
Ivan menatap mobil yang baru saja masuk, saat mobil berhenti dia melihat seorang pria yang tidak asing baginya
tidak berselang lama Anggi ke luar saat pria itu membukakan pintu untuknya
" makasih kak " ujar Anggi ,Ray hanya mengaguk
" aku langsung pamit iya " pamit Ray ,Anggi mengaguk
" hati² kak " ucap Anggi ,Ray hanya mengaguk lalu mengintari mobil masuk di kursi kemudi
teett ...
Anggi tersenyum saat Ray kembali berpamitan
setelah Melihat mobil Ray sudah keluar pagar ,Anggi langsung masuk masuk dalam rumah tapi langkah nya terhenti saat mendengar suara dingin yang sangat dia kenal
" kamu dari mana " Anggi membalikkan badannya
" Kaka sudah pulang " tanya Anggi balik bertanya
" kenapa ?? apa aku tidak boleh pulang cepat " tanya Ivan dingin , Anggi tertawa kecil
" boleh koh, kalau begitu Anggi masuk dulu iya kak " pamit Anggi
" ikut " Ivan menarik tangan Anggi lalu memasukan wanita itu dalam mobil
" Kaka ,Anggi baru masuk " ucap Anggi berontak
" baik aku diam " ucap Anggi saat Ivan menatap nya tajam
Ivan membawa mobilnya ke luar dari pekarangan rumahnya
di dalam mobil hanya ada keheningan saja baik Anggi mau pun Ivan hanya diam saja
hingga Ivan berhenti di jalanan sunyi lalu dia menatap Anggi
" kalian punya hubungan " Anggi menggeleng cepat " lalu apa tadi maksud nya " tanya Ivan meremas stir mobil
" dia hanya mengantarkan Anggi kak, tidak lebih " ujar Anggi jujur
" bukannya kamu membencinya kenapa sekarang kamu bisa dekat dengan nya " tanya Ivan
" karena dia ingin berteman " ujar Anggi
" tidak ada teman antara laki² dan perempuan Anggi, bukannya sudah ada sopir yang siap menjemput mu " tanya Ivan
" kenapa harus tidak ada ,jika kami bisa berteman .....
" Anggi " bentak Ivan
" kenapa " teriak Anggi
" kenapa Anggi tidak bisa dekat yang lain ,dia hanya teman Anggi tidak lebih lalu masalah nya di mana " tanya Anggi emosi
__ADS_1
" Masalah dia laki² dan aku tidak menyukai nya " ucap Ivan meninggikan suaranya
" kenapa " tanya Anggi
" dia menyukai mu sadar Anggi jangan bodoh " ucap Ivan
" tidak masalah kan jika Kaka Ray menyukai ku ,aku sendiri tidak memili pac....
Ivan membungkam mulut Anggi sebelum dia menyelesaikan ucapannya
" aku akan melakukan lebih dari ini ,jika kamu melawan ku " ucap Ivan sambil menghapus salivanya di bibir Anggi yang hanya diam menatap nya
" jauhi dia, kau paham kan " lanjutnya lagi lalu kembali menyalakan mobilnya
sedangkan Anggi mengalihkan pandangannya ke arah luar
ingat Anggi hanya sementara setelah ini kamu akan pergi batin Anggi
sesekali dia menarik napasnya lalu di hembuskan dengan pelan
sedangkan Ivan hanya fokus pada kemudinya tanpa peduli pada keadaan Anggi
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" selamat malam kesayangan aunty raya " ucap raya bergabung di ruangan keluarga bersama yang lainnya
" malam aunty " balas Naya tersenyum
" selamat malam nyonya " sapanya
" namanya siapa mba " tanya Naya lembut
" saya Rita nyonya "
" saya Tiara nyonya "
"saya Naya mba dan ini suami saya " ucap Naya tersenyum
" iya nyonya " ucap mereka
" tolong jaga mereka dengan baik iya mba, jika terjadi papa langsung kabarin Naya jangan menyembunyikan papa ,mungkin saat malam mereka akan tetap tidur bersama ku" ujar Naya
" iya nyonya ,nyonya besar sudah menjelaskan semuanya " Naya mengaguk paham
" berarti kalian sudah tau nama anakku kan " mereka mengaguk
" Abang Az ,sama ade Ana " Ucap mereka serempak
" kalau begitu mba istirahat saja dulu ,nanti besok baru jaga si kembar pasti kalian lelah " ujar naya lembut
" kami ...
" istirahat " titah Brian
__ADS_1
" baik tuan " ujar mereka menunduk kepalanya dan pergi dari situ
" tadi cucu opa bikin apa di kantor papi hm " tanya ayah abbas menggendong Abang Az
" tidur opa " ucap naya ,ayah abbas tertawa kecil
" kalau bayi gembul opa " tanya ayah abbas menatap Ade Ana
" tidur juga opa ,di temani papi " Ujar Brian tersenyum
" iya seharian temani di kembar sehingga kerjaan nya di lupakan " cibir Naya kesal sedangkan Brian hanya tersenyum
" Abang tidak kerja " Brian mengaguk " mereka sangat lucu dek lihatlah bagaimana bisa Abang mengabaikan mereka " ujar Brian sekenanya
" berarti Kaka juga " tanya raya menatap Alex
" kerja " ujar Alex
" kerja apa nya bahkan indah ....
" Abang jangan aneh² Ada raya " ucap Naya menutup mulut Brian
" indah kenapa bang " tanya raya menatap Brian untuk melanjutkan ucapannya
" tidak papa ,indah mabuk karena bau parfum ruangan Alex " elak Brian kesal ,Alex hanya tersenyum saja
" bukannya kamu sudah masa mualnya sudah lewat " tanya raya bingung
" kadang² " ujar indah tersenyum paksa
" tadi kamu ke mana " tanya Naya mengalihkan pembicaraan
" ke mana lagi, ketemu Kaka Dafa tapi hanya sebentar setelah itu keliling mall kaya orang gila " gerutu raya kesal
" kenapa tidak panggil kami, tadi kami seperti obat nyamuk Abang sama Kaka sibuk sama si kembar " ucap Naya kesal
" mana aku tau " ujar raya
"besok mau ke perusahaan lagi " tanya ayah abbas
" tidak ,Naya marah² yah " ujar Brian
" bagaimana tidak marah janjinya tetap kerja tapi sampai di sana kerajaannya di simpan jadi hiasan meja kerjanya " ucap Naya ketus
"kasian si kembar sayang ,masa sudah jauh² ke perusahaan Abang tinggal kerja " elak Brian tersenyum
" alasan " cibir ayah Abbas
" sudah² nanti kapan² lagi baru ke perusahaan papi iya sayang " ujar ibu sisil sambil menatap Abang Az
" iya Oma " ujar Brian
setelah itu mereka melanjutkan bermain dengan si kembar apa lagi raya dia tidak bisa jauh dari si kembar Ade Ana yang selalu membuat nya gemas
__ADS_1