
Brian di buat bingung dan khawatir sekaligus tiap melihat istrinya mual di pagi hari,tapi dia juga bingung jika bisa di tukar biarkan saja dia yang merasakannya ketimbang istri nya karena dia takut nanti kenapa Napa dengan kandungan istrinya
" sudah " tanya Brian sambil memijat tengkuk leher Naya
" sudah sayang " ucap Naya sambil mencuci mulutnya , setelah itu Brian mengeringkan mulut Naya dengan tisu,lalu mengangkat Naya kembali ke kamar
" hari ini jangan dulu kuliah iya " ucap Brian sambil menyandarkan istrinya di sandaran tempat tidur
" aku sudah 2 hari dag kuliah yank ,aku dag papa cuma pagi saja kaya gini selebihnya tidak koh " ucap Naya
" tapi di kampus banyak bau parfum sayang " ucap Brian sambil memberikan segelas air hangat
" kan ada Raya, nanti aku bawa parfum mu supaya aku bisa cium cium kalau dag kaya getho 2 bulan ke depan nanti aku dag kuliah " ucap Naya,Brian menghembuskan nafas nya
" tapi kalau ada papa telepon iya " ucap Brian sambil mengelus pipi Naya ,Naya mengaguk
" mau mandi " tanya Brian
"sayang duluan saja, aku mau bersihin dulu kamar " ucap Naya
" nanti saja sayang ,dag papa kamu masih lemas " ucap Brian
" dag papa sayang ,sudah sana mandi " Brian hanya mengangguk pasrah, mengingat Naya lagi hamil jadi dia harus bisa menahan emosinya
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" kuliah nya jadi nak " tanya ibu sisil
" iya Bu " ucap Naya sambil memakan sarapannya
" apa kamu dag mual " ucap ayah abbas
" belum tau ayah " ucap Naya
" jagain Naya nya iya dek " ucap ayah abbas
" iya ayah ,bisa bisa Ade di gantung perusahaan kalau dag jagain Naya " ucap Raya sambil melirik Alex
ayah dan ibu hanya tertawa kecil
" sayang kamu yakin " tanya Brian lagi
" iya ,nanti aku hubungi kalau ada papa " ucap Naya
" nanti ikut mobil Alex saja iya nanti pulangnya saja yang jemput sopir " ucap Brian
" kan Kaka Sama Abang mau ke kerja " ucap Naya
" kan sekalian jalan sayang " ucap Brian lagi
" iya sudah " ucap Naya ,Brian mengacak rambut Naya dengan gemas ,Alex tersenyum
" bibi bekalnya Naya mana " ucap ibu sisil,bibi memberikan nya
" nanti di makan iya" ucap ibu sisil
" iya Bu , terimakasih ,kami ke kampus dulu iyaa " ucap Naya berdiri dari kursinya lalu mencium punggung tangan mertuanya begitu juga yang lainnya
ayah dan ibu mengantar anak dan menantu nya untuk kerja dan kuliah
" hati hati sayang " ucap Brian sambil melindungi kepala Naya saat masuk dalam mobil
" makasih sayang " ucap Naya tersenyum,Brian tersenyum dan ikut masuk setelah istrinya sudah duduk sedangkan Raya duduk di samping Alex depan
mobil mereka sudah ke luar dari pagar Brian membuka iPad nya di sandarkan padan paha nya memeriksa pekerjaan tangan satunya mengelus perut rata Naya,Naya hanya tersenyum saja sambil melihat ke arah luar jendela
" Kaka " Panggil Raya
" hebm"
" coba Kaka lihat Abang " ucap Raya,Alex melihat kaca spion di atas kepalanya hanya tersenyum saja
" kenapa " tanya Alex
" romantis " ucap raya
" kuliah yang benar dek " ucap Brian matanya masih melihat layar iPad nya
" ini Ade kuliah benar bang " ucap Raya sambil melirik ke arah belakang
" Nay " panggil Raya
"hebm "
" kamu kenapa " tanya Raya
" kangen Kaka Ilham " ucap Naya
" nanti malam kita telepon Ilham iya " Naya hanya mengangguk ,Brian menyimpan iPad dan memeluk Naya sambil mengelus rambutnya
" mau telepon sekarang "ucap Brian
" Kaka Ilham kan lagi pendidikan " ucap Naya
" iya sudah malam saja iya " Naya mengaguk ,Brian mencium kening Naya
__ADS_1
" sudah jangan sedih lagi iya " ucap Brian
" iya,Kaka paman kapan pulang " tanya Naya
" kalau si kembar sudah baikan mungkin besok pagi " ucap Alex
"apa mereka sudah besar kak " tanya Naya lagi
" setahun lebih " ucap Alex
" wah mereka pasti lucu ,kaya Nathan " ucap Naya sambil tersenyum kuda begitu juga alex
" Naya kita sudah sampai "ucap Raya
" Kaka balap iya bawa mobilnya " ucap Naya
" bukan balap tapi kamu hanya liatin jalanan saja dari tadi " ucap Raya
" itu aku lagi menghayati jalanan " ucap Naya
" terserah " lalu raya mencium punggung tangan Alex dan Brian ,lalu ke luar menunggu Naya
" ingat jangan suka lari lari hati hati makan bekalnya iya kalau ada papa langsung telepon " ucap Brian sambil mencium kening istrinya .
" tutup mata mu Lex" Alex langsung menutup matanya Brian mencium bibir Naya sambil ********** hingga Naya memukul dada Brian saat pasokan udara dalam paru-paru habis
" sayang "ucap Naya ngos-ngosan,Brian menghapus Saliva nya di bibir Naya dengan ibu jarinya
tok....tok ..
" Abang kenapa Naya belum ke luar " teriak raya dari luar
" ayo Raya sudah nungguin " ucap Brian
" ehs kan ,salah siapa coba " ucap Naya ,Brian hanya tersenyum membuka pintu Raya langsung memegang lengan Naya
" jagain istri Abang iya " ucap Brian
" iya Sudah sana ke kantor cari uang jangan lupa bonus buat Raya "ucap raya
" iya " ucap Brian ,lalu menutup pintu mobil nya
belum juga mobil nya meninggalkan parkiran seorang pria mendekati Naya
" Lo kalian datang bareng " tanya Dafa
" ah iya tadi aku jemput Naya karena dia bilang sudah mau masuk kampus " ucap Raya sambil melihat mobil abangnya belum jalan
" siapa dia Lex " tanya Brian sambil melihat ke arah luar jendela
" yang mana Dafa " tanya Brian
" yang sedang berbicara sama nona Raya " ucap Alex dengan wajah datarnya
" kenap tidak bilang nanti aku saja yang jemput " ucap Dafa sambil tersenyum ,sedangkan Naya sudah memegang tangan Raya dengan erat,membuat Raya melihatnya
" kamu baik-baik saja " Naya menggeleng
" maaf iya kak kami harus ke ruangan " ucap Raya
" kamu kenapa Naya " ucap Dafa khawatir
" Naya baik baik saja ,Naya ke ruangan dulu " ucap Naya lalu berjalan meninggalkan Dafa yang masih berdiri di parkiran
" jalan Lex , suruh mereka selalu pantau laki laki itu " ucap Brian
" iya tuan " Alex meninggalkan kampus kuliah istri dan adiknya untuk ke perusahaan
" sudah baikan " Naya mengaguk
" ini Masker nya " Naya menerima masker yang di beri raya yang sudah di beri sedikit parfum suaminya
"makasih " ucap Naya , Raya hanya tersenyum saja
" Raya Naya " suara tidak asing bagi mereka
" jauh " pekik Raya ,indah hanya bisa menghela nafasnya
" mana parfumnya " ucap indah sambil mengadakan tangan nya
" beli Nda beli kamu punya mobil beli parfum saja tidak mampu " ucap Raya mengejek
" nanti pulang aku beli 10 bila perlu aku beli dengan tokonya " ucap indah kesal sambil menyemprotkan parfum yang di beri Raya
" sudah ini " sambil mengembalikan parfum Raya
" gimana baik baik saja " ucap indah saat mendekati Naya
" lumayan " ucap naya ,lalu mereka masuk dalam ruangan mereka yang sudah ada siswa yang lainnya
" ke kantin yuk " ucap indah
" kami bawah bekal Nda ,kan kamu tau Naya dag bisa cium bau yang terlalu menyengat " ucap Raya lirih tapi masih di dengar oleh indah
" iya sudah aku beli salad atau jus nanti temani kalian makan di sini " ucap indah
__ADS_1
" tidak usah kamu makan saja di kantin " ucap Naya
" sudah tidak papa ,nanti besok aku bawah bekal juga "ucap indah
" iya sudah ,hari ini kita makan sama sama saja kamu tidak usah ke kantin beli " ucap Raya
" kamu yakin ,aku makan banyak Lo " ucap indah
" makan dengan tempat nya juga aku dag masalah " ucap Raya sambil tertawa kecil begitu juga dengan Naya dan indah
" ssstt sudah ada dosen " ucap Raya,membaut mereka diam seketika
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" jadwalku Lex " ucap Brian
" kita sedang di tunggu ruangan meeting tuan "ucap Alex
" siapa " tanya Brian
" tentang kontrak kerja dengan perusahaan xx " Brian mengaguk
" ayoo " ucap Brian ke luar kembali dari ruangannya sambil memegang iPad ny Alex berjalan di samping Brian ,mereka menuju lantai 35 tempat ruangan meeting
mereka berjalan ke arah ruangan meeting ,Alex membukakan pintu ternyata sudah ada yang menunggu mereka Brian dan Alex berjalan ke arah kursinya ,Brian dan Alex mengeritkan keningnya melihat siapa yang di depan mereka
" maaf membuat kalian menunggu " ucap Alex
" tidak papa tuan Alex " ucap seorang pria
" sayang kamu duduk dulu iya " ucap pria itu Brian dan Alex menatap mereka dengan tatapan menjijikan sedangkan wanita itu tersenyum manja
" lanjutkan " ucap Brian tanpa peduli dengan pandangan wanita di depan mereka begitu juga dengan Alex ,mereka membahas tentang kontrak yang akan mereka jalani selama 1 jam akhirnya selesai juga
" maaf ada tuan Brian dan tuan Alex punya waktu kita untuk sekedar minum Copi " ucap pria itu
" maaf tuan askar ,kami masih harus terjun ke lapangan melihat proyek yang lain " ucap Alex
" baiklah ,kapan kapan kita bisa mengobrol sambil minum dan di temani wanita bukan begitu tuan Brian " ucap tuan askar sambil tersenyum
" sayang nya saya tidak menyukai minuman apa lagi di temani wanita yang sudah banyak di sentuh oleh orang lain " ucap Brian tegas membuat wajah wanita itu memerah
" Seperti anda tipikel orang yang setia " ucap tuan askar sambil tersenyum
" iya saya orang tipikel orang yang setia ,karena bagiku yang menunggu di rumah lebih berharga dari pada wanita di luaran sana " tuan askar hanya tersenyum kecut
" baik lah kami permisi dulu tuan Brian ,tuan Alex " ucap tuan askar ,lalu ke luar dari ruangan itu bersama wanita yang selalu menempel padanya
" awasi mereka Lex, aku mereka wanita ular itu punya maksud tertentu dengan adanya kontak kerja ini " ucap Brian
" kita bisa menolak kontrak kerja ini " ucap Alex
" selidik semuanya jadi kita punya alasan kuat untuk menolak nya,untuk sementara jangan dulu kita berurusan dengan mereka " ucap Brian
" baik tuan " ucap Alex ,lalu mereka ke luar dari ruangan itu menuju lantai 50 ruangan kerja Brian dan Alex
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
" kamu kenapa honey " ucap wanita saat sudah dalam i sambil mencium tuan askar
" aku merasa tuan Brian menyindirku " ucap tuan Askar sambil mengepal kan tangannya
" lupakan saja honey " ucap wanita
" jangan menggodaku sekarang citra kita sedang di perusahaan GM Corp" ucap tuan askar
" kenapa memangnya " Tantang citra sambil memainkan tangannya
" aku akan menyiksa mu " ucap tuan Askar
" aku menunggunya " ucap citra tersenyum
lalu mereka ke luar dari lift , saat sampai di mobil mereka melakukan nya
" honey boleh aku minta sesuatu " ucap citra saat kegiatan mereka sudah selesai
" katakan lah sayang " ucap tuan Askar
" apa boleh aku yang memegang proyek ini dengan mereka " ucap citra sambil tersenyum
" kau menyukainya " tanya tuan askar
" aku hanya ingin belajar bisnis " kilah citra agar tuan askar tidak curiga padanya
" baiklah ,nanti aku urus ,pertemuan berikutnya nanti kamu saja yang bertemu dengan mereka " ucap tuan Askar,citra tertawa dalam hati
tunggu aku Brian ,cepat atau lambat kamiu akan menjadi milikku dan membuang wanita itu batin citra
" tapi apa yang aku dapat " ucap tuan askar tersenyum licik
" apa pun kau akan mendapatkan nya " ucap citra manja
" baiklah ,sekarang aku kembali ke kantor kamu tunggu aku di apartemen mu " ucap tuan askar
" aku akan menunggumu " ucap citra lagi ,lalu mereka meninggalkan perusahaan besar itu
__ADS_1