Sayangi Aku

Sayangi Aku
tradisi di meja makan


__ADS_3

" hei apa yang kamu lakukan " tanya Alex menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa sambil menonton tv


" sudah mandi " Alex mengaguk lalu duduk di samping indah


CUP


" kamu nonton apa " tanya Alex


" tidak tau hanya cari² saja apa yang enak nya di nonton " ucap Indah


indah merebahkan tubuhnya di sofa dan pastinya paha Alex sasaran indah untuk di jadikan bantal


" kangen, apa indah ikut mas kerja saja " ucap indah lirih sambil menyusupkan wajahnya pada perut Alex


" bukannya sudah mau ujian " indah mengaguk


" apa yang kamu lakukan hari ini " tanya Alex ,padahal dia sendiri sudah tau apa yang indah lakukan


"kuliah, makan di restoran Sama teman Naya dan Raya terus kembali ke kampus " ucap indah


"kamu makan sesuatu yang aneh sehingga membuatmu pucat " indah menggeleng


" mungkin karena kangen sama mas ,dari tadi indah tungguin " ucap indah


lalu dia bangun duduk di samping Alex sedangkan Alex hanya memperhatikan gerak indah


"aku kerja dear bukan pergi main bola " ucap Alex


indah naik di pangkuan Alex dan membenamkan wajahnya di bidang dada Alex


" mau apa " tanya Alex


" mau mas " ucap indah tanpa malu karena kalau malu sama suami dingin seperti Alex akan makan hati


" masih sore " indah menatap Alex dengan mata sayu nya


" cih kau seperti tidak makan sebulan " Alex langsung berdiri menggendong indah


" kamar tamu saja " indah hanya mengangguk tersenyum manis


CUP


CUP


CUP


" hentikan jika kamu ingin mendapatkan nya " indah langsung menghentikan kegiatannya mencium wajah Alex


padahal dalam hati Alex juga sangat bahagia karena indah meminta sendiri


" aku iya " Alex menggeleng


" nanti kamu lelah " ucap Alex


" tidak papa " Alex mengalah dari pada bumil itu marah


sedangkan di kediaman Ivan , yang baru saja pulang kerja dia di sambut ibu dan ayah nya yang juga akan ke luar


" apa " tanya Ivan


" apa adikmu kamu pekerjaan yang menyiapkan pakaian mu dan yang lainnya " Ivan mengaguk


" dia yang minta bekerja Bu " ucap Ivan berlalu meninggalkan ibu dan ayah nya


" awas ka...


" Ivan mau mandi Bu,by " ucap Ivan memotong ucapan ibunya ,jika tidak begitu dia akan tertahan lama karena ocehan mereka


" anak itu aa suka betul kabur jika di tanya " ucap ibu Widya kesal


"ayo katanya mau pergi " ucap ayah


" ah iya, ayo nanti kemalaman kasian anak² " ucap ibu Widya


Ivan menaiki tangga rumahnya satu persatu sambil memainkan HP nya


saat sampai depan kamar nya Ivan mengeritkan keningnya karena pintu kamar nya terbuka


tanpa berlama² dia langsung masuk dan menutup kembali pintu kamarnya


Anggi yang belum sadar akan kehadiran Ivan, masih asik menyiapkan air mandi untuk Ivan


setelah selesai dia ke luar dari kamar mandi


" astaga " Anggi memegang dadanya karena kaget melihat Ivan yang sudah duduk di sofa memejamkan matanya


" kenapa kamu kaget " tanya Ivan menegakan duduk nya


" maaf tuan karena tadi saya masuk ke sini setau saya anda belum ada " ucap anggi


" sampai kapan kamu memakai bahasa itu " ucap Ivan menatap Anggi


hah bahasa !!! bahasa apa


Anggi menatap Ivan bingung


Ivan menjentikkan tangannya agar Anggi mendekat


" iya tuan " Ivan mendengus kesal ,lalu menarik Anggi hingga jatuh di pangkuan nya


" tu..awww sakit " ucap Anggi saat Ivan menggigit punggung nya

__ADS_1


" sampai kapan kamu memanggil ku tuan, bukannya kita Kaka adik ,kau memanggil mereka ibu ayah ,aku tuan " ucap Ivan kesal lalu memeluk pinggang Anggi


" saya sudah terbiasa " ucap Anggi ,Ivan menghirup aroma tubuh Anggi membuatnya lebih tenang


" belajar lah,bukannya kamu akan menuruti semua yang aku minta " Anggi mengaguk


" jangan perna katakan saya anda ,kamu hanya memakai aku kamu paham " Anggi mengaguk lagi


" sekolah mu " tanya Ivan


" lancar ,tapi kesal " ucap Anggi entah apa lah yang ada di pikiran nya sehingga bicara seperti itu


" kenapa " tanya Ivan posisi mereka masih sama Ivan mencium aroma tubuh Anggi


" ada cowo rese sok ganteng kaya dia saja laki² di bumi ini padahal masih ganteng tuan " Ivan tersenyum kuda


" memang apa yang dia lakukan " tanya Ivan


" menghalangi jalanku, tanpa aku tanya dia malah perkenalkan diri membuat Anggi harus berhenti " ucap Anggi


" apa kamu sedang curhat " Anggi langsung menutup mulutnya kenapa dia harus bercerita apa yang dia lakukan di sekolah


Anggi mengutuk kebodohan nya


sedangkan Ivan tertawa kecil


" kamu sudah siap kan air mandi ku " Anggi mengaguk bahkan mungkin air nya sudah dingin batin Anggi


" bajuku " Anggi menggeleng


"Anggi " panggil Ivan


" iya tuan " jawab Anggi


" tetap seperti ini aku nyaman " ucap Ivan


" duduk di pangkuan tuan " Ivan menghembus napasnya


apa Ivan bisa membawa Anggi ke meja operasi


untuk mengeluarkan otak Anggi yang terlalu polos


" iya " Anggi mengaguk


" baiklah Anggi akan duduk sampai tuan yang menyuruh Anggi berdiri " Ivan hanya tersenyum saja bahkan kini wajah Ivan sudah berada di leher jenjang Anggi


CUP


Anggi hanya membiarkan saja


" apa kamu sudah mandi " Anggi mengaguk


" tu...a hmmmppp " Ivan menahan tengkuk Anggi


" bernapas " ucap Ivan sambil mengelus bibir Anggi


" jantung Anggi " ucap Anggi di sela menarik napas nya


" kenapa sakit " Anggi menggeleng bahkan tanpa sadar dia menarik tangan Ivan dan meletakkan di dadanya


" bunyi² kan seperti orang lari " Ivan menelan ludahnya kasar ,lalu menarik tangan nya


" siapkan bajuku , aku mandi dulu " Anggi langsung berdiri dari pangkuan Ivan dan berjalan ke arah walk in close


" astaga aku bisa mati mendadak jika seperti ini " umpat Ivan lalu berdiri ke arah kamar mandi


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


menu makan malam telah tersusun rapi di atas meja ,malam ini Alex dan indah ikut bergabung untuk makan malam bersama dengan keluarga Brian


" indah " indah tersenyum saat melihat Naya yang baru datang ke meja makan bersama suaminya


" makasih Abang " Brian hanya mengangguk


"Bu apa ada mangga di muda atau yang mengkal di kulkas " tanya Alex


" seperti nya tidak ada nak,apa istrimu ingin makan mangga " Alex mengaguk


" ayah akan cari kan " ucap pak Mamat


" mau cari di mana pak " tanya ayah abbas


" di sekitaran sini saja pak seperti nya ada " ucap pak Mamat


" iya sudah ayo aku temani " ucap ayah abbas


" tapi


" sudah ayo,kalian duluan saja makannya " ucap ayah abbas lalu menarik tangan pak Mamat


" ayah, Alex saja " teriak Alex tapi sayang nya dua orang tua itu tidak memperdulikan teriakan Alex


" sudah ayo kalian makan saja , mereka tidak akan mendengar kan " ucap ibu sisil


" maaf " ucap indah lirih


" tidak papa sayang, ayah mu seperti itu karena bahagia cucunya meminta makanan yang lain " ucap ibu sisil


Alex mengelus punggung indah


"Naya makan sayang, Ade juga iya " mereka menggeleng

__ADS_1


" makan sama² saja Bu ,kami belum lapar koh " ucap Naya


" kamu yakin yank " Naya mengaguk


tidak berselang lama pak Mamat dan ayah Abbas datang dengan membawa mangga di tangan mereka masing² bahkan masih ada daun dan tangkai nya


" ayah sama paman mencuci di mana " tanya Brian


" minta nak, sama tetangga depan " ucap ayah abbas


" bibi mangga ya di cuci dulu iya ,baru kupas " ucap ayah abbas


" baik tuan besar " ucap pelayan


" jadikan sambal bi " timpal Alex


" baik tuan Alex " ucap pelayan lalu ke arah belakang


" koh kalian belum makan nak " tanya ayah abbas


" makan sama² lebih enak ayah " ucap raya


"siapa yang yang bicara " tanya ayah abbas menaikan alisnya


" makhluk astral ayah " ucap ibu sisil membuat mereka tertawa kecil


" ibu ehs Ade kan serius " ucap raya kesal


" apa karena anak ayah yang manja ini akan tunangan makanya memaksakan diri dewasa " ucap ayah abbas raya memanyunkan bibirnya kesal


" malam Minggu kami makan di luar bersama Ade sama Alex " ujar Brian tiba² ,Naya hanya tersenyum saja


" apa kalian akan pacaran " tanya ibu sisil


" kalian akan di kira menjalankan cinta segi tiga ' timpal ayah abbas


" tumben, perasaan Ade jadi tidak tenang " raya memicing kan matanya menatap Brian lalu menatap Alex


" Ade selalu saja berpikir buruk terhadap kami jika di ajak jalan " ucap Alex


" itu harus kak,karena Ade belajar dari pengalaman " ucap Raya


" maaf tuan " Alex mengaguk


" sudah Nanti lagi lanjutnya " ucap ayah abbas


" Kaka " Alex menatap Naya


" iya nona Naya " jawab Alex


" hm bisa minta " tanya Naya ,Alex mengaguk lalu mengambil piring kecil untuk di berikan pada Naya


" jangan banyak² Lex nanti anakku mules " ujar Brian


" yang ada Naya yang mules Abang " ujar Raya


" makasih Kaka " Alex hanya mengangguk


" orang hamil aneh, nyiksa bangat sudah kecut pedis lagi " cibir raya


" berarti kami normal karena mengidam wajar " ucap Naya


" iya² , yang waras mengalah " ucap Raya


" yang ada kamu yang tidak waras " timpal indah


" hello, apa kalian perna lihat orang tidak waras cantik seperti ku " tanya raya


" banyak, di pinggir jalan sambil pegang botol bekas " ucap indah


" hm bahkan di pasar² juga bnyak sambil minta ² " ujar Naya lagi


mereka hany bisa menarik napasnya selalu saja seperti ini jika sudah berkumpul


" kalau mereka memang gila , Raya kan tidak " ujar raya sambil mengibaskan rambutnya


" sekarang kamu kelihatan seperti orang gila terlalu percaya diri ,bahkan aku hampir bingung apa yang Kaka Dafa lihat dari kamu " ujar indah ,raya melotot kan matanya


" iya bahkan aku juga bingung cantik tidak, cerewet iya, manja apa lagi " ucap Naya ketus


" yaaakkk bumil jelek gendut wah kalian sekarang kompak iya luar biasa ,mulai besok kalian pergi sendiri ke kampus " Ucap raya berapi²


" kami tidak menyuruh mu ikut dengan kami apa lagi menjaga kami " ucap Naya


" wah² lihat lah siapa yang menjawab ,yaakk ulat keket gendut jelek apa kamu bisa berjalan tanpa berpegangan hah ,bahkan baru selangkah saja kamu sudah mencari tempat duduk " cibir Raya menatap Naya


" aku hanya acting biar kamu tidak dapat gaji buta " ucap Naya


" kapan kita akan makan " bentak ayah Abbas yang mulai kesal


" ayo kita makan bahkan kita tidak pernah makan dengan tenang jika tidak berdebat dulu " ucap ibu sisil


" lihatlah bahkan kalian berdebat sudah setengah jam apa kita akan makan malam jam 10 malam " tanya ayah abbas


makan " titah ayah Abbas ,Naya indah dan raya langsung melahap makanan nya tanpa bersuara lagi


" pelan² " bisik Brian, Naya mengaguk


" mau tambah " tanya Alex saat melihat lauk indah habis


" ikan sama ayam saja " Alex mengaguk tapi dia juga mengambil kan dengan sayurnya sekalipun indah menolak

__ADS_1


__ADS_2