
saat ini Ivan sudah berada di perusahaan Brian ,saat di hubungi Alex dia baru selesai melakukan operasi ,dia bergegas membersihkan diri di ruangan pribadi lalu pergi ke perusahaan itu
kini dia sudah berada di lantai khusus CEO tapi kehadiran fajar di sana membuatnya kaget ,karena memang dia belum mengetahui tentang pertunangan indah dan Alex ,hanya para orang tua saja
"fajar " fajar mengangkat kepalanya saat ada yang memanggil nya
" Abang ,koh di sini apa ada perlu dengan tuan Brian " tanya fajar bingung
" kenapa kamu di sini ,bukan di perusahaan paman " bukannya menjawab Davin malah balik bertanya
" aku belajar bang sebulan saja, setelah itu aku ambil ahli perusahaan ayah,Abang ngapain " tanya fajar
" ketemu Brian ,ada kan di dalam , belajar yang benar iya Abang ke dalam dulu " ucap Ivan sambil menepuk punggung fajar
" iya Abang ,makasih fajar akan lebih semangat lagi " ucap fajar tersenyum ,setelah itu Ivan masuk dalam ruangan tanpa mengetuk dulu
" apa aku melihat makhluk astral" ucap Ivan saat sudah dalam ruangan Brian ,Brian tersenyum mendengar ucapan Ivan lalu dia mengangkat kepalanya
" apa kau melihat sesuatu " tanya Brian yang ikut menggoda Nisa
" apa ruangan mu ini aman ,apa perlu aku memanggil seseorang untuk mengusirnya " ucap Ivan sambil berjalan ke arah sofa yang sudah ada wanita cantik di sana
" seperti nya seperti itu ,dia sejak tadi duduk di sofa ku membuatku sedikit tidak nyaman " ucap Brian ,sedangkan Nisa ingin sekali memukul kepala mereka
" apa begitu caramu menyambut ku " ucap Nisa saat Ivan sudah di dekatnya ,Ivan tertawa kecil lalu memeluk Nisa dan mencium kening Nisa
" kenapa tidak bicara jika mau ke sini " tanya Davin
" memberikan kejutan ,tapi sepertinya kalian tidak mengharapkan kedatangan ku " ucap Nisa
" soal nya kehidupan mu antara ada dan tiada " Ucap Ivan membuat Brian tertawa
" Alex mana " tanya Ivan lagi
" sebentar lagi ke sini " ucap Brian,Ivan mengaguk
" ah iya ,itu kenapa fajar ada di sini " tanya Ivan
" belajar " ucap Brian
" iya aku tau ,tapi kenapa kamu kenal dia di mana " tanya Ivan
" bukannya dia Kaka nya indah " tanya Brian
" iya aku tau , maksud aku itu koh dia bisa di sini aku ingin secara detail " Ucap Ivan,mana mungkin Brian memasukan orang yang tidak dia kenal dalam perusahaan
" nanti kamu tanya Alex " ucap Brian membuat Ivan semakin penasaran
"apa sudah lama " tanya Alex yang baru masuk dalam ruangan Brian
" itu orang nya silahkan kamu tanya " ucap Brian ,Alex mengerutkan keningnya
" apa yang mau kau tanyakan" tanya Alex
" itu adik sepupu ku kenapa di depan " tanya Ivan
" memang nya kenapa, apa ada yang salah " tanya Alex bingung
" tidak salah ,tapi kenapa di sini " tanya Ivan
" apa kamu bertanya hanya karena penasaran atau memang ingin tau " ucap Alex
"sudah aku duga jawabannya apa " Ucap Ivan kesal
" kamu kaya tidak tau mereka saja " ucap Nisa ,Alex hanya tersenyum
" mau makan siang di mana " tanya Alex
" di tempat biasa saja " ucap Brian
" baik tuan " ucap Alex
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Dafa dan ricko yang baru ke luar ruangan , bergegas ke ruangan para wanita
" ingat daf kondisi kan emosi mu " ucap ricko saat mereka sudah dekat ruangan Naya
" iya aku tau " ucap Dafa
" hai para penghuni ruangan " ucap ricko yang baru masuk karena hany Naya Raya dan indah di dalam sedangkan yang lainnya jangan di tanya kemana jawabannya Kantin karena sekarang sudah waktunya makan siang
" wah sudah siap saja makanan nya " ucap Dafa menarik kursi sembarangan lalu duduk di samping raya begitu juga ricko duduk di samping indah
" ayo kita makan ,aku sudah lapar Kaka lama sekali " ucap Naya ,Dafa dan Ricko tersenyum kuda
" maaf iya bumil, kami baru ke luar " ucap Ricko
" iya tidak papa ,ayo kita makan dulu " ucap Raya
" ah iya apa kalian sudah izin"tanya ricko ,Dafa mengangkat kepala nya menunggu jawaban mereka
" iya di izinkan tapi Raya sama indah saja " ucap raya,Dafa sudah duga akan seperti itu ,ricko menatap Dafa yang hanya diam
" tidak papa ,kami paham koh apa lagi di sana pasti banyak kegiatan nanti kamu kecapean dan kenapa² " ucap Ricko
" iya Kak ,Naya cuma takut yang kaya kemarin jadi aku was² saja tapi nanti malamnya usahakan ke sana " ucap Naya
" janji iya " ucap Dafa, setidaknya Naya masih mau menempatkan diri ke acara itu
" iya kak " ucap Naya
" kamu kenapa " bisik Dafa pada raya ,raya menatap Dafa
__ADS_1
" tidak Kak , Raya baik² saja " ucap raya lalu kembali fokus pada makanan nya
" apa kamu marah dengan kaka " raya menggeleng
" lalu apa ada Masahlah " raya menggeleng
" jangan cemberut terus nanti cantiknya hilang " bisik Dafa tersenyum sambil menggegam tangan Raya yang ada di bawah meja karena mereka menyatukan empat meja untuk di jadikan meja makan
tolong lah jantung jangan seperti ini batin raya
" kalian kenapa " tanya indah
" ah tidak papa ,Kaka Dafa cuma bahas tentang kemah " ucap raya tersenyum
" tapi koh bisik² " ucap Naya
" apa tidak bisa,aku cuma ingin Raya yang dengar " ucap Dafa
" apa kalian memiliki hubungan koh aku curiga " ucap indah
" apa kamu berharap seperti itu " tanya Dafa
" mungkin " Ucap indah,Dafa tersenyum sedangan ricko hanya diam saja
" nanti kamu akan tau " ucap Dafa tersenyum
" ayo makan dulu " ucap ricko
" jangan cemberut terus ,kau membuatku ingin mencium mu " bisik dafa ,membuat raya tersedak air liurnya ,Dafa menyerahkan air minum yang ada di dekatnya lalu di berikan pada Raya
" pelan² saja makannya " ucap Dafa tersenyum , padahal karena ulah nya Raya seperti itu
" makasih" ucap raya saat sudah selesai minum
" sudah baikan " raya mengagguk
"apa keperluan kalian sudah siap " tanya ricko
" sudah kak " ucap indah
" Cepat sekali gerakan kalian ,padahal kemarin kalian belum siap ,sekali siap langsung siap semuanya " ucap Dafa
" harus seperti itu kak, soalnya waktunya 2 hari lagi " ucap Indah
" apa nanti kalian satu tenda " tanya Dafa
" bukannya pihak kampus yang sediakan ,biasanya seperti itu " ucap ricko
" apa kau tidak tau siapa mereka " tanya Dafa
" maaf aku tiba² amnesia jika bersangkutan dengan kalian " ucap ricko tertawa kecil
" kakak belum tua Lo " ucap Naya tertawa
" iya sudah nanti kami bantu siapkan tenda kalian,jadi tidak usah sungkan , nanti pakai bis sekolah khan " tanya ricko ,indah dan raya saling menatap
" iya kak ,kami usahakan " ucap Raya
" baiklah " ucap Dafa
"kenyang nya " ucap Naya sambil mengusap perutnya
" kamu makannya terlalu banyak " ucap indah
" perut mu sudah membuncit iya Nay ,lucu lihatnya " ucap ricko
" apa aku tambah jelek " tanya Naya
" tidak kamu tetap cantik " ucap Dafa spontan,membuat Raya tersenyum simpul
" makasih Kak" Ucap Naya
setelah menyelesaikan makan siang, Dafa dan ricko kembali ke ruangannya,sedangkan mereka masih sibuk dengan pembahasan para wanita
sedangkan di restoran Brian Alex Ivan dan Nisa juga baru selesai makan siang tapi masih enggan untuk berdiri
" apa di sana kamu tidak di beri makan " tanya Ivan
" aku benar² kangen sama makanan di sini " ucap Nisa
" bukannya di sana ada " tanya Brian
" mahal ,dua kali lipat harganya dari sini " ucap Nisa
" apa kamu sudah miskin " tanya Ivan tertawa
" aku bukan miskin tapi sayang saja " ucap Nisa kesal
" itu sama saja kamu miskin, karena perhitungan soal perutmu " ucap Alex lagi
" aku sudah bilang sayang saja " ucap Nisa mengulang perkataan nya
" iya² sayang ,bilang saja irit " ucap Ivan lagi
" terserah " ucap Nisa
" setelah ini kamu mau kemana " tanya Brian
" mau balik apartemen saja " ucap Nisa
" kamu bawah mobil " tanya Alex ,Nisa menggeleng
" besok rencananya aku mencari mobil yang bisa aku kendarai selama di sini " ucap Nisa
__ADS_1
" tidak usah ,kamu bisa memakai mobil ku,nanti di antar di apartemen mu " ucap Alex
" serius ,apa itu untukku " tanya Nisa dengan mata berbinar
" kamu meminjam nya " ucap Alex
" cih menyebalkan " ucap Nisa , sedang kan mereka tertawa karena selalu membuat Nisa kesal
" apa perlu memakai mobilku " ucap Ivan
" pinjam juga " tanya Nisa
" sewa ,sehari 5 juta gimana " ucap Ivan
" makasih tawarannya sangat menggiurkan " ucap Nisa , membuat Ivan tertawa lepas
" sudah²,aku harus kembali ke perusahaan " ucap Brian
" lalu kamu pakai apa " tanya Alex
" aku saja yang antar karena sekalian kembali ke rumah sakit " ucap Ivan ,sebelum Nisa menjawab
" ehs kenapa jawab duluan sih ,padahal aku mau bilang naik taksi biar di kasih ongkos setelah itu aku ikut kamu kan lumayan " ucap Nisa tersenyum kuda
" sepertinya kamu benar² miskin sehingga kembali ke sini " ucap Ivan
" nanti Alex transfer untuk mu ,kamu kirim saja no rekening mu " ucap Brian
" terimakasih tuan muda Malik memang anda sangat dermawan " ucap Nisa menundukkan badannya
" tapi jika Alex ingin " ucap Brian ,seketika Nisa mengakat badannya menatap Alex, tapi Alex diam saja
" ehs kenapa harus membuatku melayang baru membuang ku " cibir Nisa
" atau aku saja yang transfer" ucap Ivan
" aku tidak percaya dengan kalian semua " ucap Nisa menatap mereka satu persatu
" sudah² ayo kita balik " ucap Ivan
" hati² bawah mobilnya Van,kau membawa model terkenal nanti lecet bisa menurunkan bayarannya saat manggung " ucap Brian
" aku akan menutupi dengan meja operasi " canda Ivan , membuat Nisa memukul lengannya
" iya sudah kami duluan iya " ucap Alex,sebelum masuk dalam mobil begitu juga brian
" iya ,ayo masuk " ucap Ivan ,Nisa masuk dalam mobil ,setelah itu Ivan juga masuk dalam mobil
" apartemen mu mana " tanya Ivan
" jalan xxx apartemen xx" ucap Nisa
" sekalinya kamu masih kaya iya ,apa uangmu habis karena menyewa atau membeli unit apartemen itu " tanya Ivan tertawa kecil
" aku membelinya ,dan aku masih punya uang " ucap Nisa ,Ivan mengaguk
" gimana di sana apa kehidupan mu baik² saja " tanya Ivan
" semenjak kalian pergi meninggalkan aku sendirian ,aku belajar hidup mandiri tanpa harus menyusahkan orang lain lagi ,apa lagi saat aku melihat Brian gara² nenek sihir itu membuatku ingin membunuhnya jika Alex tidak menahan ku ,setelah itu Alex harus kembali ke sini mengurus perusahaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab Brian ,tapi sekarang aku senang melihat kalian lagi "ucap Nisa
" terimakasih sudah bertahan ,maaf jika kami dulu meninggalkan kamu di sana sendirian tapi asal kamu tau Brian dan Alex selalu mengawasi mu dengan mengirim seseorang untuk menjaga mu " ucap Ivan,Nisa menatap Ivan
" serius " Ivan mengaguk
" apa kamu tau Brian sudah menikah " tanya Ivan
" cih aku membenci saat kamu bahas itu , bisa²nya kalian tidak memberi tahuku bahkan sekarang istrinya lagi hamil " ucap Nisa
" dia sudah cerita " Nisa mengaguk" tapi aku penasaran dengan istri nya fotonya saja cantik ,bagaimana asli aslinya " tanya Nisa
" dia masih umur 19 atau 20 an kalau dag salah yang jelas seumuran raya " Ucap ivan
" dia benar² pedofil , membuat ku merinding " Ucap Nisa
Ivan tertawa
"lalu kamu gimana kapan menikah " tanya Ivan ,Nisa melihat ke arah luar jendela
" aku tidak tau,kalau ada yang mau serius aku siap kapan saja " ucap Nisa
" kau yakin, sekalipun kau tidak menyukai nya " tanya Ivan
" cinta dan sayang bisa tumbuh seiring berjalannya waktu ,yang penting dia mencintai ku dan menerima ku apa ada nya, itu lebih baik untukku " ucap Nisa ,Ivan mengelus kepala Nisa
" semoga segera ada " Nisa mengaguk
Ivan mengeluarkan hp nya dan mengetik sesuatu
" masukan no rekening mu " ucap Ivan sambil memberikan HP nya pada Nisa
" dengan senang hati, wah ini adalah obat ampuh untuk semua penyakit " ucap Nisa tertawa kecil apa lagi dia melihat nominal nya tidak main²
" cih lihat lah wajahmu sangat berbeda dengan yang tadi " cibir Ivan ,Nisa tertawa
" aku sudah transfer, terimakasih " ucap Nisa lalu mencium pipi Ivan itu sudah menjadi kebiasaan mereka tapi hanya sekedar itu saja
" lihat lah ,seolah² kamu yang mengirim kan uang untukku " ucap Ivan lalu menerima HP nya di masukkan kembali di kantung celananya
" jika kamu butuh papa jangan sungkan hubungi kami,kamu tau kan kau itu berharga buat kami " ucap Ivan
" iya ,dan aku sangat beruntung bertemu dengan orang seperti kalian " Ucap Nisa
" karena uangnya banyak " timbal Ivan membuat Nisa tertawa keras
__ADS_1