Sayangi Aku

Sayangi Aku
ujian akhir


__ADS_3

hari yang di tunggu² akhirnya datang juga di mana hari ini ujian akhir semester untuk Naya indah dan Raya di mana setelah itu Naya akan mengambil cuty tapi tidak untuk sekarang karena dia masih mengambil liburnya


" kita pasti bisa " ucap Raya, Naya dan indah mengaguk setuju


" Naya ingat jika kami tidak paham tolong bantu ,karena hanya kamu harapan kami " ucap indah memelas begitu juga Raya


" tenang saja aku akan bantu sebisa ku ,tapi kalian jangan terlalu kentara iya takut nya nanti kita ketahuan " ujar Naya


" tenang lah, kami juga tau koh " ucap Raya


saat pengawas masuk mereka kembali terdiam ,tapi tidak perasaan mereka apa lagi Raya dan indah karena memang otak tidak sehebat otak Naya tapi bukan berarti mereka bodoh hanya saja kurang sedikit


" waktu kalian 60 menit silahkan kerjakan dengan tenang ,jika ada yang berbuat curang silahkan ke luar dari ruangan ini dan tidak akan mendapatkan nilai apa pun " ucap pengawas setelah membagikan soal ujian mereka


mata indah dan Raya saling menatap di mana ada 60 soal dan dalam waktu 60 menit berarti 1 menit satu soal


gila batin indah dan Raya menggeleng


tapi mau bagaimana lagi mereka harus mengerjakan soal itu tidak punya waktu jika hanya mengumpat saja dan bergumam kesal karena waktu dan soal tidak sesuai


Naya tersenyum kuda mendengar helaan napas panjang raya dan indah bergantian ingin sekali tertawa keras tapi dia tahan karena akan mengganggu yang lainnya


sedangkan indah dan raya menatap pusing pada soal yang ada di depannya tapi mereka sudah mengisi beberapa soal yang menurut mereka itu jawaban yang tepat


tapi mereka juga tidak meminta bantuan pada Naya seperti nya mereka akan berusaha sendiri jika memang sudah tidak bisa mau tidak mau mereka menggunakan senjata terakhir yaitu Naya


hingga akhir waktu pun indah dan raya tidak meminta bantuan pada Naya ,karena sebisa mungkin mereka mengerjakan sendiri sekalipun awalnya mereka kesusahan tapi mereka bisa tersenyum bangga karena mengerjakan soal sendiri


" kalian bisa " tanya Naya saat semua lembar jawaban sudah terkumpul


" hebm " raya hanya berdehem saja


" harus bisa jika tidak kepala kami akan jadi taruhannya " ucap indah sendu membuat Naya dan raya tertawa kecil


" kau tidak bertemu Kaka Dafa " tanya Naya ,raya menggeleng pelan lalu membuang napasnya panjang


" dia sibuk selain ujian akhir dia juga sibuk dengan urusan coass nya " ujar Raya


" sabar lah ,aku tau rindu itu berat " ujar indah menyemangati Raya


" seperti nya kau banyak pengalaman " ujar Naya


" banyak sekali sehingga aku tidak bisa menghitung nya dan itu semua aku alami saat bersama Kaka Alex dulu " ujar indah membuang napas kasar


dia kembali mengingat di mana dulu harus berperan dengan batin nya karena harus menahan sakit dan sesak secara bersamaan


tapi dia harus terlihat baik² saja di depan orang sekalipun dia sendiri tidak sanggup untuk itu


" jangan memikirkan yang dulu bukannya kamu bahagia sekarang " ucap raya mengelus tangan indah


" iya sekarang tapi entah nanti " ucap indah tersenyum


" yakinlah, bukannya Kaka Alex juga mencintaimu sekalipun sifat dan sikapnya masih tetap dingin dengan mu " ucap Naya, indah hanya mengaguk saja


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


saat jam pulang sekolah Anggi menunggu sopir yang biasa mengantar dan menjemput nya jika ayah dan ibu nya tidak bisa menjemput nya


dengan menahan sakit sejak tadi ,Anggi berusaha untuk tetap sadar sekalipun kini keram di perutnya semakin jadi


" minumlah " ujar seseorang yang tiba² berada di samping Anggi


" pergilah " ucap Anggi ketus

__ADS_1


" minumlah ,wajahmu sangat pucat sangat tidak lucu jika kamu pingsan di parkiran " ucap Ray dengan tatapan serius


Anggi menatap Ray lalu menatap botol minum nya


" makasih " ucap Anggi karena memang dia sangat membutuhkan saat ini


" hebm, kamu tunggu siapa " tanya Ray basa basi


" supir " ujar Anggi,kini dia tidak ketus seperti tadi karena bagaimanapun Ray sudah menolong nya memberikan minuman padanya


" jika lama aku antar saja, kamu juga kurang sehat " ujar Ray


" makasih, tapi saya tunggu saja karena tadi sudah di hubungi " ucap Anggi ,Ray mengaguk tapi dia masih berdiri di dekat Anggi


tidak berselang lama mobil yang menjemput Anggi sudah datang ,membuat wanita itu bernapas dengan panjang


" bukannya itu mobilnya " Anggi mengaguk


" makasih sudah temani, maaf saya duluan " ujar Anggi ,Ray tersenyum lalu mengagguk


" hati² semoga setelah ini kita bisa berteman " ucap Ray, Anggi hanya tersenyum simpul saja lalu masuk dalam mobil


tapi sebelum nya dia menundukan kepalanya pada Ray sebagai tanda terimakasih dan hormat nya


" seperti nya lampu hijau ini " Ray menatap temannya yang baru saja datang


" awas " pekik Ray, syukur Anggi sudah pergi sehingga dia bisa pergi juga dari hadapan teman² nya itu


" tunggu !!! woy gila itu anak apa dia kesambet" ucap temannya Dafa saat melihat pria itu pergi tanpa menunggu mereka terpaksa mereka mengikuti Ray


sedangkan Anggi sesampainya di rumah dia langsung berlari ke arah kamarnya syukur ibu dan ayah lagi berada di luar sehingga dia bisa langsung ke kamarnya


sesampai nya di kamar Anggi langsung masuk dalam kamar mandi membersihkan diri


" kan benar " gumam anggi


semua barang pribadi nya berada di apartemen karena saat itu ibu Widya menjemput nya secara mendadak sehingga dia bingung harus melakukan apa dan saat sudah tinggal di rumah itu dia melupakan hal itu


Anggi membuang napasnya kasar ,lalu kembali memutar otaknya


" pelayan " ujar Anggi dengan cepat dia membersihkan tubuh nya secepat kilat


lalu ke luar dari kamar nya masih menggunakan bathrobe nya mencari pelayan wanita


" bibi, apa bibi punya pembalut minta satu nanti saya gantikan " bisik Anggi pada pelayan yang dia temui di dapur


" ada non, tunggu sebentar iya " Anggi mengaguk


" satu saja bi " ucap Anggi ,pelayan mengaguk saja lalu melanjutkan langkah nya


Anggi menunggu pelayan sambil menahan perutnya selain sakit Anggi juga takut akan sesuatu yang menetes nantinya


" maaf non lama " Anggi mengaguk


" terimakasih bibi sudah menolong Anggi, Nanti Anggi ganti permisi " ucap Anggi lalu lari ke arah kamarnya tanpa menunggu jawaban pelayan


" nona Anggi kenapa " tanya pelayan yang sejak tadi melihat mereka


" tamu bulanan nona Anggi kehabisan stok " ucap nya lalu mereka kembali melanjutkan kerjaannya


Ivan pulang denah wajah lelah nya dia melonggarkan dasinya lalu menuju kamarnya


tanpa pemikir lagi Ivan langsung masuk dalam kamar mandi berendam air hangat seperti nya sangat enak

__ADS_1


" ini lebih baik " Ujar Ivan tanpa sadar dia memejamkan matanya


hingga akhirnya badannya terasa dingin karena air bathup sudah tidak hangat lagi


" aku tertidur " gumam Ivan lalu berdiri dan membilas busa yang ada di tubuhnya


setelah itu ke luar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang nya


Ivan berjalan sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil menuju walk in close miliknya


" apa anak itu sudah pulang " ucap Ivan setelah memakai pakaian santainya lalu dia ke luar dari kamarnya


" apa anggi sudah pulang " tanya Ivan pada pelayan


" sudah tuan ,sejak tadi " Ivan mengangkat alisnya menatap pelayan


" sejak tadi " ucap Ivan


" iya tuan , seperti nya nona indah sedang buru² karena tadi saat masuk dalam rumah dia berlari " ucap pelayan menjelaskan


Ivan langsung pergi menuju kamar Anggi meninggalkan pelayan yang dia temui tadi


" apa anak itu sakit , tapi pagi tadi biasa saja " ucap Ivan


ceklek


Ivan menatap Anggi yang sedang tertidur di atas tempat tidur dengan posisi menahan perutnya


membuat Ivan mendekat ke arah nya


" kamu sakit " Anggi menggeleng lemah


" kamu pucat ,mana yang sakit " tanya Ivan sedikit panik


" apa perutmu sakit " tanya Ivan balik karena Anggi tidak menjawab nya dan dia melihat Anggi sejak tadi memegang perutnya,Anggi mengaguk


" apa kamu telat makan " Anggi menggeleng lagi


" tunggu di sini aku Carikan obat nya " Anggi menahan tangan Ivan


" aku tidak butuh obat " ucap Anggi lirih tapi masih di dengar Ivan


' lalu kamu butuh apa " Anggi menatap Ivan


" bisa minta tolong " Ivan mengaguk


" tidak jadi " ucap Anggi lagi mau di taruh di mana wajah nya jika menyuruh Ivan membelikan pembalut tapi jika menunggu ibu nya itu sangat lama karena tadi Anggi sempat menelepon nya dan ibunya berbicara mungkin agak malam pulang nya karena mereka sedang menghadiri acara


" kamu datang bulan " tebak Ivan ,Anggi melotot kan matanya tak percaya


" Kaka tau " tanya Anggi tanpa menjawab pertanyaan Ivan


" apa ada stokmu " tanya Ivan lagi ,Anggi semakin malu saat Ivan menanyakan stok bulanannya


"seperti apa yang kamu inginkan nanti aku belikan " ujar Ivan yang mengerti kegugupan Anggi


" warna hitam tapi ada sayapnya " ucap Anggi lirih sambil menunduk


" ada lagi " tanya Ivan


" tadi aku minta punya pelayan satu ,minta tolong di gantikan " Ivan mengaguk mengerti


" tunggu sebentar iya " Anggi mengaguk

__ADS_1


CUP


" tidak perlu malu , kerjaan ku lebih dari hanya sekedar tamu bulanan " ucap Ivan lalu meninggalkan Anggi yang kini wajah ya sudah seperti kepiting rebus karena ulah Ivan


__ADS_2