Sayangi Aku

Sayangi Aku
kejujuran


__ADS_3

pagi harinya lagi² Alex di buat kaget dengan suara indah yang berusaha memuntahkan isi perutnya di kamar mandi


Alex langsung bangun dan berlari ke kamar mandi


" dear are you ok " Alex memijat tengkuk indah dengan lembut


huekkk hueekkkk


lagi² indah muntah bahkan yang keluar hanya cairan bening saja


Alex membantu mencuci mulut indah ,baru saja akan melangkah kakinya


bugh


" indah "


Alex langsung mengangkat tubuh indah dan di baringkan di tempat tidurnya


" dear Hei jangan seperti ini "


Alex berdiri mengambil ponselnya lalu menghubungi Ivan


" ke rumah sekarang " titah Alex ,setelah itu dia mematikan sambungan telepon nya


lalu dia menelpon lagi entah siapa


" ayah,Alex minta tolong bawakan air teh hangat ke kamar "


ternyata Alex menelpon ayah nya ,setelah itu Alex menatap indah yang masih memejamkan matanya


" apa yang aku harus lakukan ,sayang jangan buat mama seperti ini,papa bingung harus gimana " gumam Alex mengelus perut rata indah


tok ...tok...


" masuk "


Alex menatap ayah nya yang membawa secangkir teh hangat untuk indah


" istrimu kenapa " tanya pak Mamat


" pingsan yah ,dia tadi muntah dalam kamar mandi setelah itu pingsan " ujar Alex


pak mamat ke luar dari kamar Alex,menuju kamarnya


" di mana aku menyimpan nya " gumam pak Mamat sambil mencari nya


Ivan yang baru datang langsung berlari ke arah kamar Brian karena pikiran nya sekarang Naya


tok ....tok...


" Brian ini aku Ivan " ujar Ivan dari depan pintu


Brian membuka pintu menatap Ivan yang masih mengatur nafasnya


" kenapa " tanya Brian


" koh kenapa ?? tadi Alex menelpon ku menyuruh ku ke sini setelah itu dia mematikan sambungan telepon nya " ujar Ivan bingung


" dokter Ivan " sapa Naya


" kamu baik² saja lalu Alex menelpon cepat² ke sini buat apa " tanya Ivan


Brian dan Naya saling menatap " indah " gumam mereka tapi masih bisa di dengar jelas oleh Ivan


" kita ke paviliun sayang hati² ,Van kamu duluan ke sana "


Ivan langsung berlari menuruni tangga, menuju paviliun


ayah dan ibu yang melihat Ivan berlari lalu di susul Brian dan Naya ,akhirnya membuat mereka ikut menyusul mereka


" kenapa lama sekali bodoh " bentak Alex saat melihat Ivan masuk dalam kamarnya ,di susul yang lainnya


" maaf, aku kira Naya yang sakit karena kamu tidak menjelaskan dengan baik " ucap Ivan mendekat ke arah tempat tidur


" periksa istri ku " Ivan memeriksa indah , sedangkan yang lainnya menunggu di sofa


setelah memeriksa indah ,Ivan menatap Alex penuh selidik


" kita bicara berdua " ucap ivan


" katakan saja di sini " ucap Alex ,Ivan menatap Alex


" kau sudah tau " Alex menggaguk,Ivan menatap Brian


" apa ini alasan nya kau menikahi nya " tanya Ivan sedikit meninggi kan suaranya


" rendahkan suaramu ,jangan bicara Bodoh sebelum itu memang sudah rencananya " ucap Alex dingin


" ada apa kenapa ,apa indah sakit parah " Tanya ayah abbas

__ADS_1


" indah hamil " ujar Ivan yang masih menatap Alex


duaaarr


pak mamat,ayah abbas dan ibu Sisil menatap Alex


" kenapa seperti ini nak " tanya pak Mamat


" maaf yah ,saat itu kami terbawa apa lagi kehadiran Nisa membuat indah cemburu dan itu membuat kami selalu bertengkar " ucap Alex


" euggg"


" dear mana yang sakit " tanya Alex


indah menatap semua orang yang ada dalam kamar merek ,lalu dia menatap Alex


" koh ada Kaka Ivan " tanya indah


" apa ayah dan ibu tau " tanya Ivan to the poin


indah menundukan kepalanya,dari arah bicaranya indah sudah menebak jika Ivan sudah tau apa lagi dia seorang dokter apa yang lainnya juga tau pikir indah


" maaf " ucap indah lirih


" kenapa kamu yang meminta maaf " tanya Ivan datar


" lalu harus siapa kak, Kaka Alex??? indah yang memaksa nya " ucap indah asal


dalam pikirannya sekarang dia tidak ingin semakin panjang nantinya


" kenapa harus seperti itu dek, Alex sudah jadi milikmu kenapa harus melakukan hal bodoh " tanya Ivan lagi ada raut kecewa dalam mata Ivan


"indah hanya tidak ingin Kaka Alex di miliki orang lain kak ,Jika dengan seperti itu bisa buat Kaka Alex bersama indah kenapa tidak " Alex menatap indah


" dear " indah hanya tersenyum " tidak papa² " ucap indah


" Alex " Alex memejamkan matanya lalu menatap mereka


" maaf jika membuat kalian kecewa, tapi kami bahagia atas kehadiran nya bohong jika aku tidak menyesal tapi bukan maksud menyesal karena kehadiran Alex hanya menyesal karena tidak bisa menahan diri ,Alex mohon jangan membuat indah semakin tertekan apa lagi dia lagi hamil ,jika kalian ingin marah sama Alex saja " ucap Alex sambil menggenggam tangan indah


" Van, aku minta maaf " Ivan menarik napasnya


" kamu baik² saja kan " indah mengaguk " maaf jika membuat Kaka kecewa tapi indah tidak menyesali nya " ucap indah


" sudah lupa kan saja ,yang terpenting kalian sekarang bersama " Ivan menatap Alex yang tersenyum padanya


" tidak usah tersenyum, jika tidak memikirkan indah dan keponakan ku sudah aku bunuh kamu dari tadi "


" ayah,ibu" indah menatap ayah Abbas lalu menatap pak Mamat


" sudah jangan di pikirkan lagi,gimana keadaan nya " tanya ayah abbas


" baik² saja , usia nya sudah 3 Minggu " jawab Alex ,pak Mamat masih menatap indah yang menunduk


" iya sudah ,kami ke luar dulu ,kalian bicara dulu sama ayah "


mereka ke Luar dari kamar Alex ,kini hanya meninggalkan pak Mamat,Alex dan indah


PLak


" ayah " pekik indah


bahkan sakit kepalanya seperti hilang saat pak Mamat menampar Alex


" apa yang ayah lakukan, kenapa menampar Kaka ,indah yang menjebak Kaka memberikan obat perangsang ,jika ayah ingin marah, marah sama indah saja " ucap indah mengelus pipi Alex


" dear kamu duduk di tempat " indah menggeleng " indah tau kami salah jika ayah Tidak mau menerima nya kami akan pergi dari sini " ucap indah lagi


" indah " indah menatap Alex " tidak " tegas indah


" minum dulu teh nya , mumpung masih hangat iya " indah menggeleng dia masih menatap ayah mertuanya


"sudah ayah tidak akan melakukan papa " ucap Alex lagi ,tapi karena memang indah keras kepala dia tetap duduk di depan Alex


" minum teh mu setelah itu sarapan jangan buat cucuku kelaparan " ucap pak Mamat lalu ke luar dari kamar Alex


" apa ini sakit " Alex tersenyum " apa kepalamu sudah baikan " tanya Alex balik


" aku yang tanya ,kenapa malah balik bertanya " Alex mengambil teh untuk indah ,lalu membantunya minum


" libur dulu iya tidak usah kuliah " ujar Alex


" aku baik² saja, aku mau kuliah " ucap indah


" dear


" please kak, aku bosan di rumah terus aku tidak papa jika Kaka mengirimkan pengawal yang banyak " ucap indah lagi


" baik lah ,ayo mandi dulu " indah mengaguk

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


kini mereka susah duduk di meja makan untuk sarapan bersama ,bahkan Ivan juga masih berada di sana karena di tahan ayah abbas untuk sarapan bersama


" mau makan apa " tanya Alex


" aku makan Semua nya " Alex mengambilkan makanan untuk indah setelah itu mengambil untuk dirinya


" kapan kalian akan memberi tahu mertua mu " tanya ayah abbas


" weekend kita ke sana yah, sekalian kami bicara " ayah mengaguk


" makan saja nak, kami tidak marah atau apa pun itu " ucap ibu sisil ,indah Mengaguk


" Kaka " Ivan menatap indah " makan lah jangan membuat ku seperti penjahat " ucap Ivan sinis menatap Alex


" makan saja dear ,dia lagi banyak masahlah " Ivan berdecak saja


" ada apa sih " tanya Raya yang sedang tadi mendengar pembicaraan mereka


" tidak ada papa " ujar ayah abbas


" bohong " pekik Raya " memang indah kenapa " tanya Raya lagi


" maaf tuan besar ,tuan Dafa sudah datang " ucap penjaga


" suruh dia masuk " ucap Alex


" biasakan saja wajah mu dek, apa segitu bahagianya " ucap Ivan , Raya menggaguk


" awas kalau dia macem² jangan salah kan Kaka kalau nanti Kaka membunuhnya " Raya menelan ludahnya kasar bahkan untuk menjawab dia susah


" selamat pagi " Ivan menatap Dafa dalam ²


" sarapan dulu nak, Ade ambilkan Makanan untuk Dafa " raya mengagguk


Dafa duduk tepat di samping Raya


" mau makan apa " tanya raya


" apa saja yang kamu ambil kan " ujar Dafa


" cih manis sekali mulutnya " cibir Ivan


" Kaka " rengek Raya


" makan lah "


meja makan kembali sunyi hanya ada suara garpu dan sendok


setelah selesai makan dan berpamitan Raya dan Dafa langsung masuk mobil begitu juga Ivan yang langsung akan ke rumah sakit


Brian membukakan pintu untuk Naya begitu juga Alex


setelah memastikan mereka duduk dengan nyaman baru mereka masuk dalam mobil


" Abang koh ada mobil pengawal " tanya Naya saat mobil pengawal berada di depan mereka


" tidak papa sayang,kan tidak mungkin raya bisa menjaga kalian berdua ,apa lagi dia belum tau jika indah hamil " ucap Brian


" Kaka " panggil indah


" iya " jawab Alex tapi masih menatap lurus ke depan


" bisa berhenti dulu " Alex menatap indah yang sudah keringat " kenapa " Alex memberhentikan mobilnya


indah langsung membuka pintu mobil,yang baru saja berhenti tanpa menunggu Alex


" indah " pekik mereka karena mobil masih jalan walaupun pekan


hueeeekkk huekkk


Brian dan Alex ikut turun ,Naya hanya menatap lewat jendela mobil


" bawah ke rumah sakit Lex " ujar Brian


" kita ke rumah sakit iya " indah menggeleng " mobilnya bau " ujar indah


Brian dan Alex sambil menatap " bau , maksudnya dear " tanya Alex


" mobilnya bau ,bikin mual ' Brian dan Alex menarik napasnya , sedangkan Naya tertawa kecil dalam mobil


"jadi mau di ganti bau apa " tanya Brian lembut


" jeruk " Brian dan Alex menggaguk ,Alex membuka pengharum mobil nya dan membuangnya asal


" mau lanjut atau mau pulang " tanya Alex lembut sambil mencuci mulut indah


" lanjut ,aku sudah baikan " ucap indah

__ADS_1


" kamu yakin " tanya Brian


" iya tuan " Alex membantu indah berdiri lalu membantu nya masuk dalam mobil setelah itu mereka melanjutkan mobilnya kembali


__ADS_2