Sayangi Aku

Sayangi Aku
ke khawatiran Brian


__ADS_3

pagi² sekali Alex sudah kembali ke masion setelah ibu indah datang menggantikannya ,dan pagi ini indah sudah di perbolehkan untuk pulang ,tapi harus menunggu dokter dulu memeriksa.


setelah. selesai membersihkan diri dan bersiap ke perusahaan kini mereka sedang sarapan bersama


"gimana keadaan indah " tanya ibu sisil


" sudah baikan Bu, dia juga sudah pulang ke rumah pagi ini " ucap Alex


" berarti kita dag jadi jenguk indah " tanya Naya


" besok dia akan kembali kuliah" ucap Alex , Raya sedikit kecewa tapi setidaknya indah sudah baik² saja


" nanti ketemu di kampus saja iya sayang " ucap Brian khawatir karena semalam sudah berjanji akan menjenguk indah hari ini ,tapi keadaan berkata lain


" iya bang ,tidak papa koh yang penting indah sudah sembuh " ucap Naya tersenyum membuat Brian bernapas lega


" iya sudah ayo sarapan dulu,nanti kalian terlambat " ucap ayah abbas


" koh Naya pengen makan pecel lele iya bang " ucap Naya,Brian mengangkat kepalanya menatap istrinya


" apa tadi sayang " Brian mempertajam pendengaran nya semoga saja yang dia dengar salah


" pecel lele Abang " ucap Naya,Alex menatap Brian yang sedikit terkejut


" kamu ngidam " tanya Raya


" mungkin,apa ada yang jual atau di bikin " tanya Naya


" sayang kamu yakin makan lele " tanya Brian,Naya mengaguk


" nanti saya suruh pelayan untuk membeli lele di pasar ,tapi kemungkinan agak siangan jadinya karena di rumah tidak ada stok nya " ucap pak Mamat , bagaimana pun dia harus menuruti keinginan ibu hamil bukan ,dan ini baru pertama kalinya terjadi di rumah mewah itu memasak menu lele


" apa lama paman " tanya Naya sedikit kecewa


" paman usahakan cepat " ucap pak Mamat


" sayang makan yang lain saja iya ,nanti Abang beliin " Naya menggeleng


" tapi sayang kenapa harus lele ,lihat bentuk mukanya saja Abang mual sayang " ucap Brian tanpa tau perasaan Naya ,sedetik kemudian Brian menyadari ucapan nya tapi sayang itu sudah terlambat karena naya sudah menangis


"ke pasar sekarang atau ke mana saja yang penting ada yang jual lele " titah ayah abbas,pada pelayan yang berdiri tak jauh dari mereka


" baik tuan " ucap pelayan dan pergi meninggalkan mereka yang masih di meja makan


" sayang jangan nangis,iya Abang minta maaf iya itu pelayan sudah pergi beli ikan lele nya " ucap Brian menenangkan istri nya


" Abang tidak sayang sama kami " ucap Naya ,di sela tangisannya ,Brian menatap iba pada ibu nya karena memang selama ini dia berusaha mengikuti kenginginan Naya jika tidak akan seperti ini


" sayang ,suamimu bukannya tidak mau turuti tapi kamu maka dulu yang lain iya ,kalau nunggu pesanan mu kasian anak kalian " ucap ibu sisil


" iya sayang makan yang ada di sini dulu iya ,nanti kalau sudah jadi akan di bawah ke kampus gimana" tanya Brian ,Naya sedikit berpikir


" iya pasti enak kita makan ramai² di kampus Nay " ucap raya meyakinkan,Naya melihat Raya


" baiklah ,Naya makan buah saja " ucap Naya finis


" iya tidak papa sayang,tapi makan buahnya yang banyak iya " ucap Brian , setidaknya untuk sementara dia melupakan tentang lele yang sangat menggelikan buat Brian Naya mengagguk


" paman nanti bikinkan sama sambal mangga iya yang pedas terus nanti lalapan nya jangan lupa pake tahu tempe juga terus terong nya di bakar " ucap Naya menatap pak Mamat,ayah ibu Brian Alex bahkan raya di buat kaget sama permintaan Naya


" iya nak ,nanti paman beri tahu pelayan" ucap pak Mamat


" iya sudah kita lanjut lagi sarapan nya, " ucap ayah abbas


setelah selesai sarapan mereka pun berpamitan pada orang tua mereka walaupun harus berhadapan dengan drama ibu hamil mengidam atau apa yang menginginkan lele di pagi hari padahal kandungan nya sudah melewati masa ngidam


" masih marah sama Abang " tanya Brian karena Naya masih saja diam


" tidak bang,Naya lagi bingung " ucap Naya ,Brian menatap Naya ,begitu juga Alex melihat sekilas ke arah kaca spion


" bingung kan apa " tanya Brian

__ADS_1


" apa aku mengidam ,tapi kan sudah lewat tiga bulan, tapi koh tadi aku nangis " tanya Naya sambil memutar pikirannya


" iya dag papa sayang, mau mengidam atau tidak, yang penting kamu makan " ucap Brian


" iya Nay ,tidak usah di pikirkan " Ucap Raya,Naya mengaguk


" Kaka ,apa indah sudah benaran pulang hari pagi ini " tanya Raya


" iya ,dia sudah baikan " ucap Alex


" penyakitnya indah kaya penyakitnya orang susah saja ,padahal iya orang kaya " celetuk Naya ,Alex melihat sekilas ke arah kaca spion


" Abang saja sering kaya gitu jika sibuk kerja ,padahal uangnya banyak " ucap Raya


" Abang jangan telat makan iya ,kalau Abang sakit siapa yang jaga Naya " ucap Naya lembut , Brian tersenyum kuda


" iya ,kalau Abang sakit berarti salah Alex karena tidak memberi makan Abang dan memperingatkan Abang " ucap Brian


" bukannya kalau Abang tidak makan ,Kaka juga tidak makan " tanya Raya


" Ade bulan depan Kaka tambah jajan mu " ucap Alex tersenyum menang


" siapa yang bilang,apa aku menyetujui nya " ucap Brian kesal


" makasih Kaka " ucap Raya tersenyum senang


" cih "


" koh kakak Dafa ada di parkiran " ucap Naya, karena mobil mereka kini sudah memasuki area kampus, Brian menatap Naya


" ingatkan sayang " ucap Brian menekan ucapan nya


" iya Naya tau,orang dia mau ketemu Raya " ucap naya , Raya berbalik ke arah Naya menatap tajam


" kamu pacaran sama Dafa " tanya Alex kaget


" sumpah Kaka ,kami cuma teman serius Kak, adek tidak bohong ,Naya cuma main² kan Kaka tau kalau Naya orang nya iseng " ucap Raya


" ayo kita turun Nay,nanti kita telat " ucap Raya ,lalu ke luar dari mobil Alex tanpa menunggu Naya


" Naya turun dulu iya ,Kaka jangan lupa bilang sama paman iya pesanan Naya " ucap Naya sebelum turun


" iya " ucap Alex


" iya sudah hati², jaga jarak " ucap Brian mencium kening istrinya,Naya mengaguk setelah itu dia turun dari mobil


" tumben Kaka di sini " tanya Naya saat sudah di dekat mereka sedangkan mobil Alex sudah pergi


" kebetulan Kaka baru sampai,pas turun Kaka lihat mobil kalian " ucap Dafa


" masa sih " ucap Naya sedikit tak percaya


" apa Kaka pernah bohong dengan kalian " ucap Dafa


" iya juga sih " ucap Naya membenarkan


" ayo kita ke ruangan " ucap Raya mengandeng tangan Naya, tapi Dafa menahan tangan raya


" nanti tunggu di kelas iya " bisik Dafa, Raya menggaguk malu karena Dafa berbicara tepat di telinga nya


" koh bisik² " ucap Naya curiga


" Kaka cuma kasih tau Raya untuk jagain kamu " Ucap Dafa bohong ,Naya menggaguk


" kak kami duluan ke kelas iya " ucap Raya,Dafa mengaguk tersenyum


sedangkan di mobil Brian masih memikirkan ucapan Naya tadi


" Lex " panggil Brian


" iya tuan " jawab Alex

__ADS_1


" pantau gerakan Dafa, aku takut dia mempunyai Niat lain dekat dengan Raya ,dan aku tidak ingin raya memiliki perasaan lain pada Dafa " ucap Brian


" bukannya mereka hanya berteman tuan " ucap Alex


" iya aku tau ,tapi perkataan Naya tadi sedikit aneh ,kamu tau kan Raya tidak dekat dengan siapa pun selain kita dan Ivan " ucap brian


" iya tuan" ucap Alex


" aku takutnya dia mendekati Raya hanya karena agar dia selalu dekat Naya,kan kamu tau perasaan Dafa sama Naya " ucap Brian


" iya tuan,akan aku pastikan semuanya baik² saja " ucap Alex


" apa tidak ada laporan dari hpnya raya " tanya Brian ,Alex menelan ludahnya kasar


"kau mengetahui nya dan tidak memberi tahuku " ucap Brian menatap Alex


" maaf tuan ,tapi biarkan raya mencari kebahagiaan nya ,kita hanya memantau dia saja selagi itu tidak melewati batas " ucap Alex


" jika Ade kenapa² habis kau Lex " ucap Brian


" bukannya itu sudah resiko nya tuan " ucap Alex lagi


Brian menghembuskan nafasnya" maka dari itu aku melarangnya selama ini Lex ,aku tidak ingin apa yang aku alami dulu dia juga mengalami nya ,bagaimana rasanya hanya di peralat , aku takut dia benaran suka sama itu anak" ucap Brian


" saya tau apa yang anda khawatir kan tuan ,begitu pun dengan ku ,tapi sejauh ini mereka hanya mengobrol biasanya dan bertukar pesan biasa saja " ucap Alex


" kalau di kampus " tanya Brian


" mereka selalu makan bersama di ruangan nyonya muda ,jika saat waktu makan siang " ucap Alex lagi


" laporkan apa pun yang berkaitan dengan Raya jangan hanya Naya " Ucap Brian


" maaf tuan ,untuk sekarang anda fokus saja dulu sama nyonya muda karena dia sedang hamil ,untuk Raya biar aku yang urus" ucap Alex


" cih pintar sekali kau beralasan ,apa kau takut jika adik kesayangan mu itu tau kalau aku menentang dia dekat dengan Dafa " ucap Brian,Alex diam saja


" aku tidak akan menentang nya jika dia benar² tulus bukan karena ada Niat lain " ucap Brian lagi


" mereka hanya berteman tuan " ucap Alex


" iya, terus kamu sudah baikan dengan indah " tanya Brian


" iya tuan " ucap Alex,Brian menggaguk


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" ric apa aku salah jika dekat dengan Raya " tanya Dafa ,ricko menatap Dafa tak percaya


" apa kau gila, bukannya kau menyukai Naya " ucap Ricko


" iya aku tau,tapi aku ingin melupakan Naya bagaimana pun dia sudah bersuami " ucap Dafa


" tapi kenapa harus Raya" tanya ricko


" setidaknya aku masih bisa dekat dengan Naya kalau aku dengan yang lain sudah pasti aku tidak dekat dengannya karena pasti akan curiga suaminya " ucap Dafa


" apa kamu sengaja dekat dengan Raya agar kamu bisa dekat terus Naya " selidik ricko


" aku bingung ric semakin menjauh semakin sakit karena harus menahan rindu" ucap Dafa


" jangan gila ,jika tidak ingin kamu menyesalinya nanti karena jangan sampai kamu benaran suka sama Raya" ucap Ricko


" aku sedang berusaha melupakan Naya " ucap Dafa


" tapi kamu selalu di dekat mereka daf, bagaimana kamu bisa lupa jangan buat Raya Nyaman dengan sikapmu daf " ucap Ricko


" setidaknya kami berteman ricko " ucap Dafa tak mau kalah


" terserah kamu lah " ricko mengalah " tapi jika nanti terjadi papa jangan mencari ku " ucap ricko


" aku tau apa yang kamu khawatir kan,tapi aku pastikan itu tidak akan terjadi " ucap dafa, Ricko hanya mengangguk saja

__ADS_1


__ADS_2