
seperti sudah di jadwalkan hari ini ,Naya dan indah akan melakukan pemeriksaan
sebelum mereka ke kampus dan ke perusahaan mereka akan ke rumah sakit dulu ,di sana juga Ivan sudah menunggu karena memang dia ada jadwal malam
kini mobil yang membawa mereka sudah sampai di rumah sakit milik keluarga Brian
para pengawal sudah siap sejak di perintahkan oleh Alex untuk berjaga di sekitaran rumah sakit
Ivan mendekati mobil Alex ,saat mobil itu sudah berhenti di depan pintu masuk rumah sakit
" apa semuanya sudah siap " tanya Brian saat sudah berhadapan dengan Ivan
" sudah " ucap Ivan lalu dia menatap indah yang menampakkan wajah pucat nya
" mual lagi " indah hanya mengangguk lemah
" ayo kita masuk " ucap Ivan
mereka berjalan ke arah ruangan pemeriksaan di sana sudah menunggu dokter yang selalu menangani Naya kini dia juga akan menangani indah
ceklek
" selamat datang tuan " ucap dokter menundukan kepalanya saat pintu itu terbuka dari arah luar
" hebm "
" Kaka Alex dulu " ucap Naya ,Alex menatap Brian
" maaf non...
" Kaka dulu soalnya aku penasaran " Brian hanya mengangguk
" baiklah " Alex membantu indah duduk menghadap dokter sedang kan Brian Naya dan Ivan duduk di kursi lain yang ada di ruangan itu
" apa keluhan nya nona indah " tanya dokter tersenyum
" cape dok kalau terlalu banyak muntah, kadang juga pusing " ucap indah lirih
" kalau makanan atau bau yang mengundang anda mual " tanya dokter lagi
" kalau makanan aku makan semua nya dok ,kalau untuk bau tergantung dok " ucap indah lagi
"kita cek calon baby nya dulu iya " ucap dokter ,indah mengaguk ,Alex membantu indah untuk naik di atas tempat tidur
sedangkan Brian dan Ivan mengalikan padangan mereka pada HP
Alex mengelus punggung tangan indah ,dia selalu berada di samping indah , sedangkan Naya juga berada di samping indah
perawat menyiapkan alat USG , sedangkan dokter menyingkap pakaian indah ke atas ,dan mengoles kan gel di perut indah
" dingin " ucap indah lirih padahal ini untuk ke dua kalinya dia merasakan gel itu, dokter hanya tersenyum
dokter menempatkan alat USG itu sedangkan mata Alex dan Naya fokus pada monitor yang di samping indah
" waow " gumam dokter,membuat Alex indah dan Naya takut
" kenapa dok ,apa ada Masahlah dengan kandungan adik ku " tanya Ivan karena dia mendengar ucapan keterkejutan dokter begitu juga Brian tapi mereka tetap duduk di tempat nya
dokter tersenyum " semuanya baik² saja dokter Ivan ,saya hanya kaget " ucap dokter
" kenapa kaget, apa ada Masahlah dengan calon anakku atau istri ku " tanya Alex datar sambil menatap dokter , sedangkan indah sudah mulai berkaca² begitu juga Naya
" maaf tuan, lihat lah di monitor ada berapa bulatan di sana " tanya dokter
" dua " ucap Alex dan Naya ,Ivan dan Brian mendekat saat melihat ada dua lingkaran hitam monitor
terserah jika Alex marah itu urusan nanti
" iya itu ada dua bulatan kecil, berarti baby di dalam perut nona indah ada dua " ucap dokter
" OH " ucap indah dan Alex ,membuat Brian,Ivan dan Naya bingung
" apa kalian sudah tau " tanya Ivan ,Alex mengeritkan keningnya
" tau apa " tanya balik Alex
" anak kalian kembar bodoh " umpat Ivan ,membuat Alex dan indah saling pandang
" se-serius dok " tanya indah gugup
" benar nona, calon anak kalian ada dua berarti kembar " ucap dokter
__ADS_1
" mas,indah hamil kembar " ucap indah bahkan kini air matanya sudah mengalir
" iya anak mu kembar " ucap Alex, ada rasa bahagia dalam diri Alex tapi karena memang dia orang nya iya seperti itu mau gimana lagi
" maaf dok lanjutkan saja ,dia memang seperti itu " ucap Ivan saat melihat kening dokter mengkerut karena Alex mengatakan akan indah bukan anak mereka
" usianya sudah 6 Minggu iya,dua Minggu lagi ke sini kita lihat perkembangan nya di usia dua bulan " ucap dokter,
saat dokter melanjutkan penjelasannya pada indah dan Alex ,Naya menarik suaminya menjauh dari tempat tidur itu
" kenapa hm " tanya Brian ,dia tau kalau istrinya sedang tidak baik² saja
" tidak " ucap Naya lirih
" kita akan coba ,setelah ini kita akan progam bayi kembar " ucap Brian lembut ,Naya hanya mengaguk
" sayang jangan seperti ini kasian Ade kalau kamu sedih,dia akan merasa kalau kamu tidak menyukai kehadiran nya,karena kamu menginginkan anak kembar " ucap Brian lembut
" aku bukan tidak menginginkan nya Abang, Naya hanya pengen saja ,semoga nanti aku bisa hamil anak kembar seperti indah " ucap Naya,iri tidak hanya perasaan ingin saja apa lagi melihat Azzam dan azzura yang terlihat sangat lucu saat memakai pakaian yang sama
"saya akan meresepkan vitamin dan obat mualnya, tapi hanya untuk waktu dua Minggu karena nanti kita akan ketemu lagi, susunya selalu ada kan " tanya dokter
" iya dok " ujar indah
" ingat perbanyak makan sayur dan buah, tidak apa makan sedikit asal sering " ucap dokter ,Alex dan indah mengaguk saja
setelah selesai Alex menatap Brian yang duduk di belakang mereka sedang memeluk Naya,
seketika wajah Alex menjadi pucat.
" tuan maaf " ucap Alex saat sudah di dekat Brian
" sudah tidak papa, sayang ayo " Naya mengaguk lalu berjalan ke arah brankas
" kenapa " tanya Ivan ,Alex menarik napasnya panjang
" nona Naya pasti sedih karena dia menginginkan anak kembar " ucap Alex ,seketika rasa bersalah di rasakan juga indah karena perna Naya cerita ingin memiliki anak kembar mungkin karena bahagia dia melupakan itu
" tenang lah, aku juga tau ini bukan kehendak kalian tapi memang sudah seperti ini jalannya tidak mungkin kita mengeluarkan yang satunya hanya untuk terlihat sama " ucap Ivan, Alex hanya diam saja
" apa yang anda rasakan nyonya muda " tanya dokter saat Naya sudah berbaring di atas tempat tidur
" hanya sering capek dok, kalau kelamaan jalan atau berdiri sehingga kadang membuat aku malas hanya untuk berjalan " dokter tersenyum
" maksudnya " tanya Brian dengan penuh penekanan , sedangkan Alex dan Ivan serta indah menatap juga dokter
maaf kan aku tuan besar batik dokter tersenyum kecut
" maaf kan saya tuan muda, saya hanya menjalankan perintah tuan besar yang ingin memberikan kejutan pada kalian, sebenarnya anak tuan muda kembar tapi saya hanya memperlihat kan satu saja saat melakukan USG,itu semua atas perintah tuan besar dan setelah pemeriksaan saya akan melaporkan hasil USG nya dan untuk foto USG itu sudah saya atur " ucap dokter sambil bersimpuh
jangan tanya perasaan Naya seperti apa, antara kesal marah kecewa semuanya jadi satu
flash on
tok .....tok ....
" maaf anda siapa " tanya ***seorang wanita paruh baya saat sudah membuka pintu ketika melihat dua pria berbadan tegap
" ada yang ingin bertemu dengan anda " ucap salah satu nya
" siapa??? ini sudah bukan jam untuk bertamu " ucapnya apa lagi dia sekarang lagi sendiri suaminya sedang kerja ke luar kota ,dan anak² nya sudah tertidur
" tenanglah kami tidak berbuat jahat padamu " seketika wajah wanita itu memucat dia langsung menunduk kepalanya penuh
" maaf tuan besar " ucap wanita itu
" Alex sudah menelepon mu bukan " wanita itu mengaguk
" saya punya permintaan padamu sebelum kamu memeriksa anak ku besok kamu konfirmasi dulu dengan ku " ucap ayah abbas
" Baik tuan besar " ucap dokter
" apa pun hasilnya jangan beri tahu mereka sebelum kamu memberi tau saya ,kamu hanya bisa mengatakan usia kandungan dan keadaan nya " ucap ayah abbas
" maaf tuan besar jika saya lancang, saya hanya menghindari saja agar nanti saya tidak salah melakukan tugas saya ,apa jika nanti anaknya kembar apa nanti saya akan memberi tahu mereka " tanya dokter
" tidak perlu kamu hanya akan melakukan yang duanya saja " ucap ayah abbas tersenyum licik
" baik tuan besar " ucap wanita itu
" baiklah ,kembali istirahat maaf karena sudah mengganggu waktu malam mu ,nanti saya akan transfer " ucap ayah abbas
__ADS_1
" tidak perlu tuan , saya melakukan nya semua karena sudah tugas saya menangani nyonya muda " ucap dokter
" jangan membantah ku " ucap ayah abbas lalu meninggalkan wanita itu
" semoga nanti tuan muda dan tuan Alex tidak tau " gumam wanita itu ,lalu masuk dalam rumah
flash off***
" maaf tuan muda, tuan Alex saya hanya mengikuti ucapan tuan besar sekali lagi saya minta maaf " Brian dan Alex memejamkan matanya ,sambil mengepal kan tangannya saat mendengar cerita dokter bahkan Ivan tidak kalah kesal
" dokter bangun lah " ucap Naya saat sudah berada di bawa dia tidak peduli dengan tatapan tajam suaminya
" dokter tidak bersalah, dokter hanya melakukan tugas ,Naya yakin pasti dokter juga takut sudah Naya tidak papa " ucap Naya
" sekali lagi saya minta maaf nyonya muda " ucap dokter ,Naya tersenyum
" tidak papa, pasti ayah punya alasan nya ,boleh lanjutkan pemeriksaan nya, karena Naya tidak sabar lagi " ucap Naya antusias
" bisa nyonya muda ayo saya bantu " Naya menurut lalu kembali berbaring di atas brankas
Brian menarik napasnya kasar lalu di hembuskan
sedangkan Alex dan Ivan kembali duduk di kursi nya
" jelaskan dengan benar jika terjadi papa dengan mereka dan salah satunya bermasalah habis kamu hari ini " ucap brian dingin, dokter Menelan ludah nya kasar lalu mengaguk
" semuanya baik tuan muda seperti sebelumnya ukuran dan beratnya juga sama, maaf apa mereka sudah bisa merespon jika di ajak berbicara " tanya dokter walaupun sedikit takut
" iya dok kadang saat aku tidur pun mereka bergerak dan menendang " ujar Naya semangat
" tidak papa, sering² ajak mereka bicara agar mereka mengenali orang² terdekatnya " ucap dokter tersenyum
" hm hm maaf tuan muda apa tuan mau tau jenis kelamin yang satunya " tanya dokter gugup
" hebm "
" yang satunya laki² " Brian mengangkat wajahnya menatap dokter intens
" kamu serius ,tidak berbohong jika kamu berbohong detik ini nyawamu hilang " Ucap Brian penuh penekanan
" tuan muda bisa memanggil dokter Ivan untuk menjelaskan nya " ucap dokter itu
" Ivan " Ivan mendekat ke arah brankas " jelasnya ,dokter itu mengarahkan alat USG di perut Naya
" wajah Monas nya sudah ada " tanya Ivan tertawa kecil
" maksudnya di perut istri ku ada Monas " tanya Brian sedikit meninggi suaranya
" maksudnya Monas itu , senjatanya Brian lihat lah " Brian menatap layar monitor ,sedangkan Ivan menjelaskan dengan baik dan sesekali dokter kandungan menimpali nya
setelah selesai dokter membersihkan perut Naya ,dan menutup kembali perutnya
" tetap laporkan hasil USG nya jangan beri tahu padanya jika kami sudah tau " ucap Brian
" maaf tuan, karena sejak tadi tuan besar mendengar kita " ucap dokter sambil mengeluarkan HP nya yang sudah terhubung dengan sejak awal mereka masuk bahkan dia tau hasil pemeriksaan indah
Brian mengambil dokter secara paksa
" ABBAS GANI MALIK " teriak Brian menggema dalam ruangan itu membuat Naya dan indah menutup telinganya sedangkan yang lainnya hanya diam saja
saat melihat HP yang di tangannya sudah mati Brian melemparkan HP itu di atas tempat tidur
" Lex kita kembali ke rumah ,Ivan kau ikut ke sana liburkan mereka hari ini tidak ke kampus " Ucap Brian penuh penekanan sekuat mungkin dia menahan emosi nya
" baik tuan " ucap Alex patuh
" dan kau ,selamat syukur keadaan mereka baik² saja jika tidak bukan hanya kepala mu yang hilang bahkan suami serta anakmu juga " ucap Brian
" maaf tuan muda " ucap dokter
" terimakasih banyak dokter, sudah tidak papa suami Naya hanya kesal tapi bukan sama dokter ,apa nanti saya juga akan datang sama dengan indah " tanya Naya lembut sambil merangkul lengang dokter
" iya nyonya karena bukan ini nyonya telat memeriksa nya " ucap dokter, dia merasa hangat dengan kelembutan Naya
" baiklah terimakasih banyak dokter , sampai jumpa " ucap Naya
setelah itu mereka ke luar dari ruangan itu
" dokter baik² saja " tanya perawat yang sejak tadi berdiri diam di belakang nya
" saya baik² saja , setidaknya tuan muda sudah tau " ucap dokter
__ADS_1
" iya kadang saya setiap mereka melakukan pemeriksaan ada rasa Kasihan " ucap perawat
" iya mau gimana lagi jika yang bersuara pemilik rumah sakit " ucap dokter ,perawat itu mengaguk menyetujui