Sayangi Aku

Sayangi Aku
ikut pemeriksaan


__ADS_3

keluarga Brian dan pak Mamat kini mereka sudah berada di rumah sakit


begitu juga Naya dan indah ,mereka sedang menunggu Brian dan Alex


karena mereka harus menghadiri rapat dulu sebelum ke rumah sakit


dan tidak ketinggalan juga raya sudah berada di sana tapi dia harus berangkat dari rumah mertuanya di antar sopir atas perintah Dafa ,sebelum dia ke rumah sakit duluan


dan kini mereka sudah di lantai tertinggi di rumah sakit itu di ruangan khusus keluarga mereka


karena mengingat banyak yang ikut jadi Alex meminta pihak rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan di ruangan itu


sedang kan dokter dan juga perawatan yang biasa menangani Naya dan indah sudah berada dalam ruangan nya


tok ....tok ....


" biar saya saja pak " ucap pak Mamat, sedangkan ayah Abbas hanya mengaguk


ceklek


" selamat pagi pak " ucap Dafa menundukan kepalanya


" pagi juga tuan Dafa " ucap pak Mamat lalu mempersilahkan Dafa dan ricko untuk masuk


Dafa tersenyum menatap raya ,lalu mengarah ke arah mertuanya mencium punggung tangan mertuanya begitu juga ricko


" koh bisa tau kami di sini " tanya ibu sisil bingung


" apa ibu melupakan siapa dia " ucap ayah abbas sambil menunjuk raya menggunakan sorot matanya


"apa tidak puas semalaman berada di sana sehingga biar di rumah sakit Ade mengganggu kerjaan Dafa " ucap ibu sisil heran


" Ade tidak ganggu,kata Kaka free tidak ada pasien " ucap raya tidak mau di salahkan


" sekalipun ada pasti Ade paksa " cibir ayah Abbas


Dafa dan ricko hanya diam saja melihat perdebatan itu


ceklek


pintu ruangan itu terbuka dari arah luar seketika Dafa dan ricko langsung berdiri


" selamat pagi tuan Brian ,tuan Alex " ucap mereka bersamaan


" hebm "


" kenapa lama sekali nak " tanya ayah abbas


" maaf tadi sedikit ada masalah " ucap Brian lalu mencium kening istrinya begitu juga Alex


" tapi semuanya sudah baik² saja kan " tanya ibu sisil, Brian mengaguk


" kalau begitu ayo masuk ruangan " ucap ayah abbas


" ayah tunggu di luar " cegah Brian cepat


" aku ayahmu Brian, dan dia menantu ayah, ayah juga ingin melihat perkembangan cucuku " ucap ayah abbas kesal


inilah yang di benci dari Brian makanya sejak itu hari dia tidak lagi ikut pemeriksaan karena percuma


Brian akan selalu menahannya untuk tidak masuk


" sekalipun, ayah laki² " ucap Brian ketus


" ayah boleh masuk kan nak " tanya ayah abbas menatap Naya ,Naya menatap Brian dan ayah Abbas bergantian


" boleh iya bang,kan ayah hanya melihat nya saja, kasian ayah sejak dulu ingin ikut tapi Abang melarang nya " ucap Naya lembut


" tidak !!! jangan membantah ku atau berdebat dengan ku yank " ucap Brian tegas ,Naya menatap ayah Abbas dengan perasaan bersalah


membuat brian semakin kesal, dia paling tidak bisa melihat Naya sedih


" ok ayah bisa lihat ,tapi matanya hanya fokus pada layar USG " ucap Brian dingin


Naya dan ayah Abbas tersenyum kuda


" terimakasih Abang " ucap Naya tulus lalu melingkar kan tangannya di lengan Brian


" berterimakasih lah saat di kamar nanti " naya menelan ludahnya paksa


seketika wajahnya memerah karena dalam ruangan itu bukan hanya mereka tapi ada Dafa dan Ricko


tapi mulut suaminya itu tidak bisa di kontrol


" Abang " pekik raya lalu melirik ke arah Dafa dan Ricko


" apa !! mereka sudah dewasa hanya tampangnya saja yang polos tapi otak mereka lebih parah dari Abang " cibir Brian ,lalu membantu Naya berdiri


sedangkan Dafa dan Ricko hanya bisa diam saja


bahkan pikirkan mereka sudah tidak terkontaminasi


Brian dan Naya masuk dalam ruangan di ikuti ayah abbas dan juga ibu Sisil


sedangkan raya memilih tidak masuk karena ada Dafa di situ

__ADS_1


" Kaka benaran tidak ada pasien " Dafa mengaguk


" kalau begitu kita ke kantin mau " tanya raya penuh harap


" tidak enak dengan yang lain, karena ini masih jam kerja " ucap Dafa lembut


seketika wajah raya sendu membuat Dafa bingung


" di sini Dafa bekerja bukan untuk piknik " ucap Alex tegas saat tidak mendengar suara baik dari Dafa maupun raya


" Ade hanya minta ke kantin Kaka " rengek raya manja berharap kakaknya itu membela nya dan mengizinkan nya


"kembali ke ruangan " titah Alex tegas


" baik tuan , kakak balik dulu iya nanti tunggu di rumah " raya hanya diam saja


" permisi tuan " ucap Dafa dan di ikuti oleh Ricko


" hati² Kaka Dafa Kaka Ricko , fighting " Dafa hanya tersenyum begitu juga Ricko


" makasih " ucap mereka bersamaan lalu mereka ke luar dari ruangan itu


" tuan Alex selalu buat jantung ku memompa lebih cepat dari biasanya " Dafa hanya tertawa kecil


"itu karena kamu belum terbiasa " ucap Dafa


" apa jantung mu baik² saja " Dafa mengaguk " bahkan sangat baik " ucap Dafa ,ricko hanya berdecak saja


sedangkan dalam ruangan pemeriksaan ibu Sisil menatap antusias pada layar monitor begitu juga ayah abbas


sedangkan Brian hanya duduk di samping Naya sambil menggegam tangan Naya


" mereka sangat sehat dan aktif " ucap sang dokter ,Naya hanya mengangguk dan tersenyum


" apa itu tidak bahaya dok jika mereka terlalu aktif " tanya Brian serius


" tidak papa tuan, memang pada dasarnya usia kandungan di atas 7 bulan mereka akan aktif maka dari itu sering² di ajak ngobrol atau menceritakan dongeng karena meskipun mereka masih di dalam tapi bisa mendengar kan suara dari luar " ucap dokter


"semuanya bagus iya tidak ada masalah, sebulan lagi sudah bertemu dengan tuan muda dan nona muda kecil " ucap dokter tersenyum


lalu membersihkan perut Naya dan menurunkan kembali baju nya


" sering² jalan pagi iya ,tidak perlu lama 15 -20 menit itu sudah cukup jaga kesehatan nya jangan terlalu dipikirkan jika sudah saat nya mereka akan lahir " Naya mengaguk tersenyum


" apa yang harus kami siapkan dok " tanya ayah abbas antusias


" maaf tuan besar persiapan apa iya " tanya dokter bingung


PLak


" tidak ada salahnya Bu, jadi kita bisa tau persiapan menjelang melahirkan " ucap ayah Abbas kesal


" astaga, anak ayah sudah dua, memang dulu apa yang ayah siap kan " ucpa ibu Sisil semakin kesal


" mereka ke Luar nya satu ,tapi ini dua " Ucap ayah Abbas tidak mau kalah


" ke luar " bentak Brian kesal


seketika ruangan itu menjadi sunyi


" semuanya sama tuan persiapan nya tidak ada yang beda " ayah abbas Mengaguk mengerti sedangkan ibu Sisil semakin kesal


"maaf dokter ,kalau begitu kami permisi dulu " Ucap ibu sisil


lalu menarik paksa tangan suaminya itu di ikuti Naya dan Brian


" apa sih Bu " Ucap ayah Abbas kesal


sedangkan yang di luar ruangan itu bingung


" makanya jangan bikin malu " Ucap ibu sisil


" ayah kenapa Bu " tanya raya penasaran


" ibumu terlalu sensitif seperti anak perawan yang lagi PMS " ucap ayah abbas ikutan kesal


" ayah " pekik ibu sisil tapi ayah Abbas hanya cuek saja


" kalau di dekat Naya jaga bicara ayah dan ibu ,apa kalian tidak dengar penjelasan dokter tadi jika baby twins bisa mendengar apa yang orang ucapkan " ucap Brian tegas


" maaf silahkan masuk nona indah " ucap perawat saat melihat keadaan sudah lebih baik


" ayo dear " Alex membantu indah berdiri


" ayah ikut saja kalau mau masuk " ucap indah ,pak Mamat menatap Alex yang hanya diam saja


" ayo ayah " indah menarik tangan ayah mertuanya itu


" selamat pagi tuan ,nona " ucap dokter


" pagi dokter " balas indah tersenyum


" gimana keadaan nya ?? apa ada keluhan lain " tanya dokter


" tidak ada dokter hanya mual saja tapi sudah tidak sesering kemarin " ucap indah

__ADS_1


" kita langsung ke pemeriksaan iya " indah mengaguk


Alex membantu indah naik ke atas tempat tidur sendang kan pak Mamat masih duduk di kursinya


" ayah sini " panggil indah, pak Mamat langsung berdiri mendekati ranjang dan berdiri tepat di samping Alex


sambil menunggu perawat sedang membersihkan alat USG ,indah bertanya tentang seputaran kehamilan


hingga akhirnya semuanya sudah siap


dokter mengangkat baju indah , sedangkan perawat menutup bagian bawah indah menggunakan selimut hingga sampai pinggang bawahnya


setelah itu dokter menuangkan gel di perut indah dan memposisikan alat USG di perutnya


" boleh ayah video " Alex hanya mengangguk


mendapat kan persetujuan Alex ,pak Mamat langsung mengeluarkan HP nya dengan bahagia membuat indah tersenyum


" semuanya baik iya non ,mereka juga sangat sehat ukuran dan panjang nya sesuai usianya, seperti nya nona mengikuti anjuran saya untuk tidak terlalu berlebihan makan sambal " indah hanya tersenyum kecut


anda belum tau saja Dok jika saya membantah seperti apa nanti nasibku batin indah


" mau dengar detak jantung nya " tanya dokter menatap Mereka


" sudah bisa dok " dokter mengaguk tersenyum


" saya mau dengar, ayah video dengan baik iya " pak Mamat mengaguk


sedangkan Alex hanya diam sambil mengelus tangan indah


dug....dug.... Dug .....


mendengar detak jantung anaknya Alex memalingkan wajahnya


melihat itu indah ikut terharu lalu mengelus tangan suaminya


" mas " Alex hanya mengangguk saja tapi tidak berani membalikkan wajahnya


" are you ok " Alex mengaguk


hebm


setelah itu Alex menatap kembali ke depan menatap indah dengan lembut begitu juga indah


dokter membersihkan gel di perut indah lalu menurunkan pakaian nya


lalu mereka kembali duduk di meja dokter


" apa nona masih merasakan keram " tanya dokter kini mereka saling berhadapan


" sudah tidak dok hanya sekali saja " ucap indah


" syukur lah , sekalipun kandungan nona sudah memasuki trimester kedua tapi tetap jangan melakukan pekerjaan yang berat iya " indah mengaguk


" obat mualnya tetap saya resepkan iya sekalipun tidak sesering dulu, vitamin nya juga , jangan lupa susu nya jika bosan dengan rasa itu² saja anda bisa mengganti nya dengan yang lain " ucap dokter


" iya dok , terimakasih " ucap indah ,dokter membalas nya dengan senyuman


setelah itu mereka ke luar dari ruangan itu


" bagaimana " tanya ibu sisil


" semuanya baik tidak ada masalah " ujar Alex


" terus kenapa matamu seperti itu " tanya ayah abbas saat melihat mata Alex merah


lalu menatap indah dan pak Mamat bergantian


" Alex hanya bahagia ayah,mereka sudah memiliki detak jantung " Ucap Alex


" bahagia tapi wajahmu datar dan dingin " cibir ayah Abbas


" anakmu nak,mereka mereka " ucap ibu sisil kesal


Alex hanya diam saja sedangkan indah tertawa kecil begitu yang lainnya


" tidak papa kan ikut ibu sama ayah pulang,Abang harus kembali ke rumah sakit " tanya Brian lembut


" iya bang " ucap Naya


" Abang titip Naya Bu, awas kalau istri Abang kenapa ² " ayah dan ibu hanya berdecak saja


" aku balik ke kantor iya " indah mengaguk " jika butuh papa nanti telepon aja " lanjutnya lagi


" iya mas ,hati² bawa mobilnya " Alex mengaguk


" ayah jaga Indah iya " pak Mamat mengagguk


" Ade mau ikut pulang " tanya ayah abbas


" Ade mau pulang ke rumah Kaka Dafa " ucap raya jujur


" sekalian bawa semuan pakaian mu dek " ucap ayah abbas


" tunggu nanti jika sudah waktunya " ucap raya kesal

__ADS_1


lalu mereka ke luar dari ruangan itu bersama sekalipun tujuan mereka berbeda


__ADS_2