Sayangi Aku

Sayangi Aku
taman dan mall


__ADS_3

beda halnya dengan Naya yang Ingin ke taman ,raya Dafa dan ricko kini mereka sudah di mall terbesar yang merupakan mall milik keluarga Raya


" mau ke mana dulu kak " tanya Raya pada Dafa dan Ricko


" kamu mau nya ke mana " tanya Ricko


" aku ikut saja kak " jawab Raya, sedangkan Dafa hanya mengikuti langkah Ricko dan Raya padahal sebelumnya dia lah yang mengusulkan ke mall untuk nonton


" kita nonton saja, setelah itu kita pulang " ucap Dafa,ricko menatap Dafa


" iya kak " jawab Raya


" kamu kalau mau main juga boleh Ray, mumpung di bolehin nanti aku temani " ucap ricko sekenanya


" nanti saja di pikirkan kak,kita nonton saja dulu gimana " ucap Raya


" iya sudah ayo, nanti kursinya penuh " ucap Ricko, raya menggaguk sedangkan Dafa mengikuti mereka dari belakang


" Kaka kalau mau balik duluan tidak papa " ucap Raya


" tidak kita nonton sama² " ucap Dafa


" tapi Kaka kaya tidak suka " ucap Raya lagi ,Dafa memaksakan senyumnya lalu menggegam tangan Raya


" ayo kita nonton setelah ini kita main " ucap Dafa, Ricko hanya menghela nafas panjang,sedangkan raya melihat tangan Dafa yang menggegam tangannya


" kamu mau kursi bagian mana " tanya Dafa sambil melihat Raya


" tengah saja kak " ucap Raya, Dafa mengaguk


" ric beli camilan iya " ucap Dafa, ricko hanya mengangguk lalu meninggalkan mereka


" apa kamu pernah nonton sebelum nya " tanya Dafa


" tidak, aku ke mall paling cuma belanja kebutuhan saja kalau mau nonton paling di rumah saja karena di sana ada bioskop" jawab raya karena memang Selian belanja dia tidak melakukan apa pun


" ini pertama " Raya mengaguk " nanti aku akan membawa mu ke sini lagi jika kamu mau " ucap Dafa, Raya hanya tersenyum sedangkan genggam tangan mereka masih bertautan


setelah memesan tiket dan camilan kini mereka sudah berada di dalam bioskop sesuai kata Raya mereka di barisan tengah ,dan dia juga duduk di tengah samping kiri dan kanan nya Dafa dan ricko


" banyak juga orang yang masuk " tanya raya sambil melihat ke arah samping dan belakang


" kalau film baru biasanya seperti itu karena orang penasaran " ucap ricko ,Naya mengaguk


" kau baik² saja kan " bisik Dafa, raya tersenyum


" apa selalu begini ,banyak sekali " ucap raya ,Dafa tersenyum


" bioskop memang sepeti ini "Dafa mengacak rambut Raya" duduk yang tenang iya sudah mau di mulai " raya mengagguk, pilihan film mereka ada genre romantis,sedih dan aksi


sedangkan Brian Naya dan Alex kini mereka sudah tiba di taman ,tapi yang membuat Brian dan Alex tidak nyaman karena mereka masih memakai pakaian kerja


" Abang sama Kaka tidak papa kan " tanya Naya ,saat sadar jika pakaian yang di kenakan mereka tidak sesuai apa lagi di luar dia melihat sudah ada sebagian yang berolahraga atau hanya berjalan kaki saja


" iya sayang " ucap Brian tersenyum


" Kaka parkir kan mobilnya di pinggir² saja iya ,kita duduk saja di dalam tidak papa " Ucap Naya


" kita ke luar saja sayang kami tidak papa tapi harus pakai masker iya " ucap Brian , tapi Naya menggeleng ,lalu membuka kaca mobilnya melihat ke arah lapangan luas


" Abang coba lihat di sana " tunjuk Naya pada anak² yang sedang bermain, Brian dan Alex mengikuti tangan Naya " kalau nanti Ade sudah besar kaya mereka pasti dia bahagia " ucap Naya tersenyum melihat tingkah mereka ,Brian tersenyum sambil mengelus perut Naya


" iya sayang ,Abang usahakan walaupun sibuk tapi weekend kita akan main ke taman " ucap Brian mantap karena memang dia tidak pernah bermain layaknya anak² saat usianya masih kecil dunianya hanya belajar belajar dan belajar begitu juga dengan Alex


" iya bang ,Abang apa nanti jika Ade lahir dia akan seperti mereka " tanya Naya


" Abang akan usahakan sayang jika dunianya tidak hanya untuk perusahaan, tapi dari kecil dia harus mengerti jika dia mempunyai tanggung jawab, tapi Abang Sama Alex akan pelan² mengajarinya sehingga tidak menggangu waktu bermain nya " Ucap Brian lembut,Naya mengaguk dia tau pasti akan garis keturunan keluarga Brian jadi mau tidak mau suatu saat anaknya pasti akan seperti Brian


" apa anak Kaka juga akan Seperti itu " tanya Naya menatap Alex ,Alex hanya mengangguk


" kamu tenang saja ,bahkan dia masih dalam kandungan saja dia sudah mendapatkan sumpah dari Alex yang akan selalu melindungi nya " ucap Brian


" makasih iya kak " Alex mengaguk


" kakak cepat lah menikah,jadi anak Kaka sama Abang tidak jauh beda usia mereka ,apa nanti aku jodohkan saja iya mereka " ucap Naya tertawa kecil


" sayang anak kita belum tau jenis kelaminnya bagaimana kamu akan menjodohkan mereka ,jika nanti anak pertama Abang cowo terus Alex juga begitu apa kamu mau anak kita menikah dengan sesama jenis " ucap Brian, dia bingung sendiri dengan pikiran istrinya,Naya tersenyum


" Kaka kapan mau nikahin indah " tanya Naya


"nanti " ucap Alex


" nanti di ambil orang Lo,ah iya Naya hampir lupa tadi Kaka Ricko tanyain indah terus ,kayanya dia suka sama indah kak " ucap naya


" tidak papa " ucap Alex


" Abang sama Kaka sama saja ,buang² tenaga Naya ngasih tau nya, ade jika nanti kamu besar jangan seperti mereka iya nanti tensi darah ibu naik drastis " ucap Naya mengelus perutnya


" kamu tidak usah beri tahu dia sayang, dia pun sudah tau sebelum kamu kasih tau " ucap Brian tertawa kecil ,Naya menatap Alex


" koh dag bilang ,kan memang Abang sama Kaka sama saja " ucap Naya lalu melihat kembali ke arah luar


" Abang mau itu " tunjuk Naya pada gerobak kecil


" itu apa sayang " tanya Brian


" cilok " ucap Naya

__ADS_1


" cilok " beo Alex dan Brian,Naya mengaguk


" iya makannya pakai bumbu kacang enak tau " ucap Naya


" itu pakai micin sayang " ucap Brian


" sedikit saja ,buat rasa² saja ,emang Abang mau anaknya ileran " ucap Naya


" enak saja ,masa anak Abang ileran " jawab Brian ketus


" nanti saya belikan " ucap Alex


" tidak " pekik Naya ,Brian dan Alex menatap Naya " mau beli sendiri " ucap Naya lalu turun dari mobil , terpaksa Brian dan Alex harus ikut turun apa lagi Naya tidak memakai maskernya


" sayang pelan ² " ucap Brian ,Naya mengaguk


" kang ciloknya 5 ribu iya jangan pedas bumbu yang banyak " Ucap Naya saat sudah di dekat gerobak cilok ,Brian dan Alex menatap penjual itu saat menyajikan pesanan Naya


" ini neng " ucap penjualnya


" makasih kang " Ucap Naya ,lalu memberikan uang 50 an pada penjualnya


" tidak ada uang kecilnya neng " Naya menggeleng


" ambil saja kang ,makasih iya " ucap Naya lalu meninggalkan penjual itu


" makasih neng " ucap penjual ,Brian dan Alex menatap Naya tersenyum


" anak pintar " ucap Brian mengusap kepala istrinya


" mau apa lagi " tanya Brian ,Naya menggeleng


" masuk saja di mobil, mata mereka seperti mau lepas lihat Abang sama Kaka ,kan tadi Naya larang jangan ke luar malah ke luar " Ucap Naya kesal


" kan Abang khawatir sayang " ucap Brian lembut


" tapi Naya lebih khawatir " ucap naya masuk dalam mobil setelah Brian membukakan pintu begitu juga Alex


" khawatir kan apa " tanya Brian ,Naya menatap kesal suaminya


" ehs Abang ini sekarang itu banyak bibit pelakor Abang ,kenapa Abang sama Kaka tidak pakai masker sih " ucap Naya


" maaf ,kami hanya refleks karena anda sudah ke luar " ucap Alex


" lain kali pakai masker sama topi iya " ucap Naya ,mereka mengaguk


" selesaikan semuanya Lex " ucap Brian ,karena mereka tidak memakai pengawal sudah di pastikan kini wajah mereka sudah tersebar luas ,dia hanya khawatir kan Naya saja jangan sampai wajahnya di tau orang lain sebenarnya sejak tadi Brian dan Alex tau tapi mereka selalu tenang


" baik tuan " ucap Alex lalu ke luar dari mobil


" apa ada Masahlah bang " tanya Naya di sela mengunyah cilok nya


" kenapa di buang sayang " tanya Brian


" gara² cilok itu Naya buat kesalahan,maaf sudah buat Abang sama Kaka kerja lagi " ucap Naya lirih


" tidak papa sayang tapi lain kali harus hati², Abang belikan lagi iya " Naya menggeleng


" tidak usah nanti mereka mengambil foto Abang banyak² " Ucap Naya kesal ,Brian tersenyum


" apa istri ku sedang cemburu " tanya Brian mencium bibir istrinya ,Naya hanya mengangguk lemah saja membuat Brian semakin gemas


" sudah tuan " ucap Alex saat sudah dalam mobil


" Kaka maaf iya ,Naya benar² lupa " ucap Naya sesal


" iya ,tidak papa " ucap Alex tersenyum


" kita pulang iya, ini sudah mulai sore " ucap Brian ,Naya mengaguk ,Alex pun menjalan kan mobilnya


"apa Raya sudah pulang kak " tanya Naya


" belum mereka sedang bermain " ucap alex


" jangan lewat waktu nya Lex " ucap Brian


" biarkan saja Abang " ucap naya Brian hanya diam saja


begitu juga Alex ,setelah itu mereka meninggalkan taman


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


kini di meja makan sudah berkumpul Raya juga sudah pulang sebelum waktu makan malam karena itu sudah aturannya


" Raya tadi seruh tidak " tanya Naya yang baru sampai di ruangan makan


" makan dulu nanti setelah itu baru cerita " ucap ayah Abbas , Raya menatap Alex dan Brian yang hanya diam saja membuat perasaan nya tidak enak


" makan " ucap Alex , Raya mengaguk lalu mulai menyendok makanannya


mereka pun makan tanpa ada yang bersuara raya sesekali memberikan kode pada Naya tapi Naya di buat bingung membuat Raya kesal , setelah selesai makan Raya mengikuti langkah Brian dan Alex ,dia sudah siap di marahi atau di hukum nantinya


" ade kenapa " tanya ibu sisil karena dia merasa aneh melihat Raya


" apa lagi kalau tidak buat kesalahan Bu " ucap ayah abbas lalu duduk di sofa ruang tengah,begitu juga yang lainnya


" kesalahan apa lagi " tanya ibu sisil

__ADS_1


" Kaka ...


" sudah tidak papa " potong Alex , Raya menatap Alex dan Brian bergantian


" serius " mereka mengaguk


" tapi ingat hati² dek ,kamu itu perempuan jangan asal jalan jika nanti terjadi sesuatu dengan mu ,Ade sudah tau yang terjadi bukan " ucap Brian datar , raya mengagguk


" makasih abang ,kakak " ucap raya


" aku " ucap Naya


" sayang " ucap Brian waspada ,Brian menatap adek nya untuk mengikuti saja


" terimakasih Naya yang cantik, imut,Baik pokonya semuanya kamu terbaik " ucap raya tersenyum


" makasih pujian nya "Naya tersenyum "tapi sering² iya jangan hanya ada maunya " ucap Naya , Raya menghembuskan nafasnya


" iya pasti dong " ucap raya memaksakan senyumnya


" memang Ade tadi ke mana " tanya ayah abbas


" nonton ayah ,terus Ade main sampai puas " ucap raya semangat


" sama Naya,kenapa di bawah ke mall dek ,bahaya " pekik ibu sisil


" Naya tidak ikut Bu, Naya tadi sama Abang dan Kaka " ucap Naya


" terus Ade ke mall sama siapa " tanya ayah abbas, Raya menutup rapat mulutnya begitu juga Naya


" teman² nya yah " Ucap Brian


" cewe atau cowo " tanya ayah abbas


" cowo " ucap raya lirih


" berdua " raya menggeleng lalu menaikan tangannya dan mengangkat jarinya 3


" dua² nya cowo " Raya mengaguk


" terus tadi Naya ,siapa yang antar keperusahan " tanya ibu sisil


" sopir " ucap Naya


" Ade pakai apa " tanya ibu sisil lagi


" mobil teman " ucap raya


" hati² dek ,jangan terlalu dekat dengan laki² jaga batasan kalian saat berteman dengan laki² " ucap ayah abbas


" iya ayah ,maaf " ucap raya,ayah Abbas mengaguk


" iya sudah tapi harus tetap izin sama Abang dan Kaka mu iya " ucap ayah abbas


" I...iya " ucap raya gugup menatap Alex dan Brian


" leptop kalian sudah di kamar " ucap Alex


" serius " tanya Naya dan Raya


" hebm " raya langsung berdiri mencium pipi Alex


" makasih " ucap Raya lalu duduk kembali


" Kaka terbaik, akhirnya " ucap Naya,dia sudah memikirkan nya apa yang harus dia lakukan karena sudah lama dia tidak nonton membuatnya penasaran


" akhirnya apa sayang " tanya Brian


" akhirnya Kaka dapat ciuman Raya " ucap Naya Asal


" aku sudah sering mencium Kaka " ucap raya


" iya kah ,oh selamat Kaka " ucap Naya bingung ,membuat mereka menahan senyumnya


" untuk apa sayang " tanya Brian


" itu apa ,Abang belum ngantuk " ucap Naya mengalihkan pembicaraan ,Brian menggeleng


" Abang tidur siang iya tadi " ucap Naya


" apa kamu sudah mengatur bagaimana kamu nonton dan tidka ketahuan" ucap Brian


" tidak,kan sudah janji nanti si skip " ucap Naya sedikit gugup


" yakin " Naya mengaguk cepat


" wajahmu ketahuan naya " ucap raya tertawa kecil


" mana bisa serius " ucap Naya tidak mau kalah


" iya iya ,ngalah saja " ucap Raya, Naya menatap kesal Raya


" jangan mulai lagi iya , kepala ayah sudah mau pecah " ucap ayah abbas


" raya duluan ayah " ucap Naya


" aku kan bicara jujur " ucap raya

__ADS_1


" tapi tidak benar " ucap Naya


" benar koh, kamu sudah mengatur itu " ucap raya ,ayah ibu Brian dan Alex sudah mulai jengah jika sudah seperti ini mereka hanya bisa diam saja ,nanti juga akan diam jika sudah cape pikir mereka


__ADS_2