
pagi harinya Ivan sudah berada di apartemen nya untuk mengantarkan Anggi di perusahaan Brian
bahkan kehadiran Ivan tidak di sadari oleh Anggi yang masih bergulat di dapur membuat sarapan nya
" tuan " Ivan menatap Anggi
" cepat mandi setelah itu aku antar ke perusahaan " ujar Ivan
" iya tuan "
Anggi berlari ke kamarnya untuk membersihkan diri
sedangkan Ivan sibuk memainkan HP nya seperti biasa memeriksa pekerjaan nya
hanya butuh waktu 20 menit Anggi sudah ke luar dengan pakaian ala anak kantoran
" maaf tuan ,mau Saparan dulu " Ivan hanya mengangguk
lalu mengikuti langkah Anggi dari belakang
" mau sarapan apa tuan " Ivan menatap yang ada di atas meja , makanan berat semua
" sandwich sama jus saja " ucap Ivan
Anggi membuatkan sandwich untuk Ivan,sedangan dia memakan masakan nya tadi masih goreng kampung dan telur ceplok serta jus
" tuan " Ivan hanya mengangguk saja lalu menyimpan HP nya dan memakan sandwich buatan Anggi
tidak buruk batin Ivan saat gigitan pertama nya sudah lolos tenggorokan nya
" mungkin hari ini kamu langsung kerja " ucap Ivan di sela sarapan mereka
" jika uangmu sudah habis bilang tidak perlu sungkan " Anggi hanya mengangguk saja
dalam hatinya dia malu sekali jika harus meminta uang dari Ivan ,tapi dia sudah bertekad suatu saat nanti dia akan menggantikannya
setelah sarapan Anggi mencuci piring bekas sarapan mereka ,tidak terlalu banyak hanya 2 piring dan gelas serta sendok
merasa semua sudah bersih dan nyaman di lihat Anggi berjalan ke arah ruang tamu di mana Ivan berada
" maaf tuan ,saya sudah selesai "
Ivan berdiri dari duduknya tanpa menjawab ucapan Anggi
sedangkan anggi mengekor saja di belakang Ivan seperti buntut
kini mereka sudah berada dalam mobil Ivan hanya ada keheningan yang di rasa Anggi
dia memang sudah terbiasa dengan sifat Ivan tapi dekat seperti ini baru lah pertama kali, dan dia merasa canggung
hingga akhirnya mereka sampai di perusahaan tanpa ada kata yang terucap dari Ivan maupun Anggi
saat masuk dalam perusahaan masih terasa sepi karena ini belum waktunya jam kantor hanya ada beberapa yang sudah mondar mandir di loby perusahaan
Ivan langsung menuju di mana ruangan Brian berada
__ADS_1
Ting
bahkan dalam lift pun hanya ada keheningan, Anggi menatap punggung ivan yang tegap dengan kemeja biru Dongker dan celana panjang warna senada ,Ivan sangat jarang memakai jas karena menurutnya itu sangat merepotkan toh saat di rumah sakit dia akan membuka nya juga
Ting
kini mereka sudah berada di lantai ruangan Brian ,dan di sana sudah ada sekertaris nya
" apa bos mu sudah datang " tanya Ivan menatap Irma
" belum tuan " Ivan mengaguk lalu masuk dalam ruangan Brian di ikuti Anggi
Irma membiarkan saja karena memang bos nya tidak keberatan ,tapi Irma masih menatap bingung dengan wanita yang di bawah oleh Ivan karena itu pertama kalinya apa lagi langsung masuk di ruangan bos nya
" duduk lah ,kita akan menunggu mereka " ujar Ivan yang menatap Anggi sejak masuk masih saja berdiri
" tapi tuan
" duduk "
mau tidak mau Anggi ikut duduk di sofa singel ,Anggi menatap sekeliling ruangan Brian ,luas dan elegan
sesekali Ivan menatap Anggi yang masih saja kagum dengan ruangan Brian
setelah menunggu 30 menit ,Irma melihat bos dan asisten nya telah datang dengan sigap dia langsung berdiri membungkuk badannya
" selamat pagi tuan" Irma menatap asisten bosnya " maaf tuan,di dalam ada tuan Ivan tapi " Irma mengehentikan ucapan nya saat alex menaikan tangannya
setelah itu mereka masuk dalam ruangan
Brian dan Ivan menatap ke arah sofa di mana di sana ada Ivan dan seorang wanita yang baru pertama kalinya Brian bertemu , sebelum nya hanya melihat nya lewat foto saja
" kenapa lama sekali " ucap Ivan menatap Brian dan Alex bergantian
" ini kantor ku terserah kapan aku datang " ucap Brian lalu berjalan ke arah kursi nya sedangkan Alex mendekati Ivan dia melirik sekilas pada Anggi lalu mendudukkan bokong nya di samping Ivan
" kamu bekerja di bagian resepsionis,kamu sudah tau kan tugasnya apa??? besok bawah lamaran kerja mu bagaimana pun kamu harus melakukan yang semestinya " ucap Alex datar ,Ivan hanya diam saja
" ba-baik tuan " ucap Anggi gugup ,bahkan kini belakang nya terasa panas orang yang berada di depan nya bahkan lebih dingin di banding Ivan
sedangkan Brian hanya fokus pada berkas di depannya ,tanpa ikut menimpali urusan mereka baginya alex sudah mewakili dirinya
"ke ruangan "
tidak berselang lama Irma masuk dalam ruangan Brian
" iya tuan " ucap Irma membungkuk kan kepalanya
" bawa dia ke ruangan HDR nanti kepala HDR yang mengurusnya " ucap Alex
" nona mari " ucap Irma , Anggi mengaguk
" terimakasih tuan " Anggi menundukan badan nya lalu Ke luar dari ruangan itu
" apa nona keluarga tuan Ivan " tanya Irma ,Anggi menatap Irma
__ADS_1
" maaf kenal kan saya Anggi ,jangan panggil nona saya merasa tidak enak ,saya hanya teman nya lebih tepatnya dia hanya menolong saya karena permintaan ayah ku " ucap Anggi sendu
" aku Irma apa kita bisa berteman " tanya Irma
" serius anda mau berteman dengan saya " tanya balik Anggi
" kenapa tidak ,karena kita teman jadi jangan pakai bahas formal " Anggi mengaguk bertepatan mereka masuk dalam lift
sedangkan dalam ruangan Brian, Alex dan Ivan masih berdiam diri tanpa ada yang memulai pembicaraan hingga akhirnya Ivan yang mulai jengah membuka suaranya
"apa kalian hanya akan fokus pada pekerjaan kalian tanpa memperdulikan aku " tanya Ivan
" jika tidak ada lagi kamu bisa pergi " ucap Alex ketus
" kau harus tau posisimu di mana " Alex mengeritkan keningnya menatap Ivan
" aku tidak peduli ,bagiku kau orang lain " Ivan menatap tajam Alex
" apa yang di lihat adikku dari kamu, bahkan dengan senang hati dia mau menampung benih mu ,sungguh malang keponakan ku mempunyai ayah yang begitu dingin apa aku menyuruh indah untuk psikiater karena tertekan " ucap Ivan
" bahkan dia lebih bahagia ,datang lah nanti malam dia mengadakan makan malam bersama di rumah tapi jika kamu tidak datang hadapi sendiri nantinya saat dia mengamuk " ucap Alex
"iya aku tau ,dia sudah mengirim kan pesan padaku " ucap Ivan
" apa kau akan membawanya " mereka menatap Brian yang sejak tadi diam fokus pada berkasnya
" apa kami sedekat itu sehingga urusan keluarga aku membawanya " ucap Ivan
" siapa tau kau mau membawa nya agar tidak terlihat sendirian karena aku yakin fajar pasti akan membawa kekasih nya " ucap Brian lagi
" memang siapa kekasihnya " Ivan menatap Brian dan Alex
" sekertaris ku " Ivan melotot kan matanya ,kenapa dia sampai tidak tau hal seperti ini
" kalian tau dari mana " tanya Ivan
" apa saat pernikahan Alex kamu tidak fokus sehingga tidak melihatnya saat dia membawa nya " Ivan menggeleng kan kepalanya
" aku kira kau akan di langkahi fajar lagi " ucap Alex tersenyum mengejek
" aku tidak peduli, bahkan aku hidup sendiri saja masih pusing apa lagi nanti mengurus orang lain " ucap Ivan
" Alex dulu mengatakan itu juga "
ah iya Ivan melupakan itu ,lalu dia menatap Alex yang juga menatap nya
" itu urusan nanti ,untuk sekarang aku masih enggan berurusan dengan itu, jika ibu menyuruh ku kencan buta aku hanya mengikuti nya saja tanpa melangkah lebih jauh lagi " ucap Ivan
" rubah lah cara pikiran mu, membangun rumah tangga itu seruh seperti naik rollercoaster, sekalipun tidak selalu mulus selalu ada saja hambatan " ucap Brian
" iya nanti aku pikirkan " ucap Ivan
" apa kamu masih mau di sini ,aku harus ke ruangan ku " Ivan menatap sinis ke arah Alex
" ini aku mau pamit " ucap Ivan
__ADS_1
Alex berdiri dari duduknya lalu ke luar dari ruangan nya dan Ivan mengikuti nya dari belakang