
malam ini di keluarga mertua Brian, mengadakan bakar² dadakan di halaman rumah bahkan tetangga mereka juga ikut bergabung bersama mereka karena di panggil oleh pak Jhoni
" ada acara apa ini pak tumben sekali bakar² " tanya pak Ilyas
" nurutin ngidam orang hamil pak " ucap pak Jhoni
" bisa ileran nantinya cucu pak Jhoni jika tidak di turuti " timpal yang lainnya ,mereka pun tertawa kecil sambil membakar jagung kenginginan Naya
iya sesekali Naya menginjakkan makan walaupun kandungannya kini sudah membesar dan itu hal yang wajar
" selamat malam tuan " ucap pak Ilyas yang memang sudah kenal siapa suami Naya
" panggil Brian saja pak, tidak perlu pakai tuan " ucap Brian
" apa boleh " Brian hanya mengangguk
" anak mantu pak Jhoni ramah iya tidak kaya di tv² sombong dan arogan " timpal yang lainnya
wah mereka belum tau saja siapa Brian sebenarnya
hanya karena menerima Brian
jadi mereka tidak tau saja jika wajah malaikat nya
sewaktu² akan berubah jika keluarga nya di usik
Naya hanya tersenyum dalam diam mendengar pujian
para tetangga dalam hatinya ingin sekali tertawa keras
" Alhamdulillah pak Ilyas, Naya mendapatkan nak Brian " ucap pak Jhoni
" ayo pak Bu dan juga yang lainnya tidak usah sungkan itu masih banyak ,jika tidak habis silahkan di bawah pulang " ucap pak Jhoni
" pak Jhoni dapat di mana jagung sebanyak ini " tanya yang lainnya
" itu menantu saya pak, saya juga tidak tau dari mana " ucap pak Jhoni
mereka semua hanya mengaguk mengerti
apa yang tidak bisa di lakukan orang kaya sepeti Brian
" kamu senang " Naya mengaguk
" makasih Abang " ucap Naya
" apa pun untuk mu dan ade " ucap Brian
" mau rasa apa lagi " tanya Brian
" sudah bang Naya sudah kenyang, Abang tidak makan " ujar Naya menatap suaminya
" sudah tadi ,Abang juga kenyang hanya dengan melihat mereka makan apa lagi Nathan " tunjuk bayi kecil yang kini sedang memegang jagung bakar tanpa rasa hanya olesan margarin
' astaga adek, ibu wajah Ade seperti itu " ucap Naya ,ibu melihat arah yang di tunjuk Naya
__ADS_1
" bapak iya kebiasaan anaknya tidak di perhatikan " ucap ibu lalu menggendong Nathan
" kenapa Bu " tanya pak Jhoni ,ibu memperlihatkan anaknya yang hanya di balas senyuman sama pak Jhoni
" Ade suka iya makan jagung bakar " tanya Naya
" uka² ,enak " ucap Nathan
" nanti Abang belikan lagi kalau Ade mau iya " ucap brian sambil mencubit pipi gembul Nathan
" kalian istirahat saja ,jika tunggu selesai mungkin larut malam baru selesai " ucap mama Lila
" iya ma, mama juga istirahat kasian Ade " ucap Naya
" iya nak, ayo kita masuk saja biarkan mereka " ucap mama Lila
" iya ma, Brian pamit dulu sama bapak iya " mama Lila Naya mengaguk lalu masuk kedalam rumah
" pak ,Brian istirahat duluan iya soalnya Naya sudah mengantuk " ucap Brian
" ah iya ,kamu juga pasti lelah karena seharian kerja dan setelah itu ke sini " ucap pak Jhoni
" mari pak, Brian duluan iya nikmati saja " ucap brian menundukan kepalanya sedikit lalu meninggal mereka menyusul istrinya ke kamar
ceklek
Brian masuk dalam rumah tapi tidak ada Naya ,dia hanya mendengar suara air dari kamar mandi
Brian duduk di ranjang sambil menunggu istrinya ke luar dari kamar mandi
* Abang bersih kan diri dulu nanti Naya siapkan bajunya " Brian berdiri tanpa membantah ucapan istrinya
sedangkan Naya berjalan ke arah lemari menyiapkan piyama untuk suaminya ,dan juga mengganti baju tidurnya
setelah selesai mengganti pakaiannya,Naya duduk di depan meja memulai ritual malam nya
Naya melihat Brian ke luar dari kamar mandi dari pantulan kaca meja riasnya
" Abang telepon Alex dulu iya " Naya hanya mengangguk
Tutt.....Tutt...
" kapan jadwal pemeriksaan mereka " tanya Brian to the poin saat sambungan telepon sudah terhubung
" hari Rabu " ucap Alex
setelah itu Brian langsung mematikan sambungan teleponnya lalu menghampiri Naya yang sudah berbaring di atas tempat tidur
" kapan Naya periksa " tanya Naya
" hari Rabu " jawab Brian
"selamat malam sayang ,apa sudah bobo gimana jagung bakaran kakek enak tidak " tanya Brian menghadap perut Naya
bugh
__ADS_1
bugh
Brian tertawa kecil ,sedangkan Naya hanya menggeleng saja sejak tau anaknya merespon ucapan nya dia seperti mendapat mainan baru nya
" maaf yank apa sakit " Naya hanya menggeleng saja " jangan sakiti mami iya ah iya kata uncle Alex hari Rabu papi bisa melihat Ade lagi, tapi sepertinya papi harus mengganti panggilan mu karena di sana aunty indah juga akan periksa " ujar Brian lagi
" sayang cocoknya apa iya " Brian menatap Naya yang masih duduk bersandar pada kepala ranjang sedangkan Brian sudah berbaring sambil menghadap perut Naya
" Kaka saja ,kan dia perempuan kalau laki² bisa dia panggil Abang " ujar Naya,Brian kembali menatap perut Naya
" gimana sayang ,kalau kamu di panggil Kaka apa kamu suka " tanya Brian lagi
tapi tidak ada pergerakan sama sekali
" sayang ,dia tidak suka dia tidak menendang sepeti tadi
apa dia sudah tidur karena ini sudah larut " ujar Brian
" mungkin " jawab Naya
" tapi Abang masih pengen bermain dengannya yank " ucap Brian sendu
" sayang, apa kamu sudah mengantuk papi ingin mengajakmu bicara " ucap Brian lagi
bugh
" dia masih melek Sayang ,berarti dia tidak suka di panggil Kaka " ujar Brian tersenyum kuda
" baiklah ,papi akan memanggilmu princess " Brian mencium perut nya dengan gemas bahkan memberikan gigitan kecil
" sudah ayo kita istirahat, besok lagi iya papi ajak cerita selama malam kesayangan papi dan mami " ucap Brian
lalu membantu Naya berbaring, tidak lupa belakang di simpan kan bantal karena semakin besar perut Naya semakin susah mencari posisi tidur nyaman nya
" gimana " tanya Brian
" sudah gini saja " ucap Naya,Brian hanya mengangguk saja
" apa tidak sebaiknya kamu cuty saja yank " tanya Brian
" nanggung bang, kan lagi beberapa bulan setelah itu Naya cuty, setelah itu Naya juga masih cuty lagi setelah lahiran " ucap Naya
" tapi Abang takut yank, kalau kamu jalan terus ke sana ke sini pasti berat " ucap Brian
" tidak koh bang ,Naya malah menikmati nya " Brian menatap Naya
" tapi kalau kamu sudah tidak kuat, ngomong sama Abang iya biar Abang urus surat cuty nya " Naya mengaguk
" ayo kita istirahat,Naya sudah mengantuk " Brian memeluk Naya dengan pelan agar tidak menindih perut Naya
" selamat malam sayang ,baby " ucap Brian
CUP
" malam Abang " ucap Naya, lalu memejamkan matanya
__ADS_1