
sesuai janjinya Brian pulang dengan cepat bahkan belum waktunya pulang karena sudah merindukan makhluk mungil itu padahal mereka baru berpisah sehari lalu bagaimana jika dia pergi beberapa hari
apa Brian sanggup !!! tentu saja tidak
kini mobil yang di tumpangi Brian sudah berasa di pekarangan rumah nya
dengan tidak sabarnya Brian langsung turun padahal mobil masih belum berhenti sepenuhnya
" tuan " pekik Alex dan yang lainnya
tapi Brian pergi begitu saja tanpa peduli dengan keterkejutan mereka
bahkan salam pak Mamat pun dia tidak hiraukan
benar² ayah yang sangat baik 😁😁
"sayang, papi pulang " teriak Brian menggema di ruangan itu
" Abang ehs ini rumah Lo " ucap raya kesal saat melihat Brian sudah berada di ruangan tengah
" ah mereka sudah mandi ,tunggu iya papi ke atas dulu bersihkan diri baru turun " ucap Brian lalu berlari ke arah kamar
Naya yang melihat itu merasa bingung , bahkan dia di lupakan
" sabar iya nak " ucap ibu sisil yang mengerti kebingungan Naya
" Naya tidak papa Bu, hanya kita bingung saja apa kita tidak terlihat di mata Abang " tanya Naya polos
" iya seperti nya begitu nak " ucap ayah abbas tertawa kecil
"kita orang asing " ucap raya
" dear " indah menatap Alex
" mas sudah pulang " Alex mengaguk lalu mengulurkan tangannya
" kami ke sebelah dulu yah Bu " pamit Alex
" iya nak " ucap ayah abbas
" kenapa tidak tunggu di rumah saja " indah menatap Alex lalu kembali fokus ke depan
" tadi ke rumah Kaka Siska habis main sama si kembar terus singgah di sebentar baru juga duduk mas sudah pulang " ucap indah tersenyum
" mas tau tidak " indah merentangkan tangannya minta di gendong
" kau ini sedang hamil, tidak lama lagi punya anak " ucap Alex tapi dia tetap menuruti keinginan ibu hamil itu
" Azzam sama azzura sudah mulai lancar ngomong nya, apa lagi Azzura lucu sekali dia pengen bicara panjang tapi tidak tau apa yang harus dia ucap kan akhirnya nangis " Alex tersenyum mendengar cerita indah
" terus " tanya Alex lagi
" indah main sama mereka sampai mereka tidur sedangkan Kaka Riska di dapur " ucap indah
" memang kamu ke sana jam berapa " tanya Alex menatap indah
" hm setelah pulang kampus " ujar indah jujur
__ADS_1
" kamu belum istirahat setelah dari kampus " indah mengagguk
" habis lah kamu jika perutmu keram lagi " indah menelan ludahnya paksa lalu mengaguk
" sudah turun, aku seperti menggendong induk gajah " indah mencibir Alex
" sampai kamar " ujar indah
" kapan aktif kembali " tanya Alex
" sebulan lagi " ucap indah
" berarti waktu kuliahmu tinggal 2 bulan " ucap Alex
" koh 2 sih mas kan aku cuty pas 8 mas " ucap indah kesal
" atau mau cuty mulai sekarang " tanya Alex
" iya dua bulan lagi " ucap indah
" kamu marah " indah menggeleng " memang aku bisa marah " tanya balik indah
" memang kamu berani " indah diam saja
Alex menurunkan indah saat mereka sudah sampai di kamar
"mas mau mandi " Alex mengaguk lalu membuka jas dan dasi nya ,indah langsung menyiapkan air untuk suaminya
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" gimana hari ini ,kalian tidak rewel kan " tanya Brian pada ke dua anaknya yang tiduran di atas karpet bulu dan kasur busa mereka
" tidak papi " jawab Brian menirukan suara anak²
ayah,ibu,Naya dan raya hanya diam saja mempertikan Brian dan si kembar mereka belum menegur Brian
" ah cantiknya papi ,kenapa kamu lucu sekali" Brian memainkan pipi Ade Ana " kamu juga ganteng sekali seperti papi " ucap Brian tertawa kecil
" astaga " Brian memegang dada nya saat melihat tatapan dari ayah ibu Naya dan Raya
" sayang " Brian langsung memeluk Naya yang duduk di belakang nya
" apa Naya baru terlihat " Brian tersenyum kuda lalu mencium seluruh wajah Naya
" maaf sayang, Abang terlalu semangat melihat dua tuyul kecil itu " ucap Brian jujur
PLak
"mereka anak Abang bukan akan tuyul " Brian tertawa kecil
"ibu ayah " mereka hanya berdecak saja
" Abang baru punya anak dua sudah lupa sama ayah dan ibu, jangan² besok kalau punya anak lagi lupa dengan rumah ini " Brian tertawa kecil melihat kekesalan ayahnya
" ini saja sudah cukup ayah " ucap Brian tersenyum
"ah iya Brian lupa ,Ivan akan bertunangan jika ayah sama ibu tidak sibuk Ivan menyuruh kalian ikut " ucap Brian sambil bermain dengan Abang Az
__ADS_1
" Kaka Ivan mau nikah sama siapa Abang " pekik Raya kaget
" apa Anggi bang " Brian menggeleng
" dokter Niken, dokter anak " ucap Brian
" kapan acaranya " tanya ayah abbas
" belum tau nanti dia kabari lagi " ucap Brian
" kalian saja yang pergi ,nanti ibu sama ayah yang jaga twins " ucap ibu sisil
" nanti ayah krim hadiah saja buat mereka " ucap ayah abbas
" iya ayah " ucap ayah
oek .....oek ....oek...
" anak gadis papi kenapa ?? apa popokmu basah " tanya Brian lembut lalu memeriksa bagian bawah nya
" mereka habis ganti popok Abang " ucap ibu sisil
" sini bang, mungkin Ade Ana lapar " Brian mengangkat anaknya lalu di beri pada Naya
" lapar iya nak " ucap Naya lembut,Brian mengambil kain penutup dada Naya lalu membantunya memakaikan
" makasih " Brian hanya mengangguk
" Abang belum lapar iya " tanya Brian, lalu mainkan pipi Abang Az
" ibu kenapa mereka lucu sekali ,ingin sekali Abang mengetok kepala nya " ucap Brian tersenyum kuda
" kenapa Abang saja yang di ketok " ucap ayah abbas kesal
" hahahaha mereka lucu ayah lihat lah mulutnya seperti mencari sesuatu " Brian menunjuk mulut anaknya yang mengeluarkan lidahnya
" dia haus Abang, kasih botolnya " ucap ibu sisil
" benar kah ?? kenapa tidak minta seperti Ade sayang " tanya Brian sambil mengambil botol susu anaknya
" dia beda dengan Ade Ana,dia hanya diam kecuali sudah tidak lama tidak di beri baru dia makan " ucap ibu sisil memperhatikan Brian dan cucunya
" kalau lapar tidak papa sayang kalau kamu nangis nanti perutmu sakit " ucap Brian lembut
" Ade jadi pengen " mereka semua menatap raya yang tersenyum kuda
" jangan aneh² Dafa masih coass " ucap ayah abbas
" kan hanya pengen ayah " ucap raya kesal
" awas kamu macem² de, Abang akan seret kamu ke luar dari rumah ini " raya tersenyum kikuk dan mengaguk
" iya Ade hanya bercanda tadi soalnya lucu lihat mereka " ucap raya menunjuk Abang Az
setelah itu mereka bermain bersama setelah Abang Az dan Ade Ana selesai minum susu
raya dan Brian tidak mau kalah mereka saling menarik perhatian anak kembar
__ADS_1