
" sudah" tanya Ivan saat melihat Anggi ke luar dari kamar mandi
Anggi mengaguk malu karena masih memikirkan yang tadi saat Ivan menanyakan stok bulanannya
" masih sakit " Anggi menggeleng
" sedikit " ucap Anggi ,Ivan menarik tangan Anggi dengan lembut
" tidur lah " ucap Ivan saat sudah membaringkan Anggi dan memijat pelan bagian punggung bawah Anggi
" sakit " Anggi menggeleng
" apa seperti ini setiap kamu datang bulan " Anggi mengaguk
" apa lancar " Anggi mengaguk lalu membalikkan badannya menatap Ivan
" kenapa Kaka bisa tau kalau Anggi lagi datang bulan " Ivan tersenyum
" aku dokter baby, apa yang tidak aku tau " Ivan menarik hidung Anggi
" apa semua dokter bisa tahu seperti Kaka " Ivan menaikan bahunya
" maybe" ucap Ivan
" tadi minta tolong sama ibu tapi mereka akan pulang malam " ucap Anggi
" tadi pulang bersama sopir " Anggi mengaguk
" kenapa tidak singgah beli " tanya Ivan
" lupa, Anggi kira masih ada stok karena setau Anggi sudah beli tapi semua tertinggal di apartemen " ucap Anggi
" jangan sakit lagi ,kau membuatku khawatir " ucap Ivan
" bukannya Kaka dokter ,jadi sudah tau akan seperti ini " ucap Anggi terkekeh
" apa pun jangan pernah sakit " tekan Ivan ,Anggi hanya mengaguk saja
" sebelum aku ke luar kota ,nanti aku antar ke makam ayah mu "
" Kaka liburan " tanya Anggi polos
" urusan kerja,kalau mau liburan ngapain ke luar kota " ucap Ivan
" memang kalau liburan ke luar kota kenapa " tanya balik Anggi
" tidak seruh, kamu pengen liburan ke mana ??? " tanya Ivan
" tidak tau, tapi Anggi sering lihat menara Eiffel katanya seruh di sana apa lagi kalau malam hari " ucap Anggi
" berikan nilai terbaik nantinya akan aku kabulkan kenginginan mu " ucap Ivan
" bohong " ujar Anggi tak percaya
" apa aku perna berbohong " Anggi menggeleng karena memang sejauh ini Ivan selalu membuktikan ucapannya
" Anggi perna lihat tiket ke sana mahal,belum lagi menginap nya " Ivan tersenyum
" maka berikan nilai terbaik mu anggap saja itu bayarannya " Anggi menatap Ivan
apa laki² itu berkata jujur atau hanya guyonan semata
tapi Anggi dapat lihat jika laki² yang kini berstatus Kaka nya itu berkata jujur
" kamu bisa liburan selama liburan sekolah mu " ujar Ivan lagi
" deal aku tagih janjinya !!!!! Kaka tidak bisa menarik lagi kata²nya " ucap Anggi lalu bangun dengan tergesa mengambil HP nya yang di atas nakas
sedangkan Ivan hanya memperhatikan saja
" ayo katakan janji Kaka tadi " Ivan tertawa kecil
" berikan nilai terbaikmu,aku akan membawamu berlibur ke menara Eiffel seperti yang kamu inginkan " ujar Ivan ,Anggi tersenyum kuda saat sudah mendapatkan rekaman suara Ivan
" ini Anggi jadikan bukti nantinya " Ivan hanya mengaguk saja
lalu mereka melanjutkan ceritanya bahkan Anggi melupakan rasa sakit karena tamu bulanan nya bersama Ivan membuat Anggi benar² lupa akan semua nya .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
makan malam telah usai kini mereka berkumpul di taman belakang bersama keluarga
" gimana tadi ujiannya " tanya ayah abbas
" menyeramkan " ujar Raya
" apa Ade melihat hantu " ujar ibu sisil
" lebih baik seperti itu Bu, karena melihat soal ujian lebih horor dari hantu " ucap Raya
__ADS_1
" makanya belajar jangan taunya nonton dan nonton " ucap ayah abbas
" otak Ade hanya sampai segitu ayah, sekalipun Ade belajar 2 hari 2 malam tetap akan sepeti itu yang ada Ade sakit kepala " ujar Raya sendu
" yang penting Ade sudah berusaha jangan terlalu di pikirkan iya " raya mengaguk
" berapa lama kalian ujian " tanya ayah abbas
" masih ada ujian praktek yah,mungkin memakan waktu 2 Minggu , apa Ade salah ambil jurusan " ujar raya memasang wajah memelas
" jika kamu salah ambil jurusan belum tentu kamu ketemu Kaka Dafa " ujar Naya
" ah makhluk satunya itu tidak kangen dengan ku !!!!!seharian tidak memberikan kabar bahkan hari ini kami tidak ketemu " ucap raya lirih saat Naya menyebut nama Dafa
" apa setelah itu Naya ambil cuti " tanya ibu sisil
" tidak Bu, Naya gunakan waktu libur saja kan tinggal sebulan lagi " ucap Naya
" tidak terasa kapan periksa nya ,kali ini ayah akan ikut " tanya ayah abbas
" selesai ujian yah " Ucap Alex yang sejak tadi terdiam
" sssttttt " desis Naya saat twins menendang keras
"kenapa " tanya ayah abbas panik
" twins main bola yah " ujar Brian mengelus perut Naya
" sayang jangan buat mami kesakitan iya " ujar brian lembut
" apa mereka terus seperti itu " tanya ayah abbas
" iya ayah ,bahkan mereka sangat aktif bergeraknya kadang Abang sampai takut mereka akan ke luar belum waktunya " ujar Brian karena semakin besar kandungan Naya semakin aktif juga twins di dalam sana
" Abang coba geser ,Ade mau bicara sama twins " Brian memundurkan kursinya mempersilahkan raya mendekati Naya
" hai twins ini aunty cantik " ujar raya tapi tidak ada balasan
" aunty tunggu iya jika kalian sudah lahir aunty akan belikan apa pun untuk kalian "
belum ada hasil juga ,raya menatap Naya
" apa mereka tidur " Naya menaikan bahunya
" sayang, aunty raya menyapa kalian " ucap Brian lembut
bugh
bugh
" keponakan durhaka " umpat raya lalu kembali ke asal duduk nya
" Ade terlalu banyak dosanya lagian Mana ada nama aunty cantik kalau aunty jelek mungkin mereka akan merespon " ujar Alex
" Kaka diam iya ,jangan buat Ade semakin kesal " ucap raya , sedangkan yang lainnya hanya tertawa kecil
" apa ibu boleh membeli kan kebutuhan mereka " tanya ibu menatap Naya
" lakukan saja apa yang ingin ibu inginkan " ucap Brian
" baik besok ibu akan beli " Naya hanya tersenyum saja
" Kaka apa bisa saat lahiran nanti Kaka Ilham ada di sini " tanya Naya penuh harap
" akan saya usahakan " ucap Alex ,membuat naya tersenyum
" kenapa meminta sama Alex bukan sama Abang " tanya Brian menatap Naya
" sama saja ,nanti juga Abang kasih tau Kaka " ucap Naya jujur karena semua nya pasti Alex yang akan urus
" tapi harusnya bicara dulu sama Abang " Naya lupa jika suaminya ini sangat posesif dan cemburu
" Abang apa boleh Kaka il
" telat " ucap Brian ketus
" Abang ingat umur sudah mau punya anak juga masih suka marah² " ucap ibu sisil
" habis kamu " Naya hanya mengangguk saja jika sudah di beri kode
sedangkan yang lainnya menggeleng kepala melihat tingkah posesif Brian yang tidak pada tempatnya nya
" apa indah akan ambil cuty juga " tanya ibu sisil
" tidak Bu ,mungkin saat 8 bulan baru ambil cuty " ucap indah
" kenapa harus nunggu 8 bulan " tanya Alex menaikan alisnya
" supaya tidak terlalu lama cuty nya mas " ucap indah
__ADS_1
" memang ada aturan kalau ambil cuty terlalu lama " tanya Alex lagi
" bukan seperti itu tapi ...
" 7 bulan ambil cuty " titah Alex tanpa mau di bantah
" kamu hamil anak ku ,jika mereka kenapa² habis kamu " ucap alex sebelum indah kembali bersuara
" tapi mas kalau cuty lebih awal bosan di rumah terus " ucap indah
" kamu bisa ikut ke kantor dengan ku " ucap Alex lagi
" di sana juga indah hanya dudu....
" apa aku perna menyuruh mu membantah " indah menutup mulutnya dengan rapat
"Abang sama Kaka sama saja ,Ade jadi ragu hamil saat kuliah " ucap raya
" sifat mereka sangat mirip padahal mereka ke luar dari lubang yang beda " ucap ayah abbas
PLak
" apa ?? mulutnya itu di jaga " ucap ibu sisil saat ayah abbas akan protes
" pukulan ibu seperti gigitan semut " ucap ayah abbas tersenyum kuda ibu hanya berdecak saja
"itu karena mereka sejak kecil bersama " ucap ibu sisil
" kalau nanti Ade sudah punya anak, Ade akan menjauh kan dengan anak Abang sama Kaka takut anak Ade akan sama kaya mereka " ucap Raya
" masih juga tunangan semalam sudah bahas anak " cibir Brian
" buat jaga² Abang ,Ade harus susun dari sekarang " ucap raya
" memang yakin mau nikah sama dia " tanya Alex sinis
" Kaka " rengek Raya manja
" jauh " ucap Alex saat raya sudah memeluk lengan nya
" bahkan Abang punya calon untuk Ade, dia sangat dewasa punya perusahaan sendiri " ucap Brian usil
" Abang jangan macem² iya ,Ade akan mogok makan seminggu " Ucap Raya
" apa Abang pernah main² " Brian menatap raya serius ,raya menelan ludah nya paksa
iya Brian tidak pernah main² dengan ucapan nya
apa pun itu pasti akan dia wujudkan
" Abang tau kan ,kalau Ade sangat sayang sama kaka dafa jadi Ade mohon jangan iya kali ini saja " pinta Raya memohon pada Brian
" tidak janji " ucap Brian acuh, raya menatap Naya
" Abang jangan suka bikin orang takut " ucap Naya
" Abang serius sayang " ucap Brian
" jika serius untuk apa menyuruh orang melamar raya, lalu di terima bahkan memberikan syarat yang berat jika ujung² nya Abang jodoh kan dengan yang lain " tanya Naya beruntun
" Abang hanya ingin lihat kesungguhan nya " ucap Brian
" Abang sudah lihatkan dia sungguh² , sedangkan teman Abang itu belum tentu " ucap Naya
" koh kamu jadi berpihak dengan nya " tanya brain
" aku tidak berpihak sama ...
" apa kamu menyukai Dafa " Naya membuang napasnya kasar
" iya aku suka sangat suka puas " ucap Naya kesal
" what " pekik brain menatap tajam Naya
" Alex "
" raya antar saya ke kamar kepala ku sakit " raya langsung berdiri membantu Naya untuk ke kamar
" kenapa jadi dia yang marah " ucap Brian setelah Naya pergi bersama Raya
" pikir sendiri " ucap ayah abbas yang ikut meninggalkan Brian di ikuti istrinya
" kamu mau ke mana " tanya brian saat melihat Alex ikut berdiri
" maaf ini sudah jamnya indah dan anak² ku istirahat " Brian hanya berdecak saja
" pulang sana " ucap Brian
setelah Melihat mereka semuanya meninggalkan nya Brian langsung menyusul istrinya ke kamar
__ADS_1