Sayangi Aku

Sayangi Aku
khawatir


__ADS_3

kini meja makan sudah kembali lengkap sudah ada Brian ,Alex raya dan Naya ,di mana sebelumnya mereka tidak ada sehingga hanya ada ayah ibu dan pak Mamat


"Raya " raya tersenyum saat melihat Naya dan Abang nya mendekat ke meja makan


" jam berapa tadi kamu sampai koh tidak bilang " tanya Naya saat sudah duduk di kursi


" aku dag tau ,tadi langsung istirahat, soalnya badanku sakit semua " ucap raya


" baru sekali ,sudah mengeluh dek " ucap ayah abbas


" tapi benaran serius ayah ,kaki Ade saja tadi baru enakan saat mandi air hangat " ucap raya


" berarti nanti kalau ada lagi Ade dag ikut " tanya ibu sisil


" ikut lah Bu ,kan sudah pernah rasain asik banyak teman, ibu sudah lihat belum video nya indah nyanyi " tanya raya antusias


" iya bu, Naya saja baru tau jika suaranya bagus " Naya menimpali ucapan raya


" kita makan dulu baru kita lanjut Bahas " ucap ayah abbas


" iya yah " ucap raya dan Naya


setelah selesai makan kini mereka kumpul di ruangan keluarga sudah dua malam mereka tidak merasa kan berkumpul seperti ini saat anak² mereka mempunyai kegiatan masing²


" mana videonya ibu mau lihat " raya menyerahkan HP nya ,memberikan pada ibu ,ayah mendekat ke arah istrinya ikut nonton


" suaranya bagus halus juga " ucap ayah abbas


" kan apa Ade bilang " ucap raya sombong


" suara Ade kaya kaleng " ucap ayah abbas


" makanya Ade tidak nyanyi " raya menatap kesal ayah nya


" berarti besok sudah mulai masuk " tanya ayah abbas


" Ade maunya Lusa ayah ,masih pegal " ucap raya


" jadi aku besok sendirian ke kampus " tanya Naya


" tidak aku pergi koh " ucap raya


" gimana seruh dag " tanya Naya menatap raya ,raya tersenyum kuda


" sangat, apa kamu sudah lihat foto kami saat sampai di puncak gunung " Naya mendengus kesal


" lihat di mana ,kalian hanya memposting foto tidak jelas apa yang Harus aku lihat " raya tertawa kecil


" biar penonton penasaran ,salah satunya kamu " Naya menatap kesal Raya" kamu sih dag ikut ,coba ikut seru tau " Naya memutar bola matanya malas


"baru juga sekali sombong ,kampungan " cibir Naya ,raya melotot kan matanya


" sayang kamu pasti capek ke kamar duluan iya aku masih ada kerjaan " potong Brian ,sebelum adiknya kembali bersuara


" bosan di kamar sendirian ,tadi juga seharian di kamar " keluh Naya


" makanya kalau mau ngumpul mulut kalian itu di jaga jangan berdebat terus sakit kepala ibu " ucap ibu sisil kesal


"raya duluan " Naya tidak ingin di salahkan


" Ade " raya menutup mulutnya rapat saat Alex sudah memanggil nya dengan suara renda itu artinya siaga 1 ,Naya tersenyum menang melihat raya


" kamu kemarin ke mana baru kelihatan " tanya ibu sisil menatap Brian


" apartemen Bu " ucap Alex


" kenapa kembali lagi ke sana ,apa karena tidak ada Brian " Alex menarik napasnya


" tidak yah , kemarin ada yang harus aku urus " ucap Alex

__ADS_1


" Dengan Kaka Nisa " ayah dan ibu menatap Naya


" Nisa siapa " tanya ayah abbas


" Nisa teman SMA kita dulu yah ,yang sering ke sini bersama Alex " ucap Brian


"apa kabar dia , bukannya dia di luar negeri " tanya ibu sisil


" baik ,kami juga tidak tau tiba² datang di perusahaan seperti jelangkung " ucap Brian lagi


"mungkin dia kangen sama kalian sehingga menepatkan waktu di sela kesibukan nya " ucap ayah abbas


" mungkin. "ucap Brian dan Alex bersamaan


" bilang sebelum kembali dia ke sini dulu " ucap ayah abbas


" iya yah ,nanti kami usahakan " Ucap Brian sambil menatap Alex yang membuang pandangan nya ke arah lain


mereka melanjutkan cerita mereka setelah 2 hari tidak berada di rumah ,tapi lebih dominan raya yang menceritakan tentang perkemahan nya mungkin karena baru pertama jadi masih panas² nya ,hingga pukul 10 malam sehingga harus mengistirahatkan diri


raya memasuki kamarnya langsung menuju kamar mandi setelah melempar HP nya ke atas tempat tidur


setelah selesai dia mengganti piyama tidurnya lalu naik ke atas tempat tidurnya


" akhirnya malam ini aku bisa tidur di sini " raya menggerakkan kaki dan tangan nya layaknya anak kecil


Raya mencari hp nya yang ia lempar tadi saat mendengar dering panggilan


drert....


dret......


" koh lama sayang "


Raya menarik napasnya kasar


" kenapa di lempar "


" buru² ke kamar mandi "


" ngapain "


" baring² ,kamu "


" lagi mikirin kamu "


" gombal sekali "


raya menutup wajahnya lalu berguling ke kiri dan ke kanan


" serius ,iya sudah kamu istirahat iya , sampai ketemu besok iya "


" iya "


Raya mematikan sambungan teleponnya setelah itu dia menyimpan HP nya menarik selimutnya bibirnya tidak kelas dari senyuman manisnya


" ah apa begini rasanya ,jika tau mungkin dari dulu aku coba " gumam raya tersenyum kuda jika ada yang melihat nya mungkin dia akan di kira orang gila tapi kenyataannya Seperti itu


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Lo jadi kuliah dek " tanya ayah abbas saat melihat anaknya sudah di meja makan menuggu mereka


" iya yah, sudah baikan juga " ucap raya


" selamat pagi " Alex menarik tempat duduk di samping raya lalu duduk di samping raya ,setelah mencium kening raya


" pagi " ucap mereka


" pagi " ucap Brian yang datang bersamaan Naya ,dia mencium pipi ibunya begitu juga ayah nya lalu mencium kening adiknya

__ADS_1


" pagi juga " ucap mereka


" mau lauk apa " tanya Naya menatap Brian


" sembarang sayang " Naya mengambilkan yang lebih dekat dengan nya saja lalu memberikan pada suaminya


setelah itu hanya ada keheningan yang ada di meja makan besar itu ,hanya Suara sendok dan garpu yang mereka dengar ,hingga sarapan pagi bersama telah selesai


setelah berpamitan mereka segera ke kampus sebelum pergi ke perusahaan


" nanti makan siang di kantor iya " ucap Brian


" kenapa tumben " ucap Naya


" tidak papa ,pengen saja " Naya mengaguk


" iya nanti kami ke sana "


" makasih sayang " Naya mengaguk, Brian memperhatikan wajah adiknya dari samping tersenyum


setelah menempuh beberapa menit mobil mereka telah sampai di pekarangan kampus


" tumben indah dag nunggu kita ,padahal itu mobilnya " ucap Naya saat mobil Alex sudah berhenti


" apa dia sudah sehat " gumam raya , Alex menatap raya


" memang dia sakit " tanya Naya sedikit kaget,raya mengagguk


" kemarin pulang badannya sedikit hangat tapi mungkin sudah baikan makanya dia di kampus sekarang " raya menatap mobil Indah " Abang Kaka Ade turun dulu iya " Ucap raya lalu turun duluan dari mobil ,


Indah melihat raya saat turun dia pun membuka pintu mobilnya ,tapi yang membuat Alex kesal kenapa dia membawa mobil sendiri jika memang masih sakit jika terjadi papa gimana


" Abang aku turun dulu iya ,nanti sebentar kami ke perusahaan ,Kaka aku turun iya " ucap Naya


" iya sayang hati² iya " Brian mengelus perut Naya " ade jaga ibu iya jangan nakal nanti kita ketemu di kantor ayah iya " Brian mencium kening istrinya setelah itu Naya turun


" kamu sudah sehat " indah hanya menampakan senyuman nya


" aku baik² aja ,ayo ke kelas " mereka mengaguk lalu pergi dari setho


saat melihat mereka pergi Alex baru menjalankan mobilnya


maaf batin indah


" kamu kenapa " tanya Naya ,saat melihat indah yang kebanyakan diam


" aku tidak papa" ucap indah ,Naya menatap Raya hanya mengangguk saja


sedangkan dalam mobil hanya ada keheningan ,Brian yang fokus pada iPad nya ,sedangkan Brian pikiran nya fokus pada indah ,apa lagi kata Raya jika indah sedang tidak sakit sejak kemarin lalu kenapa dia memaksa kan ke kampus


" kenapa tidak menanyakan padanya dari pada kamu bermain dengan pikiran mu yang tidak menemukan jawaban papa " Alex melihat Brian yang masih fokus pada iPad nya


" maaf tuan , maksud nya " tanya Alex ,Brian mengangkat kepalanya menatap Alex lewat kaca spion


" kamu memikirkan indah ,dia sakit kenapa harus ke kampus apa kamu menemukan jawaban kenapa dia ke kampus " ucap Brian kesal ,Alex menatap Brian mengeritkan keningnya


" apa anda Senayan tuan " Tanya Alex ,Brian menghembuskan nafasnya kasar


" anggap saja Seperti itu ,tapi orang bisa tahu jika hanya menatap wajah kesal yang melihat indah membawa mobil sendiri ,dan wajah bingung khawatir karena indah sakit " ucap Brian


Alex benar² bingung dengan Brian ,kenapa yang ada di pikirannya bisa di tahu oleh Brian , sebenarnya dia siapa ini bukan yang pertama tapi Alex masih juga kaget dan bingung


" Alex ,apa kau sudah bosan hidup " ucap Brian kesal


" maaf tuan " ucap Alex


" apa yang kau pikirkan ,seperti nya berat sekali hanya dengar mendengar helaan nafas mu" tanya Brian


" tidak ada tuan ,saya baik² saja " Brian hanya mengangguk dia cukup tau ,Alex bukan orang yang gampang cerita tentang kehidupan pribadi nya dia memilih menyelesaikan sendiri nya

__ADS_1


__ADS_2