
drettt..... drettt
Alex menatap HP nya yang di atas meja karena dia masih berada di ruangan kerja Brian
" siapa " tanya Brian menatap Alex
" pengawal " ujar Alex
" hidup kan suara nya " Alex mengakat telepon nya dan menghidupkan pengeras suaranya
" maaf tuan meng....
" laporkan " potong Alex
"nyonya muda ada di cafe xx bersama pria dua orang yang baru juga datang sebelum nyonya muda "
" tetap awasi " Alex langsung menutup teleponnya
" cari tau siapa yang bersama istri ku ,suruh pengawal membawa Naya sekarang " ucap Brian dingin ,Alex menarik napasnya
kenapa Nona Naya mencari kematian sendiri batin Alex
setelah mengirim kan pesan pada pengawal Alex kembali menghubungi seseorang untuk mencari tahu siapa yang sedang bersama nyonya muda nya itu
" maaf nyonya muda menganggu waktu anda " ucap pengawal
" Lo koh kalian bisa di sini " tanya Naya kaget ,lalu melihat sekeliling nya
apa aku tidak sadar jika mereka sejak tadi di sini batin Naya
" siapa Naya " tanya Abian
" pengawal " ucap Naya ,Cakra dan Abian mengkerut kan keningnya
" duluan saja ke mobil setelah ini aku menyusul, aku harus habiskan makanan ku " ucap Naya
" baik nyonya muda ,permisi tuan " ucap pengawal ,Abian dan Cakra hanya mengangguk
" gila, apa kamu akan selalu di kawal " Naya mengaguk
" apa suamimu orang kaya Nay,tidak mungkin orang biasa apa lagi memakai pengawal " tanya Cakra
" nanti juga kalian tau, nanti aku undang kalian kalau sudah waktunya " ucap Naya
" kami tunggu, semoga setelah ini kita tetap menjadi teman " ucap cakra
" siap bos ,maaf aku harus pulang karena mungkin suami ku sudah di rumah " mereka mengaguk
" hati² Naya " Naya hanya mengangguk
lalu meninggalkan Abian dan Cakra yang masih menatap Naya yang mulai menjauh
" aku penasaran sama suami Naya ,karena selama kami sekolah dia tidak pernah dekat dengan namanya laki² ,denganku Saja menjaga jarak hanya beberapa kali kami terlibat tugas kelompok " ucap Abian
" aku lihat dari pakaian nya saja apa lagi pengawal aku yakin bukan orang sembarangan, karena kemana² harus di kawal " Abian mengaguk
" aku tidak sabar menunggu undangan nya " ucap Abian
" ayo lanjut makan, perjalanan kita masih jauh " Abian mengaguk
kembali lagi ke masion keluarga besar Malik di mana suasana di dalam ruangan kerja itu mendadak suram dan dingin
" Raya masih di kampus jam berapa dia pulang " tanya Brian
" iya tuan,jam 1 " ucap Alex ,Brian mengaguk
" kembali lah ke masion mungkin indah lagi membutuhkan mu " ucap Brian
" dia akan menelepon jika dia membutuhkan sesuatu tuan " ucap Alex
" Alex " panggil Brian dengan suara rendahnya
" maaf tuan " Brian mendengus kesal percuma mengusir Alex lebih baik biarkan saja
setelah menunggu beberapa menit Naya sudah sampai di rumah dan dia segera turun dari mobil
" maaf nak, di tunggu tuan muda di ruang kerja " Naya mengaguk
" makasih paman " ucap Naya ,lalu berjalan ke arah ruangan kerja
" apa aku terlalu lama pergi tapi belum juga sejam " gumam Naya
tok ....tok ....
ceklek
" masuk " Naya masuk dia merasa udara dalam sana sedang tidak baik² saja apa lagi melihat wajah Brian yang menurut nya lain begitu juga Alex
" Abang butuh sesuatu " tanya Naya
" kamu dari mana " tanya Brian datar
__ADS_1
" ca..fe xx " ucap Naya gugup
" bukannya kamu meminta izin ke membeli es krim apa di sana kamu memesan es krim " Brian menatap Naya jika tidak memikirkan Naya hamil
entah lah bagaimana nasib Naya
Brian menahan emosinya sebisa mungkin
sedangkan Alex masih diam di tempat duduk nya
" apa tidak ada yang ingin kamu katakan " tanya Brian lagi
" kembali ke kamar " ujar Brian saat Naya masih membungkam mulutnya
" Abang ....
" KELUAR " bentak Brian membuat Naya tergelak bahkan kini Naya sudah seperti patung
" ab...bang....
" kembali ke kamar " ucap Brian dingin
" iya " ujar Naya ,sebelum dia ke luar sekilas dia melihat Alex yang hanya diam di samping Brian
" apa kamu sudah dapat " tanya Brian
" malam nanti laporan nya tuan " ucap Alex
" kembali lah ,aku ingin menemui Naya " ujar Brian
" tuan
" aku tidak akan membunuhnya Lex, aku masih waras " ucap Brian memotong ucapan Alex
"saya akan tetap di depan kamar tuan " Brian diam saja lalu ke luar dari ruangan itu ,di ikuti Alex
sedangkan dalam kamar Naya masih terdiam ini untuk pertama kalinya Brian membentaknya setelah hubungan mereka membaik,Naya duduk di sofa sambil menghapus air matanya
" maaf sayang jika kalian kaget " gumam Naya sambil mengelus perutnya
ceklek
Naya berdiri dari duduknya saat mendengar suara pintu terbuka
Brian menatap istrinya yang berdiri tegap di dekat sofa
Brian membuka jas nya karena setelah pulang dari rumah sakit dia belum membukanya apa lagi dia langsung ke ruangan kerja setelah berdebat dengan ayah nya
Brian membuka dasinya lalu membuka beberapa kancing bajunya baru menggulung lengan kemejanya sampai siku
Naya menatap Brian sekilas " apa setelah bertemu dengan pria itu membuatmu keras kepala " ucap brian menatap tajam Naya
" maksud nya " tanya Naya
" apa aku perlu memperjelas lagi,kamu bukan lagi anak SD Naya, kamu meminta izin ke mana dan kamu ke mana " ujar Brian
" maaf aku hanya mencari udara segar " ucap Naya
" apa selama ini kamu tinggal di sini tidak mendapatkan udara segar " tanya Brian
" bukan begitu, aku hanya ingin menikmati kesendirian ku " ucap Naya langsung menutup mulutnya
kenapa mulut ini susah sekali mencari alasan ya g bagus batin Naya
" apa selama ini kamu merasa di kekang atau bagaimana kesendirian seperti apa yang kamu ingin kan hm ,bertemu dengan pria lain apa itu menikmati kesendirian " tanya Brian sinis
" kenapa kamu menolak aku menemanimu ???? kamu ingin es krim tapi kamu juga menolak di belikan pelayan apa karena kamu tidak bisa bebas bertemu dengan mereka " tanya Brian lagi
" maksud Abang apa sih " tanya Naya yang sudah mulai emosi
" jangan bodoh Naya ,aku menyuruh mu kuliah karena kamu pintar Tidak mungkin kamu tidak mengerti ucapan ku, apa karena menikah denganku dan sedang mengandung anakku kamu berbuat sesukamu di belakang ku " ujar Brian, Naya menatap Brian
" JAWAB " teriak Brian, Alex langsung masuk dalam kamar tanpa mengetuk pintu kamar saat mendengar suara teriakan Brian
ceklek
" nona Naya silahkan ke masion sebelah dulu " Ujar Alex , sedang kan Naya masih diam di tempat nya
" nona, saya mohon " ucap Alex lagi ,Naya menatap Alex
" Kaka ke luar saja ,aku baik² saja bukannya ini sudah sering terjadi " ucap Naya serak menahan tangis nya
" nona Naya mohon kerja sama nya ,tuan sedang tidak baik² saja " ucap Alex
" Alex ...
"maaf jika aku sudah membohongi mu tapi saya tidak berniat berbohong ,saya hanya ingin merasakan waktu saat saya sendiri karena selama ini saya selalu berada di antara kalian dan untuk laki² yang kamu maksud mereka teman SMA ku dulu , Raya juga mengenal nya kamu bisa tanya kan pada adikmu apa kami memiliki hubungan dulu atau tidak???? kami di sana tanpa di rencanakan atau janjian sebelum nya perlu tuan tau jika pria yang tadi duduk bersama ku menyukai adikmu ,saya juga sadar diri jika saya sudah bersuami bahkan sedang mengandung anak nya ??? jadi saya tau batasan ku seperti apa terhadap laki² kami hanya cerita layak nya teman tidak ada yang lebih " Naya menarik napasnya saat merasakan perutnya keram bahkan kini keningnya sudah berkeringat " KA...kak tolong.....
" nona muda " pekik Alex saat melihat Naya sudah duduk di Karpet bulu
" sayang ....Naya "
__ADS_1
" to.. tolong perutku Sa aaww "
" telepon Ivan sekarang Lex, panggil ayah dan ibu " Brian mengangkat Naya ke atas tempat tidur
Alex langsung ke luar dari kamar Brian
" sayang jangan menutup matanya hei " Naya mengelus perutnya sambil mengatur napasnya
" maaf² " Brian mencium kening Naya
" sayang jangan buat mami kesakitan ,papi mohon sayang " ucap Brian panik
" kenapa Abang, Naya kenapa " tanya ibu sisil panik begitu juga ayah Abbas
" perut Naya sakit Bu, Abang harus bagaimana ??? Brian takut Bu " air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya ke luar juga
" memang apa yang Naya lakukan kenapa perutnya bisa sakit " tanya ayah abbas
" nanti saja yah ,tolong Naya dulu " ujar Brian bahkan suaranya semakin Serak
" mana yang sakit sayang " tanya ibu sisil lembut
" perut Naya keram Bu " ujar Naya
" sayang , kalian sayang mami kan jangan buat mami kesakitan iya " ucap Brian dia sedang memohon pada anak²nya
bugh
bugh
" sssstttt "
" cucu opa jangan nakal iya nanti opa belikan apa pun yang kalian mau ,cucu opa anak kuat kan " ujar ayah abbas
" kita ke rumah sakit " Brian siap mengangkat Naya ,tapi Naya menahan nya
" kamu kesakitan sayang " Naya menggeleng lemah
" maaf " Ivan mengatur nafasnya bersamaan itu juga Alex masuk bersamaan pak Mamat
ayah dan ibu menyingkir dari situ membiarkan Ivan memeriksa Naya , sedang kan Brian tetap di samping Naya tangan satunya memegang tangan Naya satunya mengelus perut Naya nya
" apa yang non rasakan " tanya Ivan sambil mengambil alatnya yang ada dalam tas nya
" keram " Ivan mengaguk mengerti lalu dia memeriksa Naya dengan baik
" jika ada yang membuat mu tidak nyaman jangan menahan nya ,itu akan berdampak pada si kembar " Ivan menatap Brian " jangan membuat nya banyak pikiran atau tertekan kamu tau Naya masih muda apa lagi dia lagi hamil mod orang hamil berubah ² " Brian hanya mengangguk ,menatap Naya
" apa Semua nya baik² saja " tanya ayah abbas
" baik yah ,nona Naya hanya keram biasa saja tapi jika keseringan itu juga bisa berbahaya pada kandungan nya,bisa saja nanti dia pendarahan apa lagi dia hamil di usianya yang terbilang masih muda " ucap Ivan
" hai jagoan, princess sehat² di sana tidak lama lagi kita akan bertemu " ucap Ivan di dekat perut Naya
bugh
bugh
" ssstttt " Brian menatap tajam Ivan
" tidak papa " ucap Ivan saat melihat tatap Brian
" sayang ini Oma !!!! Oma Sisil " ujar ibu sisil dia menjadi antusias saat melihat tendangan si kembar
" haii boy, princess ini opa Abbas sayang " ucap ayah abbas lagi
" koh mereka tidak menjawab Van " tanya ayah abbas
" itu karena mereka marah sama ayah karena telah membohongi mereka jadi siap² saja mereka membenci ayah " ucap Ivan ketus
" ini gara² ayah ,jika sampai cucuku membenci ku ,lebih baik ayah ke luar dari rumah ini " ucap ibu sisil kesal
" maaf " Naya tersenyum " aku baik² saja,Naya yang harusnya minta maaf " ucap Naya mereka tidak menghiraukan ayah dan ibu mereka yang sedang berdebat sedangkan Alex dan Ivan hanya menonton dan pak Mamat sudah ke luar dari kamar itu setelah tau keadaan Naya
" masih keram " Naya menggeleng " apa sakit " Naya menggeleng lagi
" tadi hanya kesal saja " ucap Naya ,membuat Brian merasa bersalah
" maaf ,tadi aku benar² cemburu sehingga akal ku tidak bisa berpikir dengan baik " Naya tersenyum lembut
"Brian ,beri tahu Anakmu jika sampai mereka membenci ku dan ibu kalian mengusir ayah akan ku buat mereka jadi perkedel setelah lahir " ucap ayah abbas yang sudah kesal
plak
" kamu bilang apa " ibu Sisil menatap tajam suaminya " sebelum mereka jadi perkedel kamu duluan yang jadi perkedel " ucap ibu sisil
Alex menatap Ivan untuk mengakhiri semua ini
" maaf ayah ibu ,Naya butuh istirahat karena perutnya masih belum membaik ' ucap Ivan
" ah maaf sayang, istirahat lah tidak usah mendengar kan ucapan tua Bangka ini " ucap ibu sisil ,ayah Abbas menatap istrinya
__ADS_1
" Brian jaga Isti mu jika mau papa bilang saja iya nanti makan siang kalian di antar di sini " Brian hanya mengangguk
setelah itu mereka ke luar dari ruangan itu sekalipun masih ada perdebatan antara ayah dan ibu Sisil sedangkan Alex dan Ivan hanya mendengar kan saja