Sayangi Aku

Sayangi Aku
keponakan kembar


__ADS_3

" selamat malam semua nya" ucap raya yang baru datang di meja makan itu


" apa Ade lagi bahagia " Raya mengaguk


" hm,kamu utang penjelasan padaku " ujar Raya menatap Naya


" tentang " tanya Naya


" tadi di cafe " Naya mengaguk mengerti


" sudah ayo makan dulu " titah permaisuri, mereka mengagguk lalu makan dalam diam


sedangkan di kediaman Alex di sana sudah ada Siska serta suaminya dan pak Mamat


" Anggi " pekik indah saat melihat Ivan dan Anggi mendekati meja makan


" iya nyonya " ujar Anggi menundukan kepalanya


" ayo makan " indah berdiri dari duduknya dan menarik Anggi untuk duduk


" gimana sekolah mu " tanya indah saat sudah duduk kembali di meja makan


" makan " titah Alex, indah mengaguk


" nanti kita lanjut iya " ujar indah ,Anggi hanya tersenyum saja


setelah selesai makan mereka melanjutkan berbincang duduk di dekat kolam karena di sana tempat favorit indah karena menurut nya di sana dia bisa tenang


" dear susunya " indah menerima susunya dari tangan Alex


" makasih " Alex hanya mengangguk


Anggi tersenyum hangat melihat keharmonisan rumah tangga Indah sekali pun Alex terlihat sangat dingin


entah kenapa pandangan Anggi Melihat ke arah Ivan


hingga dia kembali menggeleng saat tersadar


astaga otak ku batin Anggi


" indah kesal sama Kaka ,kenapa tidak ke sini lagi sama si kembar " ujar Indah menatap sendu ke arah Kaka iparnya


" maaf dek, ada sedikit kesibukan yang tidak bisa Kaka tinggal kan " sesal Siska


" baiklah , tapi nanti kalau tidak sibuk sering² lah ke sini atau nanti aku ke tempat Kaka " Siska mengaguk


" apa mereka lelah ini baru jam 8 kenapa mereka sudah tidur " indah menekuk wajahnya


" iya dek, mereka terlalu aktif sehingga membuat mereka cepat lelah " ujar siska


" Kaka tau ,aku hamil anak kembar seperti Kaka " ucap indah tersenyum


" serius nak " indah mengaguk ,pak Mamat melihat Alex


" jangan bercanda kalian serius " tanya pak Mamat lagi


" apa ayah meragukan aku " tanya Alex,pak Mamat menggeleng


" ayah hanya bahagia nak, akhirnya sekali di kasih langsung dua,kalau mau papa ngomong sama ayah kalau suamimu sibuk iya " indah mengaguk lalu menaikan tangannya tanda setuju


" selamat tuan " Alex mengangguk


" terimakasih ayah si kembar maaf jika indah sering menyita waktu mereka " Boby hanya tersenyum ramah


" tidak papa non " ucap Boby


mereka melanjutkan cerita mereka di mana indah bertanya tanpa henti nya pada Siska tentang kehamilan begitu juga pada Anggi tentang kehidupan wanita itu ,dan dengan patuhnya Anggi selalu memberikan jawaban di setiap pertanyaan indah seperti sekarang ini di mana indah menanyakan tentang kriteria laki² idaman Anggi

__ADS_1


" adek mau Carikan jodoh buat Anggi " indah mengaguk


" jangan lewati batas mu dear aku tidak suka " ucap Alex dingin,


" indah hanya ingin tau " ucap indah lirih


" itu urusan pribadi orang ,kamu paham kan maksudnya " indah mengaguk lemah


sedangkan di kediaman Malik tidak kalah heboh karena ulah Raya yang bertanya pada Naya tentang pertemuan mereka pada Abian membuat Naya kesal


" bisa berhenti tidak gara² manusia satu itu aku harus menerima hukuman " Naya memicingkan matanya menatap kesal ke arah suaminya yang terlihat biasa saja


" hukuman apa " tanya Raya


" kamu akan tau kalau sudah menikah nanti " ucap Naya


ah sepertinya otakku mulai tercemar kalau mengingat kata hukuman batin Raya tersenyum


"besok kita ketemu dia gimana " ujar Raya


' kamu saja,aku tidak akan mau bertemu dengan dia ' ucap Naya


" ayolah, dia ingin bercerita kamu tau ternyata dia kuliah malam siangnya di bekerja aku jadi penasaran bukannya dia orang kaya kenapa bisa seperti itu " ujar Raya


" mungkin dia ingin Mandiri dek " ujar ayah abbas


" aku kenal baik dengan nya ayah ,dia itu sama kaya Ade manja sekalipun lebih manja Ade sih, tadi aku tanya apa ada yang aku lewat kan ,lalu dia menjawab katanya iya " ucap Raya


" pantasan tadi saat bertemu aku melihat mereka membawa tas dan map coklat " ujar Naya


" makanya temani aku iya ,nanti aku ajak indah " Naya melihat suaminya meminta izin


" tidak lebih dari sejam atau Abang akan menyeret kalian paksa " Raya dan Naya berdecak


" 1 jam mana cukup Abang ,kami benar² sudah lama tidak kumpul pasti sudah banyak yang kami lewati, dia itu orang terdepan saat Ade atau Naya yang sedih dan dia orang terdepan juga kalau kami sedang bermasalah di sekolah dulu " ujar Raya


" lalu berapa jam, 12 jam " ucap Brian kesal


" memang temanmu kerja apa " tanya ibu sisil


"ade belum tau Bu,makanya besok kami ingin bertemu dengannya lagian Dia sudah tau kalau Naya sudah menikah dia bukan tipe pembinor Abang astaga " ujar Raya memukul keningnya


" baik Abang izinkan tapi ingat sebelum Abang di rumah kalian sudah di kembali dan jika sampai kalian telat selama sebulan kalian di larang ke mana² selain kuliah " ujar Brian


" baik bos,tenang saja istri dan anak Abang akan baik² saja bersama Ade, karena Ade dan indah akan menjaganya " ucap Raya


" jangan menyuruh indah menjaga Naya, dia juga sedang hamil dek " ucap ayah abbas,raya mendengar itu memaksa kan menelan air liurnya bahkan saja tersedak


" ha....mil kapan " tanya raya


" intinya dia sedang hamil, anak kembar sama seperti Naya " ucap ibu sisil


" APA " pekik Raya kaget bahkan dia langsung berdiri


" kembar " tanya raya sambil mengangkat jarinya dua


" iya " ucap ayah abbas


" bukannya kemarin katanya cuma satu perempuan kenapa bisa ada dua ,lalu indah " raya menggantung ucapan nya kesal


" itu karena ayah yang mengancam dokter " cibir Brian yang ternyata masih kesal dengan ayah nya


" Abang sudah lah yang di bahas lagi ,apa kamu tidak kasian pada ayah yang harus tidur di luar " ucap ayah abbas memelas


" tidur di luar kenapa " tanya Raya bingung


"karena ayah telah menutupi cucu ibu,syukur dokter cepat bicara kalau tidak pasti mereka akan saling merasa di bedakan karena kita hanya membeli keperluan bayi perempuan aja " ujar ibu sisil

__ADS_1


" memang bayi satunya apa " Deska Raya pada ibunya


" laki² " lagi² Raya harus menelan ludahnya paksa sungguh berita yang sangat mengejutkan


" kalau indah " tanya raya


" belum bisa di lihat kan belum 4 bulan " ucap Brian


" wah wah wah apa hanya Ade yang baru tahu " ucap raya bahkan kini dia sudah bertolak pinggang


" aku juga baru tau tadi pagi makanya kami tadi tidak ke kampus karena Abang langsung mengajak kami pulang karena marah " ucap Naya menjelaskan


" jangan hanya tidur di luar ibu, bila perlu ayah di usir aja ,Ade sudah siap koh jika nanti menikah yang wakilkan paman ,ayah benar² iya tega sama keponakan Ade " ucap Raya yang ikut marah pada ayah nya


" ayah hanya memberikan pelajaran pada abang mu ,kamu tau kan gimana dulu sikapnya pada Naya " Raya mengaguk


" ah iya ini bukan salah ayah ,tapi salah Abang " ucap Raya bahkan kini dia sudah menghadap Abang


" ade orang nya tidak konsisten " ucap Brian , Raya hanya tertawa kecil lalu kembali duduk


" berarti yang tabungan Ade belum cukup beli hadiah " ujar Raya


" hadiah buat apa " tanya Naya


" buat keponakan ku,Ade tau nya cuma satu jadi selama ini aku simpan hanya untuk itu ,tapi ternyata dua jadi harus nabung lagi " ucap raya


" memang Ade mau beli apa " tanya ibu sisil


" nanti kalian akan kaget saat melihat nya " ucap raya tersenyum kuda


' sudah ayo waktunya kita istirahat kasian si kembar mereka juga belum minum susu " ujar ayah abbas


" iya, ayo sayang kasian twins kalau kelamaan minum susu " ucap Brian


" apa tidur mu masih nyenyak " Naya tersenyum lembut


" kadang Bu, tapi Abang selalu membantu Naya koh " ibu mengaguk


" sudah sana istirahat lah " mereka mengaguk lalu kembali ke kamar mereka masing²


" mas Alex " Alex menatap indah yang kini sudah berbaring duluan di atas tempat tidur


" indah melihat seperti nya Anggi menyukai Kaka Ivan, soal nya pandangan nya itu sangat beda " ucap indah


" maka dari itu ,aku bilang jangan melewati batas mu " Alex mendekat ke arah indah naik ke atas tempat tidur


" maaf " Alex hanya mengangguk " sudah ayo istirahat " ucap Alex


" belum ngantuk tadi seharian aku tidur " ujar indah


" indah " Indah menarik selimut nya dia masih saja takut jika sudah di panggil dengan menyebut namanya


" ayo ,kamu lagi hamil belum lagi nanti kamu akan bangun larut malam untuk makan " Alex menarik indah dalam pelukan nya


" apa Anakmu baik² saja " tanya Alex yang kini mengelus perut Naya yang sudah membuncit


" hebm anakku sangat baik " ucap indah kesal , sedangkan Alex hanya tertawa kecil


" besok malam kita ke rumah ayah iya, bagaimana pun mereka harus tau kurang sopan kalau kita memberi tahu mereka lewat telepon " indah membalikkan badannya menghadap Alex


" kita tidur di sana " Alex menggeleng " nanti weekend kita hanya akan makan malam saja lalu setelah itu pulang " indah mengaguk


" kenapa pakai baju " tanya indah


" kan kamu tidak bilang " Alex membuka bajunya lalu di simpan di atas meja


" kan indah sudah bilang suka cium dada nya " Alex hanya mengangguk

__ADS_1


" iya sudah ayo tidur ,kamu semakin cerewet membuat kepala ku sakit " indah hanya berdecak saja


menghadapi Alex ,indah hanya butuh stok kesabaran yang banyak karena jika sudah bersuara maka jawaban nya akan membuatnya kesal tapi indah sudah terbiasa seiring berjalannya waktu


__ADS_2