
" adek cepat " teriak seorang laki²
" Kaka bisa sabar tidak sih " ucap seorang wanita
" lagian ngapain sih ,itu sudah di tungguin sama ayah dan ibu " ucap nya lagi
" iya ini sudah " ucap nya
lalu mereka jalan beriringan menuruni tangga
" lagian kita mau ke mana sih " tanya wanita itu
" Kaka juga dag tau,sudah ikut saja " ucap sang Kaka
" selalunya jika mau kemana tidak pernah ngomong " ucap nya kesal
" sudah siap " tanya sang ibu saat melihat anak² sudah rapi
" iya Bu, kita mau ke mana sih " tanya nya lagi
" jalan² saja sudah lama kan dag jalan " ucap ibu
" iya itupun kalau ayah dag sibuk " ucap sang Kaka
" makanya itu ayah ajak kalian jalan " ucap ibu
" lagian Kaka kapan sih baru bisa kelola sendiri perusahaan harus sama ayah terus ,makanya ayah tidak punah banyak waktu ajak kalian jalan "ucap sang ayah
" kan belajar dulu ayah ,kalau sudah bisa nanti Kaka urus sendiri ,Kaka pengen sepeti perusahaan GM Corp " ucap sang Kaka tersenyum
" belajar lah, semoga Kaka bisa ayah dan ibu selalu mendukung apa pun yang Kaka lakukan selama itu masih dalam hal yang baik " ucap sang ayah
" sudah ayo kita jalan ,koh malah cerita " ucap sang ibu
" maaf Bu, ayo kita jalan " ucap sang ayah
" mau jalan saja harus di suruh pakai yang beginian " ucap sang adik ,saat sudah masuk dalam mobil
" tapi kamu cantik dek " puji sang Kaka tersenyum
" apa Kaka baru sadar kalau Ade cantik manis dan imut "sang Kaka berpura² mual membuat orang tua mereka tertawa
setelah beberapa menit mereka telah sampai di sebuah restoran mewah membuat nya penasaran
" Bu,kata nya mau jalan² koh ke sini " tanya sang wanita
" kita makan dulu ,kan tadi belum makan setelah ini baru kita makan " ucap sang ibu
" tumben ,biasanya juga ibu tolak apa lagi ini restoran mewah pasti mahal " ucap sang kaka tersenyum
"sekali² tidak papa kan ,yang penting jangan keseringan " ucap sang ayah tertawa kecil
" sudah ayo kita turun " Ucap Sang ayah lalu mereka ke luar dari mobil itu
saat masuk dalam restoran mereka di arahkan pelayan untuk masuk di ruangan VVIP
" ayah serius " tanya sang Kaka saat sudah dalam ruangan itu
" iya ,kan tadi ayah bilang sekali² kak " ucap sang ayah mereka pun mengaguk saja
" silahkan di pilih dulu tuan ,nanti kami ke sini lagi " ucap sang pelayan mereka hanya mengangguk saja
saat mereka tengah asik dengan buku menu,ruangan VVIP terbuka,membuat mereka melihat ke arah pintu
" Raya Naya " ucap Sang wanita
" indah " ucap mereka berdua
Alex langsung menatap ayah Abbas dan ibu Sisil curiga ,begitu juga Brian raya dan Naya ,lalu Alex melihat ayah nya sendiri karena untuk pertama kalinya dia ikut serta makan di luar
" maaf tuan kami terlambat " ucap ayah abbas
" tidak papa tuan,kamu juga baru datang " ucap ayah indah
lalu mereka mengambil tempat duduk masing-masing
indah masih menatap bingung ke dua orang tuanya sedangkan sang Kaka hanya tersenyum karena sebelumnya sudah di beri tahu ,begitu juga dengan Brian Alex Nara dan Raya karena memang mereka tidak tau,mereka tau nya hanya diner biasa
" ayah bisa jelaskan "tanya Brian mewakili mereka
" ayo kita makan dulu ,baru kita bahas iya " ucap ayah abbas
" ayah ada apa ini " tanya Alex pada ayah nya
" ayah juga tidak tau nak " ucap pak Mamat bohong
tidak berapa lama pelayan sudah masuk dalam ruangan sambil membawa makanan untuk mereka
" kita belum pesan loh kak " tanya indah
" sudah diam saja " ucap sang Kaka,dia tau bahwa tadi hanya akal² pelayan saja sambil menunggu keluarga Brian
sebenarnya ada apa ini batin Alex lalu menatap Brian ,Brian hanya menaikkan bahunya
__ADS_1
" Ade tau sesuatu " bisik Alex pada Raya,raya menggeleng kan kepalanya
" kan tadi Ade tanya juga tapi tidak di jawab " ucap Raya
" sudah nanti saja bisik² kita makan dulu " ucap ayah abbas
tanpa pengetahuan anak² mereka,ayah Abbas menelepon ayah indah untuk makan malam dan membahas hubungan Alex dan indah setelah mendengar cerita Raya dan Naya ,tidak lupa dia juga memberi tahu pak Mamat sehingga dia bisa ikut bersama mereka, tadi sebelum ke rumah sakit mereka ke rumah indah dengan pak Mamat membahas tentang lamaran
setelah selesai makan Alex dan Brian sudah tidak sabar menunggu penjelasan dari empat orang tua itu
"bisa langsung di jawab saja tuan ,tentang yang tadi pagi Seperti sudah ada yang tidak sabar menunggu jawaban anda " ucap ayah abbas tersenyum
" maaf tuan saya jadi lupa karena keenakan makan" sambil tersenyum lalu dia menatap pak Mamat membuat Brian dak Alex ikut menatap pak Mamat " seusia janji kami tadi pagi akan memberikan jawaban malam ini ,kami setuju dengan lamaran yang anda ucapkan tadi pagi " ucap ayah indah ,Brian dan Alex melotot kan matanya begitu juga raya dan Naya langsung melihat pak Mamat ,sedangkan indah masih belum konek dengan pembahasan mereka
" paman mau nikah ,sama siapa " tanya Raya kaget
" paman lamar siapa ,indah " tanya Brian lagi karena dalam Ruangan itu hanya ada mereka
" ayah jangan bercanda, ini tidak benar kan " ucap Alex menatap tajam ayah nya ,dia menduga ayahnya melamar indah untuk istrinya begitu juga yang lain
" ayah tidak bercanda nak " ucap pak Mamat
" kenapa harus indah yah ,masih ada wanita yang lain yang sesuai dengan umur ayah,indah masih kuliah dia seumuran Ade dan nyonya muda ayah " ucap Alex frustasi lalu berdiri ,indah langsung menatap ayah dan ibu nya tidak percaya mendengar ucapan Alex ,Brian membantu Alex duduk kembali
" ayah ibu " panggil indah lirih matanya sudah berkaca²
" Naya juga kuliah malahan lagi hamil " ucap ayah abbas
" tapi tidak kaya gini juga ayah ,kenapa tidak bicara dulu sama Alex sih ,umur ayah dengan indah sangat jauh ,indah lebih cocok seperti adik Alex bukan ibu Alex pokonya Alex tidak setuju apa pun itu alasannya ,ibu tetap ibu nya Alex tidak ada ibu yang lain " bentak Alex dengan wajah datarnya
" lalu indah cocoknya sama siapa ,sama kamu " tanya ibu sisil ,Alex hanya terdiam saja
" maaf tuan atas keributan ini, ayo kita tentukan tanggal pernikahan nya " ucap ayah abbas
" ayah ibu " pekik indah yang sejak tadi diam sambil menangis
" kan kemarin ayah sudah bilang kenalkan pacar Ade,tapi sampai sekarang Ade tidak membawa laki² itu kehadapan ayah ibu dan Kaka ,Ade masih ingat kan janji ayah kalau Ade tidak membawa dia berarti Ade harus terima kalau Ade di jodohkan,dan tadi pagi tuan Abbas dan nyonya sisil serta pak Mamat datang ke rumah melamar Ade,jadi ayah dan ibu terima " ucap ayah indah tanpa rasa bersalah
"tapi ayah harus tanya indah dulu " bentak indah sambil berdiri " indah mau atau tidak " ucap indah
" bukanya ayah sudah bilang Ade tidak bisa menolak sama siapa pun yang ayah jodohkan " ucap ibu indah
" Ade sabar dulu " ucap sang Kaka ,sambil mendudukan indah
" bagaimana pak " tanya ayah indah pada pak Mamat
" sebulan atau dua bulan untuk saling mengenal " ucap pak Mamat ambigu
Brian dan Alex menatap tajam pak Mamat bahkan wajah Alex sudah memerah menahan emosinya jika tidak ada ayah Abbas dan ibu ,serta orang tua indah sudah di pastikan pak Mamat tidak hidup lagi
" iya pak " ucap pak Mamat ,ibu sisil berdiri jalan ke arah pak Mamat menggambil cincin yang di bawahnya dari rumah , lalu dia mendekat ke arah indah
" jangan anggap Tante orang lain iya ,karena Alex anak Tante juga ,jadi mulai sekarang panggil Tante ibu ,seperti Alex dan yang lainnya " Ucap ibu Sisil lembut ,indah menatap ibu sisil bingung begitu juga dengan Brian Alex Naya dan Raya ,sedangan keluarga indah dan ayah Abbas hanya tersenyum saja begitu juga pak Mamat
" apa kamu akan diam di situ saja ,sini pasang cincin nya " ucap ibu sisil ,Alex masih bingung ,kini Brian sudah mengerti
PLak
" sana pasang cincin nya " ucap Brian , Alex menatap tajam Brian
" kamu bego betul , Paman melamar indah untuk kamu bodoh " ucap Brian ,Alex langsung menatap ayahnya yang hanya tersenyum
" apa kamu mau ayah indah batal kan " ucap ayah abbas ,Alex berdiri mendekati indah dan ibu Sisil yang memegang kotak kecil
" ayah ibu " panggil indah lagi, mereka hanya mengangguk lalu indah melihat kakaknya dia tersenyum
" tapi indah tidak dekat sama tuan Alex " ucap indah gugup
" kan ada waktu dek ,buat dekat " ucap Kaka nya
" ibu koh harus gini sih " ucap Alex lirih
" kalau dag kaya gini ,kamu akan selalu sendiri cepat pasang cincin nya " ucap ibu sisil
" indah " panggil Alex
" ah i....iya tuan " ucap indah gugup sambil melihat Alex yang sudah di dekatnya ,tapi Alex masih diam
" cepat " titah ibu sisil membuat yang dalam ruangan tertawa kecil
"ehs jika bukan karena ibu dan ayah, maaf jika kamu merasa tidak nyaman " indah mengaguk
" tangan nya " ucap Alex ,Kaka indah menarik tangan adiknya yang ada di bawah meja lalu memberikan pada Alex, Alex melihat Kaka indah yang tersenyum
Alex memegang tangan indah lalu memasangkan cincin pada jari manis di tangan indah
" sekarang Ade lagi ayo cepat "ucap sang Kaka antusias,karena sudah sejak lama dia mengidolakan sosok Alex sekarang bahkan seperti Mimpi bisa jika Alex menjadi bagian dari keluarganya
indah menatap Alex ,Alex hanya mengangguk saja ,lalu indah mengambil cincin yang ada di kotak itu dengan tangan gemetar
" ade pegang yang benar nanti jatuh cincin nya " ucap sang Kaka , indah memegang tangan Alex gugup sambil memasukan cincin di jari manis Alex ,semua orang bertepuk tangan saat cincin itu sudah terpasang dengan sempurna ,raya dan Naya langsung berdiri memeluk indah
" terimakasih sudah menerima kakak ku ,sekarang aku bahagia punya saudara perempuan lagi ,akhirnya doa Raya terkabul " ucap raya bahagia,lalu dia melihat Alex yang masih berdiri
__ADS_1
" Kakak makasih banyak ,Ade janji tidak nakal lagi " Ucap Raya sambil memeluk Alex
" selamat iya Nda ,akhirnya kita saudara " ucap Naya ,indah hanya mengangguk saja
" apa ade tidak berterimakasih sama ayah " Raya melepas kan pelukannya lalu berlari ke arah ayah nya dengan senyuman manisnya
" terima ayah ibu ,kalian terbaik " ucap raya sambil mencium orang tuanya bergantian
" selamat Lex ,kamu tau aku hampir membunuh paman " Ucap Brian saat Alex sudah kembali duduk di samping nya
" iya aku bahkan sudah merencanakan pulang nanti " ucap Alex kesal ,Brian hanya tersenyum
" selamat nak ,maaf ayah harus bohong karena di suruh pak Abbas " ucap pak Mamat tersenyum,Alex hanya mengangguk saja
"apa kamu senang " tanya Brian pada Naya
" sangat " ucap Naya tersenyum ,Brian hanya mengelus perut istrinya
" Ade selamat ,ingat sekarang kamu tidak sendiri lagi jangan suka kabur² " ucap ibu indah
" iya Bu " ucap indah
" jika nanti kamu kabur² ,ayah akan menelpon tuan Alex mematahkan kakimu " ucap ayah indah
" cih anak mereka siapa sih sebenarnya " cibir indah lirih
" Kaka setuju " ucap Kaka indah,indah hanya mengangguk lemah
" bagaimana kejutan ayah " Tanya ayah abbas
" jelek " ucap Alex kesal
" terbaik ayah " ucap Brian ,raya dan Naya bersamaan sambil mengakat jempol mereka
"apa kalian berpikir paman kalian yang akan menikah dengan indah " tanya ayah abbas
" iya ayah ,Ade sampai bingung jika beneran nanti ade panggil indah apa ,masa bibi aneh sekali , berkhayal saja Ade sudah merasa mual " ucap raya sambil menggelikan bahunya
" ayah bikin Alex hampir membunuh paman " ucap Brian tertawa kecil ,begitu juga yang lain sedangkan Alex dan indah hanya diam saja
" dia saja yang bodoh tidak mengerti pembicaraan kami " ucap ayah abbas
"pembicaraan yang mana ,yang ayah ucapkan semua kata² pancingan, bagaimana tidak berpikir yang aneh² ,ayah juga ngapain ikut rencana yang Seperti ini bikin Alex emosi saja " ucap Alex
" jika tidak begini ,sampai ayah mati kamu sendiri terus " ucap pak Mamat ,Alex hanya diam
" sudah² apa masih mau bahas yang tadi ,lihat tuh mertuamu melihat mu " ucap ibu sisil ,seketika bibir Alex tertutup rapat membuat brian tersenyum
" tidak papa,kami titip indah iya , kami tau kalian belum dekat ,kalian dekat hanya sebagai teman dari adikmu tapi saya berharap kalian bisa sama² ,jika dia melakukan kesalahan anda bisa memarahi nya karena memang dia sedikit keras kepala " ucap ayah indah sambil menatap indah
" iya " ucap Alex
" maaf tuan ,jika sikap anak saya dingin karena memang dia seperti ini "ucap pak Mamat tidak enak
" tidak papa pak kami mengerti , bisa panggil pak kita bukan orang lain ,kita besanan bukannya tadi pagi sudah saya ucap kan " ucap ayah indah
" maaf pak " ucap pak Mamat
" hm hm hm tuan Alex " Alex melihat kakak indah " jaga adikku iya, hm hm apa boleh aku meminta sesuatu "ucap nya dengan gugup dan sedikit takut ,Alex menggaguk
" hm hm maaf sebelum nya ,bisa nanti ajarin saya urus perusahaan,karena saya masih sedikit bodoh dalam urusan itu ,tapi jika anda sibuk tidak papa " ucap Kaka indah sambil menunduk takut
" kenapa kamu terlihat takut sama Alex " tanya ayah abbas
" dia sangat mengidolakan nya tuan , bahkan dia selalu bercerita ingin seperti tuan alex dan tuan muda yang bisa mengelola perusahaan dengan baik, dan memenangkan tender besar " ucap ayah indah tersenyum
" ayah jangan bikin malu " ucap Kaka indah
" siapa namamu " tanya Alex
" dia Kaka iparmu " ucap Brian ,Alex hanya diam saja
" fajar tuan " ucap fajar
" datanglah ke kantor mulai besok , perusahaan mu nanti di urus orang lain dulu " ucap Alex ,fajar mengangkat kepalanya
" serius tuan " Alex menggaguk " terimakasih tuan " ucap fajar sambil menunduk kepalanya
" sama Ade tidak " fajar menggeleng kan kepalanya
" kalau bukan Ade ,Kaka tidak akan dekat dengan tuan Alex ,bahkan mimpi saja tidak " Ucap indah kesal
" memang bukan Ade tapi ayah dan ibu " ucap fajar
"koh aku merasa di jual demi perusahaan iya " ucap indah lirih
PLak
" sakit Kak " ucap indah
" makanya jangan bicara asal ,maaf tuan " ucap fajar melihat Alex karena memukul kepala adiknya,Alex hanya mengangguk saja
setelah lama mereka bertukar cerita, akhirnya mereka mengakhiri nya karena waktu sudah mulai larut ,apa lagi Naya sendang hamil sehingga mereka harus mengakhiri nya
__ADS_1