Sayangi Aku

Sayangi Aku
posesif akut


__ADS_3

" sudah" tanya Ivan saat melihat Anggi ke luar dari kamar mandi


Anggi mengaguk malu karena masih memikirkan yang tadi saat Ivan menanyakan stok bulanannya


" masih sakit " Anggi menggeleng


" sedikit " ucap Anggi ,Ivan menarik tangan Anggi dengan lembut


" tidur lah " ucap Ivan saat sudah membaringkan Anggi dan memijat pelan bagian punggung bawah Anggi


" sakit " Anggi menggeleng


" apa seperti ini setiap kamu datang bulan " Anggi mengaguk


" apa lancar " Anggi mengaguk lalu membalikkan badannya menatap Ivan


" kenapa Kaka bisa tau kalau Anggi lagi datang bulan " Ivan tersenyum


" aku dokter baby, apa yang tidak aku tau " Ivan menarik hidung Anggi


" apa semua dokter bisa tahu seperti Kaka " Ivan menaikan bahunya


" maybe" ucap Ivan


" tadi minta tolong sama ibu tapi mereka akan pulang malam " ucap Anggi


" tadi pulang bersama sopir " Anggi mengaguk


" kenapa tidak singgah beli " tanya Ivan


" lupa, Anggi kira masih ada stok karena setau Anggi sudah beli tapi semua tertinggal di apartemen " ucap Anggi


" jangan sakit lagi ,kau membuatku khawatir " ucap Ivan


" bukannya Kaka dokter ,jadi sudah tau akan seperti ini " ucap Anggi terkekeh


" apa pun jangan pernah sakit " tekan Ivan ,Anggi hanya mengaguk saja


" sebelum aku ke luar kota ,nanti aku antar ke makam ayah mu "


" Kaka liburan " tanya Anggi polos


" urusan kerja,kalau mau liburan ngapain ke luar kota " ucap Ivan


" memang kalau liburan ke luar kota kenapa " tanya balik Anggi


" tidak seruh, kamu pengen liburan ke mana ??? " tanya Ivan


" tidak tau, tapi Anggi sering lihat menara Eiffel katanya seruh di sana apa lagi kalau malam hari " ucap Anggi


" berikan nilai terbaik nantinya akan aku kabulkan kenginginan mu " ucap Ivan


" bohong " ujar Anggi tak percaya


" apa aku perna berbohong " Anggi menggeleng karena memang sejauh ini Ivan selalu membuktikan ucapannya


" Anggi perna lihat tiket ke sana mahal,belum lagi menginap nya " Ivan tersenyum


" maka berikan nilai terbaik mu anggap saja itu bayarannya " Anggi menatap Ivan


apa laki² itu berkata jujur atau hanya guyonan semata


tapi Anggi dapat lihat jika laki² yang kini berstatus Kaka nya itu berkata jujur


" kamu bisa liburan selama liburan sekolah mu " ujar Ivan lagi


" deal aku tagih janjinya !!!!! Kaka tidak bisa menarik lagi kata²nya " ucap Anggi lalu bangun dengan tergesa mengambil HP nya yang di atas nakas


sedangkan Ivan hanya memperhatikan saja


" ayo katakan janji Kaka tadi " Ivan tertawa kecil


" berikan nilai terbaikmu,aku akan membawamu berlibur ke menara Eiffel seperti yang kamu inginkan " ujar Ivan ,Anggi tersenyum kuda saat sudah mendapatkan rekaman suara Ivan


" ini Anggi jadikan bukti nantinya " Ivan hanya mengaguk saja


lalu mereka melanjutkan ceritanya bahkan Anggi melupakan rasa sakit karena tamu bulanan nya bersama Ivan membuat Anggi benar² lupa akan semua nya .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


makan malam telah usai kini mereka berkumpul di taman belakang bersama keluarga


" gimana tadi ujiannya " tanya ayah abbas


" menyeramkan " ujar Raya


" apa Ade melihat hantu " ujar ibu sisil


" lebih baik seperti itu Bu, karena melihat soal ujian lebih horor dari hantu " ucap Raya

__ADS_1


" makanya belajar jangan taunya nonton dan nonton " ucap ayah abbas


" otak Ade hanya sampai segitu ayah, sekalipun Ade belajar 2 hari 2 malam tetap akan sepeti itu yang ada Ade sakit kepala " ujar Raya sendu


" yang penting Ade sudah berusaha jangan terlalu di pikirkan iya " raya mengaguk


" berapa lama kalian ujian " tanya ayah abbas


" masih ada ujian praktek yah,mungkin memakan waktu 2 Minggu , apa Ade salah ambil jurusan " ujar raya memasang wajah memelas


" jika kamu salah ambil jurusan belum tentu kamu ketemu Kaka Dafa " ujar Naya


" ah makhluk satunya itu tidak kangen dengan ku !!!!!seharian tidak memberikan kabar bahkan hari ini kami tidak ketemu " ucap raya lirih saat Naya menyebut nama Dafa


" apa setelah itu Naya ambil cuti " tanya ibu sisil


" tidak Bu, Naya gunakan waktu libur saja kan tinggal sebulan lagi " ucap Naya


" tidak terasa kapan periksa nya ,kali ini ayah akan ikut " tanya ayah abbas


" selesai ujian yah " Ucap Alex yang sejak tadi terdiam


" sssttttt " desis Naya saat twins menendang keras


"kenapa " tanya ayah abbas panik


" twins main bola yah " ujar Brian mengelus perut Naya


" sayang jangan buat mami kesakitan iya " ujar brian lembut


" apa mereka terus seperti itu " tanya ayah abbas


" iya ayah ,bahkan mereka sangat aktif bergeraknya kadang Abang sampai takut mereka akan ke luar belum waktunya " ujar Brian karena semakin besar kandungan Naya semakin aktif juga twins di dalam sana


" Abang coba geser ,Ade mau bicara sama twins " Brian memundurkan kursinya mempersilahkan raya mendekati Naya


" hai twins ini aunty cantik " ujar raya tapi tidak ada balasan


" aunty tunggu iya jika kalian sudah lahir aunty akan belikan apa pun untuk kalian "


belum ada hasil juga ,raya menatap Naya


" apa mereka tidur " Naya menaikan bahunya


" sayang, aunty raya menyapa kalian " ucap Brian lembut


bugh


bugh


" keponakan durhaka " umpat raya lalu kembali ke asal duduk nya


" Ade terlalu banyak dosanya lagian Mana ada nama aunty cantik kalau aunty jelek mungkin mereka akan merespon " ujar Alex


" Kaka diam iya ,jangan buat Ade semakin kesal " ucap raya , sedangkan yang lainnya hanya tertawa kecil


" apa ibu boleh membeli kan kebutuhan mereka " tanya ibu menatap Naya


" lakukan saja apa yang ingin ibu inginkan " ucap Brian


" baik besok ibu akan beli " Naya hanya tersenyum saja


" Kaka apa bisa saat lahiran nanti Kaka Ilham ada di sini " tanya Naya penuh harap


" akan saya usahakan " ucap Alex ,membuat naya tersenyum


" kenapa meminta sama Alex bukan sama Abang " tanya Brian menatap Naya


" sama saja ,nanti juga Abang kasih tau Kaka " ucap Naya jujur karena semua nya pasti Alex yang akan urus


" tapi harusnya bicara dulu sama Abang " Naya lupa jika suaminya ini sangat posesif dan cemburu


" Abang apa boleh Kaka il


" telat " ucap Brian ketus


" Abang ingat umur sudah mau punya anak juga masih suka marah² " ucap ibu sisil


" habis kamu " Naya hanya mengangguk saja jika sudah di beri kode


sedangkan yang lainnya menggeleng kepala melihat tingkah posesif Brian yang tidak pada tempatnya nya


" apa indah akan ambil cuty juga " tanya ibu sisil


" tidak Bu ,mungkin saat 8 bulan baru ambil cuty " ucap indah


" kenapa harus nunggu 8 bulan " tanya Alex menaikan alisnya


" supaya tidak terlalu lama cuty nya mas " ucap indah

__ADS_1


" memang ada aturan kalau ambil cuty terlalu lama " tanya Alex lagi


" bukan seperti itu tapi ...


" 7 bulan ambil cuty " titah Alex tanpa mau di bantah


" kamu hamil anak ku ,jika mereka kenapa² habis kamu " ucap alex sebelum indah kembali bersuara


" tapi mas kalau cuty lebih awal bosan di rumah terus " ucap indah


" kamu bisa ikut ke kantor dengan ku " ucap Alex lagi


" di sana juga indah hanya dudu....


" apa aku perna menyuruh mu membantah " indah menutup mulutnya dengan rapat


"Abang sama Kaka sama saja ,Ade jadi ragu hamil saat kuliah " ucap raya


" sifat mereka sangat mirip padahal mereka ke luar dari lubang yang beda " ucap ayah abbas


PLak


" apa ?? mulutnya itu di jaga " ucap ibu sisil saat ayah abbas akan protes


" pukulan ibu seperti gigitan semut " ucap ayah abbas tersenyum kuda ibu hanya berdecak saja


"itu karena mereka sejak kecil bersama " ucap ibu sisil


" kalau nanti Ade sudah punya anak, Ade akan menjauh kan dengan anak Abang sama Kaka takut anak Ade akan sama kaya mereka " ucap Raya


" masih juga tunangan semalam sudah bahas anak " cibir Brian


" buat jaga² Abang ,Ade harus susun dari sekarang " ucap raya


" memang yakin mau nikah sama dia " tanya Alex sinis


" Kaka " rengek Raya manja


" jauh " ucap Alex saat raya sudah memeluk lengan nya


" bahkan Abang punya calon untuk Ade, dia sangat dewasa punya perusahaan sendiri " ucap Brian usil


" Abang jangan macem² iya ,Ade akan mogok makan seminggu " Ucap Raya


" apa Abang pernah main² " Brian menatap raya serius ,raya menelan ludah nya paksa


iya Brian tidak pernah main² dengan ucapan nya


apa pun itu pasti akan dia wujudkan


" Abang tau kan ,kalau Ade sangat sayang sama kaka dafa jadi Ade mohon jangan iya kali ini saja " pinta Raya memohon pada Brian


" tidak janji " ucap Brian acuh, raya menatap Naya


" Abang jangan suka bikin orang takut " ucap Naya


" Abang serius sayang " ucap Brian


" jika serius untuk apa menyuruh orang melamar raya, lalu di terima bahkan memberikan syarat yang berat jika ujung² nya Abang jodoh kan dengan yang lain " tanya Naya beruntun


" Abang hanya ingin lihat kesungguhan nya " ucap Brian


" Abang sudah lihatkan dia sungguh² , sedangkan teman Abang itu belum tentu " ucap Naya


" koh kamu jadi berpihak dengan nya " tanya brain


" aku tidak berpihak sama ...


" apa kamu menyukai Dafa " Naya membuang napasnya kasar


" iya aku suka sangat suka puas " ucap Naya kesal


" what " pekik brain menatap tajam Naya


" Alex "


" raya antar saya ke kamar kepala ku sakit " raya langsung berdiri membantu Naya untuk ke kamar


" kenapa jadi dia yang marah " ucap Brian setelah Naya pergi bersama Raya


" pikir sendiri " ucap ayah abbas yang ikut meninggalkan Brian di ikuti istrinya


" kamu mau ke mana " tanya brian saat melihat Alex ikut berdiri


" maaf ini sudah jamnya indah dan anak² ku istirahat " Brian hanya berdecak saja


" pulang sana " ucap Brian


setelah Melihat mereka semuanya meninggalkan nya Brian langsung menyusul istrinya ke kamar

__ADS_1


__ADS_2