
dari tadi Naya mondar-mandir di depan pintu rumah utama di temani oleh ibu karena Brian dan Alex belum pulang kerja
" ibu koh mereka lama " tanya Naya
" sabar sebentar nak,duduk dulu kamu sedang hamil tidak boleh lelah " ucap ibu sisil
" ah iya Bu ,maaf " ucap Naya lalu duduk di kursinya
suara mobil yang masuk dalam pekarangan rumah menarik perhatian Naya,dia melihat ke arah pintu gerbang ternyata itu mobil Alex,Naya berdiri di sisi ibu mertuanya,saat mobil sudah berhenti.
" sayang koh di luar ini sudah sore Lo " ucap Brian saat sudah turun dari mobilnya
" nunggu bapak Tapi belum datang " ucap Naya yang masih di samping mertuanya
" mereka masih di jalan ,ayo masuk kamu tunggu saja di ruangan tengah,aku mau ke kamar bersihin diri " ucap Brian,
belum juga mereka melangkah suara mobil memasuki rumah mereka Naya langsung membalikkan badannya , ternyata itu mobil yang membawa orang tuanya
" sayang jauh,mereka baru datang " ucap Brian
" maaf ,Naya sama ibu " ucap Naya sambil merangkul lengan ibu mertua
" maaf sudah mengganggu waktu keluarga nya dan report repot menjemput kami " ucap mama Lila saat turun dari mobil dan berhadapan dengan mereka sambil menggendong Nathan
" tidak papa mba ,maaf tidak bisa peluk karena kondisi Naya " ucap ibu sisil tersenyum ,Brian mencium punggung tangan mertuanya begitu juga dengan Alex
" ma boleh aku gendong Ade " tanya Brian
" boleh " ucap mama sambil menyerahkan Nathan pada Brian
" ayo kita masuk dulu " ucap ibu sisil
" sayang jauhan " tegur Brian saat melihat Naya mendekati nya dan Nathan
" iya iya " ucap Naya
bapak dan mama tersenyum melihat itu mereka mengikuti belakang mereka
" ayah tunjukan kamar nya " ucap Alex
" baik " ucap pak Mamat
" tuan nyonya mari " ucap pak Mamat
" panggil saja Jhoni ini istri saya Lila " ucap bapak Jhoni
" baik pak " ucap pak Mamat
lalu mereka mengikuti langkah pak Mamat sedang kan Nathan masih bersama dengan Brian ,mereka juga pergi ke arah kamar
setelah beberapa menit bapak dan mama bergabung di ruangan tengah di sana sudah ada Naya dan ibu mertuanya sedangkan Raya masih di kamarnya
"mama pakai apa " ucap Naya saat mamanya duduk di samping nya dia menutup hidungnya
" mama dag pakai papa nak " ucap mama Lila
" maaf mba ,mohon di mengerti " ucap ibu sisil
" kamu mual " Naya menggaguk
" maaf iya ,iya sudah mama pindah di tempat dudu bapak " Naya mengaguk
"maaf ma pak ,Naya bukan bermaksud ingin menjauh......
" sudah tidak papa , seperti nya cucu bapak ingin mengerjai bapak sama mama "potong pak Jhoni sambil tertawa kecil
" gimana kondisinya " tanya mama
" semuanya baik ma ,tapi kata dokter dia masih sebesar biji kacang hijau " ucap Naya sambil tersenyum
"umurnya berapa " tanya pak Jhoni
" Lima Minggu iya Bu " ibu sisil menggaguk
" di jaga iya ,jangan suka lupa diri sekarang sudah ada nyawa yang harus kamu jaga " ucap pak Jhoni
" ah mama hampir lupa tadi mama bawa kue ,tunggu mama ambil dulu di tas " ucap Mama Lila
" mama bawa kue pesanan Naya " tanya Naya
"mama ambilkan dulu iya " ucap mama lalu berdiri menuju kamarnya
" sayang " panggil Brian ,Naya menoleh ke belakang
" Lo Abang Ade kenapa " tanya Naya karena melihat Nathan hanya memakai handuk
" tadi Abang mandi ,tapi bingung siapa yang jaga ,jadi Abang bawa ikut mandi main air dalam bathup " ucap Brian tersenyum
" astaga Abang ,nanti Ade nya masuk angin Lo " ucap ibu sisil
" makanya Abang bungkus pakai handuk " ucap Brian
" sudah tidak papa mba ,tunggu di sini saja bapak ambilkan bajunya di kamar " ucap bapak lalu berdiri
" Abang jail bangat sama Ade,dia belum pakai popok Lo nanti dia ompol " ucap Naya sambil mencium adiknya
" memang dia ompol dag ngomong atau kasih kode " tanya Brian
" kan dia belum ngerti bang ,belum bisa ngomong juga " ucap ibu sisil
" terus gimana " tanya Brian
" iya doa saja semoga tidak ompol " ucap ibu sisil
" Ade dengar kan Abang iya ,jangan ompol sekarang oke , nanti Abang kasih permen " ucap Brian ,Nathan hanya tertawa
" mana bisa dia makan permen bang " ucap ibu , sedangkan Naya masih bermain dengan Nathan yang ada di gendongan Brian
" lalu makan apa " tanya Brian
" ASI sama bubur " ucap ibu sisil
" maaf mba nunggu lama " ucap mama Lila sambil menyimpan kue di atas meja
" ya ampun mba ,ini banyak sekali ,kenapa harus repot-repot seperti ini " ucap ibu sisil
" tidak papa mba ,saya hanya membuat ke sukaan orang rumah saja " ucap mama Lila
__ADS_1
" wah Ade habis mandi iya ,sini sama mama nanti Abang nya di ompolin " ucap mama Lila
" maaf ma tadi Brian bawa mandi Ade karena dag ada yang jagain pas mau mandi " ucap Brian sambil memberikan Nathan pada mama
" tidak papa nak " lalu mama membaringkan Nathan d sofa memberikan minyak telon dan yang lainnya
" sekali nya ada tamu nih " ucap ayah abbas
" ayah dari mana " tanya Brian
" dari luar ada urusan " ucap ayah sambil duduk di samping ibu
" sudah mandi " tanya ibu sisil ,ayah hanya mengangguk
" ibu habis beli kue " tanya ayah abbas
" memang ini lebaran ,kan ayah tau kalau ibu beli kue cuma lebaran ,di bawah sama besanmu tapi itu kue masing masing ada bagiannya iya ,iya kan mba " tanya ibu sisil
mama tersenyum " iya mba " ucap mama Lila
" terus bagian ayah mana " tanya ayah abbas
" nanti dulu Alex sama Raya belum datang, bi bibi panggil Alex sama Raya " ucap ibu sisil
" maaf tuan di luar ada yang menunggu anda " ucap pak Mamat yang baru datang
" suruh dia masuk " tanya Brian
" Lo baru ibu suruh pelayan sekalinya kalian sudah datang " ucap ibu sisil
" wah ada makanan enak " ucap Raya sambil mendekati meja
" STOP " pekik Naya
" kenapa apa " tanya Raya cuek
" jauhan " ucap Naya menatap Raya
" Naya " tegur bapak Jhoni
" biarkan saja Jhon,itu sudah kerjaan mereka " ucap ayah abbas
" ehs aku sudah ganti parfum " ucap Raya kesal
" bukan itu , jauhan saja " ucap Naya ,Brian hanya tersenyum sambil mengacak rambut Naya
" awas iya aku dag mau jagain kamu lagi " ancam raya,tapi Naya diam saja
" maaf " ucap seseorang yang tidak asing bagi mama bapak dan Naya ,mereka melihat ke arah sumber suara
" kakak " pekik mereka,Ilham hanya tersenyum
" koh bisa ada di sini , kamu tau kami di sini nak " tanya mama Lila
" di jemput sama anak buah Abang " ucap Ilham
" maaf tuan ,mari saya antar ke kamar dulu " ucap pak Mamat saat Alex memberikan kode
" ah iya ,aku mandi dulu iya " mereka semua mengaguk
" ayo kapan di bagi kue nya " ucap ayah abbas
" tidak papa mba ,makasih Lo iya ,terus itu apa " tanya ibu sisil
"ini kue nya Naya pesanan nya " ucap mama Lila
" makasih Tante/ ma " ucap Brian Alex dan Raya
" Sama sama ,maaf hanya itu yang saya buat " ucap mama Lila tersenyum
" Tante sebenarnya itu kesukaan Raya " ucap Raya sambil menunjuk kue yang masih di atas meja
" maaf iya Tante tidak tahu, Naya bagi sama Raya saja " ucap Mama Lila
" TIDAK " tolak Naya keras
" sudah sudah kan Ade sudah ada bagiannya " ucap ibu sisil
" kan dikit saja Bu " ucap Raya
" Naya kasian Raya " ucap bapak Jhoni
" Naya pikir pikir dulu " ucap Naya, Raya hanya mendengus kesal
" jangan lama " ucap Raya
"maaf mba ,mereka memang seperti ini kalau sudah ketemu " ucap ibu sisil tersenyum
" tidak papa mba ,kami malahan senang lihat Naya yang sekarang, seperti orang yang lain tidak selalu kurung diri di kamar " ucap mama Lila tersenyum kecut
" sudah sudah ,yang dulu biarkan berlalu kita di sini mau senang senang bukan " ucap ayah abbas
" maaf nunggu lama " ucap Ilham yang mulai bergabung,saat akan mendekati Naya, bapak menarik Ilham
" kenapa " tanya Ilham
" Naya mual " ucap bapak ,Ilham hanya mengangguk saja
" Abang makasih iya, sudah bantuin bisa pulang ke sini ikut kumpul sama kalian, tuan Alex makasih banyak " ucap ilham sambil menunduk kepalanya
" sudah duduk saja, Naya kangen sama kamu makanya dia ingin kamu pulang " ucap Brian ,Ilham hanya tersenyum saja melihat adiknya
"nak Alex belum menikah " tanya pak Jhoni
" belum pak ,belum kepikiran ke sana " ucap Alex
"semoga segera di pertemukan sama jodohnya iya nak " ucap pak Jhoni tulus
" amin " ucap semuanya ,Alex hanya diam saja
" Mana ada yang mau sama Kaka om, Raya saja kalau bukan adenya ogah mau dekat dengannya "ucap Raya
" kakak juga kalau bisa meminta mendingan orang lain saja yang jadi adik Kaka ,bukan kamu " ucap Alex
" yakin betul , Raya itu sudah di takdir kan hidup di keluarga ini " ucap Raya
" terus " tanya Alex
__ADS_1
" ehs menyebalkan " ucap Raya sambil membuka kue nya
" kamu makan sekarang tapi kalau habis awas kamu minta punya ibu iya " ancam ibu sisil ,raya hanya tersenyum saja
" sayang " rengek Naya manja
" kenapa hm " tanya Brian lembut
" mau bakso boleh " ucap Naya dengan mata puppy eyes nya
" nanti di buatkan bibi iya " Naya menggeleng
" lalu " tanya Brian
"mau makan bakso di jalan xx " ucap Naya
" kamu jalan ke sana sama siapa " tanya Brian ,Naya menunjuk Raya
" Raya lagi yang kena ,itu hari waktu Raya ke kantor singgah makan di situ sama Naya " ucap Raya
" kamu pernah ke perusahaan " tanya Brian
" memangnya perusahaan Abang di mana " tanya Naya
" itu tadi kamu sebutin jalan xx " ucap Brian
" tidak naya tunggu raya di situ saja " ucap Naya
" itu jauh ini sudah malam ,ini jga sudah mau makan malam ,nanti besok saja gimana " Naya menggeleng
" ambilkan jaketnya " ucap Alex ,Brian hanya menghembuskan nafas nya
" tunggu di sini iyaa ,mau ambilkan jaket dulu " Naya hanya mengangguk saja
" Adek kan bisa besok , kasian suamimu baru pulang kerja pasti cape " Naya menggeleng
" biarkan saja nak, syukur dia mau makan ,biasanya cuma buah sama jus yang yang masuk di perut nya " ucap ibu sisil
" benarkah ," tanya mama Lila
" iya mba ,selama hamil dia jarang makan nasi atau yang lainnya ,jadi bibi kalau masak ikut selera dia ,yang penting tidak buat dia mual " ucap ibu sisil
" Kaka Raya ikut iya " ucap Raya
" tidak " ucap Alex tegas
" raya janji tidak minta yang lain hanya makan bakso " ucap Raya lagi
" diam di tempat mu "ucap Alex
" Kaka " rengek raya manja ,Alex memejamkan matanya
" ambil jaket mu " Raya langsung berlari ke arah kamarnya
" Ilham mau ikut " tanya Alex
" apa bisa tuan " tanya Ilham
" iya bisa " jawab Alex ,Ilham tersenyum
" sayang pakai jaketnya dulu iya " Brian membantu memakaikan jaket pada Naya ,lalu menggegam tangan Naya
" tunggu Raya " ucap Naya
" siapa yang bilang Ade boleh ikut " tanya Brian
" Kaka " ucap Naya ,Brian menatap Alex yang hanya diam
" ayo adek sudah siap" ucap Raya
"mama Kaka bawa Nathan iya " ucap Ilham
" tapi nanti Nathan nangis " ucap mama Lila
" tidak tenang saja" ucap Ilham
" iya sudah mama kasih pakai jaket Ade dan ambil susunya " mama Lila langsung berdiri
" awas sampai sana banyak minta nya,Abang akan buang kamu di tengah jalan " ancam Brian, Raya hanya mengangguk saja
" kakak serius bawah Ade " tanya Naya
" iya sudah lama kan kita dag jalan jalan " ucap Ilham
" raya parfum mana " tanya Naya
" ehs ini " ucap raya
" Kaka pakai ini dulu " ucap Naya
" buat apa " tanya Ilham
" pakai saja il, " ucap Brian ,Ilham langsung menyemprot parfum yang di beri Raya
" bau perempuan " gumam Ilham ,Brian dan Alex hanya tersenyum
" ini ,di jaga adiknya iya " ucap mama Lila
"ma Brian saja yang Gendong " ucap Brian,mama Lila memberikan Nathan pada Brian , sedangan susunya di pegang oleh Ilham
lalu mereka berpamitan pada orang tua mereka setelah itu mereka pergi menggunakan satu mobil
" mba " panggil ibu Lila
" iya " jawab ibu sisil
" terimakasih sudah menerima Naya dengan baik di keluarga kalian, menyayangi nya dengan baik tanpa membedakan dengan Raya " ucap mama Lila
" mba sudah tidak usah di ingat lagi yang dulu ,yang penting Naya sekarang sudah jauh lebih baik " ucap ibu sisil
" tidak mba ,kami sudah gagal menjadi orang tua yang baik buat Naya ,bahkan kami sering menyakiti nya dengan kata kata dan sikap kami " ucap mama Lila ,sedangkan bapak Jhoni hanya diam
"tapi sekarang kan kalian sudah berubah ,jadi kita sama sama memberi kan cinta untuknya apa lagi dia juga sedangan hamil sekarang ,agar dia tidak selalu mengingat yang dulu,kami di sini hanya orang baru untuk Naya kami juga masih belajar memahaminya " ucap ayah abbas
" terimakasih bas, terimakasih " Ucap pak Jhoni
" sudah sudah ayo kita makan dulu ,aku tidak yakin mereka akan pulang cepat ,apa lagi ada Raya " ucap ayah abbas
__ADS_1
" ayo mba,sudah jangan di ingat lagi " mama Lila hanya mengangguk
" bibi panggil pak Mamat makan malam iya " ucap ayah abbas.