naya menggaguk lagi