
pagi ini di rumah keluarga Brian cukup ramai kedatangan si kembar membuat masion mewah itu seolah hidup kembali , kini mereka tengah sarapan sebelum sibuk dengan aktivitas mereka masing² . sedangkan Ivan setelah Sampai semalam langsung kembali ke rumahnya dia hanya mengambil mobilnya padahal dia bisa saja menyuruh orang untuk mengantar kan nya
" kalian pulang pagi ini juga " tanya ibu sisil
" iya nyonya besar, Boby langsung masuk kerja " ucap siska yang sesekali memperhatikan anaknya makan ,sekalipun umur mereka masih belum genap setahun tapi mereka mengajarkan makan sendiri
" tinggal lah lebih lama di sini " ucap ibu sisil,Siska menatap Alex
" Minggu depan mereka akan tinggal di samping masion Bu,Boby akan kerja di perusahaan pusat " ucap Alex
" benar kah,berarti nanti ibu bisa sering² melihat Azzam Sama azzura " ucap ibu sisil
" iya Bu " ucap Alex
setelah sarapan mereka saling berpamitan
" Kaka jangan lama² di sana iya " ucap raya sambil mencium pipi Azzam dan azzura
" iya nona muda " ucap Siska tersenyum
" hati² iya kak ,by azzzam azzura Kak tunggu di sini iya " ucap Naya
" iya nyonya muda terimakasih banyak " ucap Boby menunduk kepalanya
"Kaka ke perusahaan dulu iya ,hati² hubungi Kaka jika sudah sampai " Siska mengaguk " Kaka juga hati² jaga kesehatan nya iya salam buat indah " ucap Siska
" iya ,sudah sana masuk kasian si kembar , hati² bawah mobilnya Bob " ucap Alex
" iya tuan ,tuan muda kami duluan " Brian hanya mengangguk setelah itu mereka berpisah ke arah yang berlawanan
Brian mengelus perut Naya yang sudah terlihat jelas tapi Naya selalu memakai pakaian yang tidak terlalu menonjol kan perut besar nya
"hiisss bang " Brian menatap Naya " kenapa sayang " Naya menggeleng " kenapa apa ada yang sakit " Alex menatap kaca spion mendengar nada khawatir dari Brian
" tidak,aku baik² saja " Brian menatap lekat wajah istrinya " serius kamu baik² saja " Naya mengaguk
" sayang ,jangan buat ibu sakit iya baik² di dalam sana ibu hari ini mau kuliah sayang " ucap Brian mengelus perut Naya ,Naya merasakan tapi entah itu apa Naya juga bingung
" ah iya keponakan Ade , perempuan kan " Brian mengaguk " terimakasih Abang ,Naya kalian terbaik , hai adek ini Kaka cantik, sehat² iya nanti aunty belikan baju yang cantik² " ucap Raya dari kursi depan ,Naya hanya mengangguk
" kakak cantik , maksudnya " Brian mengaitkan alisnya mendengar ucapan Raya " ehs Abang masa Ade di panggil aunty ,Ade kan masih muda jadi Kaka saja " ucap Raya
" wajah Ade sama panggilan tidak cocok " ucap Alex ketus ,membuat Brian dan Naya tidak bisa menahan tawa mereka
" menyebalkan sekali " cibir Raya
" sayang nanti siang , Kami makan siang bersama Nisa ,karena besok dia akan kembali ke luar negeri " ucap brian
"koh cepat sekali bang " Brian menggaguk " kan di sana dia juga kerja sayang ,dia ke sini hanya liburan " ucap Brian
" titip salam iya sama Kaka Nisa ,maaf belum sempat banyak cerita dengan nya " ucap Naya
" iya sayang nanti Abang sampaikan " ucap Brian
" kakak juga ikut " Alex menggaguk " kenapa " tanya Alex
" tidak,Ade cuma tanya saja " Alex tersenyum kuda " awas iya kalau Kaka macem² lagi " ancam Raya
__ADS_1
" Kaka cuma satu macem dek " ucap Alex , Raya hanya mengangguk
" apa anak itu semalam tidur di kampus ini " Ucap Raya saat melihat indah sudah menunggu mereka seperti biasanya
saat mobil berhenti raya dan Naya langsung meminta izin lalu turun menemui indah.
" kamu datang jam berapa " tanya Naya
" baru saja ,tapi aku lihat mobil kalian masuk jadi aku menunggu kalian " mereka mengaguk " tidak minta izin sama Kaka dulu " indah hanya menunduk kepalanya sebelum mobil Alex pergi dan Alex membalas nya dengan membunyikan klakson mobilnya
"ayo kita ke ruangan dulu" mereka itu berjalan bersama seperti biasanya
" atur jadwal ku bertemu anak ingusan itu " Ucap Brian
" nanti saya saja tuan " ucap Alex ,Brian menggaguk
" apa kamu siap ketemu Nisa " brian mendengar helaan napas kasar Alex " maaf tuan saya juga tidak tau tapi seperti nya harus " ucap Alex ,Brian menggaguk
" kamu sudah beri tahu indah " Alex menggaguk " sudah tuan " ucap Alex
setelah itu mereka kembali terdiam ,Alex fokus pada kemudinya sedangkan Brian menatap iPad nya
sedangkan di kampus seperti biasanya Naya dan indah
membujuk raya untuk cerita tentang kencan Pertama nya
" ayo lah Ray " ucap Naya memohon
" kami hanya ke pantai ,yang ada villa nya itu saja dag ke mana² kami hanya cerita² duduk jalan ² juga di sana " ucap Raya
raya menarik napasnya panjang " baiklah ,kami ciuman puas " ucapan raya membuat Naya dan indah batuk ,mereka menatap raya tajam
" kau serius " raya mengagguk " rasanya gimana " tanya Naya
" hebm luar biasa, ada sedikit aneh tapi aku suka " ucap raya sambil tersenyum kuda " tapi hanya ciuman kan " tanya indah
" kami tau batasan kami Nda Nay ,tenang saja " mereka menarik napas lega
"ah iya kenapa lamaran kalian mendadak " tanya raya, indah pun mulai menceritakan kejadian di perusahaan kemarin seperti apa sehingga lamaran dadakan itu ada
" aku memang sudah curiga sejak lama ,jika Kaka Nisa suka sama Kaka ,karena sifatnya sama abang dan Kaka Ivan biasa saja beda dengan Kaka Alex " ucap Naya
" iya apa lagi waktu di kemah ,aku sedikit risih sih tapi sebisa mungkin aku tahan ,lalu Kaka Nisa gimana " tanya raya
" aku juga tidak tau, tapi semalam Kaka bicara hari ini mereka mau makan siang " ucap indah
" ah iya tadi juga Abang izin begitu kan Nay " Naya menggaguk
" aku jadi tidak enak sama Kaka Nisa " ucap Indah
" kenapa tidak enak,santai saja aku yakin Abang sama Kaka bisa menjelaskan dengan baik " Naya mengaguk setuju dengan ucapan Raya
" baik lah,mana sepatu ,aku baru ingat " ucap indah
" hantaran semalam saja belum tentu kamu pakai Nda " ucap raya kesal , indah tertawa
" baiklah , traktir bakso di kantin saja " raya mengagguk cepat " setuju " ucap raya
__ADS_1
tidak berselang lama dosen masuk dalam ruangan mereka sehingga membuat mereka harus berhenti mengobrol
sedangkan di apartemen mewah ,Nisa baru saja bangun kepalanya sedikit sakit setelah lama menangis semalam mengingat ucapan Alex jika dia sudah menikah ,rasanya tidak ingin dia percaya tapi jika ucapan benar gimana tapi selama ini dia Melihat Alex biasa saja apa lagi depan indah atau Alex membohongi nya lalu cincin itu karena setahu dia Alex tidak pernah memakai barang Seperti itu
aaarrrkkkk
teriak Nisa frustasi sambil menarik rambutnya
" aku mandi dulu setelah ini aku meminta jawaban Alex " ucap Nisa ,lalu berdiri dari tempat duduk nya menuju kamar mandi .
setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi, Nisa masuk ke ruangan walk in close ,lalu dia merias sedikit wajahnya mengambil tas dan memakai sendal yang tidak terlalu tinggi ,lalu di ke luar dari apartemen nya
hari ini dia memilih naik taksi online karena kemarin mobilnya yang di berikan alex ,di tinggal di perusahaan bahkan dengan kunci nya karena emosi .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Nisa menarik napasnya panjang sebelum turun dari taksi ,dia menatap gedung tinggi itu lalu membuka pintu setelah membayar taksi nya
" permisi mba ,bisa ketemu dengan tuan Alex " resepsionis yang sudah sering melihat Nisa , tersenyum hangat pada Nisa
" silahkan nona ,tuan Alex ada di ruangan nya " ucap nya , Nisa meninggalkan meja resepsionis itu
" tadi siapa ,bukan wanita yang kemarin " tanya orang di sebelah nya
" iya beda sekali ,tapi wanita itu sering koh ke sini mencari tuan Alex " ucap lagi sebelah nya
" sudah kita lanjut kerja saja ,apa kalian mau seperti kemarin " mereka pun kembali fokus pada kerjaan mereka
sedangan dalam lift Nisa mengatur napasnya saat lift sudah berhenti di lantai paling atas lalu dia menuju meja sekertaris
" tuan Alex nya ada " Irma langsung berdiri saat mendengar ada seseorang
" ada nona ,dalam ruangan bos " ucap Irma ,Nisa hanya mengangguk
tok....tok ....
Brian dan Alex saling berpandangan saat melihat Nisa masuk
" apa aku menganggu kalian " tanya Nisa saat melihat mereka hanya diam saja ,ada sedikit rasa canggung
" tidak ,kenapa tidak bilang dulu sini " ucap brain , sedangkan Alex hanya diam saja dan kembali fokus pada pekerjaan nya
" besok aku akan kembali"ucap Nisa saat sudah duduk di sofa berbeda dengan mereka, Brian menggaguk "kamu butuh sesuatu " Nisa menggeleng
" nanti kita makan siang bersama " Nisa menggeleng " aku sudah ada janji " ucap Nisa
" dengan Ivan " Nisa mengaguk " dia sudah memberi tahu kami,nanti kita makan bersama sebelum kamu pergi " ucap Brian
" baik lah ,kalau begitu aku pamit " Brian mengaguk " hati² " Nisa menatap Alex yang hanya diam saja ada sedikit sakit tapi sebisa mungkin dia tersenyum kepada Brian
" why " tanya Brian setelah Nisa ke luar
"tidak papa tuan, hanya sedikit canggung " ucap Alex
" sudah tidak usah di pikirkan ,apa perlu kita undang dengan mereka " tanya Brian
" tidak usah tuan, saya takut nanti terjadi sesuatu yang kita tidak duga " Brian mengaguk " baiklah " ucap Brian lalu mereka kembali fokus pada layar laptop dan berkas yang di depan mereka .
__ADS_1