
" apa yang kau lakukan " tanya Ivan yang baru saja masuk dalam kamar Anggi
sang penghuni kamar itu hanya melihat sekilas lalu kembali dengan kertas yang ada di depannya
Cup
Ivan mencium pucuk kepala Anggi dengan lembut
" tugas " Anggi menggeleng
" hanya membaca saja kak " ucap Anggi lirih
Ivan menarik kursi meja rias Anggi ,lalu duduk di dekat nya , sambil memainkan HP nya untuk menunggu Anggi selesai
" apa butuh sesuatu " Ivan menatap Anggi lalu menggeleng
" belajar saja "
" sudah selesai " Ivan menyimpan HP nya
" kita ke balkon " Anggi mengikuti langkah kaki Ivan
"kenapa Kaka suka sekali duduk di balkon "
" karena di sini tenang, bisa membuat pikiran ku tenang "
" apa ada masalah " Ivan menyunggingkan senyumnya
" menurutmu apa yang harus aku lakukan jika ibu memaksaku menikah " tanya Ivan sambil memejamkan matanya
mendapat pertanyaan seperti itu ,membuat perasaan Anggi semakin takut
" Anggi,apa kau mendengar aku " tanya Ivan lalu menatap nya
" me...mang kaka mau menikah dengan siapa " tanya Anggi gugup
" aku juga kurang tahu,karena ibu menjodohkan ku " Anggi membuang wajahnya ke arah lain
ingat posisimu Anggi, berterimakasih dengan benar dan jangan berharap yang lebih batin Anggi
" gitu iya,ikuti saja mungkin itu bisa membuat ibu senang " ucap Anggi lirih
" aku belum kepikiran ke sana GI,jika aku menerima nya berarti aku akan menikah dalam waktu dekat ini " ucap Ivan
" bukan kha Kaka ingin ibu bahagia " tanya Anggi
" pernikahan bukan mainan,jika aku menerima aku takut nantinya akan berakhir karena tidak ada cinta " ucap Ivan
__ADS_1
" bukannya kata orang itu bisa datang karena terbiasa " tanya Anggi polos
" iya itu kata orang tapi tidak dengan ku " ucap Ivan
" Ribet sekali menjadi orang dewasa " Ivan mengacak rambut Anggi lalu tertawa kecil
" kau akan mendapatkan itu baby " ucap Ivan ,membuat wajah Anggi malu karena panggilan Ivan
" istirahat lah, sebentar lagi ibu pasti akan mengantar kan susu " ucap Ivan
" iya " ucap Anggi
lalu mereka masuk bersama dalam kamar Anggi tidak lupa Anggi menutup kembali pintu arah balkon
" jangan begadang " Anggi mengangguk
CUP
CUP
" mimpi indah " Anggi hanya mengangguk
bahkan sangat indah nantinya gumam Anggi dalam hati
setelah kepergian Ivan Anggi langsung masuk dalam kamar mandi membersihkan diri
semenjak kenal dengan Ivan dan keluarga sudah menjadi kewajiban jika dulu pakaian yang iya pakai sore akan pakai hingga pagi tapi semenjak itu hari pakaian yang dia pakai sore hanya sampai Batas jam 10 malam
" setelah ini minum susu iya ' ucap ibu Widya
" iya Bu " ucap Anggi
" jangan tidur larut malam setelah minum langsung tidur " ucap ibu Widya
" selamat malam bu " ibu Widya mengaguk tersenyum
Anggi sebisa mungkin mengikuti semua kenginginan ibu Widya maupun ayah nya begitu juga Ivan ,karena hanya itu caranya dia berterimakasih dan belajar dengan baik sehingga suatu saat dia bisa membalas semua nya dan membahagiakan mereka yang sudah mau menampung nya bahkan menaikan derajat hidupnya
setelah selesai ritual malamnya dan minum susu, Anggi langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
pagi kembali menyapa, semua makhluk di bumi sudah memulai aktivitas mereka
seperti Brian dan Alex setelah mengantar istri serta adik nya mereka langsung keperusahan
seperti biasa berkas selalu menunggu mereka di atas meja setelah Irma menyerahkan untuk di periksa oleh Alex ,begitu juga Brian harus memeriksa yang sudah di kerjakan Alex
__ADS_1
" apa kau sudah membuat janji pada dokter " tanya Brian
" sudah tuan " Brian mengaguk
" tempat nanti malam apa kamu sudah memboking nya " tanya Brian lagi
" sudah tuan,apa Ivan juga ikut ?? " tanya Alex
" iya beri tahu dia " ucap Brian
" apa mobilnya Masih sama Ricko " tanya Brian
" iya tuan, Raya memperbolehkan " Brian hanya mengangguk
" beri tahu dia agar tidak melakukan kesalahan " ucap Brian
" iya tuan "
"Lex ,apa kamu susah memutuskan " Alex menyimpan laptop yang ada di pangkuannya
" belum tuan ,tapi indah susah memilih normal " Brian mengembuskan napasnya
" apa kamu akan mengikuti nya " tanya Brian
" hari Selasa tuan akan bertemu dengan dokter " Brian mengaguk
" besok malam Raya akan tunangan, aku takut anak itu terluka " ucap Brian
" semuanya baik² saja tuan ,anda bisa pegang ucapan saya " ucap Alex
" aku tidak meragukan kerjamu selama ini,tapi aku hanya takut saja kita tidak perna tau perasaan orang Lex " ucap Brian
" apa pun itu ,akan saya lakukan " ucap Alex tegas
" gimana keadaan indah " tanya Brian
" apa tuan menyukai istri ku " Alex menatap Brian
" jangan bodoh aku sudah punya istri bahkan lebih cantik ,aku bertanya karena kamu lebih fokus pada pekerjaan mu di banding dia kau selalu memposisikan dia di urutan ke dua " ucap Brian ketus
" itu menurut anda tuan, tapi istri saya juga tidak kalah cantik ,dan dia bisa memahami Semua nya karena sebelum kami menikah saya sudah membicarakan ini padanya " ujar Alex
" kau berbicara seperti sangat mencintai nya " cibir Brian
" tidak juga tuan " Brian hanya berdecak saja
susah sekali membuat Alex mengakui perasaannya sekalipun mereka tahu jika dia mencintai indah
__ADS_1
tapi untuk dia ucap kan itu sangat susah
indah saja baru sekali atau dua kali mendengar nya mengucapkan kata cinta