Sayangi Aku

Sayangi Aku
villa


__ADS_3

entah karena lelah atau apa pagi ini Naya masih terlelap dalam tidurnya bahkan Brian saja sampai bingung ,tapi dia membiarkannya ,dia melihat jam sudah pukul 7 pagi lalu dia melihat istrinya yang belum ada tanda-tanda untuk bangun ,dia melepaskan pelukannya menggantikan dengan guling agar tidak membuat Naya bangun , lalu dia masuk ke kamar mandi membersihkan badannya tidak menggunakan waktu yang akan dia ke luar melihat sekilas ke arah tempat tidur tapi istri masih terlelap , Brian hanya tersenyum saja dia masuk ke ruangan walk in close


setelah selesai dia bergegas ke luar kamar untuk Saparan ,saat tiba di sana semua nya sudah berkumpul


" Abang lama Raya sudah lapar " ucap Raya


" maaf, bibi temanin istriku di atas jika sudah bangun segera panggil saya " Ucap Brian


" iya tuan " ucap pelayan lalu meniggalkan mereka


" Naya belum bangun bang " tanya ibu sisil


" belum Bu " ucap Brian sambil mengambil roti yang sudah di siapkan


" tumben biasanya masih gelap dia sudah bangun " ucap ayah abbas


" mungkin dia terlalu lelah yah ,karena semalam keliling mall " ucap Brian


" baiklah kita tunggu Naya bangun baru kita ke villa " ucap ayah abbas


" VILLA" pekik raya


ttuukk


" makan yang benar " ucap Alex


" ehs Kaka sakit tahu " ucap Raya sambil mengelus keningnya


" bagaimana Jhon " tanya ayah abbas


" kami ikut saja bas " ucap pak Jhoni


" pakai lah pakaian yang bagus di sana banyak janda " ucap ayah abbas


PLak


" berani nya iya, sebulan tidur kamar tamu,koh ajarin besannya yang tidak-tidak " ucap ibu sisil kesal


" hanya bercanda Bu mana ada janda di sana , sudah ayo makan " ucap ayah abbas sedang kan mereka hanya tertawa kecil


" maaf tapi Ilham sorenya harus balik ke sana " ucap Ilham


" tenang saja nanti kamu di antar ke sana nya " Ucap Brian


" apa tidak papa bang " Brian hanya mengangguk saja


mereka masih asik dengan makanan mereka ,tiba tiba pelayan datang dengan Naya yang menangis membuat mereka kaget


" maaf tuan ,nyonya muda enggan aku temani" ucap pelayan itu dengan gugup karena sudah di tatap Alex


" Kemabli ke tempat mu " ucap Alex


" sayang kenapa hm " ucap Brian sambil memeluk Naya


" Abang kenapa tinggalin Naya, Naya cariin Abang " ucap Naya sesegukan bahkan penampilan nya terlihat imut di mata mereka pakaian tidur yang berjubah rambut acak-acakan wajah polos tanpa apa pun


" mau sarapan " Naya menggaguk


" iya sudah ayo ,bibi susunya Naya " ucap Brian


" apa kamu belum cuci muka Naya " Tanya Raya


" tidak " ucap Naya singkat


" kenapa " tanya Raya


" aku bangun cuma lihat bibi ,Abang tidak ada jadi aku ke luar " ucap Naya


" maaf iya ,tadi aku lihatnya masih sangat enak tidurnya " ucap Brian ,Naya hanya mengangguk


"Naya " panggil pak Jhoni


" Jhon biarkan " ucap ayah abbas


orang tua Naya hanya menghela nafas panjang nya ,sedangkan ilham tertawa kecil


" adek kaya kuntilanak " ucap Ilham


" Ilham " ucap Alex


" maaf kak, naya sangat cantik " ucap Ilham sambil tersenyum membuat mereka tertawa


" minum susunya sayang " ucap Brian lalu membantu Naya meminum susunya


" tadi Bagun nya dag mual " Naya menggeleng


" iya sudah ayo makan sarapan nya ,habis ini mandi iya ayah bilang kita mau ke villa " Naya menggaguk sambil menggigit roti bakarnya begitu juga dengan Brian


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


" ayo gays jangan lama Raya ingin sampai dengan cepat " pekik raya di ruangan tengah


" adek bisa tidak jangan teriak " Ucap ibu sisil


" itu mereka sudah siap " ucap ayah abbas


" apa semuanya sudah siap " tanya ayah abbas


" sudah pak " ucap pak Mamat


" paman tidak ikut " tanya Brian


" tidak tuan ,rumah tidak ada yang jaga " ucap pak Mamat


" ikut saja ,banyak penjaga di luar " ucap Brian


" tapi tuan....


" ikut saja " ucap Alex


" iya " ucap pak Mamat


" ganti baju nya paman, jangan pakai baju kerja kita liburan , pakai yang bagus paman di sana banyak janda kata ayah " ucap raya ,pak Mamat hanya tertawa kecil lalu meninggalkan mereka


" Raya " ucap Alex rendah


" Raya hanya bencanda kak ,serius " ucap Raya dengan senyuman manis


"ayo kita ke mobil " ucap ayah abbas


" Nathan bahagia sekali kalau di bawah jalan " ucap Ilham


" karena selama ini dia hanya dalam rumah saja kan bapak kerja " ucapan pak Jhoni tersenyum


" Tante Sama Alex saja Nathan nya " ucap Alex


" mobil siapa Yang bawah " tanya Brian

__ADS_1


" sopir " ucap Alex


" cih "


" waow paman kau yang terbaik , tenang nanti Raya bantu Carikan janda di sana " ucap Raya


PLak


"ehs ayah sakit " keluh Raya


" janda janda janda ,mau ibu tambah lagi " ucap ibu sisil


" tidak sudah cukup " ucap Raya


" sudah sudah ayo masuk dalam mobil pak Jhoni ikut kami dan pak Mamat " ucap ayah Abbas


"mereka biarkan pakai mobil sendiri " ucap ayah Abbas lagi


" Nathan kasih ke mamanya " Alex hanya mengangguk saja lalu Nathan di berikan pada mamanya


" ayo sayang hati hati " Ucap Brian membantu Naya masuk dalam mobil, raya dan Ilham duduk di belakang Brian dan Naya di tengah sedangkan Alex di depan samping sopir


" sudah lama tidak ke villa akhirnya " ucap raya


" kamu baik-baik saja " tanya Brian


" apa ada makanan Naya masih lapar " ucap Naya


"buah Naya mana Lex " tanya Brian


" ini bang " ucap Raya memberikan kota bekal buah pada Brian


" Ade tadi sarapan roti bakarnya tiga ,apa masih lapar " Tanya Ilham


" iya Kaka " ucap naya ,Ilham hanya menggeleng kan kepalanya


" luar biasa sekali " cuap Ilham sambil bertepuk tangan


" Kaka Ilham harus tau dia makan sehari tidak terhitung " bisik Raya


" benarkah " raya mengagguk


"pelan pelan sayang,kamu makan dulu iya Abang periksa dulu kerjaan " Naya menggaguk ,Brian membuka iPad nya memeriksa email yang masuk


" di villa ada kolam " tanya Naya sambil memakan buah nya


" ada nanti kita berenang iya " ucap Raya


" tidak, naya cuma tanya saja " ucap Naya


" cih makan saja buah mu kalau gitu " Naya menggaguk membuat Raya kesal


" apa dia selalu seperti itu " ucap Ilham sedikit berbisik


" iya ,apa lagi semenjak hamil , selalu bikin darah Raya naik " ucap Raya kesal


" bahkan ini iya Kak, Raya harus duduk di pojokan karena dia tidak menyukai bau Raya makanya raya ganti parfum sama kaya kalian " ucap Raya menggebu gebu


" orang hamil sekalinya rumit iya " Raya mengaguk


" sangat Kak, apa lagi yang hamil dia ,bukan hanya rumit tapi sesak nahan kesal " ucap Raya ,Ilham hanya tertawa kecil


" Abang , Raya bilangan aku jelek " Brian tertawa kecil dengan aduan Naya padahal dia sendiri juga dengar obrolan raya dengan Ilham di belakang mereka


" nanti Alex yang marahi iya " ucap Brian sambil mengelus pipi Naya


" barusan kamu ngomong " ucap Naya


" jangan fitnah iya " ucap raya


" aku mana perna fitnah orang, buah ku apa sudah habis "tanya Naya


" habis makan di pohon nya sana " ucap Raya kesal


" benarkah tapi ibu selalu menyiapkan lebih " ucap Naya lagi


" ambil ini ,jangan di habiskan ini masih pagi ,sore nanti kamu makan apa " ucap raya ,Ilham tersenyum melihat sikap Raya pada Naya ,sekalipun terbilang kasar tapi mungkin itu rasa sayang nya untuk Naya, apa lagi dia perempuan sendirian


" memang nya berapa kotak dek " tanya Brian


" tiga saja bang, tapi Naya sudah habisin ,itu minta lagi d sini sisa satu " ucap raya


" sudah dag papa biarkan saja di villa pasti bibi sudah menyiapkan buah juga " ucap Brian


" iya sudah makan saja " ucap Raya


" boleh " tanya Naya


" dek dari tadi kamu makan loh itu ,kenapa masih tanya boleh " ucap Ilham


" ah Naya lupa " ucap Naya tersenyum


" kakak lihat kan,apa yang bikin raya sesak " Ilham hanya mengangguk tersenyum


" sabar iya demi. keponakan kita " ucap Ilham,Naya mengaguk


" Kaka " panggil Raya


"hebm "


" kita sampai di sana ngapain " tanya Raya


" BBQ,bakar jagung seperti biasanya " ucap Alex


" ada sosis " tanya Naya dengan mata berbinar


" iya ada " ucap Alex


" Naya minta iya kak, yang banyak " ucap Naya


" iya" ucap alex


"Ade itu saja belum habis Lo " ucap Ilham


" tidak papa " ucap naya ,Brian hanya mengacak rambut Naya


" Lex " Brian memberikan iPad nya pada Alex


"aku juga punya iPad " ucap Alex


" baca dulu " Alex mengambil iPad Brian menyimpan iPad nya


" gila liburan saja masih kerja " bisik Ilham raya hanya mengangguk


" sudah " tanya Brian saat melihat Naya menutup kotak bekalnya


" sudah "ucap Naya

__ADS_1


" mau tidur " tanya Brian melihat Naya menguap karena kehamilan Naya selalu sering tertidur


" iya Naya ngantuk " ucap Naya,Brian menekan tombol di samping duduk naya , seketika tempatnya berubah seperti tempat tidur kecil


" adek selimut nya" Raya mengambilkan nya


" ini Abang " ucap raya,


" makasih " ucap Brian menyelimuti Naya lalu menutup gorden kecil yang di samping pintu mobil


" mobil nya keren sekali " ucap Ilham


" kalau kamu mau nanti aku belikan " ucap Brian


" tidak ,jangan " ucap Ilham cepat


" baiklah " Ucap Brian tertawa kecil


" apa masih jauh " tanya Ilham


" sudah dekat " jawab Raya


setelah beberapa saat akhirnya mobil mereka terlah masuk dalam kawasan villa ,Ilham yang melihat itu takjub dengan yang di lihatnya sangat luas pemandangan yang sangat bagus


Alex turun duluan saat mobil sudah berhenti, setelah itu Brian yang turun lalu membuka pintu Naya ,agar bisa menggendong nya ,setelah Brian turun Raya dan Ilham juga turun lewat pintu sisi kursi Brian


" buka pintu kamar atas " Alex menggaguk


" tidur lagi " tanya ibu sisil


" iya Bu " ucap Brian


" ayo Kaka Ilham kita main " ucap raya ,Ilham hanya mengikuti saja


" selimutnya Abang " ucap ayah abbas


" minta tolong yah " ayah langsung membetulkan selimut Naya


" maaf iya bas Bu ,kalau Naya nyusahin " ucap pak Jhoni


" sudah tidak papa , ayo saatnya kita pesta, eh Nathan juga tidur sama kaya kakaknya sepertinya mereka janjian " ucap ayah abbas


" ayo pak Mamat " ucap ayah abbas


" iya pak " ucap pak Mamat


" Bu kasih tidur saja di kamar nanti di jagain pelayan " ucap ibu sisil


" tidak usah Bu " ucap mama Lila


" tidak papa ,biar bibi yang jagain kita di sini liburan sehari jadi nikmati saja ,setelah itu kita akan bergulat dengan rumah lagi " ucap ibu sisil


" makasih Bu " ibu sisil hanya mengaguk saja


Ilham dan Raya mengelilingi villa hingga perkebunan sayuran dan yang lainnya yang di tanam oleh penjaga villa


" enak iya lahir jadi orang kaya " ucap Ilham


" tidak juga, bahkan aku kesepian kerena sendirian di rumah hanya ada pelayan dan Nany yang menjagaku " ucap raya


" benarkah aku kira enak karena bisa beli apa pun yang kamu mau tanpa lihat harga kaya semalam " ucap Ilham


" iya enaknya di situ " ucap Raya


" iya bahkan aku sampai kaget lihat harganya ,bahkan untuk 5 tahun ke depan mungkin itu belum Habis uangnya ,apa lagi harga jam tangan ini ,aku sampai ngeri pakainya takut jatuh pecah kacanya " ucap Ilham


" pakai saja kalau rusak minta belikan lagi ,tidak usah sungkan " ucap raya


" mana bisa begitu ,ini saja aku tidak enak sama bang Brian dan kak Alex " ucap Ilham


" kakak Ilham belum tau mereka saja , mereka pakai barang satu kali pakai mereka tidak pernah pakai bareng dua kali " ucap Raya


" serius " Raya mengaguk


" kakak tahu , Naya saja sudah dua kali ganti hp " ucap Raya


" yang benar ,Kaka saja lihat HP nya semalam susah kedip " ucap Ilham


" itu HP nya yang ke dua ,yang pertama tidak sengaja jatuh di tangan Naya ,Abang injak " ucap Raya


"aku jadi penasaran sebenarnya keluarga kalian itu seperti apa ,maaf kalau menyinggung perasaan mu " ucap Ilham , raya memberikan HP nya pada Ilham


" cari lah yang ini Kaka cari " ucap Raya


" beneran tidak papa " raya mengagguk


" siapa nama kalian ,eh maksudnya marga kalian " tanya Ilham


" cari saja Brian Galih Malik atau nama ayah Abbas Galih Malik ayo duduk dulu kaka " ucap raya ,Ilham hanya mengangguk ikut duduk di samping Raya


Ilham mengetik sesuai dengan ucapan Raya ,seketika foto Brian muncul Ilham membaca semuanya bahkan tentang alex juga ada ,30 menit Ilham membaca semuanya tentang perusahaan GM Corp ,sekalipun baru beberapa bulan menjabat sebagi CEO tapi tidak membuat saham mereka menurun malahan makin meningkat


" Raya apa kalian sekaya ini " raya hanya mengangguk


" maaf bukan maksud menyombong kan diri " ucap Raya


" tidak papa aku ngerti koh ,tapi di sini hanya tentang perusahaan saja " ucap Ilham


" iya kami menutup semua informasi tentang diri kami karena itu privat ,agar kami tidak terlalu tertekan ,makanya di situ yang ada hanya wajah ayah ,Abang dan kakak,bahkan pernikahan Abang saja hanya beberapa kolega bisnis saja yang tau demi keamanan Naya ,karena bagaimanapun dia istrinya Abang keselamatan nya no 1 ,kita tidak tau di luar sana ada yang benci atau suka pada Abang,begitu juga dengan ibu dulu kaya getho bahkan sampai sekarang ,raya juga gitu makanya kami selalu pakai pengawal ke mana mana" ucap Raya


"apa selama ini kalian pernah alami hal hal yang buruk " tanya Ilham


" itu sudah pasti ,tapi Kaka selalu bisa mengatasi semua nya ,makanya di rumah atau di perusahaan jika kaka bilang tidak tetap tidak, dia itu jantung bagi kami karena Kaka Alex kami bisa bertahan sampai sekarang " ucap Raya


" iya aku kagum sama dia ,jika aku belum tes jadi abdi negara mungkin aku ingin seperti nya ,disegani bahkan tatapan nya saja bikin orang takut " ucap Ilham


" raya tersenyum " itu lah dia ,dia tidak banyak bicara sama seperti Abang tapi jika ada yang mengusik kami Abang maupun Kaka pasti mereka berdiri paling depan " ucap Raya


" kakak belum lihat harimau sama singa di rumah " tanya Raya


" memang ada " raya mengagguk


" harimau namanya black padahal warnanya bukan hitam yang singa loli dia betina " ucap raya


" serius " raya membuka hpnya saat dia berfoto dan bermain dengan hewan buas itu


" nonton lah " ucap Raya


" ayo sambil baik ke villa ,soalnya nanti di cariin " Ilham hanya mengangguk


" ini gila raya ,nanti aku libur lagi aku main sama mereka " ucap Ilham


" mereka susah dekat dengan orang baru kecuali di ajarin dulu,bahkan Naya saja belum ketemu sama mereka karena Abang takut nanti Naya terluka ,hanya pernah sekali saat kami tinggalin Naya sendiri di ruang tengah kita ke dapur lagi makan karena itu hari Naya mual cium bau makanan , saat kami menghampiri Naya singa betina sudah berbaring dalam rumah ,mungkin jagain Naya " ucap Raya


" Naya tidak ketakutan " raya menggeleng


" bahkan dia bingung " raya tertawa

__ADS_1


Ilham merasa puas sekarang dia sudah tau keluarga seperti apa suami dari adiknya ada rasa lega khawatir bahagia semua jadi satu ,tapi dia selalu berharap adiknya baik baik saja


__ADS_2