Sayangi Aku

Sayangi Aku
malas


__ADS_3

" sudah enakan " tanya Brian


kini mereka sudah bersama dalam kamar setelah melewati perdebatan yang tiada habisnya bahkan di meja makan pun tetap berlanjut membuat mereka harus memasuki kamar masing-masing


jika biasanya setelah makan mereka berkumpul tapi tidak dengan malam ini ,apa lagi di tambah kehadiran indah membuat kepala mereka seketika migren depan belakang


" gimana " tanya Brian memastikan


" iya begini saja ,sudah enak " ucap Naya


" kamu yakin sayang nyaman ???twins gimana " tanya Brian


" aman Abang ,sudah sini " ucap Naya


" kamu istirahat duluan, Abang bantu Elus karena ada kerjaan sedikit Abang kerjakan di kamar " Naya mengaguk


Brian mengelus pinggul, karena Naya selalu mengeluh kadang suka pegal dan juga panas


setelah 30 menit Brian sudah mendengar dengkuran halus dari Naya


bertanda jika wanita itu sudah terlelap dari tidurnya


Brian mengambil bantal guling mereka ,lalu di letakan di bagian belakang Naya


CUP


" Abang kerja dulu iya "


lalu Brian mengambil laptopnya dan naik kembali ke atas tempat tidur


sambil memeriksa email-nya sesekali Brian mengelus kepala Naya ,dan melihat sekilas ke arah Naya


apa istri nya itu betah dengan posisi tidurnya atau tidak


lalu kembali menatap laptopnya


sedangkan indah yang enggan untuk tidur memilih menemani Alex di ruangan kerja nya


bahkan kini dia berbaring di paha Alex dan membenamkan wajahnya di perut kotak² Alex


" nanti kamu sesak " indah hanya mengangguk saja


"aku antar ke kamar iya " indah menggeleng


" biarkan seperti ini " ucap indah


" anakmu nanti sesak indah jika kamu seperti itu " ucap Alex karena indah menindih sebagian perutnya


" masih aman " ucap indah tapi dia tetap merubah posisi tidurnya agar manusia kulkas itu berhenti mengomel


" semenjak hamil kamu semakin cerewet " ucap Alex


" aku tidak peduli " ucap indah


indah sedikit belajar dari sifat Alex


sekalipun dingin dan ketus tapi dia menyayangi indah


seperti yang di katakan Ivan sebelum nya


jika Alex mempunyai cara sendiri menyampaikan perasaan nya


makanya selama ini indah hanya masa bodoh dengan ucapan suaminya


" apa yang kamu inginkan " tanya Alex saat indah menatap


' tidak ada, hanya ingin menatap mu saja lebih lama dan menyimpan nya dalam memori otakku jadi jika nanti aku merindukan mas, sedangkan mas sibuk aku bisa membayangkan wajah mas yang ada di otak kecilku " ucap indah


tuk ....tuk ..


" kebanyakan nonton drama berkulit putih " indah hanya tertawa kecil


" i love you Gabriel Alex Candra, terimakasih karena telah memilih ku dan terimakasih Masih tetap di sampingku " ucap indah


" ayo aku antar ke kamar ,mulutmu dan otakmu sudah tidak bekerja dengan baik " ucap Alex


" ehs tidak ada romantis nya " cibir indah


" aku harus selesai kan ini ,jadi diam di tempatmu iya " indah hanya diam saja sedangkan Alex melanjutkan kerjaannya sesekali menatap indah yang masih saja betah tidur di paha nya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


pagi ini Naya hanya berbaring di atas tempat tidur, membuat Brian bingung jika biasanya Naya yang duluan bangun kini Brian lah yang duluan tidur

__ADS_1


" sayang "


" sayang apa kamu tidak ada jadwal pagi " tanya Brian


tapi masih sama tidak ada respon dari Naya


" apa dia sangat kelelahan " gumam Brian ,lalu bangun menuju kamar mandi nanti setelah selesai baru dia akan bangunkan Naya


Brian ke luar dari kamar mandi menatap bingung ke arah tempat tidur bahkan posisi indah masih sama saat dia meninggal kan ke kamar mandi


brian masuk dalam walk in close jika biasanya Naya yang menyiapkan kini dia mengambil semuanya serba sendiri dan memakainya pun sendiri


" aku aku sudah terbiasa di bantu sekarang membuat ku canggung " gumam Brian tersenyum


setelah selesai Brian ke luar dan menuju tempat tidur


" sayang " Brian mengelus pipi Naya


* ngantuk Abang " rengek Naya


" kamu masuk kuliah jam berapa " tanya Brian lembut


CUP


" jam 9 " ucap Naya


" itu 7 sayang " Brian tertawa kecil melihat Naya mengangkat tangannya sambil mengacak rambut Naya


" koh Abang sudah rapi " tanya Naya kini matanya sudah terbuka lebar


" tidak papa, sarapan dulu iya baru lanjut istirahat " Ucap Brian


" masih ngantuk Abang " rengek manja Naya


" tapi twins harus di kasih makan sayang ,Abang suruh pelayan antar ke sini saja " tanya Brian ,Naya mengaguk


" baiklah, Abang langsung ke perusahaan iya kamu istirahat saja " Naya mengaguk


" maaf tidak mengantar Abang " Brian tersenyum


CUP


CUP


CUP


bugh


bugh


" sudah sayang ,mami mau istirahat " ucap Brian mengelus lembut perut Naya ,lalu mengambil tas kerjanya lalu ke luar dari kamarnya membiarkan Naya istirahat lebih lama


" koh Abang sendiri ?? " tanya ibu sisil


" istriku masih tidur Bu ,bibi antarkan makanan ke kamar iya " ucap brian


" iya tuan muda " ucap pelayan


" memang semalam dia tidur jam berapa " tanya ayah abbas


" tidur jam 10 tapi mungkin dia kelelahan apa lagi perut nya sudah besar seperti itu " ucap Brian


" iya sudah biarkan dia istirahat apa lagi dia harus ke kampus lagi " ucap ibu sisil


" iya Bu " ucap Brian


lalu mereka melanjutkan sarapan pagi tanpa Raya dan naya yang masih bergelut di bawah selimut tebal mereka


jika Naya dan Raya masih tidur beda halnya dengan indah


yang sejak tadi memuntahkan isi perutnya, syukur Alex selalu menemani istrinya


" sudah " indah langsung memeluk Alex dengan erat setelah Alex membersihkan mulutnya


tanpa bertanya lagi Alex mengangkat indah ke luar dari kamar mandi


" di habisin dear " ucap Alex ,indah mengaguk lalu meminum teh herbal yang selalu di siapkan mertuanya


" mandi bersama " Alex hanya mengangguk lalu mengakat indah masuk kembali dalam kamar mandi


hanya membutuhkan waktu 20 menit mereka ke luar sudah dengan wajah yang segar


lalu mereka masuk dalam walk in close indah tetap menyiapkan pakaian Alex setelah itu dia mencari pakaian nya sendiri

__ADS_1


" pakai baju yang benar jika tidak ingin aku membuang nya " indah mengaguk lalu kembali mencari pakaian yang sesuai keinginan suaminya


" kan mas yang belikan kenapa aku tidak bisa memakai nya " tanya indah


" untuk isi lemari " ucap Alex ,indah hanya berdecak saja


setelah selesai mereka ke luar menuju meja makan


ternyata di sana Sudah ada Siska, suaminya dan si kembar serta mertuanya


" Kaka " Alex menarik indah dalam pelukan nya


" kamu selalu membuat anakmu dalam bahaya " ucap Alex kesal


" maaf mas " Alex hanya diam saja


Alex menarik kursi untuk indah setelah itu baru dia yang duduk


" Kaka mau ke mana koh si kembar sudah rapi " tanya indah


" mau ikut mas Boby ke kantor karena si kembar ingin ikut "ucap Siska


" makan " ucap Alex, indah hanya tertawa kecil


" maaf mas " Alex hanya diam saja fokus pada makanan nya


" sudah di minum teh nya " indah mengaguk


" sudah ayah ,teh nya seperti biasa enak " pak Mamat tersenyum


" makan yang banyak baik anak²mu sehat " indah mengaguk


setelah sarapan siska langsung ke perusahaan bersama suaminya dan anak²nya ,begitu juga pak Mamat yang langsung ke masion


Alex dan indah juga ke masion utama


" nanti di antar sopir iya ke kampus nya " indah mengaguk


" kalau indah pulang cepat apa boleh ke perusahaan " Alex mengaguk


" nanti di jemput sopir " indah mengaguk


" terimakasih my husband " ucap indah


CUP


" jangan lebay " ucap Alex, sekalipun dia bahagia tapi tetap sifat dinginnya tidak terkalahkan


" indah mau ikut Alex " tanya ibu sisil


" tidak Bu,di sebelah dia hanya sendirian " ucap Alex


" raya mana Bu " tanya Alex lagi


" di kamar " ucap Brian


" sana langsung ke kamar " indah mengaguk


" pelan² indah ,nanti anakmu lahir sebelum waktunya" teriak Alex saat indah menaiki tangga dengan cepat


" anakmu Lex " sanggah Brian


" anak nya saja " ayah Abbas dan ibu Sisil hanya menggeleng


" kalau bukan karena kamu mana bisa dia hamil " ucap Brian


" mati tuan ,sudah waktunya keperusahan setelah itu kita terjun lapangan melihat lokasi untuk pembangunan rumah sakit " ucap Alex


" cih " cibir Brian


mereka berpamitan pada ayah Abbas dan ibu Sisil setelah itu mereka menuju ke luar


" ayah indah di kamar Raya nanti jika sudah jam 8 bangunkan mereka " ucap Alex saat berpapasan dengan ayah nya di dekat pintu


" iya nak " ucap pak Mamat


Alex membukakan pintu untuk Brian bagian belakang setelah itu dia masuk bagian depan


" apa sudah kamu periksa semua lokasinya " tanya Brian


" sudah tuan " Brian hanya mengangguk saja


lalu dia mengambil iPad nya fokus pada pekerjaan nya

__ADS_1


__ADS_2