Sayangi Aku

Sayangi Aku
keberangkatan


__ADS_3

hari ini Brian dan Alex harus pergi jauh untuk urusan kerja yang memang sudah terjadwal sebulan lalu


setelah memastikan istri mereka aman serta berkas yang akan mereka bawa sudah lengkap mereka berangkat ke bandara dengan di antar sopir pribadi yang telah bekerja lama dengan mereka


" apa istrimu baik² saja " tanya Brian


" iya sudah lebih baik, sekalipun masih pucat tapi ada ayah yang temani " ucap Alex , sekali pun berat tapi dia harus tetap pergi


" apa semuanya sudah kamu atur " tanya Brian


" sudah tuan " ucap Alex


" jangan memakai perasaan, kita di sana kerja " ucap Brian tegas, Alex hanya diam saja dia sudah mengerti ke mana arah pembicaraan Brian


" kita akan selesai dengan cepat agar kita bisa cepat pulang ,setelah itu jika ada kerjaan seperti ini usahakan jangan keadaan seperti ini ,aku benar² tidak tenang sekalipun ada ayah dan ibu " ucap Brian, sambil menatap ke arah luar jendela ,Alex menarik napasnya kasar dan di hembuskan kasar


dia pun juga sama apa lagi indah selalu saja mual, belum lagi saat dia ingin makan ini dan itu, 3 hari sangat lah lama buat mereka berdua


mereka hanyut dalam pikiran mereka masing² hingga dering HP Alex berbunyi ,Alex mengambil HP nya di saku bajunya ,di sana tertera nama istrinya


dreet... drettt


" kamu baik² saja " tanya Alex saat sambungan itu terhubung


" aku baik² saja ,apa mas sudah sampai " Alex menarik napasnya lega


" belum ini masih di jalan menuju bandara, kamu masih di rumah " tanya balik Alex


" ini di mobil sama Naya " ucap indah


" Kaka,Abang mana " Alex menatap Brian yang duduk di belakang lalu memberikan HP nya pada Brian


" kenapa sayang " ucap Brian saat HP Alex sudah di tangannya


" jaga kesehatan di sana, jangan nakal kalau Abang nakal nanti Naya bawa lari anak Abang kasih tau sama Kaka "


tutt.....tutt..


Brian menatap layar HP Alex saat sambungan itu tiba² terputus


" apa dia mengancam kita " tanya Brian menaikan alisnya menatap Alex

__ADS_1


" mungkin tuan " ucap Alex


" cih, perempuan aneh " cibir Brian lalu mengembalikan HP Alex


sedangkan dalam mobil indah menatap aneh pada Naya


" apa nanti tuan Brian tidak marah kamu memutuskan sambungan telepon sepihak " tanya indah


" tenang saja dia sudah jinak " ucap Naya


" kamu baik² saja kan " tanya Naya lagi


"aku baik² saja, hanya pagi saja aku oleng sama makan saja sih " ucap Indah


" lalu kaya mana jika suamimu jauh seperti ini " tanya Naya


" ada Kaka Ivan nanti dia temani atau penjaga kan tidak mungkin aku menyuruh mertuaku sedangkan dia kerja di masion utama " Naya mengaguk membenarkan


" kenapa tidak minta tolong sama ipar mu " tanya Naya


" kasian Nay , belum lagi urus si kembar belum lagi suaminya kan kamu tau dia enggan pakai baby sister " ujar indah


" kamu yakin ingin punya anak lagi " Naya mengaguk


" sangat, jadi nanti saat yang ini tumbuh besar dia tidak sendirian " ucpa Naya


" iya juga iya, tapi aku takut tidak bisa mengurus nya nanti,kamu enak sudah pernah mengurus adikmu dan sudah biasa mandiri sedangkan aku " ucap indah lesuh


"semua itu akan berubah saat kita punya anak nanti Nda, lihat saja nanti pasti akan berbeda sifat ke ibuan itu akan terlihat alami " ucap Naya


" semoga saja ,tapi mungkin aku akan meminta tolong sama ibu ku dulu saat awal² atau juga mungkin memakai incus " ucap indah


" kalau untuk itu mungkin aku juga pakai karena kita akan kembali kuliah tapi hanya untuk siang hari saja malamnya aku urus sendiri " ucap Naya


" kamu sudah bicara sejauh itu sama tuan Brian " tanya indah


" belum sih " ucap Naya terkekeh


" tapi nanti aku akan bicarakan bagaimana pun kuliah kita harus selesai " ucap Naya lagi


" bahkan aku belum kepikiran sejauh itu Nay, mungkin karena masih baru kali iya " ucap indah

__ADS_1


" tidak juga, bagaimana iya saat nanti jika Raya menikah " tanya Naya tiba²


" iya gimana dia akan sama seperti kita Nay " ucap indah


" iya juga sih " ucap Naya lalu tertawa kecil


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


sedangkan di mobil sepasang kekasih yang sedang berbunga ² itu masih berdebat tentang lamaran dan pernikahan yang masih memakan waktu 3 Minggu


" Kaka kenapa kita tidak nikah saja sih " tanya Raya


" aku bukannya tidak mau yank, tapi nanti aku akan memberikan kamu nafkah pakai apa, uang orang tua " tanya Dafa


" memangnya kenapa " Dafa mendengus kesal


" dengar aku baik² ,kita memang bukan orang susah bahkan bisa saja aku langsung mengambil ahli perusahaan dan berhenti kuliah ,tapi itu bukan keinginan ku bukan cita² ku sayang ,dokter spesialis bedah itu kenginginan ku sekalipun nantinya aku akan tetap terjun di perusahaan setidaknya aku sudah merasakan kerja di rumah sakit ,dan aku ingin memberikan kamu nafkah dari keringat ku sendiri bukan keringat orang tua, abang mu atau kakamu, nanti aku akan jadi suamimu bukan suami mereka " ujar Dafa panjang lebar


" mereka pasti tidak keberatan kak " ucpa raya kekeh


" memang mereka tidak keberatan Raya,tapi itu sama saja aku tidak berguna karena kamu selalu mengandalkan mereka di saat kamu butuh papa itu sama saja lebih baik kita hidup seperti ini kamu paham tidak sih dengan ucapan ku ,jika kamu selalu minta sama mereka saat kita sudah menjadi suami istri itu sama saja kamu tidak menghargai ku sebagai kepala rumah tangga " ujar Dafa


" apa kamu pernah melihat indah meminta sesuatu pada Kaka nya, atau Naya yang meminta sesuatu pada kakanya atau orang tua nya ,yang ada abangmu kan yang memberi kan mereka papa kan " ucap Dafa lagi


" aku hanya tidak ingin Kaka sesusahan " ucap Raya lirih


" Abang mu saja yang memiliki perusahaan yang terkenal di mana²,bahkan hampir seluruh negeri mengenalnya,Kaka mu asisten yang sangat di takuti bahkan tidak ada yang berani menyentuh mereka berdua, apa kamu lihat mereka hanya duduk diam ,padahal jika di pikir² mereka bisa saja menyuruh orang kepercayaan mereka untuk mengelola semua perusahaan kalian agar mereka bisa duduk santai di rumah " ucap Dafa


" tapi kamu lihat kan bahkan mereka rela meninggalkan istri nya demi sebuah tuntutan kerjaan ,apa lagi Naya lagi hamil , Indah belum sebulan menikah kamu tau itu karena apa , kewajiban mereka sebagai suami,kepala rumah tangga untuk memberi nafkah buat istri dan anaknya kelak " Dafa menjeda ucapan nya " cape, susah,lelah dan yang lainnya itu sudah pasti Raya,kita kuliah seperti ini saja kadang kita susah kerjakan tugas ,cape apa lagi belum praktek nantinya itu semua tidak ada yang enak yank ,apa lagi saat kita nikah nanti jangan hanya lihat sampulnya tapi lihat dengan isinya " ucap Dafa


" iya maaf kak " ucap Raya


" sudah jangan di bahas lagi takutnya nanti kita berdebat nya malah bertengkar " ucap Dafa


" iya² bawel betul ,dari tadi ngomong nya kaya ibu² komplek " cibir Raya


tok


" kamu yang buat aku bicara panjang lebar " ucap Dafa kesal , Raya hanya mengelus keningnya karena dapat hadiah dari Dafa


" terserah " ucap Raya kesal

__ADS_1


__ADS_2