
kini mereka duduk bersama di ruangan keluarga setelah menghadapi drama sebelum makan
" selamat malam tuan nyonya "
" koh baru ke sini nak, ayo duduk " ucap ibu sisil
" maaf nyonya ,siska harus itu mas Boby karena Azzam dan azzura menangis jika tidak ikut ke kantor " ucap siska lalu ikut duduk begitu juga Boby
" wah apa cucu opa mau membantu ayah nya kerja hm " ucap ayah abbas
" lja " timpal anak kembar itu sambil menggoyang kan tangan dan kakinya
" malam ini tidur sama Oma iya " tanya Azzam dan azzura mereka hanya tertawa memperlihatkan gigi yang baru saja tumbuh
" keponakan aunty sudah punya gigi " ucap Raya
" iya sedangkan aunty nya sudah ompong " timpal Naya tersenyum
" Abang tutup mulut istri mu " ucap Raya menatap sinis Naya
"apa mereka tidak demam saat tumbuh Gigi nya " tanya ibu sisil
" tidak nya ,hanya ileran terus " ucap Siska
" anak pintar " puji ayah abbas
" tuan, kami minta izin weekend ini mau menjenguk orang tua " ucap Boby meminta izin sambil menatap Alex
" koh Kaka pulang kampung kan Ade mau lamaran malam nya " ucap raya menekuk wajahnya
Boby dan Siska saling melirik,jika sudah begini siap atau tidak mereka harus tetap di sini bukan
" apa ada masalah " tanya Brian
" ibu saya sakit tuan muda " ucap Boby
" pulang lah besok Minggu sore kembali ke sini " ucap
Brian , Boby menatap Alex meminta persetujuan
" terimakasih tuan muda " ucap Boby setelah mendapat kan izin dari Alex
" sakit apa " tanya ayah abbas
" sakit orang tua tuan besar " ucap Boby
" bawalah cek up tiap bulannya agar mereka tahu kesehatan tubuhnya " ucap ayah abbas
" iya tuan besar " ucap Boby lagi
" jika memungkinkan bawa mereka jalan² ke sini " ucap ayah abbas lagi
" iya tuan besar,nanti saya ajak mereka ke sini " ucap Boby
" apa kalian sudah meminta izin sama paman " tanya Brian
" belum tuan, sekalian kami minta izin " ucap Siska
" pergi lah, dia di rumah sebelah " ucap Alex
" iya tuan ,kami permisi dulu " ucap Boby menunduk kepalanya
" apa Ade bertemu Dafa di kampus " tanya ibu sisil
" bahkan mereka seperti prangko Bu" bukan raya yang menjawab melainkan Naya
" kenapa ??? cemburu karena tidak bisa dekat dengan abang " cibir raya
" bahkan kami lebih dari sekedar dekat 😛 " Naya menjulur kan lidah lidah
" bukannya kamu yang cemburu karena Dafa dulu menyukai Naya " timpal indah kompor
" dear jangan mulai iya " ucap Alex menekan ucapan nya
" itu dulu iya , sekarang dia menjadi milikku " raya mengakat tangannya di dadanya sambil tersenyum mengejek pada Naya
" silahkan ambil ,bahkan aku tidak berminat karena suami ku lebih dari segalanya , perusahaan besar ,uang banyak, tampan yang ganteng , badan yang berotot, ah jangan lupa di kagumi semua orang , sedangkan Dafa " ucap Naya tersenyum kuda
" dia juga ganteng, kaya ,punya perusahaan , berotot dan juga di kagumi orang " ucap raya tidak mau kalah
" lebih tepatnya di kagumi Monica saja ,kalau ganteng tidak akan di tolak Naya " timpal indah
" apa setelah makan sambal mangga mulutmu tidak bisa di rem sedikit " tanya Raya kesal
" ayo kita ke kamar ibu sudah mengantuk sekali " ucap ibu sisil
" iya besok ayah ada pertemuan dengan teman² ayah " ucap ayah abbas lagi
" ayah ibu kami balik dulu iya, selamat malam " ucap Alex
" selamat malam ayah ibu ,kami juga harus ke kamar " ucap Brian
mereka memilih jalan tengah yaitu menghindar sebelum semuanya kembali meledak seperti di meja makan tadi
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" suka sekali bikin Raya kesal " tanya Brian
kini mereka sedang duduk sambil berdasar di kepala ranjang
Naya tersenyum " suka saja " ucap Naya tersenyum
" mau ikut nanti makan malamnya" Naya menggeleng
" itu makan malam kalian, Naya di rumah saja " Brian tersenyum
bisa kha dia dan Naya seperti ini hingga tua nanti
Brian sungguh beruntung mendapatkan Naya
dan dia sungguh menyesali nya ketika awal menikah dulu
karena selalu membentak bahkan berteriak jika Naya melakukan kesalahan yang hanya dia sendiri yang tau
" maaf "
" Abang kenapa ??? koh minta maaf " tanya Naya bingung
" karena dulu awal kit....
" Abang tidak usah mikirin yang dulu, jika Abang tidak seperti itu apa kita akan seperti sekarang belum tentu kan semua itu sudah jalannya Abang, Abang juga melakukan itu pasti punya alasan yang lain " ucap Naya mengelus lengan suaminya
" tapi baga....
" sudah tidak ada kata tapi untuk masa lalu ,toh sekarang Naya baik² saja kan apa lagi ada twins apa lagi coba " ucap Naya tersenyum menatap suaminya
CUP
" kenapa suamiku jadi melow ,apa karena ingin makan malam bersama wanita lain atau karena nanti ada saingan nya " Naya mencoba mengalihkan pembicaraan
" tidak akan perna sekalipun dia anakku kamu tetap milikku, dia anaknya baby sitter " ucap Brian ketus
" Abang jahat sekali " ucap Naya
" biar saja, pokok nya kamu tetap sama Abang waktumu hanya saat Abang kerja saja " ucap Brian
" iya² aku padamu sayang " ucap Naya,
" tentu kamu hanya punyaku " ucap brian
Brian juga tau tidak mungkin dia melupakan anaknya
" apa Abang sudah menyiapkan nama untuk mereka " Brian menggeleng
" loh koh belum " tanya Naya
" Abang bingung sayang " ucap Brian
" tunggu di sini ok " Brian mengaguk
Naya masuk dalam walk in close entah lah apa yang dia ambil tapi Brian hanya menunggu nya di atas tempat tidur
tidak berselang lama Naya ke luar dengan botol kecil,lalu dia mengambil kertas dan juga pena
" itu untuk apa sayang " tanya Brian ,Naya memberikan pada Brian selembar kertas dan pena
" kita tulis di sini nama anak twins Abang tulis Naya juga ,setelah umur 9 bulan kita goncang nama apa yang akan ke luar " ucap Naya
" baiklah,apa namanya harus sama sayang " Naya mengaguk
" berapa banyak " tanya Brian
" terserah Abang tapi langsung pasangan iya bang " Brian mengaguk
" iya sudah jangan intip iya Abang " ucap Naya
" bisa cari di HP sayang " tanya Brian ,Naya mengaguk
sedangkan di masion Alex setelah kepulangan Siska dan Boby kini mereka langsung ke kamar setelah indah minum susunya
"kalau mau beli baju untuk lamaran Raya nanti bilang iya " ucap Alex sambil menuntun indah menaiki tangga
" tidak usah mas ,di lemari juga masih banyak yang belum di pakai " ucap indah
" kalian mau makan malam di mana nanti mas " tanya indah
ceklek
" ayo bersihkan diri dulu " indah menurut saja lalu mereka masuk dalam kamar mandi
setelah selesai indah dan Alex langsung mengganti pakaian tidur mereka
" duluan ke sana nanti aku nyusul " indah hanya mengangguk lalu ke luar dari ruangan itu
indah duduk di meja rias nya memakai ritual malamnya seperti wanita lain pada umumnya
matanya menatap Alex saat pria itu berdiri di belakang nya
__ADS_1
" coba angkat rambutnya,aku mau lihat sepanjang mana " ucap Alex ,indah mengakat rambutnya
tapi hal yang tidak dia duga adalah Alex memasang kan kalung untuknya sehingga membuat wanita itu melongo
" maaf baru kasih sebenarnya ini hadiah saat aku tau kalau twins sudah ada tapi selalu tidak tepat waktunya " ucap Alex setelah memasang kan kalung pada leher indah
" cantik " Ucap Alex lagi,indah membalikkan badannya memeluk Alex
" makasih mas, indah suka hiks hiks " Alex mengelus punggung istrinya
" kenapa jadi nangis ,kalau suka harusnya bahagia " ucap Alex
" ini air mata bahagia mas " ucap indah ,Alex melepaskan pelukannya lalu berjongkok depan indah
" maaf papa jarang mengajak kalian bicara,sehat² di sana jangan buat mama mual terus ,i love you my twins " ucap Alex
CUP
" apa sudah selesai " indah mengaguk ,Alex membawa indah duduk di sofa
" apa mau ikut nanti makan malam nya " indah menggeleng
" indah sama Naya saja " Alex mengaguk
" apa kamu bahagia menikah dengan ku " tanya Alex tiba²
"jika tidak bahagia apa mas Yakin aku menerima mas " tanya indah balik
" siapa tau karena kamu sudah hamil " ucap Alex
" indah tidak mungkin menyerah kan diri jika tidak menginginkan mas " ucap indah
" apa kamu menyesal setelah melakukan itu " indah menggeleng
" karena aku bisa jadi milik mas seutuhnya sekalipun nanti aku pasti dapatkan tapi karena iya mas sendiri tau " ucap indah ,Alex mengaguk mengerti
" apa yang kamu rasakan saat tau kamu hamil " untuk pertama kalinya mereka bercerita serius dan intim
dan itu membuat indah senang dan bahagia
" takut, bahagia, cemas " ucap indah
" apa yang kamu takutkan karena ketahuan hamil??? " tanya Alex
" bukan, jika mereka tau pasti mereka bisa tau anak siapa ??? tapi yang aku takutkan Jika mas tidak menerima mereka sekalipun mungkin kita akan menikah " ucap indah,Alex memeluk istrinya
" mereka kebahagiaan ku,obat lelah ku kamu harus tau itu bahkan kehadiran mereka lebih berarti dari pada kamu " ucap Alex
bugh
indah memukul dada Alex karena kesal tapi itu hanya kesal biasa saja
" kenapa kau memukul ku ,aku bicara jujur " ujar Alex menangkap tangan indah
" tanpa aku mereka juga belum tentu ada " ucap indah kesal
" makanya itu, mereka lebih berarti dari pada kamu , tugasmu sekarang makan yang banyak sesuai anjuran dokter lalu lahirkan mereka untuk ku " ucap Alex
" bukannya ini anak indah ??? terus setelah itu indah ngapain " tanya indah menatap kesal suaminya
" terserah kamu mau ngapain jika itu bisa buat kamu bahagia asal jangan lupa kewajiban mu sebagai seorang ibu " ucap Alex lalu dia menggegam tangan indah
" bahagiakan dirimu, lakukan apa pun yang kamu mau asal tidak membahayakan kalian,kamu mau belanja ,mau ke salon atau mau ke mana lakukan saja, sekalipun nanti kamu sudah punya anak, kamu tau kan arti kalian untuk aku apa " indah menggeleng
tuk tuk
" apa kau sengaja " ucap Alex setelah memberi hadiah di dahi indah , Indah hanya tertawa kecil
" terimakasih banyak, indah tau kalau mas menyayangi kami tapi karena tuntutan kerja membuat mas sedikit melupakan kami ,tapi kami tahu itu dan indah tidak boleh egois " ucap indah bijak
" manis sekali mulutmu apa kamu habis minum madu ,apa susumu tadi terlalu manis " ucap Alex
" ehs apa tidak bisa romantis sedikit jangan merusaknya mas ,indah sudah memikirkan kata selanjutnya apa " ujar indah membuat Alex tertawa kecil
" mulutmu tidak cocok mengucap kan itu dear " ucap Alex
"sudah ayo istirahat nanti anakmu mengamuk karena kamu belum juga istirahat " indah hanya berdecak saja
"iya² tuan Alex " ucap indah
" kondisi kan wajahmu kamu semakin jelek " ucap Alex ketus
" jelek juga istri mu " Ucap indah
" terpaksa, karena sudah hamil " ucap Alex lalu menarik indah dalam pelukannya
" aku bisa dapat kan pria yang mau bertanggung jawab " ucap indah
" itu sama saja kau meminta kematian mu di percepat " indah memukul lengan Alex yang melingkar di perut nya
" tidur atau aku tiduri " indah langsung menutup matanya
__ADS_1