
" hei apa yang kamu lakukan " tanya Alex menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa sambil menonton tv
" sudah mandi " Alex mengaguk lalu duduk di samping indah
CUP
" kamu nonton apa " tanya Alex
" tidak tau hanya cari² saja apa yang enak nya di nonton " ucap Indah
indah merebahkan tubuhnya di sofa dan pastinya paha Alex sasaran indah untuk di jadikan bantal
" kangen, apa indah ikut mas kerja saja " ucap indah lirih sambil menyusupkan wajahnya pada perut Alex
" bukannya sudah mau ujian " indah mengaguk
" apa yang kamu lakukan hari ini " tanya Alex ,padahal dia sendiri sudah tau apa yang indah lakukan
"kuliah, makan di restoran Sama teman Naya dan Raya terus kembali ke kampus " ucap indah
"kamu makan sesuatu yang aneh sehingga membuatmu pucat " indah menggeleng
" mungkin karena kangen sama mas ,dari tadi indah tungguin " ucap indah
lalu dia bangun duduk di samping Alex sedangkan Alex hanya memperhatikan gerak indah
"aku kerja dear bukan pergi main bola " ucap Alex
indah naik di pangkuan Alex dan membenamkan wajahnya di bidang dada Alex
" mau apa " tanya Alex
" mau mas " ucap indah tanpa malu karena kalau malu sama suami dingin seperti Alex akan makan hati
" masih sore " indah menatap Alex dengan mata sayu nya
" cih kau seperti tidak makan sebulan " Alex langsung berdiri menggendong indah
" kamar tamu saja " indah hanya mengangguk tersenyum manis
CUP
CUP
CUP
" hentikan jika kamu ingin mendapatkan nya " indah langsung menghentikan kegiatannya mencium wajah Alex
padahal dalam hati Alex juga sangat bahagia karena indah meminta sendiri
" aku iya " Alex menggeleng
" nanti kamu lelah " ucap Alex
" tidak papa " Alex mengalah dari pada bumil itu marah
sedangkan di kediaman Ivan , yang baru saja pulang kerja dia di sambut ibu dan ayah nya yang juga akan ke luar
" apa " tanya Ivan
" apa adikmu kamu pekerjaan yang menyiapkan pakaian mu dan yang lainnya " Ivan mengaguk
" dia yang minta bekerja Bu " ucap Ivan berlalu meninggalkan ibu dan ayah nya
" awas ka...
" Ivan mau mandi Bu,by " ucap Ivan memotong ucapan ibunya ,jika tidak begitu dia akan tertahan lama karena ocehan mereka
" anak itu aa suka betul kabur jika di tanya " ucap ibu Widya kesal
"ayo katanya mau pergi " ucap ayah
" ah iya, ayo nanti kemalaman kasian anak² " ucap ibu Widya
Ivan menaiki tangga rumahnya satu persatu sambil memainkan HP nya
saat sampai depan kamar nya Ivan mengeritkan keningnya karena pintu kamar nya terbuka
tanpa berlama² dia langsung masuk dan menutup kembali pintu kamarnya
Anggi yang belum sadar akan kehadiran Ivan, masih asik menyiapkan air mandi untuk Ivan
setelah selesai dia ke luar dari kamar mandi
" astaga " Anggi memegang dadanya karena kaget melihat Ivan yang sudah duduk di sofa memejamkan matanya
" kenapa kamu kaget " tanya Ivan menegakan duduk nya
" maaf tuan karena tadi saya masuk ke sini setau saya anda belum ada " ucap anggi
" sampai kapan kamu memakai bahasa itu " ucap Ivan menatap Anggi
hah bahasa !!! bahasa apa
Anggi menatap Ivan bingung
Ivan menjentikkan tangannya agar Anggi mendekat
" iya tuan " Ivan mendengus kesal ,lalu menarik Anggi hingga jatuh di pangkuan nya
" tu..awww sakit " ucap Anggi saat Ivan menggigit punggung nya
__ADS_1
" sampai kapan kamu memanggil ku tuan, bukannya kita Kaka adik ,kau memanggil mereka ibu ayah ,aku tuan " ucap Ivan kesal lalu memeluk pinggang Anggi
" saya sudah terbiasa " ucap Anggi ,Ivan menghirup aroma tubuh Anggi membuatnya lebih tenang
" belajar lah,bukannya kamu akan menuruti semua yang aku minta " Anggi mengaguk
" jangan perna katakan saya anda ,kamu hanya memakai aku kamu paham " Anggi mengaguk lagi
" sekolah mu " tanya Ivan
" lancar ,tapi kesal " ucap Anggi entah apa lah yang ada di pikiran nya sehingga bicara seperti itu
" kenapa " tanya Ivan posisi mereka masih sama Ivan mencium aroma tubuh Anggi
" ada cowo rese sok ganteng kaya dia saja laki² di bumi ini padahal masih ganteng tuan " Ivan tersenyum kuda
" memang apa yang dia lakukan " tanya Ivan
" menghalangi jalanku, tanpa aku tanya dia malah perkenalkan diri membuat Anggi harus berhenti " ucap Anggi
" apa kamu sedang curhat " Anggi langsung menutup mulutnya kenapa dia harus bercerita apa yang dia lakukan di sekolah
Anggi mengutuk kebodohan nya
sedangkan Ivan tertawa kecil
" kamu sudah siap kan air mandi ku " Anggi mengaguk bahkan mungkin air nya sudah dingin batin Anggi
" bajuku " Anggi menggeleng
"Anggi " panggil Ivan
" iya tuan " jawab Anggi
" tetap seperti ini aku nyaman " ucap Ivan
" duduk di pangkuan tuan " Ivan menghembus napasnya
apa Ivan bisa membawa Anggi ke meja operasi
untuk mengeluarkan otak Anggi yang terlalu polos
" iya " Anggi mengaguk
" baiklah Anggi akan duduk sampai tuan yang menyuruh Anggi berdiri " Ivan hanya tersenyum saja bahkan kini wajah Ivan sudah berada di leher jenjang Anggi
CUP
Anggi hanya membiarkan saja
" apa kamu sudah mandi " Anggi mengaguk
" tu...a hmmmppp " Ivan menahan tengkuk Anggi
" bernapas " ucap Ivan sambil mengelus bibir Anggi
" jantung Anggi " ucap Anggi di sela menarik napas nya
" kenapa sakit " Anggi menggeleng bahkan tanpa sadar dia menarik tangan Ivan dan meletakkan di dadanya
" bunyi² kan seperti orang lari " Ivan menelan ludahnya kasar ,lalu menarik tangan nya
" siapkan bajuku , aku mandi dulu " Anggi langsung berdiri dari pangkuan Ivan dan berjalan ke arah walk in close
" astaga aku bisa mati mendadak jika seperti ini " umpat Ivan lalu berdiri ke arah kamar mandi
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
menu makan malam telah tersusun rapi di atas meja ,malam ini Alex dan indah ikut bergabung untuk makan malam bersama dengan keluarga Brian
" indah " indah tersenyum saat melihat Naya yang baru datang ke meja makan bersama suaminya
" makasih Abang " Brian hanya mengangguk
"Bu apa ada mangga di muda atau yang mengkal di kulkas " tanya Alex
" seperti nya tidak ada nak,apa istrimu ingin makan mangga " Alex mengaguk
" ayah akan cari kan " ucap pak Mamat
" mau cari di mana pak " tanya ayah abbas
" di sekitaran sini saja pak seperti nya ada " ucap pak Mamat
" iya sudah ayo aku temani " ucap ayah abbas
" tapi
" sudah ayo,kalian duluan saja makannya " ucap ayah abbas lalu menarik tangan pak Mamat
" ayah, Alex saja " teriak Alex tapi sayang nya dua orang tua itu tidak memperdulikan teriakan Alex
" sudah ayo kalian makan saja , mereka tidak akan mendengar kan " ucap ibu sisil
" maaf " ucap indah lirih
" tidak papa sayang, ayah mu seperti itu karena bahagia cucunya meminta makanan yang lain " ucap ibu sisil
Alex mengelus punggung indah
"Naya makan sayang, Ade juga iya " mereka menggeleng
__ADS_1
" makan sama² saja Bu ,kami belum lapar koh " ucap Naya
" kamu yakin yank " Naya mengaguk
tidak berselang lama pak Mamat dan ayah Abbas datang dengan membawa mangga di tangan mereka masing² bahkan masih ada daun dan tangkai nya
" ayah sama paman mencuci di mana " tanya Brian
" minta nak, sama tetangga depan " ucap ayah abbas
" bibi mangga ya di cuci dulu iya ,baru kupas " ucap ayah abbas
" baik tuan besar " ucap pelayan
" jadikan sambal bi " timpal Alex
" baik tuan Alex " ucap pelayan lalu ke arah belakang
" koh kalian belum makan nak " tanya ayah abbas
" makan sama² lebih enak ayah " ucap raya
"siapa yang yang bicara " tanya ayah abbas menaikan alisnya
" makhluk astral ayah " ucap ibu sisil membuat mereka tertawa kecil
" ibu ehs Ade kan serius " ucap raya kesal
" apa karena anak ayah yang manja ini akan tunangan makanya memaksakan diri dewasa " ucap ayah abbas raya memanyunkan bibirnya kesal
" malam Minggu kami makan di luar bersama Ade sama Alex " ujar Brian tiba² ,Naya hanya tersenyum saja
" apa kalian akan pacaran " tanya ibu sisil
" kalian akan di kira menjalankan cinta segi tiga ' timpal ayah abbas
" tumben, perasaan Ade jadi tidak tenang " raya memicing kan matanya menatap Brian lalu menatap Alex
" Ade selalu saja berpikir buruk terhadap kami jika di ajak jalan " ucap Alex
" itu harus kak,karena Ade belajar dari pengalaman " ucap Raya
" maaf tuan " Alex mengaguk
" sudah Nanti lagi lanjutnya " ucap ayah abbas
" Kaka " Alex menatap Naya
" iya nona Naya " jawab Alex
" hm bisa minta " tanya Naya ,Alex mengaguk lalu mengambil piring kecil untuk di berikan pada Naya
" jangan banyak² Lex nanti anakku mules " ujar Brian
" yang ada Naya yang mules Abang " ujar Raya
" makasih Kaka " Alex hanya mengangguk
" orang hamil aneh, nyiksa bangat sudah kecut pedis lagi " cibir raya
" berarti kami normal karena mengidam wajar " ucap Naya
" iya² , yang waras mengalah " ucap Raya
" yang ada kamu yang tidak waras " timpal indah
" hello, apa kalian perna lihat orang tidak waras cantik seperti ku " tanya raya
" banyak, di pinggir jalan sambil pegang botol bekas " ucap indah
" hm bahkan di pasar² juga bnyak sambil minta ² " ujar Naya lagi
mereka hany bisa menarik napasnya selalu saja seperti ini jika sudah berkumpul
" kalau mereka memang gila , Raya kan tidak " ujar raya sambil mengibaskan rambutnya
" sekarang kamu kelihatan seperti orang gila terlalu percaya diri ,bahkan aku hampir bingung apa yang Kaka Dafa lihat dari kamu " ujar indah ,raya melotot kan matanya
" iya bahkan aku juga bingung cantik tidak, cerewet iya, manja apa lagi " ucap Naya ketus
" yaaakkk bumil jelek gendut wah kalian sekarang kompak iya luar biasa ,mulai besok kalian pergi sendiri ke kampus " Ucap raya berapi²
" kami tidak menyuruh mu ikut dengan kami apa lagi menjaga kami " ucap Naya
" wah² lihat lah siapa yang menjawab ,yaakk ulat keket gendut jelek apa kamu bisa berjalan tanpa berpegangan hah ,bahkan baru selangkah saja kamu sudah mencari tempat duduk " cibir Raya menatap Naya
" aku hanya acting biar kamu tidak dapat gaji buta " ucap Naya
" kapan kita akan makan " bentak ayah Abbas yang mulai kesal
" ayo kita makan bahkan kita tidak pernah makan dengan tenang jika tidak berdebat dulu " ucap ibu sisil
" lihatlah bahkan kalian berdebat sudah setengah jam apa kita akan makan malam jam 10 malam " tanya ayah abbas
makan " titah ayah Abbas ,Naya indah dan raya langsung melahap makanan nya tanpa bersuara lagi
" pelan² " bisik Brian, Naya mengaguk
" mau tambah " tanya Alex saat melihat lauk indah habis
" ikan sama ayam saja " Alex mengaguk tapi dia juga mengambil kan dengan sayurnya sekalipun indah menolak
__ADS_1